📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenANALISIS DEFORMASI GUNUNGAPI PAPANDAYAN BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS TAHUN 2002 - 2011
Gunung api Papandayan adalah gunung api yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung api dengan ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut itu terletak sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung. Gunung api Papandayan merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia. Salah satu metoda pemantaun aktivitas vulkanik gunung api adalah dengan metoda deformasi. Dalam melakukan penelitian deformasi yang terjadi, digunakan data pengamatan survei GPS (Global Positioning System). Pada dasarnya survei ini dilakukan untuk mengetahui pola dan kecepatan deformasi yang terjadi pada Gunung api Papandayan. Dari analisis unsur deformasi ini, dapat diketahui karakteristik deformasi yang terjadi pada gunung api tersebut. Pada Gunung api Papandayan deformasi yang terjadi dipengaruhi oleh tekanan magma dari dalam gunung. Dari analisis yang dilakukan, sumber magma dalam dan sumber magma dangkal mempengaruhi aktivitas gunung. Pada tahun 2003-2005 terdapat dua sumber magma dimana di sana terjadi proses inflasi. Pada tahun 2005-2008 hanya satu sumber yang mempengaruhi dimana di sana terjadi proses deflasi. Pada tahun 2008-Juli 2011 terdapat dua sumber magma yang mempengaruhi dimana di sana terjadi proses deflasi dan inflasi. Pada Juli 2011-Agustus 2011 terdapat satu sumber magma dimana di sana terjadi proses inflasi. Pada tahun 2003-Agustus 2011 terdapat dua sumber magma dimana di sana terjadi proses deflasi dan inflasi.
STUDI DEFORMASI GUNUNG API BATUR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SAR INTERFEROMETRI (InSAR)
Indonesia merupakan salah satu negara didunia yang memiliki bencana alam tinggi yang diakibatkan oleh aktifitas gunung api, Fenomena gunung api dapat mengakibatkan dampak kerusakan, kerugian materi dan korban jiwa. Salah satu gunung api aktif di Indonesia adalah gunung api Batur (Bali). Dalam sejarahnya dari tahun 1804 sampai saat ini telah terjadi letusan beberapa kali dan membentuk 4 kawah yaitu kawah 1, kawah 2, kawah 1994, dan kawah 1998. Pemantauan deformasi gunung Batur telah dilakukan dengan beberapa metode geodetik, dimana salah satunya adalah InSAR. InSAR adalah teknologi pencitraan radar kesamping dengan memanfaatkan informasi fase, amplitudo dan panjang gelombang dalam pengolahannya untuk mendapatkan topografi dan defomasi. Metode pengolahan yang dilakukan untuk mendapatkan deformasi yaitu dengan differential intereferometri, dengan metode two-pass yang menggunakan data eksternal DEM sebagai salah satu interferogramnya untuk penghapusan unsur topografi. Data yang digunakan dalam pengolahan ini adalah citra SAR ERS-1 dan ERS-2 sebanyak 15 data, dengan perekaman dari tahun 1996 sampai 2001. Hasilnya diperoleh model deformasi tahun 1996-2000 dari hasil pengolahan pasangan citra 19960423-19960424 dengan menginformasikan kenaikan (inflasi) muka gunung api sebesar 0.04-0.1 meter, juga diperoleh model deformasi tahun 1998-2000 dari hasil pengolahan pasangan citra 19980114-20000119 dengan menginformasikan penurunan (deflasi) muka gunung api sebesar 0.01-0.02 meter.