📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenANALISIS DEFORMASI GUNUNGAPI LOKON BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS KONTINU TAHUN 2009-2013
Gunungapi Lokon merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Indonesia. Terletak pada 1°21’30” LU dan 124°47’30” BT dengan ketinggian 1579.5 m di atas permukaan laut. Gunungapi ini memiliki satu kawah terletak di pelana antara puncak Gunungapi Lokon dan Empung yang dikenal dengan Kawah Tompaluan yang mempunyai kawah dengan garis tengah 400 m dan kedalaman lebih kurang 150 m. Awal erupsi dari Gunungapi ini dimulai sejak Februari 2011 dan masih tetap aktif sampai dengan hari ini. Gejala vulkanik dari sebuah gunungapi dapat diamati dengan berbagai metode. Metode yang digunakan adalah Deformasi. Deformasi pada Gunungapi Lokon diamati dengan menggunakan 3 data pengamatan titik GPS (Global Positioning System) kontinu dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 dengan sampling rate 15 detik. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangakat lunak Bernese 5.0. Dari hasil pengolahan data, terjadi perbedaan arah vektor pergeseran titik-titik pengamatan antara dua periode yaitu periode tahun 2009-2010 dan periode tahun 2011-2013. Pada periode tahun 2009-2010 arah vektor pergeseran mengarah mendekati pusat Kawah Tompaluan yang diperkirakan sebagai pusat magma, dengan kecepatan pergeseran antara 3,1 mm – 5,4 mm per tahun. Hal ini mengindikasikan adanya deflasi dari sumber magmatik Gunung Lokon. Sedangkan pada periode tahun 2011-2013, periode erupsi, arah vektor pergeseran menjauhi pusat Kawah Tompaluan dengan kecepatan pergeseran 5,7 mm – 1,1 cm per tahunnya yang mengindikasikan kemungkinan inflasi sumber magma.
ANALISIS DEFORMASI GUNUNGAPI TALANG BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS TAHUN 2005 - 2009
Gunungapi Talang adalah salah satu gunungapi yang terletak di Sumatera Barat. Letusan magmatik terakhir terjadi pada tahun 1883. Letusan terakhir berupa letusan abu terjadi pada tahun 2005. Letusan pada tahun 2005 tersebut terjadi beberapa hari setelah gempa tektonik di Mentawai. Sejak saat itu aktivitas vulkanik gunungapi Talang terus meningkat, meskipun tidak terjadi erupsi.Untuk meneliti deformasi yang terjadi pada gunungapi Talang pada tahun 2005-2009 digunakan data pengamatan Global Positioning System (GPS) yang diamati pada bulan Desember 2005, Maret 2006, Februari 2007, Februari 2008, Juli 2009, Agustus 2009, dan Oktober 2009. Data GPS kemudian diproses sehingga didapatkan koordinat geodetik dan geosentrik beserta standar deviasinya. Koordinat geosentrik yang dihasilkan ditransformasikan ke dalam koordinat toposentrik. Setelah dilakukan uji statistik dengan distribusi-t dan nilai resultan kecepatan vektor pergeseran yang dihasilkan dinyatakan telah lolos, kecepatan vektor pergeseran per tahun diplot. Perhitungan lokasi pusat magma menggunakan model Mogi dan pemilihan hasil terbaik melalui metode optimasi.