📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4 dokumen

PEMBANGUNAN DASHBOARD KOMUNITAS TSUNAMI READY IOC-UNESCO DI INDONESIA

Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko tsunami yang sangat tinggi karena posisinya berada di pertemuan empat lempeng tektonik besar dan memiliki lebih dari 12.000 desa pesisir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.013 desa dan kelurahan tergolong dalam zona bahaya tsunami tinggi serta 5.331 desa dan kelurahan berada pada zona bahaya tsunami sedang. Meskipun program TRRP dari IOC-UNESCO telah diluncurkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan komunitas pesisir, baru sekitar 22 komunitas yang memperoleh pengakuan resmi. Keterbatasan platform pemantauan terpadu menjadi salah satu faktor lambatnya proses rekognisi terhadap 12 indikator yang terbagi dalam kategori Assessment, Preparedness, dan Response. Capstone Project ini bertujuan membangun dashboard Komunitas Tsunami Ready IOC-UNESCO di Indonesia yang mampu mengintegrasikan data geospasial, statistik kependudukan, jalur evakuasi, serta dokumen verifikasi indikator dalam satu platform berbasis web. Dashboard ini dirancang untuk memfasilitasi tiga peran utama, yaitu masyarakat umum sebagai konsumen informasi kebencanaan, perangkat desa/kelurahan pesisir sebagai pengunggah bukti pemenuhan indikator, dan verifikator nasional sebagai pihak yang memvalidasi seluruh dokumen yang masuk secara realtime. Selain itu, dashboard juga menyajikan otomatisasi peta bahaya tsunami, estimasi jumlah penduduk terpapar, perhitungan bangunan terdampak per tingkat risiko, serta pemetaan jalur evakuasi menuju TES dan TEA berdasarkan koordinat yang diinput oleh perangkat desa. Pengujian dilakukan menggunakan metode Black Box Testing dan UAT pada pengguna umum yang berhasil dilakukan. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fitur utama berfungsi sesuai spesifikasi dengan tingkat penerimaan pengguna yang tinggi. Dashboard ini diharapkan dapat mempercepat proses rekognisi Tsunami Ready dan meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat pesisir Indonesia.

2026
👤 Penulis: Fathan Faishal Sudrajat
🏷️ Geologi 🏷️ Komunikasi Kebencanaan 🏷️ Desa Pesisir

PEMBANGUNAN DASHBOARD KOMUNITAS TSUNAMI READY IOC-UNESCO DI INDONESIA

Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko tsunami yang sangat tinggi karena posisinya berada di pertemuan empat lempeng tektonik besar dan memiliki lebih dari 12.000 desa pesisir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.013 desa dan kelurahan tergolong dalam zona bahaya tsunami tinggi serta 5.331 desa dan kelurahan berada pada zona bahaya tsunami sedang. Meskipun program TRRP dari IOC-UNESCO telah diluncurkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan komunitas pesisir, baru sekitar 22 komunitas yang memperoleh pengakuan resmi. Keterbatasan platform pemantauan terpadu menjadi salah satu faktor lambatnya proses rekognisi terhadap 12 indikator yang terbagi dalam kategori Assessment, Preparedness, dan Response. Capstone Project ini bertujuan membangun dashboard Komunitas Tsunami Ready IOC-UNESCO di Indonesia yang mampu mengintegrasikan data geospasial, statistik kependudukan, jalur evakuasi, serta dokumen verifikasi indikator dalam satu platform berbasis web. Dashboard ini dirancang untuk memfasilitasi tiga peran utama, yaitu masyarakat umum sebagai konsumen informasi kebencanaan, perangkat desa/kelurahan pesisir sebagai pengunggah bukti pemenuhan indikator, dan verifikator nasional sebagai pihak yang memvalidasi seluruh dokumen yang masuk secara realtime. Selain itu, dashboard juga menyajikan otomatisasi peta bahaya tsunami, estimasi jumlah penduduk terpapar, perhitungan bangunan terdampak per tingkat risiko, serta pemetaan jalur evakuasi menuju TES dan TEA berdasarkan koordinat yang diinput oleh perangkat desa. Pengujian dilakukan menggunakan metode Black Box Testing dan UAT pada pengguna umum yang berhasil dilakukan. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fitur utama berfungsi sesuai spesifikasi dengan tingkat penerimaan pengguna yang tinggi. Dashboard ini diharapkan dapat mempercepat proses rekognisi Tsunami Ready dan meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat pesisir Indonesia.

2026
👤 Penulis: Nabila Nurhaliza Ramdhan
🏷️ Geologi 🏷️ Komunikasi Kebencanaan 🏷️ Desa Pesisir

IDENTIFIKASI DAMPAK INTEGRASI EKONOMI LOKAL DENGAN PASAR GLOBAL TERHADAP KONDISI DAN PERUBAHAN SUMBER DAYA PENGHIDUPAN NELAYAN RAJUNGAN DI PERDESAAN PESISIR DESA WARUDUWUR, KABUPATEN CIREBON

Globalisasi ekonomi telah mengintegrasikan wilayah perdesaan pesisir ke dalam rantai pasok global komoditas perikanan, menjadikan aktivitas ekonomi lokal semakin dipengaruhi oleh dinamika pasar internasional sekaligus meningkatkan tekanan terhadap keberlanjutan sumber daya dan penghidupan nelayan. Fenomena ini terlihat di Desa Waruduwur, di mana transformasi dari sistem produksi lokal menuju orientasi ekspor rajungan telah mengubah struktur ekonomi dan sosial masyarakat, namun juga memunculkan kerentanan akibat penurunan stok, ketergantungan pasar, dan tekanan lingkungan. Meskipun demikian, sebagian besar kajian masih berfokus pada aspek produksi dan perdagangan, sehingga belum banyak penelitian yang secara historis dan komprehensif mengkaji bagaimana integrasi pasar global membentuk dinamika sumber daya penghidupan nelayan di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak integrasi ekonomi lokal dengan pasar global terhadap kondisi dan dinamika sumber daya penghidupan (livelihood resources) nelayan rajungan di perdesaan pesisir Desa Waruduwur, Kabupaten Cirebon. Analisis data dilakukan melalui teknik pengkodea (coding) dua siklus, analisis deskriptif kualitatif, statistik deskriptif, analisis spasial, dan analisis konten. Kerangka analisis dalam penelitian ini mencakup sumber daya penghidupan yang dikemukakan oleh Scoones (1998) dengan penyesuaian perkembangannya (Natarajan dkk., 2022; Scoones, 2009, 2015), sehingga menghasilkan empat sintesa aset yaitu aset sumber daya alam, aset ekonomi (fisik dan finansial), aset sumber daya manusia, dan aset sosiopolitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ekonomi lokal dengan pasar global di Desa Waruduwur memengaruhi seluruh dimensi sumber daya penghidupan nelayan, tetapi melalui mekanisme yang berbeda pada tiap aset. Pada aset sumber daya alam, integrasi meningkatkan tekanan eksploitasi pada stok rajungan, tetapi perubahan jasa lingkungan lebih banyak dipengaruhi oleh konteks iklim dan degradasi ekologis yang lebih luas. Pada aset ekonomi, integrasi mendorong modernisasi produksi dan meningkatkan pendapatan nelayan, terutama pada periode awal integrasi, namun juga memperkuat ketergantungan struktural padav pasar global dan aktor perantara. Sementara itu, pada aset sosial dan sumber daya manusia, integrasi ekonomi global tidak secara langsung menimbulkan perubahan relasi internal, namun berkontribusi dalam mendorong proses adaptasi teknologi dan inovasi alat tangkap serta menuntut kondisi fisik nelayan yang lebih baik akibat jarak melaut yang semakin jauh. Pada aset politik, integrasi mempertegas peran relasi kuasa dan distribusi akses sumber daya, serta membuka peluang akses sumber daya dari industri dan lembaga internasional meskipun aksesnya tidak merata. Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian mengenai penghidupan berkelanjutan dalam konteks perikanan tangkap, khususnya perikanan tangkap rajungan, di Indonesia. Kajian ini tidak hanya menambah literatur tentang penghidupan di desa pesisir, tetapi juga memperkuat analisis historis dalam studi pembangunan, yang selama ini jarang dilakukan.

2026
👤 Penulis: Diva Adriana Golda Panjaitan
🏷️ Perikanan Tangkap 🏷️ Desa Pesisir 🏷️ Penghidup Manfaat Nelayan

RESILIENSI SOSIAL KOMUNITAS NELAYAN DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM DI DESA ERETAN WETAN, INDRAMAYU

Penelitian ini mengkaji resiliensi sosial komunitas nelayan di Desa Eretan Wetan, Indramayu, dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin intensif seperti banjir rob dan cuaca ekstrem. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menyusun kerangka resiliensi sosial berbasis lima dimensi utama: struktur sosial; modal sosial; mekanisme, kompetensi, dan nilai sosial; keadilan dan keberagaman sosial; serta kepercayaan sosial, budaya, dan agama. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan kuesioner kepada nelayan, serta studi literatur. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis konten berbasis koding tematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa komunitas memiliki potensi resiliensi yang tinggi pada aspek solidaritas sosial, nilai budaya, dan spiritualitas, tetapi masih menghadapi tantangan besar dalam hal ketimpangan struktural, eksklusi gender, serta lemahnya sistem kolaborasi dan informasi. Kelembagaan formal belum sepenuhnya inklusif, dengan perempuan dan nelayan kecil cenderung terpinggirkan dalam proses adaptasi. Strategi optimalisasi diarahkan pada pembentukan organisasi nelayan inklusif, integrasi tradisi lokal dalam kebijakan desa, serta penguatan kapasitas adaptif melalui pelatihan dan jejaring eksternal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif dan berbasis nilai lokal dalam membangun resiliensi sosial yang tangguh, adil, dan berkelanjutan di kawasan pesisir.

2025
👤 Penulis: Jasmin Anizah Latief
🏷️ Resiliensi Sosial 🏷️ Komunitas Nelayan 🏷️ Desa Pesisir
💬