📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 7 dokumenDESAIN PERANCANGAN BANGUNAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU (TPST) DI PULAU TIDUNG BESAR, KABUPATEN ADMINISTRASI KEPULAUAN SERIBU SEBAGAI DAERAH TUJUAN PARIWISATA
Pulau Tidung Besar adalah salah satu pulau berpenduduk di Kepulauan Seribu, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau Tidung Besar juga terkenal sebagai pulau tujuan pariwisata dengan luas pulau 50 ha. Terdapat empat sumber kegiatan yang dapat menghasilkan sampah yaitu permukiman dengan 4.787 penduduk, non permukiman dengan fasilitas umum, kegiatan pariwisata dan sampah pesisir. Pengolahan sampah yang dilakukan di Pulau Tidung Besar saat ini adalah pembakaran dengan insinerator L-Box. Namun kapasitas insinerator yang tidak dapat mengolah seluruh sampah yang dihasilkan di pulau ini menyebabkan sampah yang tidak terolah akan diurug di lahan terbuka sebelum akan diangkut menggunakan kapal sampah menuju Bantar Gebang. Oleh karna itu dibutuhkan suatu Tempat Pengolahan sampah Terpadu (TPST) yang dapat mengolah sampah yang dihasilkan setiap harinya di Pulau Tidung Besar. Telah dilakukan sampling timbulan dan komposisi sampah yang mengacu pada SNI 19-3964-1995 dengan hasil timbulan sampah darat Pulau Tidung Besar sebesar 1.733 kg/hari dan komposisi terbesar adalah sisa makanan dan dedaunan (59,59%) kemudian sampah anorganik laku jual yang terdiri dari plastik, kertas/kardus, logam dan kaca (25,22%), dan sampah residu (14,87%). Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pulau Tidung Besar akan memiliki luas minimal area bongkar muat sebesar 52,5 m2 , area pengomposan windrow dan maturasi kompos sebesar 101 m2 , area penyimpanan anorganik laku jual sebesar 28 m2 dan area pengolahan residu dengan teknologi thermal insinerator. Total area TPST yang dirancang adalah 928 m2 dengan fasilitas tambahan seperti kantor, gudang, toilet dan area parkir.
PERENCANAAN DESAIN BANGUNAN PENGENDALI BANJIR KALI GROGOL, PROVINSI DAERAH KHUSUS JAKARTA
Wilayah Indonesia terkhusus Ibukota DKI Jakarta merupakan daerah yang kerap dilanda banjir, hal ini diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dan kondisi lingkungan yang buruk. Tak luput dari itu, Kali Grogol menjadi salah satu sumber luapan air yang kerap melanda DKI Jakarta. Kebayoran Baru menjadi salah satu kecamatan yang memiliki frekuensi tinggi terkena banjir akibat luapan Kali Grogol. Bertambahnya kepadatan penduduk, menyempitnya daerah resapan, penurunan kapasitas eksisting dari saluran drainase di sekitaran Kali Grogol menjadi pemicu frekuensi banjir yang tinggi. Untuk itu, diperlukan Upaya pengendalian banjir untuk mengurangi frekuensi dan dampak dari kerusakan banjir tersebut. Dengan menggunakan HEC-RAS dan HEC-HMS, akan dilakukan pemodelan hifrograf banjir dan genangan yang akan digunakan kemudian untuk menjadi pedoman dalam perencanaan tanggul dan normalisasi.
NET ZERO ENERGY BUILDING (NZEB) APPROACH: MITIGATION AND ADAPTATION EFFORTS FOR CLIMATE CHANGE PHENOMENON CASE STUDY: DESIGN OF ITB INNOVATION PARK BUILDINGS 3 AND 4 IN SUMMARECON BANDUNG
Perubahan iklim yang ditandai oleh peningkatan frekuensi bencana alam, kenaikan permukaan air laut, konsentrasi gas rumah kaca dan suhu permukaan bumi, sebagian besar diakibatkan oleh aktivitas manusia, dengan aktivitas alami memainkan peran yang jauh lebih kecil. Adapun aktivitas manusia yang memiliki kontribusi terbesar dalam fenomena ini adalah pembakaran bahan fosil, dengan produk batu bara yang paling mendominasi. Dengan demikian Indonesia, sebagai salah satu produsen dan pengekspor batu bara terbesar di dunia, menjadikan negara ini sebagai salah satu penghasil emisi karbon dioksida (CO?) terbesar secara global. Ditambah dengan fakta bahwa pembangkit listrik di Indonesia yang masih didominasi oleh PLTU batu bara, menjadikan batu bara ini sebagai produk strategis nasional. Indonesia sebagai negara tropis yang kaya akan sumber daya terbarukan seperti matahari, angin, air dan panas bumi, ternyata masih sangat minim dalam pemanfaatannya. Indonesia telah menetapkan tujuan ambisius untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060, dengan menyusun roadmap selama beberapa dekade ke depan untuk secara berangsur-angsur mengurangi konsumsi bahan bakar ini dan beralih ke sumber energi terbarukan. Arsitektur dalam hal ini memiliki peran yang sangat besar untuk mendukung tujuan tersebut, mengingat perannya yang besar dalam pembangunan nasional. Urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat pesat di Indonesia membuat permintaan untuk kebutuhan berhuni dan beraktivitas dalam bangunan semakin besar. Bangunan dengan siklus hidupnya yang meliputi fase produksi, konstruksi, operasional dan pembongkaran, memiliki berkontribusi besar dalam meninggalkan jejak karbon (carbon footprint), terutama selama fase operasional. Indonesia sebagai negara beriklim tropis —panas dan lembab—memiliki pola konsumsi energi yang tinggi dalam penggunaan pengondisi udara, terutama di daerah perkotaan. AC konvensional sebagai produk pengondisi udara yang mendominasi pasaran, dihadapkan pada masalah konsumsi energi yang tinggi dan overcooling, oleh karenanya eksplorasi dalam upaya mencapai kenyamanan termal sangat diperlukan. Radiant cooling sebagai salah satu sistem pengondisi udara yang lebih efisien dalam mengonsumsi energi, menggunakan air sebagai media pendingin untuk menyerap panas dari ruangan melalui permukaan dingin, sehingga mendistribusikan suhu yang lebih merata dan nyaman. Bangunan Net Zero Energy (NZE) sebagai salah satu pendekatan perancangan bertujuan untuk menghasilkan energi sebanyak yang dikonsumsi dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan dan teknologi efisien. Proyek ITB Innovation Park Teknopolis Bandung bertujuan menjadi bangunan percontohan NZE dengan mengoptimalkan dan mengefisiensikan penggunaan energi, memproduksi energi terbarukan sebanyak yang digunakan, dan memastikan kenyamanan pengguna. Prinsip yang digunakan meliputi manajemen dan audit energi, penggunaan material berkelanjutan, serta teknologi efisien. Perancangan harus memenuhi kriteria optimalisasi dan efisiensi energi melalui desain pasif, efisiensi air, isolasi termal, sistem hemat energi, manajemen energi, dan audit energi. Kriteria produksi energi terbarukan dapat dicapai melalui penilaian terhadap sumber daya lokal potensial, integrasi teknologi dengan desain, dan penyimpanan energi yang efisien. Pada kriteria untuk mencapai kenyamanan penghuni dapat dicapai dipastikan melalui model PMV, indeks PPD, dan kenyamanan adaptif.
KARAKTERISASI DAN PEMODELAN NON-LINEARITAS PADA KOMPOSIT QUASI-UD DENGAN MEMERHATIKAN EFEK LAJU REGANGAN
Redesain Pasar Kiaracondong dirancang untuk meningkatkan kinerja pasar sehingga peran pasar sebagai wadah kegiatan sosial dan ekonomi dapat ditingkatkan. Struktur yang dibangun merupakan struktur beton bertulang tiga lantai dengan struktur atap baja. Lokasi proyek berada di Bandung dengan kategori desain seismik D dan kategori risiko seismik III, sehingga Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dipilih sebagai sistem struktur bangunan dan Sistem Rangka Baja dengan Bresing Konsentris dipilih sebagai sistem struktur atap baja. Perancangan struktur beton dilakukan dengan bantuan perangkat lunak ETABS dan mengacu pada ketentuan di SNI 2847 : 2019 dan SNI 1727 : 2019, sedangkan perancangan atap dilakukan secara terpisah dengan bantuan perangkat lunak SAP 2000 dan mengacu pada ketentuan di SNI 1729 : 2020. Pada analisis struktur, dilakukan pengecekan struktur terhadap gempa sesuai dengan ketentuan pada SNI 1726 : 2019. Sambungan fasad ke struktur beton pada bangunan juga didesain sesuai dengan ketentuan pada AISC Design Guide 1. Desain ini dilakukan untuk memperhitungkan pengaruh beban gempa pada elemen nonstruktural terhadap struktur sehingga didapat desain yang lebih konservatif. Hasil dari perancangan struktur ini meliputi dimensi dan konfigurasi penulangan setiap elemen struktur, konfigurasi sambungan elemen beton – baja, serta gambar Detailed Engineering Drawing untuk setiap elemen struktur.
PERANCANGAN APARTEMEN DENGAN PENDEKATAN BIOKLIMATIK DI KOTA BANDUNG
Penggunaan sumber daya yang berlebih merupakan salah satu faktor pemanasan global. Di Indonesia penggunaan bahan bakar fosil masih menjadi yang utama untuk menghasilkan energi. Pnggunaan sumber daya yang berlebihan ini akan diptoyeksi kan terus meningkat dengan naiknya pertumbuhan penduduk Indonesia. Dengan me ningkatnya penduduk maka kebutuhan akan hunian juga akan semakin meningkat. Sektor bangunan termasuk kedalam sektor yang menggunakan energi terbanyak dengan 45 persen dari total energi yang digunakan berasal dari operasional bangunan itu sendiri.Pendekatan Arsitektur Bioklimatik mencoba menangani permasalahan pemborosan energi dengan merespon iklim dan memanfaatkan potensi potensinya. Tujuan dari tesis ini adalah untuk membuat konsep apartemen yang bisa beradaptasi dengan lingkungan dan bisa meminimalisir penggunaan energi yg berlebih dan memaksimalkan kenyamanan dalam bangunan. Fokus utama dalam tesis ini bagaimana cara meningkatkan kenyamanan pengguna namun menurunkan energi yang dibutuhkan (efisiensi energi). Sehingga kualitas hidup manusia didalamnya teeap terjaga namun juga tetap melestarikan lingkungan. Oleh karena itu diharapkan Desain Apartemen dengan pendekatan Bioklimatik dapat menjadi salah satu Solusi hunian yang boros energi dan merusak lingkungan
PERENCANAAN REKAYASA DAN STRUKTUR APARTEMEN 64 LANTAI DI JAKARTA DENGAN SISTEM GANDA
Gedung tingkat tinggi dengan konsep tahan gempa merupakan bangunan yang sangat diperlukan di tengah keterbatasan lahan. Daerah Keistimewaan Jakarta memiliki jumlah penduduk 10,67 juta jiwa pada dan hanya 56,13% rumah tangga yang memiliki hunian pada 2023, hal ini menyebabkan terbatasnya penggunaan lahan hunian. Hunian bertingkat atau apartemen adalah solusi dari keterbatasan lahan pada daerah padat penduduk. Perencanaan apartemen menggunakan standar yang berlaku di Indonesia yaitu Standar Nasional Indonesia yang menjadi acuan dalam perancangan struktur, SNI 1726:2019 untuk desain bangunan tahan gempa dan analisis struktur, SNI 1727:2020 untuk standar pembebanan struktur, dan SNI 2847:2019 untuk desain penulangan dan detailing elemen struktur. Apartemen tingkat tinggi di Jakarta digolongkan sebagai bangunan dengan kategori desain seismik (KDS) D sesuai dengan kategori tanah dan data percepatan gempa di sekitar lokasi gedung. Sistem struktur penahan gempa yang dipakai adalah sistem ganda yang terdiri dari sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) dan sistem dinding struktural khusus (SDSK). Pemodelan struktur dilakukan sesuai dengan denah arsitektur dengan menggunakan software ETABS, lalu analisis struktur dilakukan manual dengan software Microsoft Excel. Perhitungan struktur dan detailing elemen struktur dilakukan dengan software Microsoft Excel dengan bantuan software ETABS dan SPColumn. Untuk gambar teknik struktur dimodelkan dengan software AutoCAD.
STUDI DESAIN BASEMENT DAN FONDASI TAHAN GEMPA UNTUK PROYEK MURAI TOWER DI JAKARTA UTARA
Proyek Murai Tower merupakan proyek pembangunan gedung yang terdiri atas tower office dan basment dua tingkat. Tower office terdiri dari 56 lantai struktural yang dibangun dengan sistem struktursistem rangka pemikul momen khusus (SPRMK). Pembanguan proyek ini berlokasi di Jakarta Utara sehingga gempa perlu dipertimbangkan terhadap desain bangunan yang akan dibangun. Untuk perancangan basement, akan dilakukan pemasangan diaphragm wall yang diikuti dengan penggalian secara bertahap. Penggalian untuk setiap tahapan akan dipasangkan dengan ground anchor untuk menjaga stabilitas galian. Preliminary design dari ground anchor akan dilakukan secara konvensional. Kemudian, analisis untuk setiap tahap galian dalam akan dilakukan dengan program MIDAS GTS NX. Sistem pondasi yang digunakan berupa sistem pondasi tiang bor yang disatukan oleh raft. Sistem pondasi ini dipilih karena proyek ini berada di Kota Jakarta yang padat sehingga getaran yang dihasilkan oleh tiang pancang beresiko dapat memberikan dampak kepada gedung-gedung eksisting di sekitar. Dalam menentukan daya dukung pondasi, preliminary design akan dilakukan dengan berbagai korelasi-korelasi dari data N-SPT yang dimiliki. Selanjutnya, digunakan aplikasi LPILE dan GROUP untuk mendapatkan kapasitas batas aksial, lateral, dan momen. Pemeriksaan akhir akan dilakukan dengan memodelkan menggunakan aplikasi MIDAS GTS NX untuk memastikan bahwa gaya yang terjadi masih berada pada kapasitas syarat.