📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPERANCANGAN COMMUNITY HUB SEBAGAI WADAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KARIMUNJAWA
Masyarakat kepulauan di Indonesia sering menghadapi ketimpangan sosial dan ekonomi meskipun memiliki kekayaan alam dan budaya yang melimpah. Karimunjawa, sebagai gugusan pulau di Laut Jawa, merupakan salah satu kawasan yang terdampak oleh pertumbuhan pariwisata dan rendahnya partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaannya. Meskipun sektor pariwisata membuka peluang ekonomi, dominasi pihak luar dalam kepemilikan usaha dan lapangan kerja menyebabkan masyarakat lokal terpinggirkan. Kajian ini mengusulkan perancangan Community Hub di Karimunjawa sebagai wadah pemberdayaan, edukasi, serta kolaborasi berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Fasilitas ini dirancang sebagai wadah pemberdayaan masyarakat melalui sistem dua alur, yaitu penguatan kapasitas masyarakat lokal sebagai pengelola utama serta penyediaan pengalaman wisata berbasis edukasi, budaya, dan konservasi yang dikelola oleh masyarakat. Dengan menerapkan prinsip desain berkelanjutan, proyek ini mengintegrasikan material lokal, arsitektur vernakular, dan perencanaan partisipatif oleh masyarakat lokal untuk mendukung ketahanan lingkungan dan kesetaraan sosial-ekonomi. Hub ini diharapkan menjadi katalis bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berpusat pada masyarakat, sehingga masyarakat lokal tetap menjadi penerima manfaat utama sekaligus penjaga lingkungan mereka.
PERANCANGAN PUSAT MODE BERKELANJUTAN DENGAN PENDEKATAN MATERIAL DAN KONSTRUKSI YANG RAMAH LINGKUNGAN
Industri fast fashion berkontribusi signifikan terhadap permasalahan lingkungan global, termasuk peningkatan limbah tekstil, polusi air, dan emisi karbon. Di Indonesia, fenomena ini juga memicu perubahan perilaku konsumsi yang berdampak pada meningkatnya limbah tekstil dan pencemaran lingkungan, khususnya di kawasan industri tekstil seperti Bandung. Penelitian ini bertujuan merancang Fashion Hub yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat edukasi dan kreativitas fesyen berkelanjutan, tetapi juga menerapkan prinsip keberlanjutan dalam arsitektur melalui pendekatan material dan konstruksi ramah lingkungan. Metode perancangan mengacu pada teori Life Cycle Assessment (LCA), Cradle-to-Cradle, passive design, dan sustainable construction principles, yang diimplementasikan melalui pemanfaatan fasad baja bekas sebagai material daur ulang berketahanan tinggi dan teknologi prefabrication untuk efisiensi konstruksi. Hasil perancangan menunjukkan bahwa kombinasi strategi desain pasif, material daur ulang, dan konstruksi modular mampu mengurangi jejak karbon bangunan, meminimalkan limbah, serta memberikan identitas visual yang mendukung citra inovasi dalam industri fesyen berkelanjutan. Kesimpulannya, Fashion Hub ini menjadi representasi penerapan prinsip ekonomi sirkular tidak hanya pada produk fesyen, tetapi juga pada infrastruktur pendukungnya.
PERANCANGAN PUSAT KESEJAHTERAAN SOSIAL KOTA BANDUNG MELALUI PENDEKATAN DESAIN BERKELANJUTAN
Padatnya penduduk Kota Bandung berpengaruh pada tingginya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), di antaranya adalah masalah anak terlantar dan anak jalanan. Pemerintah Kota Bandung sendiri telah berupaya memberikan bantuan dan pemberdayaan melalui fasilitas publik, yaitu Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Pada lingkup permasalahan sosial, fasilitas pemberdayaan ini berupa Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Kota Bandung. Anak jalanan dan anak terlantar yang dibina oleh fasilitas ini sering kali merupakan individu yang sama sehingga diperlukan intervensi kebiasaan melalui perancangan Puskesos sesuai dengan aspek desain berkelanjutan di masa yang akan datang. Hal tersebut sejalan dengan kajian utama teori sosio-interior yang berfokus pada identitas budaya dan interaksi dari pengguna ruangan itu sendiri sehingga hubungan dan sistem sosial antar-pengguna sangat mungkin untuk dipengaruhi. Tujuan perancangan ini adalah untuk mengetahui cara menerapkan aspek keberlanjutan sosial dalam desain interior serta merancang Puskesos Kota Bandung yang dapat memenuhi sekaligus mengintervensi perilaku dan kebiasaan pengguna secara mikro sesuai teori keberlanjutan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan hidup anak jalanan Kota Bandung.