๐ Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPERANCANGAN DESAIN ALAT BANTU PASIEN DE QUERVAIN'S TENOSYNOVITIS DI INDONESIA PADA INSTRUMEN ADL
De Quervainโs Tenosynovitis (DQT) adalah kondisi tendinopati pada daerah ibu jari dan pergelangan tangan yang sering muncul akibat gerakan repetitif dan postur ergonomis yang buruk, sehingga mengganggu kemampuan melakukan Instrumental Activities of Daily Living (ADL). Di Indonesia, keterbatasan akses terhadap alat bantu yang dirancang khusus untuk DQT dan solusi yang mendukung aktivitas menggenggam dalam konteks sehari-hari menjadi masalah yang perlu ditangani. Permasalahan yang dikaji dalam tugas akhir ini adalah: bagaimana merancang Splint Ergonomis dan Estetis yang secara pasif mengalihkan distribusi beban genggaman dari pangkal ibu jari tanpa membatasi fungsionalitas tangan dalam aktivitas harian pada penderita DQT? Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi prototipe alat bantu untuk pasien DQT. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif. Tahapan penelitian meliputi: 1) mengidentifikasi kebutuhan melalui observasi lapangan klinis dan wawancara mendalam dengan dokter ortopedi, praktisi ergonomi, dan pasien DQT; 2) memeriksa kegiatan, aktivitas menggenggam, dan ergonomi pengguna dengan alat bantu; 3) mengkonseptualisasi dan mengembangkan desain dengan menggunakan kerangka pemikiran desain; 4) membuat prototipe dan mock-up; dan 5) melakukan evaluasi awal melalui uji kegunaan. Ulasan singkat terhadap praktik dan perangkat yang ada menunjukkan kecenderungan imobilisasi yang menghambat aktivitas. Oleh karena itu, desain yang diusulkan menekankan dukungan postural yang memungkinkan penyembuhan terkontrol selama pelaksanaan ADL. Hasil pengujian awal prototipe menunjukkan perbaikan subjektif pada nyeri dan fungsi menggenggam serta umpan balik positif terkait kenyamanan, kemudahan penggunaan, dan potensi keterjangkauan. Kesimpulannya, prototipe alat bantu yang dikembangkan memenuhi kriteria untuk DQT dan layak untuk dilanjutkan pada uji klinis yang lebih luas dan iterasi desain untuk skala lokal.
PERANCANGAN WORKSTATION PADA SEPEDA GEROBAK PENJAHIT KELILING DI LENTENG AGUNG UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL
Penjahit keliling di Lenteng Agung bekerja dalam posisi duduk statis lebih dari delapan jam sehari, dengan menggunakan workstation pada sepeda gerobak yang dirancang tanpa pertimbangan prinsip ergonomi, sehingga menimbulkan keluhan muskuloskeletal pada area leher, punggung, dan bokong. Penelitian ini bertujuan untuk merancang workstation pada sepeda gerobak penjahit keliling yang adaptif untuk mengurangi risiko keluhan muskuloskeletal. Metode yang digunakan adalah metode campuran kualitatif dan kuantitatif, meliputi observasi lapangan dengan pendekatan etnografi, wawancara semi-terstruktur, peta nyeri menggunakan Nordic Body Map (NBM), analisis postur kerja dengan Rapid Entire Body Assessment (REBA), serta evaluasi dan validasi prototipe menggunakan Motion Capture System Analysis (MoCap) dan The System Usability Scale (SUS). Hasil analisis menunjukkan skor REBA 9 hingga 11 yang mengindikasikan risiko sangat tinggi sehingga membutuhkan intervensi segera, serta persentase keluhan >70% pada tiga area otot utama. Hasil uji coba dengan MoCap menunjukkan desain yang telah diintervensi lebih baik dari segi postur dan gaya otot. Pada uji usabilitas prototipe menghasilkan skor rata-rata 76,67, mengonfirmasi bahwa desain intervensi dengan fitur sandaran dan sistem adjustable pada kursi, memiliki tingkat usabilitas yang baik dan berpotensi mengurangi keluhan muskuloskeletal, meskipun masih ada ruang untuk pengembangan lebih lanjut. Kebaruan pada kajian perancangan ini terletak pada pengembangan workstation berbasis konteks lokal yang sederhana dan aplikatif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perancangan workstation yang ergonomis, dan memperkaya diskursus desain yang responsif terhadap kebutuhan lokal, serta desain berbasis kesejahteraan pengguna.