π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPERANCANGAN MODA TRACKLESS MICRO-TRAM SEBAGAI SOLUSI MOBILITAS MIKRO DALAM MENDUKUNG EKOSISTEM TRANSPORTASI KOTA BARU PARAHYANGAN
Kota Baru Parahyangan (KBP) sebagai kawasan mandiri dengan visi Sustainable Township menghadapi permasalahan konektivitas internal βThe Missing Linkβ, yakni jarak antar klaster hunian menuju hub transit dan fasilitas komersial (1β3 km) yang belum terlayani moda pengumpan (feeder) kolektif yang inklusif dan rendah emisi. Penelitian ini bertujuan merancang moda Trackless Micro-Tram sebagai solusi micro-transit kolektif yang inklusif, rendah emisi, dan sesuai karakteristik topografi serta demografi kawasan. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed-method) dengan pendekatan Human-Centered Design (HCD), melalui observasi lapangan dan survei terhadap 41 responden untuk menganalisis preferensi fitur dan variabel Technology Acceptance Model (TAM). Temuan mengidentifikasi empat kesenjangan desain: (1) konektivitas spasial antar klaster, (2) defisit utilitas angkut harian, (3) hambatan topografi berkontur, dan (4) kebutuhan kepercayaan dan keamanan layanan publik. Sintesis HCD menghasilkan konsep Panoramic Articulated Twin-Car: moda dua gerbong berkapasitas sekitar 36 penumpang dengan boarding ultra-low floor 35 cm, kaca panoramik seamless, kompartemen kargo terintegrasi, serta teknologi zero-emission dan navigasi otonom tanpa rel. Konsep ini diharapkan menjembatani The Missing Link di KBP sekaligus mendorong peralihan dari ketergantungan kendaraan pribadi menuju ekosistem transportasi berkelanjutan.
PENINGKATAN DAYA SAING KERAJINAN LIDI SINDANGHEULA MELALUI INOVASI DESAIN UNTUK PASAR GLOBAL
Desa Sindangheula, Kabupaten Serang, Banten, merupakan sentra kerajinan lidi terbesar di provinsinya, namun produknya masih terbatas pada sapu bernilai jual rendah akibat minimnya inovasi desain, meskipun Indonesia merupakan eksportir sapu lidi terbesar kedua dunia (US$29,32 juta pada 2023; LPEI, 2024). Untuk meningkatkan daya saing kerajinan tersebut, penelitian ini mengembangkan Sculptural Cross, sebuah side table berbahan utama lidi kelapa yang mengangkat lidi dari material komoditas menjadi material furnitur premium. Perancangan dilakukan melalui pendekatan Human Centered Design (HCD), dengan Asset Based Community Development (ABCD) untuk memetakan aset komunitas pengrajin merek kolektif SADILA sebagai pijakan keputusan desain. Produk dibentuk dengan menyilangkan dua modul bundel lidi menjadi struktur X yang sculptural, menonjolkan lengkung organik dan tekstur serat lidi sebagai identitas visual utama, lalu memadukannya dengan rangka serta tali baja nirkarat dan permukaan akrilik frosted untuk menjamin kekuatan dan konsistensi dimensi, sementara pengolahan dan perakitan tetap dikerjakan pengrajin lokal demi mempertahankan nilai craftsmanship. Melalui empat tahap iterasi, prototipe terbukti berdiri mandiri, menahan beban fungsional sebuah side table, dan memenuhi dimensi standar, sementara evaluasi kualitatif lingkup terbatas memberikan indikasi awal penerimaan desain. Sculptural Cross menjadi pembuktian konsep bahwa lidi kelapa layak menjadi material furnitur bernilai tambah tinggi dan berpotensi menyasar celah pasar furnitur premium berbasis serat alam yang dikonfirmasi melalui observasi IFEX 2026, dengan kerangka perancangan yang berpotensi direplikasi pada kerajinan komunitas tradisional lain di Indonesia.
PERANCANGAN IN-VEHICLE INFORMATION DISPLAY PROTOTIPE KENDARAAN OTONOM " O-SEATER " MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING
Pengembangan kendaraan otonom semakin relevan sebagai solusi mobilitas masa depan, khususnya dalam konteks personal mobility di area terbatas. O-Seater, sebagai prototipe kendaraan otonom perorangan yang dikembangkan BRIN, telah dilengkapi layar display namun belum memiliki rancangan tampilan informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Kurangnya informasi yang ditampilkan berisiko menghambat pemahaman pengguna terhadap perjalanan dan sistem otonom itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe awal tampilan in-vehicle information display (IVID) berbasis kebutuhan informasi pengguna melalui pendekatan design thinking. Metode design thinking diterapkan melalui lima tahap utama. Pada tahap empathize, peneliti melibatkan 10 partisipan melalui simulasi pengalaman berkendara, observasi perilaku, dan wawancara semi-terstruktur untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi pengguna. Tahap define berisi penyusunan pernyataan masalah dan daftar kebutuhan final yang divalidasi melalui kuesioner penilaian prioritas. Pada tahap ideate, dilakukan perancangan struktur informasi dan pengembangan alternatif visualisasi menggunakan morphological chart, kemudian alternatif tersebut digabungkan menjadi tiga konsep tampilan. Konsep-konsep ini dievaluasi menggunakan metode concept scoring untuk menentukan konsep terbaik. Pada tahap prototype, dibuat rancangan non-interaktif dari konsep terpilih. Tahap test melibatkan partisipan yang sama untuk evaluasi menggunakan Net Promoter Score (NPS) dan feedback capture grid. Hasil tahap empathize berupa user journey map dan empathy map yang memetakan kebutuhan informasi pengguna. Pada tahap ideate, diperoleh tiga konsep tampilan dan terpilih konsep dengan kombinasi simbol dan teks sebagai desain akhir. Hasil prototipe yang dirancang berupa tampilan informasi yang terdiri dari indikator visual yang jelas mengenai status kendaraan, informasi rute, dan sistem otonom, dengan penggunaan kombinasi simbol dan teks untuk meningkatkan pemahaman pengguna. Evaluasi pada tahap test menunjukkan bahwa prototipe terpilih mendapat respons positif dari partisipan, disertai masukan untuk pengembangan selanjutnya.