📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

ANALISIS PROSES DESAIN JEMBATAN SUNGAI UNTUK MENCAPAI KETANGGUHAN TERHADAP RISIKO MULTIBENCANA

Kegagalan jembatan sungai di Indonesia sering kali tidak disebabkan oleh bencana yang melampaui kapasitas desain, melainkan oleh proses desain yang belum berorientasi pada ketangguhan (robustness) terhadap risiko multi-bencana, terutama pada jembatan bentang pendek di tingkat kabupaten yang datanya terbatas dan sulit dievaluasi dengan pendekatan kuantitatif berbasis kurva fragility yang selama ini dominan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka indikator proses desain berorientasi robustness, mengevaluasi kualitas proses desain pada dua kasus jembatan, serta mengidentifikasi faktor penyebab kesenjangan antara proses desain ideal dan praktik nyata. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif (Yin, 2018) pada Jembatan Sibaganding dan Jembatan Bah Bolon di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, penelitian ini menghasilkan kerangka berisi sepuluh indikator pada tiga fase desain yang telah divalidasi oleh ahli struktur jembatan. Hasil evaluasi menunjukkan tidak ada indikator yang mencapai level tertinggi pada kedua jembatan, dengan kesenjangan yang teridentifikasi disebabkan oleh empat faktor sistemik: pagu anggaran yang mendahului investigasi teknis, review yang berorientasi kelengkapan dokumen, ketiadaan umpan balik jangka panjang, dan desain berbasis template sebagai respons rasional. Temuan ini menunjukkan bahwa kesenjangan tersebut bukan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan teknis, melainkan oleh kondisi sistem yang tidak memberi ruang penerapannya, sehingga kerangka ini berpotensi menjadi alat evaluasi mandiri bagi konsultan dan instansi pengelola jembatan kabupaten.

2026
👤 Penulis: Raymond G. Wijaya Saragih
🏷️ Desain Jembatan 🏷️ Ketangguhan Terhadap Risiko Multi-Bencana 🏷️ Analisis Studi Kasus Kualitatif

STUDI DESAIN JEMBATAN PCI GIRDER DENGAN ELEMEN SUB-STRUKTUR PROTOTIPE PILAR JEMBATAN BETON BERTULANG PERSEGI BERONGGA DENGAN BAJA MUTU TINGGI YANG DISKALAKAN

Penelitian ini dilakukan untuk memodelkan struktur jembatan beton bertulang dengan PCI Girder dengan pilar tunggal yang didasarkan pada prototipe pilar jembatan beton bertulang persegi berongga dengan baja mutu tinggi yang diskalakan dengan memenuhi konsep similitude pada aspek geometri dan kinematik. Latar belakang dari penelitian ini adalah diminatinya pilar jembatan berongga untuk mereduksi kebutuhan dan penggunaan beton serta adanya potensi penggunaan baja tulangan mutu tinggi untuk pilar yang sekarang masih dibatasi penggunaannya. Penelitian ini dimulai dengan proses penskalaan prototipe pilar yang akan dijadikan batasan dimensi pilar pada pemodelan jembatan dalam skala penuh. Fungsi dan batasan dari jembatan ditentukan melalui proses iterasi sehingga didapatkan konfigurasi jembatan yang realistis dan memenuhi syarat. Proses desain dimulai dari tahap preliminary kemudian pemodelan dengan program Midas Civil untuk proses analisis struktur. Desain elemen jembatan dilakukan secara manual berdasarkan peraturan yang berlaku. Penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa struktur yang dirancang mampu untuk menahan beban layan dan gempa yang ditinjau pada lokasi Kabupaten Bandung dengan kelas situs SD. Namun, dimensi dan penulangan pilar berskala penuh tidak memenuhi persyaratan tulangan confinement yang dalam penelitian ini diabaikan karena tidak meninjau kapasitas momen-kurvatur dari pilar yang didesain.

2024
👤 Penulis: Yusuf Farhan
🏷️ Desain Jembatan 🏷️ Struktur Beton Bertulang 🏷️ Teknologi Baja Mutu Tinggi

STUDI PERMODELAN GEMPA DAN GELOMBANG TSUNAMI AKIBAT MAKASSAR STRAIT FAULT BESERTA ANALISIS LINEAR DAN NONLINEAR PADA DESAIN JEMBATAN INTEGRAL

Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko tinggi terhadap gempa dan tsunami karena dikelilingi oleh lempeng tektonik dan banyak patahan aktif. Hal tersebut menjadi tantangan besar terhadap bidang pembangunan infrastruktur, termasuk pembangungan jembatan. Jembatan Palu IV yang terletak di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu contoh jembatan yang runtuh akibat bencana gempabumi dan tsunami yang terjadi pada tahun 2018. Gempabumi tersebut bersumber dari Sesar Palu-Koro yang memiliki mekanisme strike-slip, dimana pada umumnya tidak dapat memicu terjadinya tsunami. Jembatan Palu IV ini kemudian dibangun kembali mulai tahun 2022 dengan struktur beton integral dan panjang total 249,4 m yang terdiri dari bentang utama dengan panjang 116 m dan 2 bentang samping dengan panjang masing-masing 66,7 m. Sehingga berdasarkan hal tersebut pada penelitian ini akan dilakukan pemodelan gempabumi dan gelombang tsunami dengan sumber gempa yang memiliki mekasisme reversefault agar dapat memicu terjadinya tsunami beserta analisis analisis kinerja terhadap desain Jembatan Palu IV. Sumber gempabumi yang akan menjadi tinjauan pada penelitian ini adalah makassar strait fault segmen north dan central yang memiliki mekanisme reversefault agar dapat memicu terjadinya tsunami. Perhitungan beban gempa berupa respon spektra di batuan dasar dilakukan menggunakan metode deterministic seismic hazard analysis (DSHA) dengan ground motion prediction equation (GMPE) mengacu kepada Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017. Perambatan gelombang gempa ke permukaan dilakukan dengan 2 metode yaitu menggunakan faktor amplifikasi SNI 2833:2016 dan software Deepsoil V.7 untuk mendapatkan respon spektra di permukaan tanah. Pemodelan gelombang tsunami dilakukan menggunakan software Delft Dashboard dan Delft3D dengan skenario 2 tipe ukuran grid yaitu 100x100 meter dan 25x25 meter untuk mendapatkan propagasi gelombang yang lebih detail pada titik tinjauan. Hasil yang akan didapatkan adalah berupa ketinggian maksimum, waktu kedatangan dan kecepatan maksimum tsunami yang kemudian akan digunakan untuk mnghitung beban tsunami berdasarkan FEMA P-646 dan ASCE 7-16. Pemodelan struktur jembatan dilakukan menggunakan software MIDAS CIVIL dan untuk analisis struktur digunakan dua metode yaitu analisis linear dan non-linear time history. Pada analisis linear dilakukan pengecekan gaya dalam, interaksi aksial lentur, gaya geser dan mengidentifikan sumber beban dominan terhadap struktur jembatan. Sedangkan pada analisis non-linear time history dilakukan evaluasi level kinerja struktur berdasarkan regangan material beton dan tulangan baja (NCHRP 949), drift ratio (NCHRP 440) dan sudut rotasi (ASCE 41-17). Hasil dari pemodelan gempa diperoleh respon spektra di permukaan tanah dengan PGA 0,236 g dan 0,079 g. Kemudian pemodelan tsunami menghasilkan data ketinggian maksimum tsunami sebesar 12,67 m dengan waktu kedatangan sekitar 21,6 menit dan kecepatan maksimum tsunami 13,86 m/s. Hasil analisis linear menggambarkan bahwa gempabumi dengan sumber makassar strait fault bukan merupakan gempa dominan yang dapat terjadi karena PGA yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan PGA gempa yang terdapat di dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017 untuk wilayah Kota Palu. Namun beban tsunami menghasilkan gaya aksial, momen-y, P-My-Mz dan geser-z yang lebih besar dibandingkan gempa dominan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa apabila struktur berada pada wilayah dengan risiko gempa dan tsunami yang tinggi, maka direkomendasikan untuk memperhitungkan kedua ancaman bencana tersebut di dalam perencanaan struktur agar tidak menghasilkan desain yang ‘underestimate’. Sementara itu analisis non-linear time history menghasilkan level kinerja struktur jembatan berdasarkan regangan beton, regangan tulangan baja dan drift ratio yang berada pada level fully operational, dimana hal tersebut telah memenuhi target level kinerja berdasarkan NCHRP 949 untuk jembatan kritis dengan periode ulang gempa 1000 tahun. Sedangkan berdasarkan sudut rasio, diperoleh hasil struktur jembatan berada pada level Immediate Occupancy (IO) untuk arah transversal dan Elastic-IO untuk arah longitudinal, hal tersebut juga telah memenuhi target level kinerja berdasarkan ASCE 41-17 untuk wilayah dengan kategori risiko tsunami III.

2024
👤 Penulis: Rizqullah Vinori
🏷️ Gempa Bumi 🏷️ Tsunami 🏷️ Desain Jembatan
💬