📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenTEMPA: PERANCANGAN PUSAT KOMUNITAS PENGRAJIN BESI MULTIFUNGSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN TEKNOLOGI BANGUNAN DI DESA MEKARMAJU
Penggunaan alat dan perkakas telah menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masa modern. Khususnya perkakas logam yang digunakan pada berbagai aplikasi, dan teknik tempa tradisional memegang peran penting dalam proses perkembangannya. Desa Mekarmaju merupakan salah satu tempat yang masih menjaga warisan tradisional ini hidup hingga saat ini. Banyak dari masyarakat di desa ini menggantungkan hidupnya pada usaha pembuatan alat dan perkakas secara tradisional, seperti cangkul, pisau dan golok. Akan tetapi, kelangsungan industri lokal ini berhadapan dengan masalah tata ruang, keselamatan kerja, dan kesehatan. Kondisi kerja yang mengharuskan pekerja berdekatan dengan tungku pembakaran yang menghasilkan gas buang berbahaya dan proses pengikisan yang menghasilkan debu halus yang bisa terhirup dapat berakibat buruk bagi kesehatan pengrajin. Selain itu gerakan berat berulang yang dilakukan para penempa apabila tidak dibarengi dengan ergonomi yang baik dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik pengrajin. Dari sisi Sosial-Ekonomi, banyak generasi muda yang enggan meneruskan profesi ini salah satunya karena lingkungan kerja yang kurang sehat. Ditambah lagi dengan menurunnya minat masyarakat luas pada kerajinan lokal. Menanggapi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah Pusat Komunitas Pengrajin Besi Multifungsi yang menyediakan ruang produksi yang lebih sehat dan menciptakan ruang pertunjukan kesenian pengrajin dan showcase serta fasilitas penunjang wisata guna mengenalkan dan meningkatkan minat masyarakat dan generasi muda pada kerajinan tempa. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui observasi langsung untuk memahami kebiasaan kerja dan permasalahan yang ada pada proses kerja yang ada di lapangan, dilengkapi dengan kajian literatur mengenai teknologi bangunan serta kesehatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pengrajin sudah memiliki bentuk adaptasi lokal untuk memitigasi suhu tinggi yang dihasilkan dari proses pemanasan, yaitu menggunakan bilah bambu sebagai penutup dinding untuk memaksimalkan sirkulasi udara alami. Perancangan ini mengadaptasi kearifan lokal tersebut dan melengkapinya dengan sistem cerobong asap untuk mengarahkan aliran udara panas bersama dengan gas buang hasil pembakaran dengan lebih optimal. Untuk menangani permasalahan debu logam yang dihasilkan dari proses grinding, perancangan ini memperkenalkan elemen air di sekitar ruang produksi untuk meningkatkan kelembaban udara yang terbukti dapat menekan kadar partikel besi yang mengambang di udara ditambah efek mendinginkan udara sekitar. Perbaikan fasilitas kerja, ditambah dengan penambahan fasilitas wisata ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang profesional dan atraktif. Sebagai kesimpulan, perancangan Pusat Komunitas Pengrajin Besi Multifungsi ini dapat menjadi purwarupa bagi pengembangan ruang produksi yang lebih sehat di Desa Mekarmaju. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya memahami dan menghormati kearifan lokal yang ada dalam membuat pengembangan sebuah ruang yang berkelanjutan bagi komunitas pengrajin.