📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6 dokumen

DESAIN LAYOUT BERDASARKAN PIANC DAN PEKERJAAN PENGERUKAN ALUR PELAYARAN DAN KOLAM PUTAR CRUISE TERMINAL PELABUHAN BENOA

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata kapal pesiar (cruise). Sebagai negara kepulauan dengan lokasi yang strategis, Indonesia dapat menjadi titik transit bagi kapal pesiar. Pelabuhan Benoa sebagai salah satu gerbang utama pariwisata internasional, memiliki pertumbuhan kunjungan kapal pesiar yang tinggi. Ukuran kapal pesiar yang dibangun semakin besar seiring meningkatnya pariwisata kapal pesiar. Untuk mendukung kenyamanan dan keamanan kapal pesiar, dibutuhkan alur pelayaran dan kolam putar yang memadai. Agar dapat melayani seluruh kapal pesiar dengan baik di Pelabuhan Benoa, digunakan kapal pesiar terbesar saat ini sebagai acuan. Kapal Icon of the Seas memiliki draught sebesar 9.25 meter, breadth sebesar 48.467 meter, dan length over all sebesar 364.754 meter. Dari hasil perancangan berdasarkan PIANC, diperoleh desain layout untuk alur pelayaran dengan kedalaman 11.1 meter, lebar 175 meter, lebar tambahan pada tikungan 21 meter, diameter kolam putar 730 meter, dan kemiringan alur 10° dari garis horizontal. Volume pekerjaan pengerukan di Cruise Terminal Pelabuhan Benoa adalah sebesar 4,082,376 m3. Pekerjaan dilakukan menggunakan bantuan 3 unit kapal backhoe dredger dan 3 unit kapal trailing suction hopper dredger (TSHD) dengan durasi total kerja selama 347 hari. Estimasi biaya pekerjaan adalah sebesar Rp 843,404,279,549.99 setara dengan Rp 206,596.42/m3.

2026
👤 Penulis: Eduardo Sebastian
🏷️ Desain Layout 🏷️ Pelayaran Kapal Pesiar 🏷️ Pelabuhan Benoa

DESAIN LAYOUT DAN PEKERJAAN PENGERUKAN KOLAM PUTAR DAN ALUR PELAYARAN PADA PELABUHAN NAMLEA

Pelabuhan memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas dan distribusi barang antarwilayah. Salah satu faktor utama yang menentukan kapasitas pelabuhan adalah kedalaman alur pelayaran dan dimensi kolam putar. Pada Pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, kondisi perairan alami belum memadai untuk melayani kapal general cargo 30.000 DWT, sehingga diperlukan pekerjaan pengerukan. Penelitian ini bertujuan merancang layout alur pelayaran dan kolam putar, menghitung volume material keruk, menentukan jenis kapal keruk yang sesuai, serta mengestimasi durasi dan biaya pengerukan. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, pengolahan data batimetri, pasang surut, angin, gelombang, serta dimensi kapal rencana. Perhitungan desain mengacu pada British Standard 6349-1:2000 dan OCDI (2020), sedangkan analisis produktivitas dan biaya berdasarkan Dredging: A Handbook for Engineers (Bray dkk., 1995). Hasil perencanaan menunjukkan kolam putar berdiameter 348 m dengan kedalaman 12 m, sementara alur pelayaran memiliki lebar 168 m dan kedalaman 12 m. Volume material keruk diperkirakan 348.007,9 m³. Pekerjaan menggunakan Cutter Suction Dredger (CSD) Puncak Besar dengan dukungan empat unit split hopper barge 1.000 m³. Produktivitas mencapai 712 m³/jam dengan total durasi 42 hari, dan estimasi biaya Rp39,69 miliar.

2025
👤 Penulis: Raja Najogi Simbolon
🏷️ Desain Layout 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

DESAIN LAYOUT DAN PEKERJAAN PENGERUKAN ALUR PELAYARAN DAN KOLAM PUTAR PELABUHAN PONDOK DAYUNG TANJUNG PRIOK, JAKARTA

Pelabuhan Pondok Dayung merupakan pelabuhan yang dikelola oleh TNI AL berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta. Pada tahun 2025, Pelabuhan Pondok Dayung mampu menampung kapal kelas LPD dengan panjang (LOA) 122 meter, lebar (B) 22 meter, dan draft (D) 4,9 meter. Kondisi kedalaman perairan eksisting Pelabuhan Pondok Dayung rata-rata berkisar antara 6 – 7 meter dari LLWL. Pelabuhan Pondok Dayung direncanakan mampu menampung kapal dengan dimensi yang lebih besar, oleh karena itu pada Tugas Akhir ini akan dilakukan desain layout dan perencanaan pekerjaan pengerukan alur pelayaran dan kolam putar baru. Bahasan yang ada pada Tugas Akhir ini meliputi desain layout alur pelayaran dan kolam putar, estimasi volume keruk, estimasi durasi pekerjaan pengerukan, dan estimasi biaya pekerjaan pengerukan. Setelah melalui proses desain, didapatkan dimensi alur pelayaran dengan kedalaman 8 meter dari LLWL, lebar 99 meter, dan kemiringan tanah dasar perairan 1:1,5. Untuk kolam putar kedalamannya disamakan dengan alur pelayaran yaitu 8 meter dari LLWL serta diameternya sebesar 376,5 meter. Dengan menggunakan metode cross section, diperoleh estimasi volume keruk sebesar 328.053,373 m3. Pada perencanaan pekerjaan pengerukan ini, dibuat dua skenario, yaitu pengerukan menggunakan kapal backhoe dredger serta pengerukan menggunakan kapal CSD.

2025
👤 Penulis: Rizaldi Fauzan Rafi
🏷️ Desain Layout 🏷️ Pekerjaan Pengerukan 🏷️ Analisis Biaya

DESAIN LAYOUT DAN PEKERJAAN PENGERUKAN ALUR PELAYARAN DAN KOLAM PUTAR PELABUHAN MALUNDUNG TARAKAN, KALIMANTAN UTARA

Pelabuhan Malundung merupakan salah satu pelabuhan yang dikelola oleh PT. Pelindo IV Cabang Tarakan yang berlokasi di kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Pelabuhan ini memiliki peran strategis dalam memastikan kelancaran pergerakan penumpang dan barang, baik untuk wilayah hinterland maupun antar pelabuhan lainnya. PT Pelindo IV berencana menambah panjang dermaga sepanjang 200 meter. Dengan penambahan panjang dermaga ini diperkirakan dermaga dapat menampung kapal ukuran Panamax. Pada Tugas Akhir ini, akan dilakukan desain layout dan pekerjaan pengerukan alur pelayaran dan kolam putar Pelabuhan Malundung dengan kapal petikemas rencana ukuran 30,000 DWT untuk mencapai kedalaman yang sesuai, sehingga kapal dapat beroperasi dengan aman dan efisien. Dari hasil perancangan didapatkan kedalaman alur dan kolam putar yaitu 14 meter dari LLWL, lebar alur 211.8 meter, diameter kolam putar 402 meter, dan kemiringan tanah dasar perairan 27?. Dengan menggunakan metode cross section, didapatkan volume total keruk sebesar 746,807 m3. Pengerukan dilakukan dengan menggunakan 1 unit TSHD Beagle 4 dengan durasi pekerjaan selama 117 hari termasuk mobilisasi dan demobilisasi dengan estimasi biaya yang dibutuhkan sebesar Rp.168,330,364,592 atau sekitar Rp.225,400/m3.

2025
👤 Penulis: Tri Hadi Wibowo
🏷️ Desain Layout 🏷️ Pekerjaan Pengerukan 🏷️ Pelabuhan Malundung

DESAIN LAYOUT DAN PEKERJAAN PENGERUKAN ALUR PELAYARAN DAN KOLAM PUTAR PELABUHAN MAMUJU, SULAWESI BARAT

Pelabuhan Mamuju merupakan jenis Pelabuhan Pengumpul yang berada di bawah wilayah kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Mamuju, Sulawesi Barat yang melayani kebutuhan transportasi kapal untuk berbagai tujuan. Berdasarkan Rencana Induk Pelabuhan Pelabuhan Mamuju, distribusi komoditas dan penumpang diperkirakan akan terus berkembang dan diharapkan dapat menerima kapal yang lebih besar. Akan dilakukan pekerjaan pengerukan alur pelayaran dan kolam putar Pelabuhan Mamuju untuk kapal berkapasitas sebesar 5.000 DWT dengan draft 6,1 m, sehingga kapal dapat beroperasi dengan aman dan efisien. Alur pelayaran hasil perancangan memiliki lebar sebesar 96 meter. Sedangkan untuk kolam putar memiliki diameter sebesar 208 meter. Dasar perairan setelah perhitungan memiliki kedalaman 7 meter dan slope dengan perbandingan 1:3. Dari hasil perhitungan volume pengerukan menggunakan metode cross section, didapatkan volume total sebesar 950,299 m3. Hasil material keruknya akan dibuang ke laut. Pengerukan akan dilakukan oleh 1 buah kapal TSHD Sorong dengan durasi pekerjaan selama 108 hari kerja. Pekerjaan pengerukan ini memerlukan estimasi biaya sebesar Rp 98,391,938,822.25 atau sekitar Rp 103,537.87 /m3.

2025
👤 Penulis: Kania Ditya Aquilera
🏷️ Desain Layout 🏷️ Pengelolaan Pelabuhan 🏷️ Pekerjaan Pengerukan

DESAIN LAYOUT DAN PEKERJAAN PENGERUKAN ALUR PELAYARAN DAN KOLAM PELABUHAN DERMAGA I PELABUHAN BIRINGKASSI PT. SEMEN TONASA

Pelabuhan Biringkassi yang terletak di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan merupakan salah satu pelabuhan yang dimanfaatkan untuk melancarkan kegiatan produksi semen PT. Semen Tonasa, salah satu perusahaan produsen semen terbesar di Indonesia Timur. Untuk mencapai target penjualan, diperlukan peningkatan kapasitas pelabuhan menjadi 60.000 DWT sehingga diperlukan pekerjaan pengerukan agar dapat memfasilitasi kapal yang akan bersandar. Dalam Tugas Akhir ini, akan dibahas desain layout alur pelayaran dan kolam pelabuhan, estimasi voume pengerukan, estimasi durasi pekerjaan pengerukan, serta estimasi durasi pekerjaan pengerukan. Berdasarkan hasil desain, diperoleh dimensi alur pelayaran dengan kedalaman 13.5 meter dari LWS dengan lebar 160 meter dan kemiringan dasar 1:3. Kolam putar memiliki dimensi kedalaman 13.5 m dari LWS dengan diameter 380 meter. Sedangkan untuk area tambat memiliki dimensi kedalaman 13.5 m dari LWS dengan lebar 41 meter dan lebar 240 meter. Volume pengerukan dihitung dengan menggunakan metode cross section sehingga diperoleh estimasi volume keruk sebesar 4,751,932.1 m3/ Pekerjaan pengerukan ini memerlukan 1 unit kapal backhoe dredger “BDC 29“, 1 unit kapal backhoe dredger “Rhea“, dan 1 unit TSHD ”Bali II“ dengan bantuan 8 unit self propelled barge. Pekerjaan pengerukan dilakukan selama 357 hari termasuk mobilisasi dan demobilisasi dengan estimasi biaya Rp533,355,366,074.18 atau Rp112,235.48/m3.

2024
👤 Penulis: Andi Samindara Hayasmine
🏷️ Desain Layout 🏷️ Pekerjaan Pengerukan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pelabuhan
💬