📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenRE-DESAIN SMP SANTA ANGELA DENGAN PENDEKATAN HUMAN-CENTERED DESIGN DAN SENSE OF PLACE DI BANDUNG
Di Kota Bandung, SMP Santa Angela merupakan sekolah Katolik yang menempati bangunan cagar budaya yang berdiri sejak masa kolonial. Sekolah ini menghadapi tantangan dalam menyesuaikan fasilitas dengan kebutuhan pembelajaran saat ini. Ruang kelas yang dialihfungsikan, kompleksitas kebutuhan siswa, dan kondisi lingkungan belajar yang belum optimal, seperti kebisingan, pencahayaan yang kurang memadai, dan penghawaan yang kurang nyaman. Selain itu, integrasi nilai sekolah dalam desain ruang masih terbatas sehingga potensi penguatan identitas sekolah dalam pengalaman ruang belum terimplementasi secara optimal. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan desain baru dalam mengatasi permasalahan dan tatangan di SMP Santa Angela melalui pendekatan human- centered design dan sense of place. Pendekatan human-centered design berfokus pada kebutuhan fisik, psikologis, dan sosial pengguna yang akan menjadi dasar pengembangan solusi desain. Pendekatan sense of place diterapkan untuk menyelaraskan karakter fisik bangunan, aktivitas sosial, dan makna simbolik guna memperkuat keterikatan serta rasa memiliki (sense of belonging) warga sekolah. Metode penelitian meliputi survei, observasi, kuesioner, wawancara, dan pengukuran faktor lingkungan menggunakan 5 in 1 environment meter. Perancangan ulang SMP Santa Angela ini mengangkat tema “Transforming into a Brighter Future: Honoring the Past, Transforming the Present, Shaping the Future” sebagai upaya menyelaraskan pelestarian identitas historis bangunan cagar budaya dan nilai Serviam dengan transformasi ruang yang responsif terhadap kebutuhan masa kini serta kebutuhan pembelajaran masa depan. Implementasi desain menerapkan kedua pendekatan desain pada sekolah dengan 6 ruang sebagai prioritas tertinggi, yaitu lobi, koridor sejarah, student hub, ruang guru, dan 2 ruang kelas tipikal. Perancangan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik dan berpusat pada pengguna, mendukung kenyamanan, aktivitas, interaksi sosial, serta memperkuat identitas sekolah melalui pengalaman ruang untuk meningkatkan ‘rasa memiliki’ bagi warga sekolah.