📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

KONSEP PERANCANGAN TRANSFORMASI KAWASAN STASIUN DEPOK BARU MENJADI KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) DENGAN PENDEKATAN HUMAN CENTERED DESIGN (HCD)

Kota Depok merupakan salah satu kota penyangga Jakarta dengan tingkat mobilitas komuter yang tinggi. Sebagai simpul transportasi utama, Stasiun Depok Baru melayani lebih dari 5.500 penumpang per hari dan terintegrasi dengan Terminal Depok serta rencana jaringan Light Rail Transit (LRT), sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD). Meskipun telah ditetapkan sebagai kawasan TOD dalam RTRW Kota Depok Tahun 2022–2042, pencapaian kondisi ideal TOD memerlukan proses transformasi yang berlangsung dengan transisi karena kawasan telah berkembang, memiliki struktur kepemilikan lahan yang kompleks, serta menghadapi berbagai keterbatasan implementasi. Penelitian terdahulu umumnya berfokus pada pemenuhan indikator normatif TOD tanpa mempertimbangkan proses transformasi maupun kebutuhan pengguna sebagai dasar perancangan. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi dan konsep perancangan transformasi Kawasan Stasiun Depok Baru menuju TOD melalui pendekatan Human-Centered Design (HCD). Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods yang mengombinasikan analisis kuantitatif terhadap indikator spasial kawasan dengan analisis kualitatif melalui observasi, kuesioner pengguna KRL, serta wawancara dengan masyarakat sekitar dan pedagang kaki lima untuk mengidentifikasi kebutuhan, preferensi, dan persepsi pengguna. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kawasan Stasiun Depok Baru masih memiliki karakteristik Transit Adjacent Development (TAD), ditandai oleh dominasi kendaraan pribadi, rendahnya kualitas aksesibilitas pejalan kaki, lemahnya konektivitas antarmoda, penggunaan lahan yang belum optimal, fragmentasi kawasan, serta konflik pemanfaatan ruang. Struktur persoalan kawasan tidak hanya disebabkan oleh ketidaksesuaian dengan prinsip TOD, tetapi juga oleh kesenjangan antara kebutuhan pengguna dan kondisi fisik kawasan. Kebutuhan utama pengguna meliputi peningkatan kualitas jaringan pedestrian, integrasi antarmoda, ruang terbuka publik, penataan aktivitas ekonomi informal, sistem wayfinding, serta ruang publik yang mendukung interaksi sosial. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merumuskan strategi transformasi kawasan yang mempertimbangkan analisa kondisi eksisting, struktur kepemilikan lahan, keterbatasan implementasi, dan kebutuhan pengguna. Strategi tersebut diterjemahkan ke dalam konsep perancangan berupa pengembangan tata guna lahan campuran, peningkatan intensitas kawasan di sekitar simpul transit, penguatan jaringan pedestrian, integrasi antarmoda, penyediaan ruang terbuka hijau dan biru, penataan ekonomi lokal, serta penguatan ruang publik. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi pendekatan HCD dalam kerangka transformasi dari TAD menuju TOD yang menghasilkan strategi perancangan yang lebih adaptif, realistis, dan berorientasi pada pengguna.

2026
👤 Penulis: Al Lailatul Qodriyah
🏷️ Desain Manusia 🏷️ Transit Oriented Development (Tod) 🏷️ Human-Centered Design (Hcd)

REVITALISASI INTERIOR STASIUN GAMBIR DENGAN PENDEKATAN HUMAN-CENTERED DESIGN

Stasiun Gambir merupakan salah satu stasiun utama di Jakarta yang secara eksklusif melayani kereta api jarak jauh dengan volume penumpang yang tinggi, terutama pada periode libur dan musim mudik. Meskipun telah mengalami beberapa pembaruan, kondisi interior Stasiun Gambir masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti keterbatasan kapasitas ruang tunggu, sirkulasi yang kurang optimal bagi pengguna dengan barang bawaan besar, serta belum terpenuhinya prinsip desain universal bagi penyandang disabilitas. Selain itu, meningkatnya penggunaan sistem pelayanan berbasis teknologi belum sepenuhnya diimbangi dengan perancangan ruang yang mendukung orientasi dan pengalaman pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep revitalisasi interior Stasiun Gambir berbasis Human-Centered Design guna meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan aksesibilitas pengguna. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi literatur, observasi kondisi eksisting, serta analisis standar dan regulasi terkait fasilitas stasiun. Hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan konsep perancangan interior yang adaptif terhadap lonjakan penumpang, inklusif terhadap berbagai karakter pengguna, serta mampu meningkatkan kualitas pengalaman ruang pada stasiun kereta api jarak jauh.

2026
👤 Penulis: Marsa Nadira Rahman
🏷️ Desain Manusia 🏷️ Interior Stasiun Kereta Api 🏷️ Kenyamanan Pengguna

PERANCANGAN INTEGRASI WEBSITE PADA PERPUSTAKAAN NASIONAL UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI INTERAKSI ANTARMUKA PENGGUNA

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia memiliki berbagai layanan yang terfragmentasi di berbagai website yang berbeda, seperti Khastara, Pernaskahan, Preservasi, dan IKON. Setiap website menyediakan fungsi yang berbeda tanpa adanya integrasi antarsitus. Hal ini menyebabkan pengalaman pengguna yang tidak konsisten dan kurang efisien saat ingin menggunakan beberapa layanan. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi website terhadap efisiensi dalam interaksi pengguna dengan hasil akhir berupa prototipe high fidelity dengan menggunakan metode human centered design yang diuji melalui tiga iterasi untuk menghitung nilai efisiensi, efektivitas, dan learnability rancangan solusi dengan melibatkan lima responden dari berbagai peran, seperti pengguna umum, kolektor naskah, dan stakeholder dari pihak Pusdatin. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukannya integrasi. Tugas akhir ini menyimpulkan bahwa integrasi layanan dalam satu website meningkatkan nilai efisiensi interaksi pengguna.

2025
👤 Penulis: Khairunnisa Hurun 'Iin
🏷️ Desain Manusia 🏷️ Efisiensi Interaksi Pengguna 🏷️ Pengolahan Data Perpustakaan
💬