📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PERANCANGAN PUSAT KESEHATAN DAN RELAKSASI DENGAN PENDEKATAN MULTISENSORI SEBAGAI REPRESENTASI KEARIFAN LOKAL NUSANTARA

Perkembangan modern yang berlangsung cepat, disertai tekanan pekerjaan, kemacetan lalu lintas, penurunan kualitas lingkungan, serta tingginya paparan teknologi digital, berkontribusi terhadap meningkatnya tingkat stres dan kelelahan mental masyarakat urban, terutama pekerja kantoran. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan ruang yang mampu memulihkan keseimbangan fisik dan psikis secara menyeluruh. Perancangan Wellness Center menjadi salah satu solusi yang menawarkan pengalaman relaksasi dan penyembuhan diri melalui penciptaan ruang dengan atmosfer yang menenangkan. Pendekatan multisensori dalam desain Wellness Center berperan penting dalam membangun pengalaman ruang yang mendukung proses pemulihan, melalui aktivasi pancaindra seperti penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa. Metode perancangan meliputi studi literatur, observasi lapangan, serta analisis terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang relevan dengan konteks budaya Indonesia. Hasil perancangan menghasilkan konsep ruang yang memadukan nilai tradisional dengan prinsip desain modern untuk menciptakan suasana relaksasi yang imersif. Integrasi antara stimulus multisensori dan kearifan lokal diharapkan mampu menghadirkan pengalaman penyembuhan sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan budaya dalam kehidupan masyarakat modern.

2026
👤 Penulis: Yasmin Syafiah Saline
🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Desain Multisensori 🏷️ Akar Budaya Indonesia

PERPUSTAKAAN DESAIN MULTISENSORI: PUSAT LITERASI DAN SOSIAL DI KAWASAN TRANSIT JAKARTA TIMUR

Perpustakaan inklusif berbasis desain multisensori yang terletak di Jakarta Timur berperan sebagai ruang literasi sekaligus ruang produktif belajar, bekerja, dan bersosialisasi. Topik ini mendukung Sustainable Development Goals 4: Quality Education dan Goals 10: Reduced Inequalities dengan mengurangi ketimpangan akses masyarakat terhadap ruang literasi publik non-komersial yang layak dan inklusif. Ruang belajar yang nyaman dan mudah diakses dapat meningkatkan minat literasi dan produktivitas dalam belajar maupun bekerja. Tingkat minat literasi yang tinggi juga harus didukung oleh tersedianya sarana dan prasarana di lokasi yang strategis. Isu utama yang melatarbelakangi topik ini adalah terbatasnya fasilitas belajar dan bekerja dengan akses yang memadai serta minimnya ketersediaan perpustakaan umum, khususnya di Jakarta Timur. Kota tersebut hanya memiliki satu perpustakaan umum tingkat kota dengan lokasi jauh dari transportasi publik. Selain itu, perpustakaan yang ada di Jakarta Timur hanya dapat digunakan orang yang memiliki akses berupa perpustakaan kampus, perusahaan, maupun berbayar. Rancangan perpustakaan ini berlokasi 150 meter dari stasiun LRT Ciracas arah Cibubur yang merupakan titik transportasi penghubung antara Bekasi dengan Jakarta serta terhubung dengan pusat perbelanjaan dan tempat tinggal berupa LRT City Ciracas. Lokasi strategis ini memungkinkan perpustakaan berfungsi sebagai pendukung kebutuhan masyarakat akan ruang literasi. Perpustakaan umum yang terletak pada kawasan Transit Oriented Development (TOD) dapat dijangkau oleh tidak hanya pengguna kendaraan pribadi tetapi juga pejalan kaki, pengguna transportasi umum, dan masyarakat sekitar sehingga mampu menerima pengunjung dari berbagai kalangan termasuk difabel, anak-anak, dan lansia. Metode yang dilibatkan dalam proses perancangan merupakan studi literatur pada konsep perpustakaan yang inklusif di area transit berbasis multisensori. Selain itu dilakukan juga observasi lapangan dan analisis komparatif sebagai pendukung untuk perancangan dengan melihat kondisi nyata lapangan serta untuk membandingkan konsep yang serupa untuk diterapkan di tapak yang berbeda. Tujuan utama perancangan pada topik ini adalah menghasilkan rancangan perpustakaan dengan desain multisensori agar pengunjung tidak hanya melihat informasi baru tetapi juga dapat terlibat dan menciptakan hasil kreativitas sendiri dengan semua indera. Selain itu, ruang yang diciptakan dapat menimbulkan interaksi sosial yang merupakan bagian dari pembelajaran yang menarik. Perpustakaan inklusif tersebut dapat memperluas jangkauan akses literasi dan menjadi ruang publik yang merata bagi seluruh kalangan masyarakat di Jakarta dan sekitarnya.

2026
👤 Penulis: Danica Sekar Kirana
🏷️ Desain Multisensori 🏷️ Perpustakaan Inklusif 🏷️ Kawasan Transit Oriented Development (Tod)
💬