📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4 dokumenPERANCANGAN WEBSITE BERBASIS DESAIN PARTISIPATORIS UNTUK PRODUK KERAJINAN SOLONG PENIAS
Solong Penias merupakan kerajinan anyaman bambu dan rotan khas masyarakat Paser, Kalimantan Timur, yang menyimpan pengetahuan budaya penting namun kini terancam punah akibat pergeseran ke alat modern dan melemahnya regenerasi pengetahuan di kalangan generasi muda. Namun demikian, belum ada pusat informasi terstruktur yang mendokumentasikan pengetahuan ini sekaligus menghubungkan pengrajin dengan pasar yang lebih luas, sehingga upaya pelestarian dan penguatan ekonomi pengrajin masih berjalan terpisah. Penelitian ini bertujuan memetakan pengetahuan pembuatan Solong Penias secara komprehensif dan merancang platform digital dwi-fungsi sebagai media diseminasi pengetahuan sekaligus saluran transaksi produk. Penelitian menggunakan pendekatan Practice-based Research dengan kerangka Design Thinking dan orientasi Desain Partisipatoris, melibatkan lima pengrajin dan satu anggota AMAN Paser melalui wawancara, observasi, workshop scaffolding, dan sesi co-design. Evaluasi platform dilakukan menggunakan System Usability Scale terhadap 20 responden pembeli. Hasil pemetaan menghasilkan enam domain pengetahuan yang menjadi dasar arsitektur platform tiga lapisan akses dengan model managed marketplace berorientasi nilai koperasi. Evaluasi SUS mencatat skor rata rata 78,375 dengan kategori acceptable, diperkuat member checking yang menunjukkan respons positif pengrajin. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi Desain Partisipatoris dengan Design Thinking yang menempatkan pengrajin sebagai co-designer aktif. Penelitian ini menawarkan kerangka metodologis yang dapat direplikasi untuk pelestarian warisan budaya takbenda lainnya.
PERANCANGAN WEBSITE BERBASIS DESAIN PARTISIPATORIS UNTUK PRODUK KERAJINAN SOLONG PENIAS
Solong Penias merupakan kerajinan anyaman bambu dan rotan khas masyarakat Paser, Kalimantan Timur, yang menyimpan pengetahuan budaya penting namun kini terancam punah akibat pergeseran ke alat modern dan melemahnya regenerasi pengetahuan di kalangan generasi muda. Namun demikian, belum ada pusat informasi terstruktur yang mendokumentasikan pengetahuan ini sekaligus menghubungkan pengrajin dengan pasar yang lebih luas, sehingga upaya pelestarian dan penguatan ekonomi pengrajin masih berjalan terpisah. Penelitian ini bertujuan memetakan pengetahuan pembuatan Solong Penias secara komprehensif dan merancang platform digital dwi-fungsi sebagai media diseminasi pengetahuan sekaligus saluran transaksi produk. Penelitian menggunakan pendekatan Practice-based Research dengan kerangka Design Thinking dan orientasi Desain Partisipatoris, melibatkan lima pengrajin dan satu anggota AMAN Paser melalui wawancara, observasi, workshop scaffolding, dan sesi co-design. Evaluasi platform dilakukan menggunakan System Usability Scale terhadap 20 responden pembeli. Hasil pemetaan menghasilkan enam domain pengetahuan yang menjadi dasar arsitektur platform tiga lapisan akses dengan model managed marketplace berorientasi nilai koperasi. Evaluasi SUS mencatat skor rata rata 78,375 dengan kategori acceptable, diperkuat member checking yang menunjukkan respons positif pengrajin. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi Desain Partisipatoris dengan Design Thinking yang menempatkan pengrajin sebagai co-designer aktif. Penelitian ini menawarkan kerangka metodologis yang dapat direplikasi untuk pelestarian warisan budaya takbenda lainnya.
PERANCANGAN KAMPUNG SUSUN BALADEWA: PEMBENTUKAN KARAKTER SOSIAL ANAK MELALUI PENDEKATAN DESAIN PARTISIPATIF
Eksistensi kampung kota merupakan salah satu karakteristik kota-kota besar di Indonesia. Kampung kota identik dengan karakter sosial yang begitu melekat dengan masyarakatnya. Struktur sosial yang kuat dan intensitas interaksi masyarakat yang tinggi mampu menciptakan ikatan dan rasa kepemilikan masyarakat terhadap kampung huniannya. Hal ini juga banyak tercermin melalui interaksi anak-anak di dalamnya yang menghidupkan suasana kampung. Namun, seiring laju urbanisasi, densitas penduduk kampung kota meningkat, memicu tumbuhnya permukiman informal yang abai terhadap ruang sosial. Kontradiksi antara ruang sosial dan tekanan urbanisasi tersebut pun juga terjadi di Kampung Baladewa yang berlokasi di RW 08, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Kawasan tersebut merupakan zona perumahan berkepadatan tinggi dengan demografi yang beragam, ditinggali oleh kelompok lanjut usia, kelompok usia produktif dengan mayoritas mata pencaharian sebagai buruh, pedagang, dan jasa konveksi, serta kelompok anak-anak dengan jumlah yang cukup tinggi. Terdapat banyak potensi terjadinya interaksi intergenerasi dari setiap kelompok tersebut. Namun, keterbatasan ruang sosial menghambat perwujudannya. Anak-anak pun hidup dalam keterbatasan akses ruang bermain dan berinteraksi, tempat mereka berkembang secara sosial dan emosional. Hal ini semakin mendorong masyarakat kampung kota kehilangan karakternya. Oleh karena itu, perancangan Kampung Susun Baladewa menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas hunian, baik dari aspek fisik maupun aspek sosial yang dilakukan dengan pendekatan arsitektur partisipatoris. Pendekatan ini melibatkan masyarakat melalui workshop arsitektur partisipatoris sebagai sarana menyampaikan aspirasi. Workshop ini utamanya ditujukan untuk anak-anak dalam merancang ruang publik untuk berinteraksi dan ruang bermain yang diharapkan mampu meningkatkan kehidupan sosial kampungnya. Anak-anak dipilih sebagai partisipan utama karena merupakan salah satu kelompok yang paling membutuhkan ruang inklusif serta masa perkembangannya banyak terpengaruhi atas kehadiran ruang sosial di kampungnya sehingga desain ramah anak menjadi salah satu pertimbangan utama. Hasil perancangan berupa transformasi kampung kota menjadi hunian vertikal dengan konsep tumbuh-kembang yang diwujudkan melalui desain learning space tematik, yakni kreativitas, alam, sosial, hingga motorik. Selain itu, konsep ini juga tercermin dari ruang ekonomi komunitas dan unit hunian yang adaptif. Perancangan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatoris pada anak dapat ditranslasikan dalam desain hunian vertikal yang menyediakan ruang sosial inklusif sebagai upaya penjagaan karakter sosial kampung kota, terutama anak-anak sebagai masyarakat masa depan.
PERANCANGAN SITUS WEB UNTUK MEMFASILITASI PROSES CO-DESIGN DALAM PEMESANAN BUSANA KARAWO
Provinsi Gorontalo memiliki industri kreatif kerajinan sulaman Karawo yang merupakan warisan budaya lokal dan telah menjadi komoditas unggulan dalam sektor ekonomi kreatif. Karawo, yang dikerjakan dengan tangan dan menggunakan alat tradisional, melibatkan banyak tenaga kerja, terutama perempuan, dan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal. Meskipun demikian, industri ini menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan dalam proses pemasaran dan proses pemesanan yang masih konvensional, serta akses konsumen terhadap produk yang seringkali belum memenuhi preferensinya. Hal ini menunjukkan perlunya pengembangan lebih lanjut untuk mendorong daya saing dan memenuhi kebutuhan konsumen dalam industri Karawo. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, penggunaan media seperti situs web dapat menjadi wadah yang efektif dalam memasarkan produk Karawo. Penerapan desain partisipatoris atau co-design juga dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen atas produk Karawo yang sesuai preferensi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media situs web yang dapat mewadahi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Penelitian ini menghasilkan perancangan situs web dengan nama MOKARAWO, yang dapat mewadahi konsumen dalam proses perancangan produk busana sesuai dengan keinginannya, serta membantu pemilik usaha dalam memasarkan produk Karawo ke pasar yang lebih luas. Melalui analisis terkait kebutuhan konsumen terhadap produk Karawo, serta fitur dan alur proses co-design untuk memudahkan pengguna dalam proses pemesanan produk busana pada situs web. Evaluasi dilakukan dalam empat aspek yang merupakan nilai konsumen terhadap situs web co-design, yaitu perceived usefulness, satisfaction, product involvement dan buying & loyalty intentions. Didapatkan hasil bahwa secara keseluruhan situs web ini dinilai memiliki kegunaan yang baik dalam memenuhi kebutuhan konsumen terhadap produk Karawo, khususnya sebagai alternatif pemesanan produk secara konvensional. Dari aspek kepuasan, terdapat masukan terkait kurangnya variasi warna produk, yang menunjukkan pentingnya pengembangan lanjutan terhadap pilihan warna yang lebih bervariasi. Keterlibatan pengguna terhadap produk juga dirasa cukup tinggi, terutama karena adanya fitur kustomisasi yang memberi kendali lebih besar kepada pengguna dalam proses pemesanan. Terakhir, dari aspek niat beli dan loyalitas, responden ingin menggunakan situs web ini seterusnya dan bahkan merekomendasikan kepada orang lain, menandakan potensi loyalitas yang kuat terhadap situs web ini.