π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenREDEFINISI PERPUSTAKAAN UMUM SUKABUMI: PERANCANGAN RUANG LITERASI PUBLIK YANG INKLUSIF DENGAN PENDEKATAN BUDAYA SUNDA
Perpustakaan umum berperan penting dalam peningkatan literasi masyarakat, namun tingkat literasi Indonesia masih rendah dan menghadapi kesenjangan antarwilayah, termasuk di Jawa Barat. Kabupaten Sukabumi sebagai wilayah terluas di Jawa Barat memiliki skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat yang jauh tertinggal dari Kota Sukabumi. Kondisi ini diperparah oleh stigma perpustakaan sebagai ruang kaku dan minim keterlibatan masyarakat, serta budaya Sunda yang belum terintegrasi ke dalam struktur aktivitas maupun pengelolaan ruang. Perancangan ini bertujuan meredefinisi Perpustakaan Umum Sukabumi sebagai ruang literasi publik yang inklusif dan berakar pada budaya Sunda. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan pemetaan kebutuhan pengguna, dengan pendekatan Community-Led Library serta Local Identity Approach yang menggali falsafah Sunda seperti Lemah Cai, Tritangtu, dan Leuit Si Jimat. Hasil identifikasi menunjukkan perpustakaan eksisting belum mewadahi aktivitas belajar, interaksi, dan kolaborasi secara optimal. Konsep desain dirumuskan melalui falsafah Sareundeuk Saigel, Sabobot Sapihanean, diterjemahkan ke dalam prinsip Engagement, Flexibility, Transparency, dan Informality. Program ruang disusun berdasarkan tahapan perkembangan literasi manusia, sementara zonasi mengadaptasi kosmologi Tritangtu dan pola Kampung Sunda melalui Leuit, BalΓ© Baca, dan Saung Talu, didukung material alami yang merepresentasikan kedekatan dengan alam. Perancangan ini diharapkan memperkuat fungsi sosial perpustakaan dan memperluas keterlibatan masyarakat Sukabumi dalam literasi.
PERANCANGAN FASILITAS INTERAKTIF DI PERPUSTAKAAN GUNA MENDORONG KEGIATAN LITERASI PENGUNJUNG SECARA AKTIF
Kemampuan literasi merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh masyarakat suatu negara. Literasi merupakan kemampuan dalam membaca dan menulis serta menambah pengetahuan, keterampilan, dan juga mampu memecahkan masalah dalam berbagai konteks dengan pemikiran kritis sehingga seseorang bisa mengembangkan potensi dan berpartisipasi secara aktif di masyarakat (Alberta, 2009). Salah satu cakupan dari kegiatan literasi adalah membaca. Perpustakaan merupakan sebuah fasilitas yang diadakan untuk mendorong kegiatan membaca, akan tetapi, perpustakaan belum secara aktif mendorong kegiatan literasi untuk masyarakat. Maka dari itu, penelitian ini ditujukan untuk mencari peluang desain fasilitas interaktif yang dapat mendorong kegiatan literasi masyarakat secara aktif sehingga dapat membangun pengalaman dan persepsi yang baru di masyarakat terhadap kegiatan membaca. Produk yang dirancang merupakan sebuah interactive reading booth yang memiliki dua fitur, pertama fitur untuk membantu pengguna memilih buku yang sesuai dengan minatnya dengan sistem interaktif, lalu fitur yang mengajak pengguna untuk bisa membaca dengan fokus dan nyaman setelah memilih buku dengan komponen audio