📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 31 dokumen

EKSPLORASI PEMANFAATAN LIMBAH ELEKTRONIK (BUNGKUS KABEL) UNTUK PERANCANGAN PRODUK DESK SETUP

Pertumbuhan perangkat elektronik yang pesat di Indonesia berbanding lurus dengan meningkatnya timbunan limbah elektronik (e-waste). Sebagian besar e- waste berakhir tanpa pengelolaan yang tepat sehingga berpotensi mencemari lingkungan akibat kandungan logam berat dan material beracun. Di sisi lain, material residu non-logam dari e-waste, seperti limbah selubung kabel PVC, memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali sebagai material alternatif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan merancang produk fungsional dengan memanfaatkan karakteristik fleksibilitas serta durabilitas dari limbah selubung kabel PVC melalui pendekatan desain berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, eksperimen pemrosesan termal (hot pressing), hingga pembuatan prototipe. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa limbah selubung kabel PVC dapat diolah menjadi lembaran modular fungsional setebal 1,00–1,50 mm yang memiliki nilai estetika visual abstrak yang unik. Karakteristik lembaran yang tipis dan fleksibel ini diaplikasikan pada perancangan produk desk setup fungsional sebagai upaya mengembalikan material limbah elektronik ke dalam konteks penggunaan yang relevan dengan perangkat digital. Proyek perancangan ini menegaskan peran desain produk sebagai solusi kreatif dalam mendukung penerapan ekonomi sirkular.

2026
👤 Penulis: Danish Azwa Vityaputri
🏷️ Desain Produk 🏷️ Eksplorasi Limbah Elektronik 🏷️ Ekonomi Sirkular

PERANCANGAN OTOMASI ALUR KERJA WHATSAPP BERBASIS KECERDASAN BUATAN UNTUK MENINGKATKAN PROSES PERMINTAAN INFORMASI DAN PEMESANAN PELANGGAN: STUDI KASUS PADA LENYPW MAKEUP ARTIST

Dalam bisnis jasa personal seperti layanan penata rias, komunikasi memegang peranan penting dalam mengubah pertanyaan pelanggan menjadi pemesanan yang pasti. Pada kasus LenyPW Makeup Artist, sebagian besar komunikasi terkait pertanyaan dan pemesanan pelanggan dilakukan melalui WhatsApp. Namun, proses penanganan pertanyaan hingga pemesanan yang saat ini masih bersifat manual menimbulkan beberapa masalah operasional, seperti keterlambatan respons, jawaban yang tidak konsisten, pertanyaan berulang, data pelanggan yang tersebar, pengecekan ketersediaan secara manual, serta pelacakan prospek yang terbatas. Masalah-masalah ini dapat memengaruhi pengalaman pelanggan dan meningkatkan beban kerja administratif pemilik usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi titik permasalahan, merumuskan masalah, serta merancang dan memvalidasi prototipe solusi guna memperbaiki proses pertanyaan dan pemesanan pelanggan di LenyPW Makeup Artist. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan kerangka metodologi utama Design Thinking dan Lean Startup (siklus Build–Measure–Learn). Design Thinking digunakan untuk memahami masalah, mengidentifikasi titik permasalahan pelanggan maupun operasional, menentukan kebutuhan perbaikan proses, dan mengembangkan prototipe. Sementara itu, siklus Build–Measure–Learn dari Lean Startup digunakan untuk memvalidasi prototipe dan mengidentifikasi area perbaikan lebih lanjut. Pengumpulan data dilakukan melalui survei wawasan pelanggan, survei klien LenyPW, wawancara dengan admin, observasi proses, pengujian prototipe, kuesioner, tanggapan terbuka, serta evaluasi operasional oleh pemilik/admin. Prototipe dirancang sebagai admin virtual WhatsApp berbasis AI yang mendukung aktivitas awal pertanyaan dan pemesanan, termasuk memberikan informasi daftar harga, memandu pengecekan ketersediaan, mengumpulkan detail pemesanan, mengirimkan instruksi pembayaran, mendukung tindak lanjut, serta mencatat data pelanggan ke dalam basis data yang terstruktur. Prototipe ini diuji oleh 30 responden perempuan yang memiliki pengalaman mencari, menghubungi, atau memesan jasa penata rias, melalui simulasi pemesanan via WhatsApp. Hasil validasi menunjukkan bahwa prototipe tersebut diterima secara positif dari perspektif pelanggan. Skor hipotesis nilai mencapai 91,73% untuk kecepatan respons, 92,67% untuk kejelasan informasi, 92,00% untuk struktur pemesanan, 89,07% untuk kenyamanan dan kepercayaan pelanggan, serta 90,17% untuk proses pengalihan ke manusia. Dari perspektif operasional, prototipe ini juga dinilai bermanfaat dalam mengurangi tugas administratif yang berulang serta memperbaiki pengelolaan data pelanggan, status pemesanan, status pembayaran, tindak lanjut, koordinasi mitra, dan pencatatan prospek yang hilang (*lost leads*). Namun, penyempurnaan lebih lanjut diperlukan sebelum implementasi penuh, khususnya terkait respons yang terduplikasi, memori konteks, penanganan gambar dan bukti pembayaran, waktu respons, serta kejelasan pengalihan interaksi kepada manusia. Studi ini memberikan kontribusi dengan menunjukkan bagaimana otomatisasi alur kerja WhatsApp berbasis AI dapat mendukung usaha jasa berskala kecil—melalui peningkatan penanganan pertanyaan dan alur kerja pemesanan—tanpa menggantikan peran manusia dalam layanan pelanggan.

2026
👤 Penulis: Leny Putri Wahyudi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Desain Produk

PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK SMART FARMING MELALUI METODE PARTISIPATORIS BAGI PETANI SKALA KECIL DI JAWA BARAT (STUDI KASUS: DESA CIDADAP, KECAMATAN CAMPAKA, KABUPATEN CIANJUR)

istem Pertanian Pintar (Smart Farming) menjanjikan efisiensi tinggi, namun implementasinya mengalami stagnasi pada kelompok tani perorangan skala kecil akibat ketidaksesuaian desain dengan realitas infrastruktur pedesaan. Di Desa Cidadap, anomali iklim mikro harian memicu tingginya risiko luntur (wash-off) pestisida yang mengakibatkan kerugian ekonomi riil bagi petani lahan kering. Perangkat pemantauan komersial eksisting terbukti gagal diadopsi karena ketergantungan absolut pada internet dan listrik konstan, biaya investasi individual yang tinggi, antarmuka digital yang rumit, serta bentuk fisik steril yang memicu alienasi estetika. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ekosistem stasiun cuaca komunal portabel guna memitigasi risiko cuaca mikro melalui paradigma Teknologi Tepat Guna. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode Action Research yang berpusat pada Siklus Desain Partisipatoris. Melalui proses ko-kreasi yang melibatkan kelompok tani lokal dan konsultasi ahli BMKG, temuan lapangan diterjemahkan ke dalam batasan desain fungsional, ekonomi, konektivitas, interaksi, dan fisik. Hasil perancangan membuahkan ekosistem Huma, yang terdiri dari perangkat keras stasiun cuaca dan sensor tanah pendamping. Inovasi arsitektur data bertumpu pada sistem luring penuh (offline-first) dengan pemrosesan lokal (edge computing) dan transmisi Bluetooth, membebaskan petani dari ketergantungan sinyal seluler. Secara fisik, perangkat mengadopsi bentuk poertabel jinjing berbalut warna gelap matte yang adaptif terhadap kerasnya lingkungan saung, serta memanfaatkan sistem modular snap-buckle untuk kemandirian perbaikan. Pada aspek ergonomi kognitif, antarmuka aplikasi mereduksi beban pikiran pengguna dengan membalik hierarki data numerik menjadi panduan instruksi taktis visual yang dapat dipahami dalam waktu kurang dari lima detik. Pendekatan kepemilikan inovasi sosial berupa tata kelola komunal (shared ownership) berhasil menekan estimasi biaya material purwarupa hingga menjadi alat yang terjangkau bagi kelompok tani. Penelitian ini membuktikan bahwa perpaduan antara rekayasa bentuk, penyederhanaan antarmuka luring, dan pemanfaatan modal sosial gotong royong mampu mendemokratisasi akses teknologi pertanian presisi yang tangguh, terjangkau, dan bermakna bagi keseharian petani gurem.

2026
👤 Penulis: Muhammad Arya Fikri Agusta
🏷️ Desain Produk 🏷️ Teknologi Tepat Guna 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pertanian

DESIGN OF A BLOCKAGE PREVENTION DEVICE FOR OPEN DRAINAGE CHANNELS IN PERI-URBAN SOUTH JAKARTA

Saluran drainase terbuka di kawasan pinggiran kota Jakarta Selatan mengalami penumpukan sampah padat secara kronis akibat tidak adanya mekanisme pencegatan fisik antara rumah tangga dan saluran utama. Di Jagakarsa, Ciganjur, dan Pondok Labu, saluran dengan lebar 30 hingga 50 sentimeter rutin tersumbat oleh sampah plastik mengambang seperti kemasan makanan, bungkus, dan gelas sekali pakai. Pemeliharaan jarang dilakukan dan bersifat reaktif karena kondisi fisik gang yang sempit, bau yang kuat, dan ketidakjelasan tanggung jawab membuat interaksi dengan saluran terlalu berat untuk dilakukan secara konsisten. Penelitian ini menggunakan pendekatan riset desain kualitatif, mengumpulkan data melalui observasi etnografis, wawancara mendalam dengan lima informan warga, dan dokumentasi lapangan. Temuan lebih mengarah pada tidak adanya sistem pencegatan dan pengangkatan sampah yang sederhana dan mudah dilakukan, dibandingkan kurangnya kesadaran, sebagai penyebab kegagalan pemeliharaan. Tiga alternatif desain produk dikembangkan dan dievaluasi melalui pengujian fisik skala kecil. Arah desain akhir yang dipilih adalah Fan Mesh Drain Interceptor — jaring berbentuk kipas yang fleksibel, digantung dari batang teleskopik yang dapat disesuaikan dengan lebar saluran. Sampah mengambang ditangkap secara pasif seiring aliran air, dan mekanisme penutup berbasis tali memungkinkan satu orang warga untuk mengangkat dan membuang sampah yang terkumpul dalam satu gerakan tanpa kontak langsung. Pengujian mengonfirmasi bahwa alternatif ini menunjukkan performa terkuat dalam kriteria penangkapan sampah, hambatan aliran, kestabilan, dan kemudahan interaksi pemeliharaan.

2026
👤 Penulis: Ashley Andreni Andromeda
🏷️ Desain Produk 🏷️ Saluran Drainase Terbuka 🏷️ Manajemen Sampah Lingkungan

PERANCANGAN LAMPU MEJA DENGAN TEKNIK COILING BAMBU TALI (GIGANTOCHLOAD APUS)

Bambu Tali Gigantochloa apus merupakan salah satu material alam yang telah lama dimanfaatkan secara luas di Indonesia dalam pembuatan berbagai produk fungsional. Kendati demikian, pemanfaatan material ini umumnya masih terbatas pada ranah konvensional, sehingga nilai ekonomi serta daya saingnya di pasar modern relatif rendah. Di sisi lain, Bambu Tali memiliki karakteristik fisik yang sangat unggul, terutama pada tingkat kelenturan serat dan elastisitas alaminya yang tinggi. Potensi keunggulan karakter material inilah yang melatarbelakangi penelitian ini untuk mengeksplorasi penerapan teknik coiling atau lilitan, sebuah metode pembentukan yang memanfaatkan fleksibilitas material, namun sejauh ini belum banyak dioptimalkan dalam pengembangan produk interior modern. Melalui metode eksperimentasi material dan eksplorasi bentuk, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah produk lampu meja yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen pencahayaan, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah material lokal. Pendekatan desain dilakukan dengan mengintegrasikan teknik manufaktur lokal yang adaptif ke dalam struktur produk modern. Proses perancangan melibatkan beberapa tahapan, mulai dari analisis karakteristik serat bambu, eksperimen modularitas teknik coiling, hingga perwujudan produk akhir yang memenuhi standar ergonomi, fungsionalitas, serta estetika visual. Hasil perancangan ini membuktikan bahwa integrasi antara material lokal dan inovasi teknik coiling mampu menghasilkan desain produk kontemporer yang memiliki nilai tinggi atau high-value design. Melalui pendekatan ini, produk yang dihasilkan berhasil menampilkan keunikan tekstur dan ekspresi visual yang modern tanpa kehilangan esensi nilai budaya materialnya. Eksplorasi ini diharapkan dapat memberikan tolok ukur baru bagi industri desain produk berbasis bambu di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa material lokal mampu ditransformasikan menjadi produk gaya hidup modern kelas atas yang kompetitif di pasar global.

2026
👤 Penulis: Muhammad Faiz Adzuhri
🏷️ Desain Produk 🏷️ Bambu Tali Gigantochloa Apus 🏷️ Teknik Coiling

PERANCANGAN ALAT BANTU KEPATUHAN MINUM OBAT BAGI KARYAWATI PENDERITA TUBERKULOSIS SENSITIF OBAT USIA 22–25 TAHUN

uberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan jumlah kasus mencapai 821.200 pada tahun 2023. Salah satu tantangan dalam pengobatan TBC adalah ketidakpatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat yang berlangsung selama enam bulan. Dalam masa pengobatan dibutuhkan konsistensi untuk mengkonsumsi obat pada jam yang sama di setiap harinya dan wajib dikonsumsi dalam keadaan perut kosong. Kepatuhan pengobatan tidak dapat dinilai dan diukur semata-mata hanya melalui niat dan kedisiplinan pasien. Tetapi, desain obat anti tuberkulosis (OAT) yang tidak ramah pengguna juga dapat mempengaruhi tingkat kepatuhan. Tidak hanya itu, sebesar 80% pekerja formal penderita TBC mengalami stigma sosial negatif di tempat kerja. Tindakan seperti pengucilan, munculnya anggapan negatif, isolasi, hingga pemutusan hubungan kerja sepihak. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi psikologis pasien dan berdampak pada ketidakpatuhan pengobatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang alat bantu kepatuhan minum obat yang sesuai dengan perilaku dan kebutuhan pengguna, dalam hal ini adalah seorang karyawati berusia 22-25 tahun. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur serta pendekatan contextual design untuk pengembangan produk yang menekankan pada portabilitas produk dan invisibilitas untuk memberikan rasa aman kepada pengguna.

2026
👤 Penulis: Beatrice Firmansyah
🏷️ Tuberkulosis 🏷️ Desain Produk 🏷️ Kepatuhan Pengobatan

PENGEMBANGAN PARAMETER WANGGI TINUNG DI KECAMATAN KAMBERA DAN KECAMATAN KANATANG

Industri tenun ikat merupakan sektor UMKM terbesar di Sumba Timur dan berperan sebagai sumber penghidupan bagi banyak perempuan, sekaligus menjadi bagian penting dari identitas dan nilai tradisional masyarakat setempat. Aktivitas menenun yang seharusnya di lestarikan ini menghadapi tantangan karena upaya pelestarian melalui perancangan alat tenun selama ini masih didominasi pendekatan teknis semata sehingga nilai - nilai tradisional belum terakomodasi dengan baik. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini b ertujuan mengembangkan parameter perancangan alat tenun ( wanggi tinung) yang mampu mengakomodasi proses tenun tradisional dan modern untuk memenuhi kebutuhan pengguna serta menyesuaikan dengan konteks dan fungsionalitas. Penelitian ini mengintegrasikan metode ATUMICS, Axiomatic Design (AD) , dan TRIZ untuk merumuskan parameter desain yang menjaga nilai tradisional sekaligus memenuhi kebutuhan fungsional alat tenun . Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi customer needs (CN) , elemen tradisi yang perlu dipertahankan, serta permasalahan teknis yang muncul . Temuan tersebut selanjutnya dipetakan melalui kerangka AD untuk menghasilkan hubungan functional requirements (FR) da n Design Parameter (DP) , serta diselesaikan menggunakan prinsip - prinsip TRIZ ketika ditemukan kontradiksi desain yang membutuhkan solusi inovatif. Analisis observasi melalui pendekatan tematik menunjukkan bahwa temuan lapangan dapat dipetakan ke elemen - elemen ATUMICS dengan fokus pada shape sebagai dasar pertimbangan utama dalam perbaikan bentuk alat tenun. Proses ini menghasilkan 23 CN yang kemudian diterjemahkan melalui kerangka AD dan diselesaikan dengan TRIZ sehingga terbentuk 24 FR dan 24 DP sebagai landasan desain. Dari DP tersebut dirumuskan enam parameter perancangan kunci , yaitu sistem pengatur tegangan tubuh, tilang, sistem penahan ujung lua r tenunan, sistem pemisah lungsin atas dan bawah, tuka, dan sistem pemadat benang pakan .

2026
👤 Penulis: Keisha Ayu Sudiro
🏷️ Desain Produk 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Teknologi Inovatif

PERBAIKAN DESAIN LABEL PRODUK CV. XYZ DENGAN PENDEKATAN EVALUASI USABILITY MENGGUNAKAN EYE TRACKER

Industri Pakaian telah mencapai nilai 1.84 triliun dolar di tahun 2025 dengan proporsi 1,65% dari pendapatan per kapita seluruh dunia. Dengan nilai ini, diekspektasikan konsumsi pada industri pakaian akan meningkat 63% di tahun 2030. Di Indonesia, industri tekstil, pakaian jadi, dan alas kaki menunjukkan kinerja positif sesuai perannya sebagai sektor prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Berdasarkan data pada tahun 2024, total investasi pada sektor pakaian dan tekstil ini meningkat sebesar 31,1 persen menjadi Rp 39,21 persen. Dengan perkembangan ini, pelaku industri pakaian perlu melakukan penyesuaian dan perkembangan untuk bisa memanfaatkan peningkatan potensi ini. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengatasi masalah yang dialami pihak pengambilan pesanan produk mengenai tingkat kesalahan pada pengambilan pesanan produk yang disebabkan karena desain label yang kurang efektif dengan menggunakan metode evaluasi usability Metode evaluasi usability yang akan digunakan untuk melakukan evaluasi pada desain label produk busana, khususnya CV. XYZ akan dilakukan dengan dua tahapan, yaitu usability testing dan usability inquiry. Untuk melakukan usability testing, digunakan metode performance measurement dan neuro-usability menggunakan eye tracker. Sedangkan pada usability inquiry digunakan kuesioner Post-study System Usability Questionnaire (PSSUQ) yang merupakan kuesioner yang diberikan pada akhir setiap tahapan pengujian usability. Penelitian ini menghasilkan rancangan desain 4 sebagai rancangan desain yang dapat mengurangi 27,96% dari waktu penyelesaian desain existing dengan overall score PSSUQ sebesar 1,89 yang mengindikasikan hasil PSSUQ yang baik. Dengan dilakukannya penelitian ini, diharapkan terdapat manfaat yang didapat melalui keluaran yang dapat membantu pihak terkait agar dapat mengetahui desain perbaikan yang dapat dilakukan pada desain label produk berdasarkan hasil evaluasi usability dan dapat memberikan rekomendasi perbaikan yang dapat meningkatkan kemudahan dan produktivitas pengguna ketika melakukan pengambilan pesanan produk.

2025
👤 Penulis: Muhammad Syauqi Al Harits
🏷️ Desain Produk 🏷️ Usability Engineering 🏷️ Teknologi Pengawasan Eksplorasi

PEMANFAATAN LUMPUR PRODUK SAMPINGAN DARI PROSES PENGADUKAN CAT TEMBOK SEBAGAI BAHAN UTAMA DALAM PENGEMBANGAN PRODUK FURNITUR LUAR RUANGAN

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi pemanfaatan produk sampingan dari produksi cat tembok di PT. ICI Paint Indonesia sebagai produk komersial. Produk sampingan yang dimaksud merupakan endapan hasil pembersihan tangki pencampuran bahan-bahan cat tembok. Sejauh ini, ada sekitar 40 hingga 50 ton produk sampingan yang dipisahkan setiap bulan, lalu diberikan kepada pihak kedua yang bertanggung jawab untuk membuang produk sampingan tersebut. Pt. ICI Paint Indonesia sebelumnya sudah mencoba untuk memanfaatkan produk sampingan tersebut menjadi cat tembok eceran dan menjadi produk yang menyerupai roster beton. Kedua upaya tersebut masih di tahap percobaan dan belum sampai tahap komersial. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain produk untuk mencari solusi upcycling dari produk sampingan produksi cat tembok tersebut. Data tersebut akan didapatkan dari hasil tinjauan pustaka, eksperimen, wawancara dan kuesioner. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberi rekomendasi yang sesuai untuk meningkatkan pemanfaatan produk sampingan cat tembok, mengurangi pembuangan produk sampingan, dan membuka kesempatan kolaborasi dengan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) sebagai pihak produksi produk.

2025
👤 Penulis: Muhammad Reyhan Khalfani L.
🏷️ Desain Produk 🏷️ Pemanfaatan Sumber Daya Alam 🏷️ Kolaborasi Usaha Mikro

PENGEMBANGAN TAS MODULAR UNTUK JURNALIS JURU KAMERA DALAM KEGIATAN LIPUTAN SIARAN LANGSUNG DAN DOKUMENTER DI PEDALAMAN

Profesi jurnalis juru kamera menuntut mobilitas tinggi serta kesiapan menghadapi medan liputan yang tidak terduga, seperti wilayah bencana, area pedalaman, dan lokasi dengan akses terbatas (Pertiwi, 2012). Dalam menjalankan tugasnya, jurnalis juru kamera membutuhkan sistem pembawaan alat yang tidak hanya mampu menampung berbagai peralatan seperti kamera, mikrofon, perangkat siaran langsung, dan lampu penerangan (Radio Republik Indonesia, 2024), tetapi juga mendukung mobilitas tinggi, efisiensi kerja, dan fleksibilitas akses alat. Tas yang digunakan oleh videografer profesional pada umumnya belum mampu menjawab kompleksitas kebutuhan tersebut. Penelitian tugas akhir ini bertujuan merancang sebuah tas modular ergonomis yang dapat menunjang mobilitas jurnalis juru kamera di lapangan sekaligus memberikan solusi penyimpanan yang sistematis dan fleksibel. Metode yang digunakan mencakup studi literatur, observasi partisipatoris lapangan, dan wawancara dengan jurnalis juru kamera aktif, dilanjutkan dengan pendekatan desain berorientasi pengguna. Rancangan akhir menghasilkan sistem tas modular inovatif bernama “NomaraLintang” yang mengadopsi sistem Lintang, yaitu sistem hip belt yang dapat diputar ke depan untuk akses cepat terhadap kamera Sony PXW camcorder. NomaraLintang terdiri dari ModulPusat (unit utama penyimpanan peralatan kamera umum), LintangComp (kompartemen utama sistem Lintang), SiarPack (ransel mini untuk perangkat siaran langsung dengan sistem ventilasi), LintasGear (modul tas pinggang untuk perlengkapan pribadi), serta seri JejakPouch (pouch pendukung untuk menyimpan berbagai aksesori). Sistem modular ini disatukan menggunakan pengait dan velcro, memungkinkan konfigurasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peliputan. Hasil purwarupa menunjukkan bahwa desain ini meningkatkan efisiensi utilitas dan mobilitas jurnalis juru kamera, bukan hanya sebagai tas, tetapi juga sebagai toolkit kerja mobile yang mendukung profesionalisme kerja mereka.

2025
👤 Penulis: Risyantia Gianti Putri
🏷️ Desain Produk 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN DESAIN TAS UNTUK PEKERJA REMOTE DENGAN MOBILITAS TINGGI

Pekerja dengan sistem kerja remote sering menghadapi tantangan dalam membawa perlengkapan kerja ke berbagai lokasi secara efisien dan nyaman, termasuk risiko ketidaknyamanan fisik akibat penggunaan tas yang tidak ergonomis. Perkembangan teknologi digital telah mendorong pola kerja jarak jauh ini menjadi semakin populer karena fleksibilitasnya. Namun, mobilitas tinggi yang menyertai gaya kerja remote tersebut menuntut adanya solusi fungsional dan ergonomis dalam membawa perlengkapan kerja sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk merancang tas modular yang dapat menyesuaikan kebutuhan dinamis para pekerja remote dengan mobilitas tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah metode perancangan produk melalui studi literatur, survei pengguna, analisis aktivitas, serta eksplorasi konsep modularitas dan ergonomi. Berdasarkan hasil survei, mayoritas responden membawa laptop, alat tulis, serta perangkat pendukung lainnya ke berbagai lokasi kerja setiap hari. Oleh karena itu, tas dirancang dengan sistem modul yang dapat dilepas-pasang sesuai kebutuhan, backsystem ergonomis untuk kenyamanan jangka panjang, serta kompartemen yang terorganisir dengan baik. Rancangan akhir menghasilkan konsep tas modular yang mendukung produktivitas, fleksibilitas, dan kenyamanan para pekerja remote dalam menjalankan aktivitasnya di berbagai tempat kerja

2025
👤 Penulis: Andi Kayla Ananda Cabua Yani
🏷️ Desain Produk 🏷️ Mobilitas Tinggi 🏷️ Ergonomi Kerja Remote

PENGEMBANGAN DESAIN SARANA TAMBAHAN (ADD-ON) KOPER BERUPA MEJA LIPAT UNTUK PEKERJA MOBILE DAN TRAVELER

Seiring dengan perkembangan zaman dan terutama setelah pandemi, permintaan untuk bekerja secara jarak jauh dan waktu fleksibel meningkat. Seringkali pekerja jarak jauh dan traveler berada pada lokasi yang kekurangan tempat ideal untuk bekerja, terutama untuk kerja mendadak pada tempat seperti stasiun dan bandara di mana mereka juga melakukan kegiatan commuting. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa sarung koper yang bertujuan untuk menambah fungsi pada koper, di mana pada sarung tersebut terdapat meja yang dapat dilipat dan digunakan sebagai tempat kerja temporer. Produk ini diharapkan untuk dapat menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan tempat kerja bagi pekerja jarak jauh dan traveler dalam keadaan kerja mendesak.

2025
👤 Penulis: Christopher Darryl Wiria
🏷️ Desain Produk 🏷️ Koper 🏷️ Pekerja Jarak Jauh

PERANCANGAN CRAFTING TOOLS UNTUK ANAK USIA 8-10 TAHUN SEBAGAI MEDIA EDUKASI DAUR ULANG (MATERIAL STUDI: PAPERCUP)

Masalah limbah yang tidak terkelola menjadi isu lingkungan yang mendesak, terutama pada acara besar seperti Fun-Run yang menghasilkan limbah PaperCup dalam jumlah besar. PaperCup sering berakhir di tempat pembuangan akhir tanpa proses daur ulang memadai karena mengandung lapisan plastik yang sulit diproses. Penelitian ini merespons kondisi tersebut dengan merancang perangkat edukatif berbasis limbah PaperCup untuk anak usia 8–10 tahun. Tujuan utama penelitian adalah menciptakan media pembelajaran yang mengenalkan konsep daur ulang dan keberlanjutan kepada anak melalui pendekatan desain produk. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi, wawancara, dan uji coba produk. Hasil penelitian diharapkan menjadi solusi edukatif atas masalah limbah sekaligus membentuk kesadaran lingkungan sejak dini. Inovasi ini diwujudkan dalam bentuk alat edukasi dengan berbagai fungsi yang sesuai dengan capaian Kurikulum Merdeka Fase B, khususnya mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya, untuk mendorong keterampilan dan pemahaman daur ulang secara kontekstual dan menyenangkan.

2025
👤 Penulis: Khayira Anantya Yasmin
🏷️ Desain Produk 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN ALAT PELINDUNG DIRI LATIHAN KYORUGI BELA DIRI TAEKWONDO UNTUK ATLET WANITA

Bias data adalah fenomena di dunia modern di mana misrepresentasi data mempengaruhi pengambilan keputusan di berbagai aspek, tak terkecuali desain. Ketidakakuratan representasi terhadap hal-hal yang harusnya diperuntukkan untuk penggunaan umum, justru abai dalam mendengarkan kebutuhan kaum tertentu. Dalam hal ini, perempuan, walau mencakup setengah populasi dunia, seringkali tidak dipertimbangkan dalam proses perancangan dunia modern. Fenomena ini tidak luput dari berbagai bidang, baik itu kesehatan, teknologi, hingga olahraga. Melalui penelitian ini, desain produk mengintervensi sesuatu yang diperuntukkan untuk wanita menggunakan pertimbangan yang memenuhi kebutuhan tersebut.

2025
👤 Penulis: Kayla Nadda Octamary
🏷️ Desain Produk 🏷️ Kesehatan 🏷️ Teknologi

PERANCANGAN PRODUK TERINTEGRASI UNTUK PENGELOLAAN MINYAK JELANTAH DI KAWASAN KULINER KOTA BANDUNG

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga dan usaha kuliner yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan apabila tidak dikelola dengan baik. Di kawasan kuliner Kota Bandung, sebagian besar Pedagang Kaki Lima (PKL) masih menggunakan media penyimpanan seadanya dan membuang minyak jelantah secara sembarangan. Di sisi lain, pengepul minyak berperan penting dalam proses pengumpulan, namun belum didukung perangkat yang efisien dan sistem yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan merancang produk fisik berupa penampungan mobile yang terpasang pada kendaraan roda dua milik pengepul, serta menciptakan sistem pengelolaan minyak jelantah yang terhubung dengan startup pengolah minyak. Pendekatan Product-Service System (PSS) digunakan untuk mengintegrasikan desain produk dengan layanan insentif dan pencatatan digital. Hasil rancangan memperhatikan kebutuhan dari tiga aktor utama: PKL, pengepul, dan startup, dengan fokus utama pada kemudahan penggunaan, keamanan operasional, dan efisiensi mobilitas. Diharapkan, solusi ini dapat membentuk ekosistem pengelolaan minyak jelantah yang lebih bertanggung jawab, ekonomis, dan berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Adham Haekal Rizki
🏷️ Desain Produk 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Eksistensi Startup
Halaman 1 dari 3
💬