📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4 dokumen

REDESAIN TERAS MALIOBORO 1 SEBAGAI PUSAT EKONOMI KREATIF BERBASIS BUDAYA YOGYAKARTA

Malioboro dikenal sebagai ikon Yogyakarta yang berperan penting sebagai salah satu pusat perekonomian, hiburan, wisata, dan kuliner Kota Yogyakarta. Kawasan Malioboro dipenuhi oleh pedagang kaki lima (PKL), pertokoan, penduduk lokal, dan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Kebijakan penataan kawasan menghadirkan Teras Malioboro guna mewadahi aktivitas para PKL Malioboro, namun kehadirannya. Namun, relokasi ini menimbulkan tantangan baru, dimana Teras Malioboro belum sepenuhnya mengakomodir kepentingan pelaku usaha (Sumiyar Mahanani et al, 2023), timbulnya dinamika antara kepastian legalitas yang diberikan oleh pemerintah terhadap para pedagang kaki lima dengan keberlanjutan vitalitas ruang, serta Teras Malioboro masih dianggap belum optimal dalam merefleksikan identitas kultural. Fasilitas ini berisiko menjadi sekadar pusat komersial fungsional yang kehilangan koneksi mendalam dengan identitas budaya Yogyakarta akibat tantangan-tantangan tersebut. Melalui metode wawancara, observasi, kuesioner, dan studi literatur, penelitian ini meredesain Teras Malioboro 1 yang menekankan pengalaman ruang serta penguatan identitas visual berbasis budaya lokal. Hasil rancangan ini diharapkan mampu mentransformasi Teras Malioboro 1 menjadi pusat perdagangan sekaligus ruang kreatif berbudaya yang berkelanjutan dan berakar pada kearifan lokal.

2026
👤 Penulis: Azarine Dewita Permadi
🏷️ Desain Ruang 🏷️ Pengelolaan Pusat Ekonomi Kreatif 🏷️ Hidrologi Budaya

PERANCANGAN INTERIOR KAPAL PENUMPANG RO-RO MERAK–BAKAUHENI: DESAIN ADAPTASI RUANG PENUMPANG SAAT LONJAKAN ARUS MUDIK.

Pelabuhan Merak merupakan salah satu pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia yang berperan sebagai penghubung utama antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Setiap tahunnya pelabuhan ini melayani jutaan penumpang, baik yang melakukan perjalanan dengan kendaraan maupun tanpa kendaraan. Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak juga memiliki pola lonjakan penumpang yang relatif dapat diprediksi, terutama pada periode peak season seperti libur Lebaran dan Tahun Baru. Kondisi tersebut menuntut ketersediaan fasilitas pelabuhan yang mampu mengakomodasi pergerakan penumpang secara efektif, aman, dan nyaman. Namun pada kondisi eksisting, khususnya pada terminal eksekutif Pelabuhan Merak, ditemukan permasalahan terkait pengelolaan ruang dan alur sirkulasi penumpang. Area terminal yang bercampur dengan fungsi komersial seperti pusat perbelanjaan menyebabkan alur perjalanan penumpang dari kedatangan hingga proses keberangkatan menjadi kurang jelas dan terfragmentasi. Padahal, proses naik kapal ferry memiliki tahapan yang cukup kompleks sehingga membutuhkan alur ruang yang jelas agar penumpang dapat bergerak dengan mudah, terutama pada saat terjadi lonjakan jumlah pengguna. Berdasarkan permasalahan tersebut, perancangan ini bertujuan untuk merancang Pelabuhan Ferry Eksekutif Merak yang lebih berorientasi pada kebutuhan pengguna dengan mempertimbangkan pola lonjakan penumpang yang terjadi secara berkala setiap tahun. Pendekatan yang digunakan dalam perancangan ini menitikberatkan pada pengalaman pengguna serta kemampuan ruang untuk beradaptasi terhadap peningkatan kapasitas pada periode peak season. Dengan demikian, perancangan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas serta kenyamanan pengguna dalam melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Merak.

2026
👤 Penulis: Izzah Aisyah Yulis
🏷️ Desain Ruang 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS PENILAIAN KUALITAS RUANG TERBUKA PUBLIK TERAS CIKAPUNDUNG KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN PENDEKATAN PUBLIC SPACE INDEX (PSI)

Ruang terbuka publik memiliki peran penting dalam mendukung kualitas hidup perkotaan melalui fungsi sosial, rekreatif, dan ekologis. Teras Cikapundung di Kota Bandung sebagai ruang publik tepi sungai merupakan salah satu ruang yang memiliki tingkat pemanfaatan tinggi, namun masih menghadapi berbagai tantangan terkait kualitas ruang. Penelitian ini bertujuan menilai kualitas ruang terbuka publik Teras Cikapundung dengan mempertimbangkan keterkaitan antara karakteristik pengguna, pola aktivitas, dan pengalaman ruang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan Public Space Index (PSI) sebagai instrumen utama penilaian kualitas ruang berdasarkan lima aspek utama, serta didukung oleh Simpson’s Diversity Index (SDI) untuk mengidentifikasi tingkat keberagaman pengguna dan aktivitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa Teras Cikapundung memiliki tingkat pemanfaatan yang tinggi, terutama pada akhir pekan, yang menegaskan perannya sebagai ruang rekreasi perkotaan. Penilaian melalui Public Space Index (PSI) menunjukkan bahwa kualitas ruang berada pada kategori sedang, yang berarti ruang telah mampu memenuhi fungsi dasarnya namun belum optimal dalam menciptakan pengalaman ruang yang menyeluruh dan masih terdapat ketimpangan kinerja antar aspek. Temuan penelitian menegaskan bahwa kualitas ruang publik dipengaruhi oleh interaksi antara desain ruang, pola pemanfaatan, dan persepsi pengguna. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merumuskan rekomendasi pada setiap indikator kualitas ruang yang masih rendah guna mendukung peningkatan kualitas ruang publik yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna serta pengembangan pendekatan evaluasi ruang terbuka publik yang lebih kontekstual dan terukur.

2026
👤 Penulis: Diva Anastasia Farasilva
🏷️ Ruang Terbuka Publik 🏷️ Public Space Index (Psi) 🏷️ Desain Ruang

PERANCANGAN KAWASAN SEKITAR JALAN SLAMET RIYADI – BALAIKOTA SURAKARTA SEBAGAI CITRA KOTA FESTIVAL

Sebagai salah satu destinasi wisata kota budaya di Indonesia, Kota Surakarta memiliki citra sebagai pusat budaya Jawa dengan slogan “Solo, The Spirit of Java.” Berbagai event dan festival berskala lokal, nasional, hingga internasional yang rutin diselenggarakan telah menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, pesatnya pertumbuhan penyelenggaraan event dan festival tersebut perlu dikaji lebih lanjut terkait faktor, pengaruh, serta dampaknya terhadap pembentukan dan penguatan citra Kota Surakarta. Di sisi lain, penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur ruang kota sebagai penunjang aktivitas kreatif dan event belum sepenuhnya mampu mengakomodasi dinamika tersebut apabila ditinjau melalui unsur utama wacana ruang, yaitu space, event, dan movement (S-E-M) sebagaimana dikemukakan oleh Tschumi (1981). Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan perancangan yang mampu merespons hubungan dinamis antara ruang kota, aktivitas event, dan pola pergerakan secara terpadu dan berkelanjutan. Tesis desain ini bertujuan untuk merancang sarana dan prasarana infrastruktur ruang kota pada kawasan sekitar Jalan Slamet Riyadi–Balaikota Surakarta dengan memperhatikan kebutuhan ruang yang selaras dengan karakter Kota Festival. Perancangan dilakukan dengan menggunakan kerangka teori Space–Event–Movement sebagai dasar dalam merumuskan strategi desain kawasan, sehingga ruang kota tidak hanya berfungsi secara fisik, tetapi juga adaptif terhadap berbagai skenario aktivitas harian dan event. Strategi desain difokuskan pada pengaturan keterkaitan antara struktur ruang, fleksibilitas fungsi, dan sistem pergerakan guna mendukung keberlangsungan berbagai event dan festival. Hasil tesis desain ini berupa model perancangan kawasan sekitar Jalan Slamet Riyadi–Balaikota Surakarta yang mampu meningkatkan kualitas fisik dan fungsional ruang kota, sekaligus memperkuat citra Kota Surakarta sebagai Kota Festival yang inklusif, dinamis, dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Muhammad Whibi Rhouzan Fikri
🏷️ Desain Ruang 🏷️ Kota Festival 🏷️ Space-Event-Movement
💬