📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 7 dokumenPERANCANGAN HUMAN RESOURCE INFORMATION SYSTEM UNTUK PT DONGSUH INDONESIA DENGAN METODE SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE
Perkembangan industri yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan memiliki sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif, efisien, dan terintegrasi. PT Dongsuh Indonesia, sebagai perusahaan di sektor industri kimia, masih menerapkan sistem manajemen HR secara manual dengan bantuan spreadsheet sederhana. Kondisi ini menimbulkan berbagai kendala, antara lain keterlambatan pemrosesan administrasi, tingginya potensi kesalahan pencatatan, duplikasi data, keterbatasan akses informasi secara real-time, dan kesulitan dalam penyusunan laporan kinerja yang cepat dan akurat. Keterbatasan ini berdampak langsung terhadap efisiensi operasional dan akurasi pengambilan keputusan strategis. Oleh karena itu, diperlukan Human Resource Information System (HRIS) yang mampu mengintegrasikan seluruh proses bisnis HR, meminimalkan kesalahan administratif, dan mendukung evaluasi kinerja berbasis data. Metode pengembangan yang dipilih dalam penelitian ini adalah System Development Life Cycle (SDLC). Pemilihan metode ini didasarkan pada karakteristik SDLC yang memiliki tahapan kerja terstruktur, dokumentasi lengkap, serta pengendalian kualitas di setiap fase, mulai dari perencanaan, analisis, perancangan, implementasi, hingga pemeliharaan. SDLC dinilai sesuai untuk pengembangan HRIS di PT Dongsuh Indonesia karena kebutuhan sistem yang relatif stabil, kebutuhan dokumentasi untuk kepatuhan regulasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi, dan perlunya integrasi lintas modul HR yang kompleks. Dengan pendekatan ini, proses pengembangan dapat dikendalikan dengan baik, risiko dapat diminimalkan, dan hasil akhir lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan fungsional dan nonfungsional, analisis proses bisnis eksisting, perancangan model proses menggunakan context diagram dan data flow diagram (DFD), pemodelan data dengan entity relationship diagram (ERD), serta perancangan physical design dan user interface tree. Selain itu, dikembangkan low fidelity prototype yang menampilkan rancangan antarmuka sistem sesuai peran pengguna, mencakup staf HR, manajer, direktur, karyawan, dan departemen keuangan. Penelitian ini juga menghasilkan rancangan Key Performance Indicators (KPI) yang relevan dengan manajemen SDM, seperti biaya perekrutan per karyawan, tingkat retensi karyawan, efektivitas pelatihan, kepuasan karyawan, dan efisiensi proses HR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HRIS yang dirancang mampu meningkatkan integrasi data antarproses HR, mempercepat alur kerja, mengurangi kesalahan pencatatan, x dan menyediakan laporan kinerja berbasis data secara real-time. Dengan penerapan HRIS berbasis SDLC, PT Dongsuh Indonesia diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan SDM, meningkatkan akurasi dan transparansi informasi, serta mendukung pengambilan keputusan strategis yang lebih cepat dan tepat. Implementasi sistem ini juga berpotensi memberikan dampak jangka panjang berupa peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola, dan peningkatan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri kimia yang semakin ketat.
PENGEMBANGAN SMART CONTRACT DISCOVERY SYSTEM BERBASIS KONTEKS SEMANTIK
Abstrak dapat dilihat di file nya
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM KENDALI MOTOR BAKAR SATU SILINDER DENGAN STABILISASI KECEPATAN: APLIKASI PADA GENERATOR
Pada sistem generator set berbasis motor bakar, sistem kendali elektronik tidak hanya harus mengelola fungsionalitas motor bakar, tetapi juga harus menjaga kestabilan kecepatan putar motor bakar pada berbagai kondisi pembebanan. Semakin besar daya yang disuplai ke beban oleh generator, semakin besar pula torsi yang dibutuhkan untuk memutar generator. Jika tidak dikendalikan, kecepatan putar motor bakar dapat menurun yang berakibat pada menurunnya frekuensi listrik yang dihasilkan oleh generator. Makalah ini menyajikan pembahasan mendetail mengenai analisis dan hasil dari desain dan implementasi sistem kendali motor bakar untuk aplikasi generator set. Pembahasan mencakup proses desain secara menyeluruh, meliputi perancangan rangkaian, pemilihan komponen, tata letak PCB, dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kendali yang dirancang dapat mengelola fungsi-fungsi motor bakar secara efektif, seperti akuisisi data sensor, perhitungan waktu injeksi dan pengapian, serta pengendalian aktuator. Selain itu, desain yang diusulkan juga menunjukkan kemampuan dalam stabilisasi kecepatan putar dengan PID.
PERANCANGAN SISTEM PEMUNGUTAN TARIF PARKIR BAHU JALAN BERBASIS APLIKASI DI KOTA BANDUNG PADA LAPISAN BISNIS DAN SISTEM INFORMASI
Di Kota Bandung, terdapat sistem pemungutan tarif parkir bahu jalan elektronik yang memanfaatkan meteran atau terminal parkir elektronik (TPE) untuk menyediakan antarmuka bagi penerima jasa parkir (PJP) yang dapat secara langsung meneruskan dana pembayaran parkir ke sistem kas pemerintahan kota sehingga praktik retribusi parkir liar dapat diminimalkan dan pendapatan parkir pemerintahan dapat meningkat. Namun pada praktiknya, sistem ini dinilai belum dapat merealisasi tujuan sistem akibat kurangnya pemanfaatan sistem oleh PJP. Pembayaran tarif parkir bahu jalan melalui sistem berbasis TPE dinilai kurang diminati PJP. Di sisi lain, pengembangan dan pengoperasian sistem berbasis TPE membutuhkan biaya yang dinilai tinggi sehingga ketika pemasukan parkir melalui TPE tidak maksimal, maka pemkot justru mengalami kerugian finansial. Dengan ini, terdapat peluang untuk merancang alternatif bentuk sistem pemungutan tarif parkir bahu jalan elektronik di Kota Bandung yang dapat meningkatkan kemauan PJP untuk melakukan pembayaran tarif parkir bahu jalan melalui sistem elektronik sekaligus menawarkan biaya modal dan pengoperasian yang lebih rendah dibandingkan sistem terkini. Tugas akhir ini menghasilkan solusi berupa rancangan sistem pemungutan tarif parkir bahu jalan berbasis aplikasi di Kota Bandung yang dapat meningkatkan kemauan PJP untuk membayar tarif parkir bahu jalan melalui sistem elektronik dan menawarkan biaya modal dan pengoperasian yang lebih rendah dibandingkan sistem berbasis TPE. Pada konteks pengembangan sistem, tugas akhir hanya dilakukan sampai tahap penciptaan prototipe sistem. Metodologi tugas akhir yang digunakan adalah design thinking. Pada tahap penciptaan prototipe, perancangan sistem dilakukan dengan membagi lapisan arsitektur menjadi lapisan bisnis dan sistem informasi. Sistem yang dirancang menawarkan perubahan pada aspek mekanisme pricing enforcement serta antarmuka sistem bagi PJP untuk memesan sesi parkir. Pada lapisan sistem informasi, terdapat rancangan aplikasi web yang dapat digunakan PJP untuk memesan sesi parkir dan aplikasi dasbor bagi UPT Parkir Dishub Kota Bandung untuk mengatur variabel pemungutan tarif, melihat informasi pemasukan, dan melakukan pricing enforcement. Hasil rancangan yang diciptakan adalah desain sistem yang dideskripsikan dengan diagram-diagram UML dan prototipe high-fidelity antarmuka aplikasi. Hasil rancangan diuji untuk memastikan bahwa sistem yang dirancang mampu meningkatkan kemauan PJP untuk membayar tarif parkir bahu jalan melalui sistem elektronik dan menawarkan biaya keseluruhan yang lebih rendah dibandingkan sistem terkini. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu meningkatkan kemauan PJP untuk membayar melalui sistem dengan menawarkan tingkat learnability sistem yang lebih tinggi, meningkatkan efisiensi penggunaan dengan mengurangi upaya mobilisasi PJP, dan menyediakan opsi metode pembayaran yang lebih diminati. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa sistem yang dirancang diestimasi menawarkan biaya keseluruhan yang 96,93% lebih murah dibandingkan sistem terkini.
DESAIN SISTEM PENGUMPUL LINDI DI TPST BANTARGEBANG MENUJU INSITU DAN EXSITU INSTALASI PENGOLAHAN LINDI (IPL)
Kota Jakarta dengan luas wilayah 661,5 km2 memiliki jumlah penduduk sebanyak 10.679.951 jiwa pada tahun 2023 (Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, 2023) menghasilkan sampah yang tidak sedikit setiap harinya. Sampah yang dihasilkan akan diangkut menuju TPST Bantargebang. Sampah yang diangkut dan ditimbun di TPST Bantargebang akan menghasilkan lindi. TPST Bantargebang memiliki 3 Insitu Instalasi Pengolangan Lindi (IPL) berupa IPAS (Instalasi Pengolahan Air Sampah) untuk mengatasi air lindi yang dihasilkan, tetapi saat ini hanya IPL 3 saja yang berfungsi dan masih kurang optimal. Selain itu adapula 1 Exsitu Instalasi Pengolangan Lindi (IPL) berupa IPAL (Instalasi Pengolahan Air Lindi) Bersama Sumur Batu. Saat ini keadaan air lindi yang dihasilkan oleh TPST Bantargebang belum memiliki jalur penyaluran lindi yang memadai dan langsung jatuh menuju badan air yang tersedia. Penerimaan lindi di IPL Bersama Sumur Batu juga melalui badan air. Maka dari itu dilakukan perencanaan penyaluran lindi untuk zona sampah aktif menuju IPL 3 dan IPL Bersama Sumur Batu agar lindi yang dihasilkan dapat terolah secara maksimal sebelum nantinya masuk ke badan air. Alternatif jalur yang terpilih untuk penyaluran lindi akan mengalirkan secara gravitasi penggunakan jenis pipa HDPE. Untuk penyaluran air drainase akan langsung masuk ke badan air. Dengan total debit aliran lindi yang dihasilkan menuju IPL 3 sebesar 0,3685 m3/detik dan menuju IPL Bersama Sumur Batu sebesar 1,0793 m3/detik dengan periode ulang 10 tahun. Sehingga diameter penyaluran lindi yang direncanakan pada jalur I3 (menuju IPL 3) paling besar adalah 0,433 meter dan pada jalur IB (menuju IPL Bersama) paling besar adalah 0,746 meter.
DESAIN SISTEM PENGUMPUL LINDI DI TPST BANTARGEBANG MENUJU INSITU DAN EXSITU INSTALASI PENGOLAHAN LINDI (IPL)
Kota Jakarta dengan luas wilayah 661,5 km2 memiliki jumlah penduduk sebanyak 10.679.951 jiwa pada tahun 2023 (Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, 2023) menghasilkan sampah yang tidak sedikit setiap harinya. Sampah yang dihasilkan akan diangkut menuju TPST Bantargebang. Sampah yang diangkut dan ditimbun di TPST Bantargebang akan menghasilkan lindi. TPST Bantargebang memiliki 3 Insitu Instalasi Pengolangan Lindi (IPL) berupa IPAS (Instalasi Pengolahan Air Sampah) untuk mengatasi air lindi yang dihasilkan, tetapi saat ini hanya IPL 3 saja yang berfungsi dan masih kurang optimal. Selain itu adapula 1 Exsitu Instalasi Pengolangan Lindi (IPL) berupa IPAL (Instalasi Pengolahan Air Lindi) Bersama Sumur Batu. Saat ini keadaan air lindi yang dihasilkan oleh TPST Bantargebang belum memiliki jalur penyaluran lindi yang memadai dan langsung jatuh menuju badan air yang tersedia. Penerimaan lindi di IPL Bersama Sumur Batu juga melalui badan air. Maka dari itu dilakukan perencanaan penyaluran lindi untuk zona sampah aktif menuju IPL 3 dan IPL Bersama Sumur Batu agar lindi yang dihasilkan dapat terolah secara maksimal sebelum nantinya masuk ke badan air. Alternatif jalur yang terpilih untuk penyaluran lindi akan mengalirkan secara gravitasi penggunakan jenis pipa HDPE. Untuk penyaluran air drainase akan langsung masuk ke badan air. Dengan total debit aliran lindi yang dihasilkan menuju IPL 3 sebesar 0,3685 m3/detik dan menuju IPL Bersama Sumur Batu sebesar 1,0793 m3/detik dengan periode ulang 10 tahun. Sehingga diameter penyaluran lindi yang direncanakan pada jalur I3 (menuju IPL 3) paling besar adalah 0,433 meter dan pada jalur IB (menuju IPL Bersama) paling besar adalah 0,746 meter.
PERANCANGAN SISTEM CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) MENGGUNAKAN METODE STANDARD PACKAGE DI PT X
PT X merupakan perusahaan terkemuka di Indonesia yang bergerak di bidang fabrikasi dan manufaktur perakitan lembaran logam. Dengan jumlah pelanggan yang besar, baik dari dalam maupun luar negeri, PT X harus mengelola permintaan serta ekspektasi pelanggannya dengan efisien. Namun, penggunaan sistem Customer Relationship Management (CRM) yang digunakan oleh PT X untuk mengelola hubungannya dengan pelanggan terkendala oleh keterbatasan fitur. Hal ini disebabkan oleh penggunaan sistem yang tidak didesain secara khusus untuk CRM sehingga perancangan dilakukan dari scratch dan memerlukan banyak customization. Hal ini menyebabkan waktu dan sumber daya yang yang diperlukan menjadi besar. Oleh karena itu, PT X perlu mempertimbangkan penggunaan standard package CRM yang dikhususkan untuk penggunaan sistem CRM. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem CRM pada PT X. Proses perancangan sistem CRM menggunakan metode standard package. Standard package CRM yang digunakan adalah Pipedrive. Perancangan dilakukan dengan 7 tahapan utama. Perancangan dimulai dengan memetakan proses bisnis existing dan menentukan problems, opportunities, directives, dan system improvement objectives. Lalu, mengidentifikasi kebutuhan fungsional dan non-fungsional sistem. Selanjutnya, dilakukan gap analysis untuk mengidentifikasi kesesuaian antara fitur di standard package dengan kebutuhan bisnis PT X. Kemudian, dipetakan proses bisnis usulan dan melakukan verifikasi. Setelah itu, dilakukan desain sistem dengan membuat use case diagram, context diagram, decomposition diagram, dan data flow diagram sistem. Setelah itu, dilakukan konfigurasi sistem untuk menyesuaikan sistem dengan kebutuhan bisnis PT X. Terakhir, dilakukan evaluasi sistem dengan melakukan validasi hasil konfigurasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa seluruh proses bisnis usulan dapat dijalankan dengan konfigurasi yang dilakukan. Di sisi lain, terdapat dua kebutuhan yang belum terpenuhi terkait fitur komunikasi dan analisis churn prediction. Akan tetapi, kebutuhan tersebut tidak menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi pada implementasi awal.