📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6 dokumenPEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA AIR UNTUK MENDUKUNG DESA WISATA
Pengembangan Desa Wonotoro, Kabupaten Probolinggo sebagai desa wisata menghadapi krisis air bersih akibat akses sumber air yang sulit, penurunan debit musim kemarau, dan ketiadaan data terintegrasi. Penelitian ini mengembangkan AQUAVISION, sistem informasi berbasis WebGIS dengan arsitektur Three-Tier (Django, GeoDjango, PostgreSQL/PostGIS, Leaflet.js) yang memadukan pemodelan potensi air tanah menggunakan AHP Weighted Overlay dengan parameter curah hujan, litologi, lineamen, elevasi, kemiringan, drainase, dan tutupan lahan, serta debit puncak aliran menggunakan metode SCS-CN dan rasional berbasis data topografi, curah hujan klimatologis 30 tahun, tutupan lahan, dan jenis tanah. Hasil menunjukkan zona potensi air tanah didominasi Moderate (58%) dan High (24%), sementara debit puncak tertinggi terjadi pada Februari (14,94 m³/s) dan terendah pada September (0,14 m³/s), yang mengindikasikan keterbatasan air permukaan saat kemarau. Karena keterbatasan data hidrogeologi dan debit observasi lapangan, validasi hasil pemodelan tidak dilakukan melalui verifikasi langsung dengan data aktual, melainkan menggunakan pendekatan komparatif terhadap penelitian referensi (Tesfa dan Sewnet, 2025 untuk GWPZ dan Nst, 2022 untuk debit puncak) dengan parameter topografi dan indeks Normalized Flow Variability (NFV) sebagai tolak ukur yang menunjukkan selisih relatif NFV hanya 2,36% di bawah ambang 25%. Pengujian sistem membuktikan seluruh fungsi berhasil diimplementasikan (feature completeness=1), performa sangat baik (GTmetrix Grade A dengan muat penuh 727ms–1,4s), kompatibel lintas perangkat, serta memperoleh penerimaan pengguna sangat baik (85,32–87,73%) pada standar ISO/IEC 25010. Kelayakan ekonomi menunjukkan BCR 3,6–16,5:1 dengan investasi desa hanya Rp6,5 juta.
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA AIR UNTUK MENDUKUNG DESA WISATA
Pengembangan Desa Wonotoro, Kabupaten Probolinggo sebagai desa wisata menghadapi krisis air bersih akibat akses sumber air yang sulit, penurunan debit musim kemarau, dan ketiadaan data terintegrasi. Penelitian ini mengembangkan AQUAVISION, sistem informasi berbasis WebGIS dengan arsitektur Three-Tier (Django, GeoDjango, PostgreSQL/PostGIS, Leaflet.js) yang memadukan pemodelan potensi air tanah menggunakan AHP Weighted Overlay dengan parameter curah hujan, litologi, lineamen, elevasi, kemiringan, drainase, dan tutupan lahan, serta debit puncak aliran menggunakan metode SCS-CN dan rasional berbasis data topografi, curah hujan klimatologis 30 tahun, tutupan lahan, dan jenis tanah. Hasil menunjukkan zona potensi air tanah didominasi Moderate (58%) dan High (24%), sementara debit puncak tertinggi terjadi pada Februari (14,94 m³/s) dan terendah pada September (0,14 m³/s), yang mengindikasikan keterbatasan air permukaan saat kemarau. Karena keterbatasan data hidrogeologi dan debit observasi lapangan, validasi hasil pemodelan tidak dilakukan melalui verifikasi langsung dengan data aktual, melainkan menggunakan pendekatan komparatif terhadap penelitian referensi (Tesfa dan Sewnet, 2025 untuk GWPZ dan Nst, 2022 untuk debit puncak) dengan parameter topografi dan indeks Normalized Flow Variability (NFV) sebagai tolak ukur yang menunjukkan selisih relatif NFV hanya 2,36% di bawah ambang 25%. Pengujian sistem membuktikan seluruh fungsi berhasil diimplementasikan (feature completeness=1), performa sangat baik (GTmetrix Grade A dengan muat penuh 727ms–1,4s), kompatibel lintas perangkat, serta memperoleh penerimaan pengguna sangat baik (85,32–87,73%) pada standar ISO/IEC 25010. Kelayakan ekonomi menunjukkan BCR 3,6–16,5:1 dengan investasi desa hanya Rp6,5 juta.
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA AIR UNTUK MENDUKUNG DESA WISATA
Pengembangan Desa Wonotoro, Kabupaten Probolinggo sebagai desa wisata menghadapi krisis air bersih akibat akses sumber air yang sulit, penurunan debit musim kemarau, dan ketiadaan data terintegrasi. Penelitian ini mengembangkan AQUAVISION, sistem informasi berbasis WebGIS dengan arsitektur Three-Tier (Django, GeoDjango, PostgreSQL/PostGIS, Leaflet.js) yang memadukan pemodelan potensi air tanah menggunakan AHP Weighted Overlay dengan parameter curah hujan, litologi, lineamen, elevasi, kemiringan, drainase, dan tutupan lahan, serta debit puncak aliran menggunakan metode SCS-CN dan rasional berbasis data topografi, curah hujan klimatologis 30 tahun, tutupan lahan, dan jenis tanah. Hasil menunjukkan zona potensi air tanah didominasi Moderate (58%) dan High (24%), sementara debit puncak tertinggi terjadi pada Februari (14,94 m³/s) dan terendah pada September (0,14 m³/s), yang mengindikasikan keterbatasan air permukaan saat kemarau. Karena keterbatasan data hidrogeologi dan debit observasi lapangan, validasi hasil pemodelan tidak dilakukan melalui verifikasi langsung dengan data aktual, melainkan menggunakan pendekatan komparatif terhadap penelitian referensi (Tesfa dan Sewnet, 2025 untuk GWPZ dan Nst, 2022 untuk debit puncak) dengan parameter topografi dan indeks Normalized Flow Variability (NFV) sebagai tolak ukur yang menunjukkan selisih relatif NFV hanya 2,36% di bawah ambang 25%. Pengujian sistem membuktikan seluruh fungsi berhasil diimplementasikan (feature completeness=1), performa sangat baik (GTmetrix Grade A dengan muat penuh 727ms–1,4s), kompatibel lintas perangkat, serta memperoleh penerimaan pengguna sangat baik (85,32–87,73%) pada standar ISO/IEC 25010. Kelayakan ekonomi menunjukkan BCR 3,6–16,5:1 dengan investasi desa hanya Rp6,5 juta.
PENGEMBANGAN MODEL EVIDENCE BASED SOFT SYSTEM METHODOLOGY SEBAGAI PENDEKATAN PENYELESAIAN MASALAH MENGGUNAKAN ANALOGIDARI EVIDENCE BASED MEDICINE STUDI KASUS : PEMBUATANKEPUTUSAN PADA PENGEMBANGAN KURIKULUM PROGRAM STUDI SISTEMINFORMASI INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM
Di era infonnasi seperti saat ini, permasalaban yang dihadapi oleb system engineer semakin kompleks. Dalam domain system engineering kompleksitas sejalan dengan meningkatnya operational need dan requirement. Seorang system engineer diruncut tidak banya melakukan pemecaban masalah terhadap persoalan yang terstrulctW', akan tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan yang tidak terstruktur dan kompleks. Penelitian ini berusaha menemukan sebuah model pemecahan masalah dengan mengadopsi pengetahuan dari evidence based practices pada dunia kesebatan. Metodologi penelitian dalam tesis ini menggunakan pendekatan design science in information system research. Langkah analisis diawali dengan melakukan pengamatan terhadap fenomena pemecahan masalah dalam pengembangan kurikulum yang menjadi studi kasus dalam penelitian ini. Pengamatan terhadap penerapan evidence based practices di berbagai bidang juga dilakukan dan menghasilkan kebutuhan bisnis. Analogi digunakan sebagai proses pcmctaan pengetahuan yang ingin didapatkan dari penerapan evidence based practices pada domain medicine ke domain sistem. Selanjutnya penelitian ini melakulam analisis konseptual dan substansial dari evidence based practices di berbagai bidang juga dilakukan dan menghasilkan kebutuhan bisnis. Analogi digunakan sebagai proses pcmctaan pengetahuan yang ingin didapatkan dari penerapan evidence based practices pada domain medicine ke domain sistem. Selanjutnya penelitian ini melakulam analisis konseptual dan substansial dari evidence based practices. Analisis konseptual dilalcukan untuk mendapatkan the tnlfh dari penelitian ini, sedangkan anaJisis substansial dilakukan untuk mendapatkan ide, dan praktis baru dalam perancangan model. Hasil dari penelitian ini adalah artefak sistem informasi berupa konstruk, model dan metode dari evidence based soft system methodology (evidence based - SSM). Evidence based- SSM didapatkan dari sintesis antara Checkland's SSM dan langkah-langkah dalam Ebp. Model Evidence - based SSM menunjukkan babwa untuk menyelesaikan masalah kompleks pendekatan multiperspektif dapat dilakukan dengan tetap menjaga tingkat scientific dari alternatif solusi yang dihasilkan. Evaluasi dari artefak dilakukan dengan jalan observasi melalui wawancara terstruktur pada studi kasus pengembangan kurikulum progam studi informasi di Fakultas Rek:ayasa Industri Institut Teknologi Telkom. Hasil observasi menunju.kkan babwa semua konstruk dari model Evidence based - SSM telah terbukti dibutuhkan.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN DATA PRODUKSI TRAKTOR DEREK ELEKTRIK PT XYZ MENGGUNAKAN METODE SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE
PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi traktor derek elektrik. Dalam menjalankan proses bisnis ini, masih terdapat permasalahan terkait komunikasi dan dokumentasi. Untuk mengidentifikasi akar permasalahan tersebut, dilakukan wawancara yang kemudian dianalisis menggunakan fishbone diagram. Hasil analisis menunjukkan bahwa kendala ini berhubungan dengan pengelolaan informasi yang belum terintegrasi dalam proses produksi penanganan material. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi yang dapat membantu pendokumentasian dan komunikasi dalam proses produksi traktor derek elektrik. Pengembangan sistem informasi dilakukan secara internal untuk memastikan kustomisasi sesuai dengan kebutuhan pengguna dan menghindari ketergantungan pada vendor eksternal. Sistem informasi dirancang menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) yang meliputi tahapan inisiasi sistem, analisis sistem, desain sistem, dan implementasi sistem. Penelitian ini dilakukan hingga tahap desain sistem. Sistem informasi yang dirancang menggunakan Power Apps. Hasil rancangan sistem informasi dilakukan proses verifikasi dan validasi. Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian sistem informasi dengan kebutuhan sistem, sedangkan validasi dilakukan untuk memastikan sistem informasi telah memenuhi harapan pengguna. Dari proses verifikasi dan validasi, sistem informasi telah dirancang sesuai dengan kebutuhan sistem dan harapan pengguna.
PEMBANGKITAN DIAGRAM USE CASE DARI KEBUTUHAN FUNGSIONAL PERANGKAT LUNAK BERUPA USER STORY
Diagram use case adalah salah satu jenis diagram Unified Modeling Language (UML) yang banyak digunakan untuk menggambarkan fungsionalitas perangkat lunak. Namun, pembuatan model UML manual memungkinkan terjadinya kesalahan. Terdapat beberapa penelitian terdahulu untuk menjawab permasalahan tersebut. Salah satunya adalah pembangkitan diagram use case dari masukan teks. Deskripsi kebutuhan perangkat lunak kerap dijadikan bahan masukan teks. Salah satu bentuk deskripsi kebutuhan adalah user story. User story dapat meningkatkan fungsionalitas, sehingga banyak dipakai untuk mendeskripsikan kebutuhan. Terdapat penelitian terdahulu tentang bagaimana diagram use case dibangkitkan melalui user story. Namun, penelitian tersebut terbatas pada relasi asosiasi antara actor dan use case. Penelitian tersebut belum memperhatikan relasi inclusion, extension, dan generalization. Selain itu, penelitian terdahulu masih menggunakan kakas editor yang kurang relevan. Tugas akhir ini bertujuan menghasilkan perangkat lunak untuk membangkitkan diagram use case dengan masukan deskripsi kebutuhan perangkat lunak. Deskripsi kebutuhan yang digunakan adalah user stories dan informasi tambahan terkait hubungan antaraksi dengan format tertentu. Perangkat lunak ini memanfaatkan editor UML yang sudah ada, yakni PlantUML. Perangkat lunak dibangun berbasis web menggunakan library React dan bahasa Typescript. Masukan pengguna diterjemahkan ke dalam sintaks PlantUML menggunakan pendekatan pola kalimat. Sintaks PlantUML kemudian di-encode menggunakan package PlantUML encoder yang tersedia di node package manager. Hasil encoding dibangkitkan dalam bentuk gambar diagram use case. Deskripsi kebutuhan, sintaks PlantUML, dan gambar diagram dapat diekspor dalam bentuk dokumen bertipe docx. Berdasarkan pengujian secara unit, integration, system, dan usability, perangkat lunak berhasil membangkitkan diagram use case dari masukan pengguna berupa deskripsi kebutuhan fungsionalnya.