📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPERENCANAAN SISTEM PENGOLAHAN AIR MINUM DI UNIVERSITAS PERTAMINA
Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk kehidupan orang banyak, bahkan oleh semua makhluk hidup. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menuntut terpenuhinya kebutuhan air bersih secara merata, tidak terbatas, dan berkelanjutan. Universitas Pertamina akan melakukan pembangunan ulang secara keseluruhan sehingga menyebabkan pelayanan kebutuhan air di Universitas Pertamina masih belum tersedia. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengolahan air minum untuk memenuhi kebutuhan air. Sumber air baku yang digunakan adalah air tanah dan air PDAM. Air tanah akan menjadi sumber air baku untuk air bersih, sedangkan air PDAM menjadi sumber air baku untuk air minum. Akan tetapi, kualitas air baku tersebut belum memenuhi baku mutu pada parameter besi, mangan, dan total coli. Sehingga direncanakan unit pengolahan berupa Multiple Tray Aerator, Saringan Pasir Cepat, dan desinfeksi. Setelah diolah, air bersih yang ada di dalam reservoar kemudian didistribusikan ke setiap gedung, sedangkan air minum akan disalurkan ke titik-titik water tap.
PERANCANGAN DESAIN UNIT COARSE SCREEN, UNIT KOAGULASI, UNIT RESERVOIR, DAN UNIT GRAVITY THICKENER PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR CILIWUNG PAM JAYA, KOTA JAKARTA SELATAN.
Berdasarkan target RISPAM, target cakupan pelayanan air minum yang berkualitas dengan harga terjangkau melalui SPAM Jaringan Perpipaan sebesar 100% pada tahun 2030. Oleh karena itu, PAM JAYA merencanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di Kota Jakarta Selatan yaitu IPA Ciliwung dengan melayani 5 Kelurahan di Kota Jakarta Selatan yaitu Kelurahan Pengadegan, Duren Tiga, Kalibata, Pejaten Timur, dan Rawajati dengan kapasitas IPA Ciliwung direncanakan sebesar 200 Liter/detik seerta sumber air baku dari Sungai Ciliwung. Metode yang dilakukan dalam penyusunan tugas akhir ini yaitu melakukan perbandingan antara data primer yang didapatkan dilapangan dengan kriteria desain, serta mengolah data sekunder untuk menghitung data yang akan menghasilkan perhitungan perancangan desain dari unit-unit di IPA Ciliwung. Alternatif unit pengolahan terpilih mencakup mechanical coarse screen, in pipe coagulation, unit reservoir, serta pengolahan lumpur menggunakan gravity thickener. Total biaya CAPEX sebesar Rp. 32.822.356.867 dan biaya OPEX setiap tahunnya yaitu sebesar Rp 15.396.335.430,24. Hasil analisis finansial dengan NPV sebesar Rp. 59 miliar dan BCR 1,24 yang dapat disimpulkan bahwa proyek dinyatakan layak secara finanasial dan ekonomi.
PERANCANGAN UNIT FILTRASI, DISINFEKSI, RESERVOIR, DAN PENGOLAHAN LUMPUR PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PESANGGRAHAN KOTA JAKARTA SELATAN
Untuk mencapai target cakupan layanan air perpipaan 100% pada 2030, Perumda PAM JAYA merencanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pesanggrahan di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan akses air bersih perpipaan di 10 kelurahan dengan target 45.000 pelanggan baru. IPA Pesanggrahan direncanakan memiliki kapasitas 860 liter per detik dengan luas lahan ±9.000 m², menggunakan horizon perencanaan 20 tahun (2029–2048). Perancangan dilakukan pada 2025–2026, sedangkan konstruksi berlangsung pada 2026–2029. Sumber air baku berasal dari Sungai Pesanggrahan yang berjarak ±600 meter dari lokasi IPA. Hasil uji laboratorium menunjukkan beberapa parameter kualitas air baku, seperti TSS, kekeruhan, warna, kadar besi, mangan, COD, BOD, serta kandungan mikrobiologis (total koliform dan fekal koliform), melebihi ambang batas baku mutu. Oleh karena itu, berbagai alternatif pengolahan dirancang dan dievaluasi menggunakan metode pembobotan Simple Additive Weighting (SAW) dengan kriteria efisiensi, kebutuhan lahan, kemudahan operasional, dan biaya. Alternatif terpilih (skor 2,75) meliputi koagulasi dan aerasi terjunan, flokulasi hidrolis tipe baffle channel, sedimentasi dengan plate settler, filtrasi pasir cepat dual media, disinfeksi klorin, serta pengolahan lumpur dengan gravity thickener dan belt filter press. Analisis teknis meliputi desain unit dan profil hidrolis untuk efisiensi aliran. Dari aspek finansial, biaya pembangunan unit filtrasi, disinfeksi, reservoir, dan pengolahan lumpur adalah Rp31,76 miliar dari total biaya Rp86,16 miliar. Biaya operasional tahunan mencapai Rp8,36 miliar dari total Rp42,96 miliar per tahunnya. Sumber pendanaan berasal dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) DKI Jakarta. Analisis kelayakan menunjukkan NPV positif Rp78,39 miliar, BCR sebesar 1,1, dan payback period 14 tahun. Hasil ini menegaskan bahwa pembangunan IPA Pesanggrahan layak secara teknis maupun finansial.