📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 14 dokumen

DESAIN BREAKWATER BAGIAN UTARA TERMINAL KALIBARU, PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Terminal Kalibaru, Pelabuhan Tanjung Priok, memerlukan perlindungan breakwater pada sisi utara akibat paparan gelombang laut serta kondisi tanah dasar berupa lempung lunak yang rentan mengalami keruntuhan bila menerima beban timbunan struktur pelindung. Tugas akhir ini bertujuan merancang penampang breakwater yang stabil terhadap beban gelombang rencana sekaligus merancang sistem perkuatan tanah dasar menggunakan cerucuk dan matras bambu agar mampu memikul beban timbunan breakwater tanpa mengalami keruntuhan. Metode yang digunakan meliputi peramalan gelombang (hindcasting) dari data angin, analisis frekuensi gelombang ekstrem, simulasi hidrodinamika pasang surut dan transformasi gelombang, perancangan penampang breakwater berdasarkan formula Hudson dan kriteria overtopping EurOtop, perancangan sistem cerucuk-matras bambu, serta pemodelan elemen hingga menggunakan PLAXIS 2D untuk analisis stabilitas dan penurunan. Hasil analisis menunjukkan tinggi gelombang rencana periode ulang 50 tahun sebesar 1,866 m dengan elevasi muka air rencana 1,86 m. Desain optimal berupa berm breakwater dengan lapis lindung A-Jack 2,5 ton dan elevasi puncak +4,3 m LWS, diperkuat sistem matras bambu tujuh lapis serta cerucuk bambu berdiameter 12 cm berspasi 1 m. Pemodelan PLAXIS 2D menghasilkan faktor keamanan stabilitas global yang memenuhi syarat minimum 1,5 baik pada kondisi jangka pendek maupun jangka panjang.. Dapat disimpulkan bahwa desain breakwater beserta sistem perkuatan tanah dasar yang diusulkan telah memenuhi kriteria stabilitas struktural dan geoteknik yang disyaratkan.

2026
👤 Penulis: Kemalahayati Noor Malaya
🏷️ Desain Struktur 🏷️ Pelabuhan Tanjung Priok 🏷️ Analisis Hidrodinamika

PERENCANAAN DESAIN STRUKTUR KOLAM PELABUHAN D DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA, KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH

Pelabuhan Perikanan Samuder (PPS) Cilacap adalah salah satu pusat kegiatan perikanan tangkap di Pesisir Selatan Pulau Jawa yang mempunyai peran penting dalam mendukung aktivitas pendaratan ikan, tambat kapal, dan distribusi hasil perikanan. Seiring meningkatnya jumlah armada kapal dan intensitas operasional, fasilitas kolam pelabuhan eksisting belum mampu melayani kebutuhan secara optimal terutama dari segi kapasitas, kedalaman, serta ketenangan perairan. Studi ini bertujuan untuk merencanakan desain Kolam Pelabuhan D di PPS Cilacap dengan menggunakan software Delft3d, dimana analisis ini menggunakan data batimetri, topografi, angin, gelombang, pasang surut, dan kapal rencana. Berdasarkan desain perencanaan pada kedalaman untuk alur pelayaran yaitu 3,9 m yang diperoleh berdasarkan kapal rencana terbesar. Selain itu, kedalaman kolam pelabuhan direncanakan sebesar 3,05 m. Sehingga untuk mencapai kedalaman tersebut perlu adanya pengerukan pada area yang direncanakan. Volume pengerukan yang dilakukan yaitu 19.973 m3. Estimasi biaya keseluruhan dalam perencanaan kolam pelabuhan ini pada alternatif 1 yaitu Rp66.587.934.393,82 dan pada alternatif 2 yaitu Rp76.791.694.348,47. Berdasarkan hasil analisis, alternatif 1 dipilih sebagai desain terpilih karena telah memenuhi kriteria ketenangan perairan untuk operasional kapal serta memiliki biaya pembangunan yang lebih ekonomis

2026
👤 Penulis: Melisa Yanuarti
🏷️ Desain Struktur 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

DESAIN FONDASI TAHAN GEMPA DAN DINDING BASEMENT PROYEK GEDUNG PERKANTORAN ABC DI DKI JAKARTA

Kepadatan lahan di DKI Jakarta mendorong pemanfaatan basement sebagai solusi ruang pada gedung perkantoran bertingkat, sementara posisi Indonesia di kawasan tektonik aktif mengharuskan seluruh sistem fondasi dan dinding basement dirancang tahan gempa. Tugas akhir ini merancang fondasi dalam berupa tiang bor untuk mendukung beban struktural gedung, serta dinding diafragma sebagai dinding basement yang berfungsi sebagai struktur penahan tanah untuk Proyek Gedung Perkantoran ABC di DKI Jakarta. Analisis parameter tanah dilakukan berdasarkan data SPT dan CPT dari lima titik borehole (BH-01 hingga BH-05), mencakup sudut geser dalam, undrained shear strength, modulus elastisitas, dan parameter konsolidasi, dengan kelas situs ditentukan sesuai SNI 8460:2017. Dinding basement dirancang menggunakan sistem dinding diafragma dengan ground anchor sebagai penopang lateral, dilaksanakan dengan metode bottom-up. Perancangan mencakup perhitungan tekanan lateral kondisi undrained dan drained, desain ground anchor, serta penulangan lentur dan geser. Verifikasi dilakukan dengan PLAXIS 2D menggunakan model Hardening Soil melalui beberapa iterasi untuk memperoleh desain optimal yang memenuhi faktor keamanan SF ? 1,5 dan batas defleksi lateral yang diizinkan. Fondasi dalam menggunakan tiang bor berdiameter 1 m sepanjang 40 m, dengan analisis kapasitas aksial dan lateral menggunakan perangkat lunak LPILE dan GROUP. Hasil desain menunjukkan bahwa dinding diafragma dan tiang bor yang dirancang memenuhi seluruh persyaratan keamanan struktural berdasarkan standar yang berlaku.

2026
👤 Penulis: Matthew Ray Saroinsong
🏷️ Geoteknik 🏷️ Desain Struktur 🏷️ Tekanan Gempa

PERANCANGAN STRUKTUR RESIDENTIAL TOWER DI KAWASAN CILINCING FLOOD RESILIENT HOUSING

Kawasan Cilincing, Jakarta Utara merupakan kawasan padat penduduk yang memiliki kerentanan terhadap bencana banjir. Dengan demikian akan didesain sebuah bangunan hunian amfibi 3 lantai yang juga memiliki ketahanan terhadap gempa. Dirancang dua struktur yang menjadi satu bagian, yaitu struktur kayu sebagai struktur pemikul beban hidup dan struktur beton sebagai struktur pemikul beban gempa. Struktur kayu akan bertumpu pada struktur beton melalui elemen korbel. Pada perletakan struktur kayu digunakan asumsi zero friction, sehingga struktur kayu diasumsikan tidak menerima beban gempa dan struktur beton menjadi pemikul seluruh beban gempa. Analisis dilakukan untuk kedua jenis struktur. Pembebanan yang digunakan dalam analisis struktur didasarkan pada SNI 1727:2020 dan SNI 1726:2019. Pemodelan kedua struktur dilakukan secara terpisah menggunakan bantuan perangkat lunak ETABS. Perencanaan struktur kayu meliputi analisis tegangan izin menggunakan metode ASD (Allowable Stress Design) dan perencanaan sambungan yang dilakukan berdasarkan SNI 7973:2013. Hasil analisis struktur kayu kemudian diaplikasikan pada pemodelan struktur beton sebagai beban tambahan pada elemen korbel. Setelahnya, dilakukan perencanaan struktur beton yang meliputi analisis struktur tahan gempa berdasarkan SNI 1726:2019 serta perencanaan elemen balok, kolom, dan korbel berdasarkan SNI 2847:2019. Berdasarkan kategori desain seismiknya, digunakan sistem rangka beton bertulang pemikul momen khusus sebagai sistem struktur tahan gempa. Terdapat lima jenis sambungan struktur kayu yang didesain berupa sambungan balok-kolom, balok-joist pelat, gording-rafter, rafter-balok atap, dan kolom-rafter menggunakan konektor baut dan pelat baja. Untuk struktur beton dilakukan perhitungan penulangan balok, penulangan kolom, pengecekan syarat strong column-weak beam (SCWB), pengecekan kelangsingan kolom, penulangan korbel, dan pengecekan joint shear.

2025
👤 Penulis: Gerald Eleandro Purnomo
🏷️ Desain Struktur 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS DESIGN FOR MANUFACTURE AND ASSEMBLY PADA DESAIN STRUKTUR SIDE FRAME DARI BOGIE FRAME KERETA CEPAT

Objek analisis dalam penelitian ini adalah struktur side frame dari bogie frame kereta cepat buatan Indonesia. Saat ini, pengembangan kereta cepat tersebut telah melewati tahap desain konseptual dan direncanakan segera memasuki fase produksi. Untuk memastikan keberhasilan dalam produksi komponen-komponen kereta cepat, aspek kemudahan manufaktur manufacturability dan perakitan assemblability harus dianalisis berdasarkan desain terlebih dahulu, guna mencegah kerugian yang tidak diinginkan selama fase produksi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah design for manufacture and assembly (DFMA), yang mencakup pedoman dalam proses manufaktur dan perakitan serta metode kuantifikasi untuk mengukur kesulitan dan efisiensi dari kedua proses tersebut. Analisis DFMA pada desain struktur side frame dilakukan dengan menggunakan dua metode, yaitu metode Lucas-Hull dan metode Boothroyd-Dewhurst. Hasil dari metode Lucas- Hull mencakup variabel efisiensi seperti functional efficiency sebesar 100%, handling ratio sebesar 1,82, dan assembly ratio sebesar 6,46. Sementara itu, metode Boothroyd-Dewhurst memberikan nilai indeks DFA sebesar 13,12%. Nilai ini dianggap cukup efisien menurut metode Boothroyd-Dewhurst, sehingga perbaikan lebih lanjut tidak dianggap perlu. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain secara umum sudah efisien, meskipun assembly ratio masih berada di atas ambang batas. Namun, hal ini bisa dimaklumi sebagai akibat dari kebutuhan teknis dan keterbatasan teknologi saat ini. Penelitian ini juga membahas perbandingan antara kedua metode DFMA yang digunakan untuk menganalisis efisiensi desain struktur side frame. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan utama antara kedua metode terletak pada tingkat informasi yang diperlukan untuk analisis serta metodologi analisis yang digunakan. Metode Lucas-Hull lebih cocok diterapkan pada fase desain konseptual dalam siklus hidup produk, sementara metode Boothroyd-Dewhurst lebih sesuai diterapkan setelah desain parametrik produk telah ditentukan dan saat produk diproduksi secara massal.

2024
👤 Penulis: Wirasana Andiputra
🏷️ Desain Struktur 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN STRUKTUR TRESTLE DAN DERMAGA UNTUK DERMAGA MULTIPURPOSE DAN PENUMPANG DI PELABUHAN LAUT SUNGAI NYAMUK, PULAU SEBATIK, PROVINSI KALIMANTAN UTARA

Sebagai salah satu negara kepulauan dan maritim terbesar di dunia, Indonesia memerlukan adanya konektivitas yang baik antar pulau demi menyejahterakan ekonomi masyarakat Indonesia secara merata. Pelabuhan laut Sungai Nyamuk yang terletak di Pulau Sebatin, Provinsi Kalimantan Utara ini merupakan salah satu pelabuhan yang menjadi salah satu akses logistik dan penumpang yang melayani Pulau Sebatik. Pada pelabuhan ini, akan dirancang mampu menerima kapal kargo dengan kapasitas 3.000 DWT dan kapal penumpang 25 GT sehingga melayani dua dermaga sekaligus yakni dermaga multipurporse dan dermaga penumpang. Tugas Akhir ini membahas perancangan struktur dermaga multiporpse, dermaga penumpang, serta trestle sebagai akses dari dermaga menuju daratan. Lingkup pembahasan Tugas Akhir meliputi pengumpulan dan pengolahan data, perancangan desain awal struktur agar dapat memperhitungkan beban yang bekerja, pemodelan dan analisis struktur dengan perangkat lunak SAP2000, perancangan penulangan elemen struktural, perhitungan serta analisis sambungan pada frame, serta analisis terhadap daya dukung tanah pada lokasi dermaga. Elemen struktural pada struktur mencakup balok, pelat, tiang pancang, dan pile cap. Pemodelan dan analisis struktur akan dilakukan sesuai dengan batasan nilai UCR dan defleksi yang dapat diterima oleh struktur sesuai batasan standar. Output dari pemodelan berupa desain optimum dan akan didapatkan gaya dalam beserta reaksi perletakan struktur dermaga yang akan digunakan pada desain tulangan elemen structural, analisis sambungan frame, dan analisis daya dukung tanah. Struktur dermaga multipurpose hasil perancangan memiliki dimensi panjang 113,5 m dengan lebar 17,5 m, struktur trestle hasil perancangan memiliki dimensi panjang 2.115 m dengan lebar 5,5 m, serta dermaga penumpang hasil perancangan memiliki dimensi panjang 12 m dan lebar 4 m. Tiang pancang yang digunakan pada dermaga multipurpose memiliki diameter 500 mm dengan ketebalan 12 mm dan akan dipancang hingga kedalaman 16 m di bawah dasar laut dari seabed. Tiang pancang yang digunakan pada trestle memiliki diameter 400 mm dengan ketebalan 10 mm dan akan dipancang hingga kedalaman 12 m di bawah dasar laut dari seabed. Tiang pancang yang digunakan pada dermaga penumpang memiliki diameter 254 mm dengan ketebalan 8 mm dan akan dipancang hingga kedalaman 16 m di bawah dasar laut dari seabed. Hasil dari Tugas Akhir ini berupa dimensi struktur beserta dimensi elemen struktural dari struktur, fasilitas berlabuh dan bertambat kapal, detail penulangan elemen struktural dermaga, beserta kedalaman pemancangan tiang pancang.

2024
👤 Penulis: Dominikus Hersiwi Pambagyo
🏷️ Konstruksi Laut 🏷️ Desain Struktur 🏷️ Pelabuhan Multifungsi

DESAIN PERPANJANGAN DERMAGA NUSANTARA II DI PELABUHAN LEMBAR, KABUPATEN LOMBOK BARAT

Lombok merupakan salah satu pulau besar di Indonesia yang memiliki potensi wisata alam yang melimpah. Saat ini masih banyak potensi wisata yang belum dikembangkan di Lombok. Dalam jangka panjang, pariwisata di Lombok akan makin berkembang dan menarik minat wisatawan dari seluruh dunia. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan infrastruktur di Lombok agar dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemenuhan kebutuhan masyarakat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah pengembangan dermaga pelabuhan untuk meningkatkan konektivitas antar pulau. Berdasarkan hal tersebut, pihak Pelindo Regional III berencana untuk mengembangkan Pelabuhan Lembar, yaitu dengan perpanjangan Dermaga Nusantara II dan pembangunan trestle baru. Dermaga Nusantara II merupakan dermaga khusus penumpang dan Ro-Ro yang berlokasi di Kota Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Topik yang dibahas dalam Tugas Akhir ini adalah perancangan struktur dermaga dan trestle pada pengembangan Dermaga Nusantara II di Pelabuhan Lembar. Tugas Akhir ini melingkupi bahasan mengenai pengumpulan dan pengolahan data, perancangan desain struktur dermaga, pemodelan dan analisis struktur dengan perangkat lunak SAP2000, perancangan tulangan elemen struktural dermaga, serta analisis daya dukung tanah pada lokasi dermaga. Struktur dermaga dirancang agar dapat menghasilkan nilai UCR dan defleksi yang dapat diterima oleh struktur sesuai dengan standard yang berlaku. Pemodelan struktur dilakukan untuk mendapatkan desain optimum beserta dengan gaya dalam dan reaksi perletakannya. Output dari pemodelan struktur kemudian akan digunakan untuk mendesain tulangan pada elemen struktural dermaga dan analisis daya dukung tanah. Selain itu, dalam Tugas Akhir ini, dilakukan juga pengujian gaya dalam pada elemen pelat ketika area pelat dibagi dan tidak dibagi serta pengujian gaya dalam pada elemen pelat pada empat tipe pelat berbeda. Dermaga Nusantara II saat ini memiliki panjang 133 m dengan lebar 16 m. Perancangan perpanjangan dermaga sepanjang 100 m menghasilkan struktur dermaga dengan total panjang 233 m dan lebar 16 m. Struktur perpanjangan dermaga dirancang sesuai dengan kondisi eksisting Dermaga Nusantara II dengan elevasi dermaga sebesar +4.3 m dari LWS. Pondasi yang digunakan adalah tiang pancang diameter 600 mm dengan ketebalan 14 mm untuk struktur dermaga dan tiang pancang diameter 400 mm dengan ketebalan 14 mm untuk struktur trestle. Pondasi pada struktur dermaga perlu dipancang hingga kedalaman 33 m di bawah dasar laut sedangkan pondasi struktur trestle perlu dipancang hingga kedalaman 36 m di bawah dasar laut. Hasil dari Tugas Akhir ini meliputi desain struktur perpanjangan dermaga dan trestle, hasil pengujian gaya dalam pada pelat, detail penulangan elemen struktural dermaga, serta kedalaman tiang pancang yang dibutuhkan.

2024
👤 Penulis: Muhammad Fatih Mujahid
🏷️ Desain Struktur 🏷️ Pembangunan Pelabuhan 🏷️ Analisis Geoteknik

REDESAIN PASAR KIARACONDONG

Redesain Pasar Kiaracondong dirancang untuk meningkatkan kinerja pasar sehingga peran pasar sebagai wadah kegiatan sosial dan ekonomi dapat ditingkatkan. Struktur yang dibangun merupakan struktur beton bertulang tiga lantai dengan struktur atap baja. Lokasi proyek berada di Bandung dengan kategori desain seismik D dan kategori risiko seismik III, sehingga Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dipilih sebagai sistem struktur bangunan dan Sistem Rangka Baja dengan Bresing Konsentris dipilih sebagai sistem struktur atap baja. Perancangan struktur beton dilakukan dengan bantuan perangkat lunak ETABS dan mengacu pada ketentuan di SNI 2847 : 2019 dan SNI 1727 : 2019, sedangkan perancangan atap dilakukan secara terpisah dengan bantuan perangkat lunak SAP 2000 dan mengacu pada ketentuan di SNI 1729 : 2020. Pada analisis struktur, dilakukan pengecekan struktur terhadap gempa sesuai dengan ketentuan pada SNI 1726 : 2019. Sambungan fasad ke struktur beton pada bangunan juga didesain sesuai dengan ketentuan pada AISC Design Guide 1. Desain ini dilakukan untuk memperhitungkan pengaruh beban gempa pada elemen nonstruktural terhadap struktur sehingga didapat desain yang lebih konservatif. Hasil dari perancangan struktur ini meliputi dimensi dan konfigurasi penulangan setiap elemen struktur, konfigurasi sambungan elemen beton – baja, serta gambar Detailed Engineering Drawing untuk setiap elemen struktur.

2024
👤 Penulis: Andre Putra Sunarya
🏷️ Desain Struktur 🏷️ Analisis Gempa 🏷️ Manajemen Risiko Seismik

PERANCANGAN STRUKTUR DERMAGA OFFSHORE OPERATION DI KARIANGAU, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Kawasan Kariangau, Kalimantan Timur merupakan salah satu kawasan industri maritim dan eksplorasi sumber daya alam khususnya produksi minyak bumi. Untuk menunjang kegiatan operasional produksi minyak bumi, dibutuhkan dermaga offshore operation yang berfungsi sebagai tempat bongkar muat kapal offshore construction vessel yang berfungsi mengangkut peralatan dan persediaan kebutuhan kilang minyak lepas pantai. Penulisan laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk melakukan perancangan struktur dermaga offshore operation di Kariangau, Provinsi Kalimantan Timur. Struktur dermaga dirancang berdasarkan kriteria desain yang berlaku. Perancangan pada Tugas Akhir mencakup penentuan layout dermaga, dimensi struktur dan elemen struktural dermaga dan trestle, pemodelan struktur, desain penulangan struktur, dan analisis daya dukung tanah. Untuk mengetahui keandalan desain struktur terhadap beban yang bekerja, digunakan perangkat lunak SAP2000 dalam pemodelan struktur. Pemodelan dilakukan hingga didapatkan desain struktur yang optimum yaitu dengan UCR (unity check ratio) yang berada pada rentang 0.7 hingga 1.0 dan kondisi defleksi yang memenuhi izin. Adapun nilai UCR optimum yang didapatkan untuk dermaga adalah sebesar 0.87, sementara untuk trestle adalah sebesar 0.90 dengan defleksi yang memenuhi pada keduanya. Gaya dalam elemen struktural dari keluaran SAP2000 digunakan untuk merancang penulangan eemen struktural. Lalu analisis daya dukung tanah untuk mendapatkan kedalaman serta tinggi tiang pancang yang dibutuhkan berdasarkan reaksi struktur dan data geoteknik. Dermaga offshore operation yang dirancang dapat melayani kapal EPC (engineering, procurement, and costruction) dengan kapal terbesar 8900 DWT. Dermaga memiliki panjang 165 m dan lebar 30 m. dengan kedalaman dermaga -8 m dari LWS serta elevasi lantai dermaga +4 m dari LWS. Trestle yang dirancang sebagai penghubung dermaga dengan daratan memiliki panjang 160 m dan lebar 10 m dengan elevasi lantai yang sama dengan dermaga yaitu +4 m dari LWS. Untuk mengakomodasi kapal yang berlabuh pada dermaga, terdapat fender SCN 1400 E1.4 serta tee bollard dengan kapasitas 50 ton.

2024
👤 Penulis: Samuel Christopel Silaban
🏷️ Desain Struktur 🏷️ Kawasan Industri Maritim 🏷️ Analisis Daya Dukung Tanah

KAJIAN PERILAKU SISTEM STRUKTUR QUASI-X BRACING (QXB) DALAM MENAHAN BEBAN LATERAL

Pada struktur baja tahan gempa, elemen bracing ditambahkan untuk meningkatkan kekakuan dan kekuatan. Namun, bracing konvensional seperti CBF memiliki kekurangan dari sisi daktilitas karena fenomena tekuk pada bracing tekan. Sistem struktur QXB menawarkan solusi dengan geometri bracing elips, menggabungkan mekanisme aksial dan lentur, sehingga kegagalan tidak terjadi secara tiba-tiba. Penelitian ini mempelajari perilaku sistem struktur QXB dalam menahan beban lateral melalui studi kasus pada portal QXB, 2 dimensi, dengan tinggi 3 meter dan panjang 5 meter, serta geometri bracing yang elips sempurna. Perilaku struktur diinvestigasi melalui analisis elastik dengan beban lateral terpusat dan analisis pushover (monotonik) dan siklik. Sebagai pembanding, analisis juga dilakukan terhadap portal SMF dan CBF, dengan penampang yang disamakan sebagai variabel kontrol. Hasil menunjukkan bahwa perilaku struktur QXB, dengan perletakan dan hubungan balok-kolom yang dijepit, lebih mendekati sistem SMF daripada CBF, baik dalam distribusi gaya dalam, urutan kelelehan, kekakuan, kekuatan, dan disipasi energi antar elemen. Penambahan bracing elips pada sistem QXB tidak terlalu optimal dengan hanya meningkatkan kekuatan sebesar 30% dan kekakuan 25%. Disipasi energi dari elemen bracing masih lebih kecil dibandingkan elemen balok dan kolom, Daktilitas portal QXB juga cenderung setara dengan sistem SMF. Dengan perilaku yang mirip dengan SMF, studi parametrik desain elemen struktur QXB dilakukan dengan balok sebagai sekering. Elemen kolom ditentukan dengan prinsip strong-column weak-beam melalui rasio kapasitas momen plastis kedua elemen yang pada studi ini dipilih ????????????/???????????? di sekitar angka 1.2. Elemen bracing didesain menggunakan persamaan regresi linear yang diperoleh dari 31 data pasangan penampang bracing-balok pada portal tinjauan. Persamaan regresi yang digunakan bergantung pada tinggi penampang balok yang digunakan. Hasil menunjukkan elemen bracing dapat didesain melalui hubungan momen inersia dan modulus plastis sumbu kuat dengan penampang balok.

2024
👤 Penulis: Hadana Ilman Wicaksono
🏷️ Struktur Baja Tahan Gempa 🏷️ Analisis Struktur Elastik 🏷️ Desain Struktur

PERANCANGAN DAN EVALUASI KINERJA SEISMIK STRUKTUR ATAS GEDUNG PERKANTORAN L-SHAPE DI BANDUNG DENGAN SISTEM DILATASI DAN NON-DILATASI

Tugas akhir ini menguraikan proses pendesainan dan pengecekan kinerja seismik sebuah struktur pada dua kondisi yang berbeda, yaitu dengan dilatasi dan tanpa dilatasi. Struktur yang ditinjau merupakan struktur dengan geometri asimetris berbentuk L di Bandung yang difungsikan sebagai gedung perkantoran dengan 13 lantai serta 2 basemen. Struktur didesain berdasarkan SNI 2847:2019 dengan analisis pembebanan gempa menggunakan analisis respons spektra yang merujuk pada SNI 1726:2019. Diperoleh hasil bahwa pemilihan posisi dinding geser yang tepat pada struktur non-dilatasi dapat mereduksi ketidakberaturan torsi. Sementara itu, adanya pemisah struktural pada struktur dilatasi dapat secara efektif mengurangi ketidakberaturan pada struktur dan menghasilkan desain yang lebih efisien. Hasil perancangan selanjutnya dievaluasi menggunakan analisis pushover dan diperoleh bahwa kedua sistem struktur berada berada level performa Immediate Occupancy pada arah X dan Y berdasarkan klasifikasi menurut besarnya drift pada standar ATC-40. Ditunjukan pula struktur dengan sistem dilatasi memiliki daktilitas yang lebih unggul serta tingkat kerusakan elemen yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan struktur non-dilatasi. Sedangkan, struktur non-dilatasi memiliki performa serta kapasitas yang lebih baik dalam menahan deformasi lateral, kemampuan dalam menahan beban gempa, serta memiliki keamanan dan stabilitas struktur yang lebih baik pada kedua sumbu orthogonal. Hasil evaluasi yang diperoleh dapat berbeda untuk struktur dengan konfigurasi elemen serta sistem struktur yang berbeda.

2024
👤 Penulis: Qonitalillah
🏷️ Struktural 🏷️ Seismik 🏷️ Desain Struktur

DESAIN DERMAGA DAN TRESTLE TIPE DECK ON PILE DI PULAU KALUKALUKUANG PROPINSI SULAWESI SELATAN

Pelabuhan (port) merupakan kawasan perairan yang terlindung terhadap gelombang. Fasilitas yang terdapat di pelabuhan adalah fasilitas terminal yang meliputi dermaga, di mana kapal dapat bertambat untuk melakukan kegiatan bongkar muat barang dan penumpang , fasilitas bongkar muat berupa crane, serta areal pergudangan. Untuk mendapatkan kedalaman perairan yang sesuai dengan draft kapal rencana, maka dermaga dibuat menjorok ke laut dengan arah sejajar pantai dan dihubungkan dengan daratan oleh causeway dan struktur jembatan (trestle) yang membentuk sudut dengan struktur tertentu dengan dermaga. Struktur dermaga dan trestle tipe deck on pile merupakan tipe struktur yang menggunakan tiang pancang sebagai pondasi bagi lantai dermaga dan trestle . Seluruh beban yang bekerja di lantai diterima sistem lantai dan tiang pancang tersebut. Struktur dermaga dan trestle tipe deck on pile ini didesain kuat terhadap beban-beban yang bekerja padanya baik berat sendiri maupun yang berasal dari lingkungan yang meliputi gelombang, arus dan gempa serta beban akibat aktivitas di dermaga meliputi beban tumbukan kapal ( berthing), mooring, dan beban kendaraan. Pada tugas akhir ini dilakukan analisis data-data kondisi fisik lapangan meliputi analisis data pasang surut, data angin dan detail desain dermaga, trestle, dan tanggul. Analisis data pasang surut dilakukan untuk mendapatkan karakteristik pasang surut di lokasi kajian. Hasil analisis ini digunakan untuk perencanaan fasilitas penting yaitu dermaga, trestle, dan tanggul. Data angin digunakan untuk memprediksi karakteristik gelombang di sekitar lokasi dermaga dan trestle. Detail desain struktur dermaga, trestle, dan tanggul meliputi dimensi struktur, analisis kekuatan struktur dengan SAP2000, dan analisis mekanika tanah.

2024
👤 Penulis: Yualita Kartikasari
🏷️ Desain Struktur 🏷️ Pelabuhan 🏷️ Analisis Geofisika

PERANCANGAN STRUKTUR BANGUNAN MIXED-USE 74 LANTAI TAHAN GEMPA DENGAN SISTEM OUTRIGGER & BELT TRUSS DI JAKARTA PUSAT

Kebutuhan akan bangunan tinggi yang multifungsi di kawasan urban seperti Jakarta Pusat semakin meningkat, seiring dengan pertumbuhan populasi dan keterbatasan lahan. Maka dari itu, dirancang sebuah bangunan mixed-use yang mengusung konsep one-stop-service property Oasis Central Sudirman merupakan proyek pembangunan gedung super tinggi yang terdiri dari dua menara. Menara pertama memiliki lantai sebanyak 74 lantai (325,05 m) yang difungsikan sebagai mix-used building. Menara kedua memiliki lantai sebanyak 65 lantai (275,60 m) dan difungsikan sebagai residential building. Selain itu terdapat 5 tingkatan basement yang digunakan sebagai parkiran kendaraan dan direncakan dapat menampung hingga 1600 kendaraan. Pada menara pertama, terdapat struktur podium yang berfungsi sebagai bangunan ritel setinggi 5 lantai yang menopang struktur menara tersebut. Pada tugas akhir ini, bangunan yang akan dirancang adalah menara pertama yang berfungsi sebaga mix-used building. Material yang digunakan adalah beton bertulang. Sistem Struktur utama yang digunakan pada bangunan ini adalah sistem dinding geser inti (corewall) yang dihubungkan dengan balok perangkai dan sistem rangka pemikul momen khusus. Perancangan juga ini menggunakan sistem pengekang lateral tambahan berupa outrigger dan belt truss dari material baja yang dioptimalkan untuk memberikan kinerja seismik yang lebih baik serta efisiensi ruang yang optimal. Modelisasi struktur dilakukan secara 3D menggunakan software CSI ETABS untuk mengkaji respon bangunan terhadap beban yang bekerja pada struktur. Denah lantai bersumber dari gambar arsitektur dan dimensi elemen struktur ditentukan berdasarkan SNI 2847:2019. Pembebanan gravitasi dan lateral yang digunakan dalam analisis mengacu pada SNI 1727:2019, ASCE 7-16, SNI 1726:2019, dan Peta Deagregasi Bahaya Gempa Indonesia. Analisis beban gempa dilakukan dengan menggunakan analisis respon spektra serta analisis riwayat waktu linear berdasarkan SNI 1726:2019. Struktur bangunan gedung harus memiliki sistem pemikul gaya lateral dan vertikal yang lengkap, yang mampu memberikan kekuatan, kekakuan, dan kapasitas disipasi energi yang cukup untuk menahan gerak tanah seismik desain dalam batasan-batasan kebutuhan deformasi dan kekuatan perlu. Struktur didesain untuk memenuhi persyaratan struktur tahan gempa, yang meliputi modal partisipasi massa, gaya gempa lateral ekivalen, persyaratan sistem ganda, ketidakberaturan horizontal dan vertikal struktur, simpangan antar lantai, stabilitas struktur (Efek P-Delta), serta pemeriksaan faktor redundansi. Desain penulangan elemen struktur menggunakan prinsip desain kapasitas yang dilakukan berdasarkan gaya dalam yang didapatkan dari kombinasi pembebanan LRFD dan mengacu pada SNI 2847:2019 / ACI 318-19 . Desain penulangan balok, meliputi tulangan longitdunal, transversal dan torsi. Desain penulangan kolom, meliputi tulangan longitudinal, confinement dan transversal. Desain penulangan pelat, meliputi tulangan lentur dan geser. Desain penulangan dinding geser, meliputi tulangan longitudinal, transversal dan elemen batas khusus (EBK). Desain penulangan balok perangkai meliputi tulangan diagonal, transversal dan longitudinal. Dilakukan juga pemeriksaan syarat strong column-weak beam (SCWB) dan hubungan balok kolom agar memastikan struktur tetap daktail saat gempa rencana terjadi. Selain itu, detailing elemen struktur harus didesain secara baik untuk menjamin bahwa struktur akan mampu mendisipasi energi gempa melalui mekanisme perpindahan inelastik tanpa mengalami keruntuhan.

2024
👤 Penulis: Muhammad Hafizh Riyanto
🏷️ Bangunan Tinggi 🏷️ Struktur Tahan Gempa 🏷️ Desain Struktur

REKOMENDASI PRAKTIS DESAIN DARI KOLOM GROUT MODULAR DI BAWAH TIMBUNAN DAN PELAT BETON.

Kolom Grout Modular (KGM) sebagai solusi perkuatan tanah mulai populer diterapkan, dan beberapa penilitian tentang KGM juga sudah dikembangkan di Indonesia. Dalam dunia praktisi, kesulitan ditemui dalam tahap perencanaan dan pemeriksaan, karena beberapa konsep dalam perencanaan KGM masih belum dijelaskan dalam sebuah panduan. Penelitian tentang kerangka kerja desain KGM secara menyeluruh penting dilakukan supaya setiap aspek perencanaan dan verifikasi terpenuhi. Tulisan ini adalah rekomendasi desain KGM yang memaparkan pedoman kerja terkait desain, verifikasi, hingga kontrol lapangan menggunakan loading test KGM. Semua aspek penulisan mengacu kepada referensi utama ASIRI Nastional Project 2012. Karakteristik dari sistem KGM ketika di bawah struktur timbunan dan struktur pelat beton akan dikaji dan dibedakan. Dari pemahaman ini, metode perencanaan dan pemeriksaan dibentuk dan didefinisikan prosedur desainnya. Lalu, aspek verifikasi desain yang diadopsi dari ASIRI (2012) dikaji ulang supaya kompatibel dengan kriteria desain di Indonesia. Aspek pelaksanaan di lapangan serta loading test juga dijelaskan dalam tulisan ini. Hasilnya adalah diagram alir proses mendesain hingga memverifikasi desain, beserta penjelasan dan penerapan dalam contoh kasus.

2024
👤 Penulis: Johanes Deninov
🏷️ Desain Struktur 🏷️ Kolom Grout Modular 🏷️ Analisis Teknis
💬