π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 16 dokumenEKSPLORASI STORYTELLING VISUAL DI PLATFORM VIDEO PENDEK: STUDI KASUS KETERLIBATAN KONSUMEN DAN IDENTIFIKASI MEREK SHOPEE DI TIKTOK
Di era digital abad ke-21, merek perlu mengadaptasi strategi komunikasi yang lebih relevan dengan perilaku konsumen pada saat ini. Platform seperti TikTok memberikan peluang bagi merek untuk menyampaikan cerita secara visual, singkat, dan mudah dipahami oleh audiens. Dengan menggunakan storytelling dari Shopee sebagai konteks penelitian, studi ini mengkaji elemen-elemen utama dalam storytelling merek, khususnya Brand Story (BS), serta pengaruhnya terhadap Brand Attitude (BA), Electronic Word of Mouth (eWOM), dan Consumer-Brand Identification (CBI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan responden pengguna TikTok di Indonesia yang secara aktif mengakses konten Shopee (n = 122). Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLSSEM) melalui SmartPLS 4 dengan 5.000 bootstrap resamples. Hasil analisis menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan variansi yang moderat pada BA serta variansi yang cukup substansial pada CBI. Penelitian menunjukkan bahwa BS memiliki pengaruh positif terhadap BA maupun CBI. Selain itu, eWOM juga terbukti memberikan pengaruh positif terhadap CBI. Namun demikian, BA hanya menunjukkan pengaruh yang relatif lemah terhadap CBI. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa BA tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan antara BS dan CBI. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi merek untuk lebih memprioritaskan pengembangan narasi di TikTok yang autentik, relevan, dan mampu menarik perhatian audiens. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam mendorong keterlibatan konsumen, memicu munculnya user-generated content (UGC), serta memperkuat percakapan antar konsumen, dibandingkan apabila strategi komunikasi hanya berfokus pada upaya mengubah sikap konsumen terhadap merek. Kata Kunci: Visual Storytelling, TikTok, Brand Story, Brand Attitude, eWOM, Consumer-Brand Identification, Shopee, Indonesia.
PERUMUSAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL UNTUK MENGATASI TANTANGAN VISIBILITAS PASAR PADA PERUSAHAAN JASA B2B TEREGULASI: STUDI KASUS PT SURYA CIPTA WISESA
Dalam pengadaan B2B saat ini, kehadiran digital telah bergeser dari aktivitas opsional menjadi mekanisme dasar untuk verifikasi legitimasi dan penyaringan pemasok tahap awal, khususnya pada industri dengan kepatuhan regulasi tinggi ketika pembeli mengandalkan informasi digital yang mudah diakses untuk menurunkan persepsi risiko. Penelitian ini mengkaji bagaimana ketiadaan kapabilitas pemasaran digital yang terstruktur membatasi visibilitas pasar pada perusahaan jasa B2B teregulasi, dengan tujuan merumuskan strategi pemasaran digital yang layak dan selaras dengan kapasitas organisasi serta batasan regulasi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus tunggal dengan pendekatan kualitatif, eksploratif, dan interpretatif yang berfokus pada PT Surya Cipta Wisesa, perusahaan jasa transportasi limbah B3 yang didirikan pada tahun 2007 dan telah beroperasi selama lebih dari satu dekade di Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan lima informan, terdiri dari dua pemangku kepentingan internal dan tiga profesional sisi pembeli yang terlibat dalam penyaringan vendor berbasis kepatuhan, serta dilengkapi audit digital pesaing dan telaah dokumen organisasi. Analisis tematik yang mengintegrasikan pengodean deduktif berbasis Resource-Based View, Teori Sinyal, dan kerangka Bainβs B2B Elements of Value, serta identifikasi pola induktif, menunjukkan bahwa tantangan utama perusahaan bukan pada kekurangan operasional, melainkan pada kesenjangan sinyal legitimasi: izin regulasi dan kapabilitas operasional yang bernilai tidak terobservasi secara digital pada tahap penyaringan awal, sehingga memicu eksklusi diam-diam dari daftar kandidat sebelum evaluasi formal dilakukan. Penelitian ini mengusulkan strategi pemasaran digital bertahap dengan pendekatan legitimacy-first yang menekankan infrastruktur minimum yang memadai, serta menawarkan kerangka kerja yang sensitif konteks dan relevan bagi UKM di lingkungan B2B teregulasi pada pasar negara berkembang.
PERSEPSI MEREK MEWAH DI ERA DIGITAL: STRATEGI NARATIF, PEMASARAN INFLUENCER, DAN PERSEPSI KONSUMEN
Penelitian ini menyelidiki bagaimana merek-merek mewah menavigasi transformasi digital sambil mempertahankan warisan dan eksklusivitas mereka. Dengan maraknya media sosial dan pemasaran influencer, branding mewah menghadapi peluang sekaligus tantangan. Studi ini mengkaji bagaimana keterlibatan digital, khususnya melalui hubungan parasosial dengan influencer dan pengalaman daring yang dipersonalisasi, memengaruhi persepsi konsumen, autentisitas merek, dan ekuitas merek. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan platform digital yang strategis dapat memperkuat ikatan emosional dan loyalitas, sehingga meningkatkan kesediaan konsumen untuk membayar harga premium. Influencer, ketika selaras dengan identitas merek, efektif membangun kepercayaan dan keterhubungan, tetapi paparan yang berlebihan dapat berisiko melemahkan keunikan yang dipersepsikan. Studi ini juga menunjukkan bahwa teknologi seperti uji coba virtual dan kustomisasi memperkuat nilai simbolis ketika digunakan untuk mempersonalisasi dan memperkaya penceritaan, alih-alih sekadar mengikuti tren digital. Dengan menggunakan analisis PEST, riset ini menempatkan branding mewah dalam tren lingkungan makro yang lebih luas. Secara politis, industri ini berada di bawah tekanan untuk menjadi lebih berkelanjutan dan transparan. Secara ekonomi, ketergantungan pada kenaikan harga bergeser ke arah strategi pertumbuhan berbasis volume. Secara sosial, dominasi Gen Z di pasar barang mewah menuntut autentisitas dan kefasihan digital. Secara teknologi, AI dan perangkat imersif sedang membentuk kembali pengalaman mewah dengan tetap mempertahankan keintiman dan eksklusivitas. Secara teoritis, studi ini berkontribusi pada literatur branding dengan mengintegrasikan dimensi digital dan relasional ke dalam kerangka ekuitas merek yang ada. Secara praktis, studi ini menawarkan wawasan bagi para manajer barang mewah dalam menyeimbangkan inovasi dengan tradisi. Pada akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa merek-merek mewah harus secara strategis merangkul perangkat digital untuk berkembang sekaligus memperkuat modal simbolis dan budaya mereka di pasar yang cepat berubah.
MEMBANGUN DAN MEMELIHARA KONEKSI SECARA EMOSIONAL DENGAN PELANGGAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN TERHADAP MEREK, STUDI KASUS COOKIEGOM
Pasar soft cookies di Indonesia sangat kompetitif, sehingga koneksi emosional menjadi faktor penting dalam membangun loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana konsumen membentuk koneksi emosional dengan merek cookies, serta bagaimana Cookiegom sebagai usaha kecil dapat memperkuat koneksi tersebut untuk meningkatkan brand awareness dan repeat purchase. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam dengan sepuluh konsumen yang pernah membeli Cookiegom dan Doughlab, didukung observasi digital pada media sosial dan ulasan pelanggan. Analisis tematik menunjukkan bahwa Cookiegom dipersepsikan sebagai βcomfort brandβ yang menawarkan kehangatan, kenyamanan, dan kesegaran, sementara Doughlab dipandang sebagai merek premium dengan visibilitas digital tinggi. Perbedaan makna emosional ini memengaruhi tingkat kelekatan, keputusan pembelian ulang, dan perilaku word-of-mouth. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengembangkan Emotional Comfort Connection Loop Model untuk menjelaskan siklus terbentuknya koneksi emosional pelanggan. Studi ini merekomendasikan penguatan storytelling emosional, peningkatan konsistensi digital, dan integrasi pengalaman lintas touchpoint sebagai strategi utama bagi Cookiegom.
MENGEMBANGKAN STRATEGI DIGITAL MARKETING MELALUI INSTAGRAM UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN: STUDI KASUS HIKERY
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rencana strategic digital marketing bagi Hikery, sebuah platform digital yang mengintegrasikan berbagai layanan pendakian di Indonesia, termasuk pendaftaran SIMAKSI, penyewaan peralatan, dan koordinasi open trip. Seiring meningkatnya persaingan dalam sektor pariwisata alam dan layanan digital, Hikery menghadapi tantangan awal berupa rendahnya visibilitas, engagement, dan brand awareness. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan kerangka RACE sebagai struktur utama, serta didukung oleh analisis SWOT, PESTLE, benchmarking, dan Instagram Insights untuk memahami kondisi Hikery berdasarkan data primer dari umpan balik pelanggan dan data sekunder dari literatur serta profil kompetitor. Temuan menunjukkan bahwa visibilitas digital masih sangat rendah, awareness publik terbatas, dan pemanfaatan format konten media sosial belum optimal, meskipun terdapat peluang dari meningkatnya budaya pendakian dan adopsi sistem administrasi digital. Analisis pada setiap tahap RACE mengidentifikasi kebutuhan untuk memperkuat konten interaktif, call to action, positioning merek, dan strategi berbasis komunitas. Rencana strategi yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan visibilitas, engagement pengguna, dan konversi, sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang Hikery dalam pasar pariwisata Indonesia.
PERANCANGAN STRATEGI PEMASARAN DALAM PELUNCURAN PRODUK ENTERPRISE RESOURCE PLANNING UNTUK USAHA KECIL DAN MENENGAH BIDANG MAKANAN DAN MINUMAN
PT Gamma Metrics Asia, sebuah perusahaan konsultan riset swasta di Kota Bandung memutuskan untuk meluncurkan produk Enterprise Resource Planning (ERP). Segmen pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), lebih spesifiknya makanan dan minuman merupakan target pasar potensial untuk produk ERP tersebut. Peluncuran produk ERP untuk diadopsi UMKM menghadapi tantangan biaya dan kompleksitas sistem yang dapat meningkatkan resiko kegagalan. Perancangan strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik UMKM makanan dan minuman diharapkan dapat mendorong adopsi ERP dan mengurangi resiko kegagalan dalam peluncuran produk. Penelitian ini berbasis kualitatif menggunakan metode semi-structured interview, studi dokumen, dan participant validation. Diawali dengan situation analysis yang terdiri dari internal audits of digital marketing, customer research, resource analysis. Kemudian, tahapan dilanjutkan dengan competitor analysis yang terdiri dari intermediary analysis dan assessing opportunity and threats. Setelah itu, setting goals and objectives dilakukan. Langkah terakhir adalah formulasi strategi pemasaran yang terdiri dari market and product development strategy, business and revenue models strategy, target marketing strategy, positioning and differentiation strategy, customer engagement and social media strategy, multichannel distribution strategy, multichannel communication strategy, dan online communications mix and budget. Rekomendasi strategi pemasaran yang dihasilkan merupakan bauran dari pemasaran digital dan pemasaran offline untuk mencapai target-target konversi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pemasaran digital berfokus pada peningkatan awareness terhadap produk ERP melalui target reach pada platform Google Search, Facebook, Instagram dan TikTok yang akan bermuara pada pendaftaran pelanggan gratis di website ERP yang diharapkan sebagian akan menjadi pelanggan berbayar (model bisnis freemium). Strategi pemasaran digital ini juga dilengkapi dengan strategi pemasaran offline dengan kehadiran pada kegiatan instansi pemerintah yang berkaitan dengan UMKM.
STRATEGI DIGITAL MARKETING DALAM MEMBANGUN ADVOKASI MEREK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELI STUDI KASUS DI PT. NADA PROMOTAMA
Penelitian ini mengkaji Bagai mana strategi digital marketing memengaruhi online brand advocacy, brand loyalty, dan purchase intention dalam konteks perusahaan musik dan event di Indonesia, yaitu PT. Nada Promotama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif analisis, dengan mengumpulkan data dari 281 responden melalui survei daring. Studi ini menganalisis pengaruh langsung digital marketing terhadap brand advocacy dan brand loyalty, serta dampaknya terhadap niat beli konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap online brand advocacy maupun brand loyalty. Selain itu, brand loyalty terbukti memiliki pengaruh yang kuat dan signifikan terhadap purchase intention, yang mengindikasikan bahwa konsumen yang secara konsisten berinteraksi dan mempercayai suatu merek cenderung memiliki niat beli yang lebih tinggi. Namun demikian, online brand advocacy tidak terbukti memiliki pengaruh langsung terhadap purchase intention. Analisis menunjukkan adanya hubungan dinamis antara online brand advocacy dan brand loyalty, yang saling memperkuat satu sama lain. Temuan ini memberikan masukan strategis bagi para pemasar, di mana perusahaan di sektor hiburan sebaiknya tidak hanya berfokus pada peningkatan brand advocacy, tetapi juga memperkuat loyalitas emosional konsumen melalui konten yang dipersonalisasi, komunikasi yang konsisten, dan interaksi digital yang bermakna. Memahami keterkaitan antara brand advocacy dan brand loyalty dapat membantu perusahaan dalam merancang kampanye marketing digital yang lebih efektif untuk meningkatkan niat beli konsumen. Sebagai kesimpulan, studi ini menegaskan pentingnya peran digital marketing dalam meningkatkan nilai merek, loyalitas, dan advokasi, serta menjelaskan pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap perilaku pembelian konsumen. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dan implikasi praktis yang berarti dalam memahami keterlibatan konsumen digital di industri hiburan Indonesia.
MENINGKATKAN KESADARAN MEREK DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN: MENEMBUS PASAR GENERASI DIGITAL NATIVE UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI DANA PENSIUN (STUDI KASUS DPLK BANK BJB)
Dari tahun ke tahun, seiring dengan pertumbuhan populasi Indonesia, khususnya di kalangan anak muda, mempersiapkan keuangan di usia dini menjadi hal yang semakin penting. Dana pensiun seharusnya membantu individu untuk memiliki kehidupan pensiun yang lebih nyaman, tetapi pada kenyataannya belum ada program yang menarik perhatian bahkan di kalangan Gen Z. Penelitian ini berusaha mencari tahu bagaimana Instagram, salah satu sosial media yang paling sering diakses Gen Z, dapat meningkatkan brand awareness dan turut berkontribusi dalam program pensiun yang disebut "bjb Siap" yang dikelola oleh DPLK bank bjb. Sebagai generasi digital native, tentu memiliki akses ke teknologi, tetapi masih banyak Gen Z yang mengabaikan perencanaan keuangan di masa depan. Banyak dari mereka lebih mementingkan pengalaman di masa kini. Bahkan, di Instagram, sangat sedikit Gen Z yang terlibat dengan konten berkaitan dengan dana pensiun. Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana brand bjb Siap dan konten yang mereka posting di instagram membantu menciptakan awareness, dan yang lebih penting, apakah awareness tersebut bisa mendorong partisipasi nyata pada program pensiun bjb Siap. Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini mengambil pendekatan metode kuantitatif. Data diperoleh melalui survei daring dan analisis konten akun Instagram bjb Siap dengan 200 responden Gen Z dari Bandung. Dengan mengacu pada konsep Theory of Planned Behavior, Brand Awareness, dan Digital Marketing, penelitian ini berupaya menentukan tiga variabel utama: penggunaan Instagram, kualitas konten Instagram, dan kesadaran merek. Ketiga variabel tersebut kemudian dianalisis terhadap intent Gen Z untuk berpartisipasi dalam dana pensiun menggunakan pemodelan persamaan struktural (SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang menarik. Meskipun penggunaan Instagram dan kualitas konten mampu meningkatkan Brand Awareness, hal tersebut tidak berujung pada partisipasi. Bahkan, meskipun responden Gen Z mengenal dan mempercayai merek bjb Siap, banyak dari mereka yang tidak termotivasi untuk ikut serta dalam program yang ditawarkan. Ternyata, berkenal dengan sebuah merek tidak menjadi faktor utama jika produk yang ditawarkan (dalam hal ini, tabungan pensiun) tidak relevan bagi pengguna. Instagram memang efektif menyebarkan pesan, namun jika konten yang disampaikan tidak personal, menarik, dan emosional, pesan tersebut tidak akan membekas. Akun Instagram bjb Siap sendiri menunjukkan potensi, namun dalam hal lain terlihat seperti banyak ruang perbaikan, seperti menyiasati interaksi yang lebih mendalam. Ada missing link pada sesi interaktif yang bisa membuat percakapan jadi lebih interaktif misalnya segmenta QnA secara langsung, polling, atau menampilkan video pendek dari pengguna yang menceritakan pengalamannya dan ide-ide nya. Sesi langsung seperti ini hanya mampu dijangkau jika menjangkau audiens sebesar 25000 follower yang tidak diperoleh dengan instan. Ada beberapa hal yang perlu dibenahi seperti penempatan nurtured post yang tepat, need some action dari tim admin dan press release aktif dari instore di beberapa tempat juga. Untuk emosi yang lebih dalam perluas koneksi lewat konten yang lebih mendalam dan memperkenalkan gambar pensiun dari pendekatan mimpi yang bisa dicapai. Di mana pengampunan tanggungan dan kebebasan untuk mengejar passion. Kedua, memiliki jadwal yang ditentukan oleh si admin entah di sore pakai hari kerja ataupun akhir pekan seperti 3 kali sepekan. Itu bisa dimulai dengan bersosialisasi dengan follower sehingga berkomunikasi digunkan diunggahnya cerita, survei ketertarikan hashtagnya juga. Kombinasi seperti itu dapat meraih follower yang tersebar di negara berjalan, dan para penyuka konten tiktok. Yang ketiga. Bergabunglah langsung dengan influencer yang relevan dan jangan pikirkan respons dengan positif dan jenius. Terakhir, untuk momen simpel secara bersamaan kisah bisa bercerita secara bersamaan bukan sekadar mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi besar bagi diskusi tentang inklusivitas keuangan baik secara akademis maupun praktis. Temuan menunjukkan bahwa meskipun platform digital seperti Instagram berguna dalam branding, perubahan perilaku yang nyata memerlukan pemahaman yang lebih dalam tentang pola perilaku, nilai, dan motivasi audiens. Selain itu, penelitian ini menekankan perlunya menyelaraskan strategi pemasaran dengan kehidupan dan aspirasi nyata para pemuda. Sebagai kesimpulan, mengajak Gen Z untuk ambil bagian dalam skema pensiun bukan hanya tentang terlihat, tetapi tentang dipahami dan dipercayai. Instagram dapat berfungsi sebagai jembatan yang kuat, tetapi hanya ketika digunakan dengan cara yang tulus, bermakna, dan personal. Jalan menuju masa depan keuangan yang lebih baik bagi generasi muda di Indonesia tidak dimulai dengan sekadar kesadaran; ini dimulai dengan keterhubungan yang otentik.
USULAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN LOYALITAS PELANGGAN DI B2B DIGITAL MARKETING AGENCY (STUDI KASUS BERTUMBUH CREATIVE)
Ekonomi digital Indonesia tumbuh pesat dan diproyeksikan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) hingga $360 miliar pada tahun 2030, menghadirkan peluang besar terutama di sektor e-commerce. Dalam lanskap digital yang kompetitif ini, Bertumbuh Creative memposisikan dirinya sebagai agensi digital B2B skala mikro yang melayani segmen UMKM melalui layanan hemat biaya seperti manajemen media sosial, aktivasi e-commerce, dan iklan digital. Dengan menyasar pelaku usaha lokal yang sensitif terhadap anggaran dan mengandalkan struktur tim hibrida yang fleksibel, Bertumbuh berhasil menarik klien dan memperluas jangkauan regionalnya. Namun, tantangan utama yang dihadapi bukan hanya memastikan keberlanjutan hubungan dengan klien, tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai tingkat kepuasan pelanggan dan kualitas loyalitas yang terbentuk. Meskipun tingkat retensi pelanggan secara kuantitatif relatif tinggi, belum terdapat data terukur yang dapat memastikan apakah loyalitas tersebut lahir dari kepuasan yang kuat atau sekadar kebiasaan penggunaan jasa. Selain itu, penggunaan biaya operasional yang meningkat dan indikasi ketidakefisienan dalam proses delivery layanan menunjukkan adanya potensi risiko terhadap konsistensi mutu layanan di masa mendatang. Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas pelanggan menggunakan pendekatan kualitatif dengan Metode Gioia, serta mengacu pada kerangka Overall Satisfaction dari Van Rensburg (2010). Hasil wawancara mendalam menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan tidak hanya ditentukan oleh kualitas eksekusi layanan, tetapi juga oleh kekuatan hubungan emosional dan kolaborasi yang adil. Namun, kelemahan teknis yang terus berulang terbukti mengurangi kepercayaan dan persepsi nilai. Melalui pemetaan tipologi loyalitas Dick dan Basu (1994), ditemukan bahwa sebagian besar klien berada pada kategori loyalitas palsu, yakni memiliki sikap terbatas tetapi perilaku berulang yang dilakukan secara positif. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan intervensi terfokus seperti spesialisasi layanan, peningkatan keterampilan jangka pendek, penugasan peran yang lebih jelas, serta mekanisme umpan balik dua mingguan untuk menjembatani kesenjangan antara kepuasan dan loyalitas perilaku. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pemahaman kepuasan relasional dalam layanan B2B serta menawarkan panduan praktis bagi optimalisasi strategi digital UMKM di pasar berkembang.
WAWASAN STRATEGI UNTUK TOYOTA INDONESIA DAN KOLABORASI DIGITAL DENTSU DALAM OPTIMISASI KONVERSI WEBSITE KE APLIKASI
Penelitian ini akan menjelaskan mengenai pengalaman user terhadap website Toyota Indonesia dan dampaknya terhadap proses konversi dari situs web ke aplikasi. Penelitian ini mengkombinasikan metode kualitatif termasuk wawancara dan pengujian kegunaan website untuk memahami perilaku, motivasi, dan frustasi dari interaksi pengguna dengan situs web Toyota. Fokus utama dalam penelitian ini adalah navigasi, struktur informasi dan pengaruh design website terhadap pengguna dan keputusannya untuk mengunduh aplikasi mToyota. Kunci permasalahan yang teridentifikasi adalah navigasi membingungkan, menggulir berkepanjangan, panggilan untuk bertindak yang kurang jelas, dan kesulitan dalam menemukan informasi yang berkaitan dengan servis. Analisis penelitian ini menggunakan prinsip dalam Teori Flow, Kualitas Website, dan Pengalaman Pengguna untuk menjelaskan gangguan pada alur pengguna dan tantangan yang dihadapi dalam navigasi situs web. Penemuan dalam penelitian ini menemukan bahwa walaupun situs web secara visual menarik pengguna, tetapi kekurangan dalam fungsi kegunaan untuk pelanggan saat ini dalam menghalangi pengalaman user untuk mencari informasi servis. Berdasarkan temuan-temuan ini, penelitian menawarkan rekomendasi pengalaman penggunaan untuk meningkatkan kegunaan website dan menyediakan fasilitas yang lebih halus dari situs web terhadap aplikasi. Dengan meningkatkan navigas, menyederhanakan proses pengunduhan, dan membuat informasi kunci lebih mudah diakses, Toyota Indonesia dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan optimisasi konversi situs web ke aplikasi.
BERANDA TIKTOK : RUANG KOLABORASI KREATIF WADAH INTERAKSI DIGITAL CREATOR DAN PENYEDIA PLATFORM MEDIA SOSIAL
Revolusi industri 4.0 di Indonesia membawa perubahan akan bagaimana cara Masyarakat hidup dan bekerja. Fenomena ini berdampak pada perkembangan berbagai macam platform media sosial dan E-commerce yang pesat. Perkembangan ini mengakibatkan sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini menggunakan media sosial sebagai sumber informasi dan E-commerce sebagai platform jual beli daring yang diminati karena lebih efektif secara waktu dan tenaga. Maka dari itu, organisasi dan perusahaan mulai dari brand lokal hingga perusahaan internasional menggunakan metode digital marketing yang dilakukan oleh para digital creator untuk mempromosikan produk dan kegiatan mereka secara lebih efektif. Pada tahun 2024, Tiktok menjadi platform media sosial kedua yang paling banyak digunakan untuk kegiatan digital marketing, hal ini menunjukkan betapa besar potensi Tiktok di Indonesia. Meskipun telah meraih popularitas, Tiktok masih menghadapi tantangan dalam menjalin interaksi yang efektif dengan pengguna, khususnya para digital creator. Hal ini berdampak pada laju perkembangan platform dan pertumbuhan para digital creator karena minimnya kegiatan. Di sisi lain, meskipun pekerjaan digital creator menawarkan fleksibilitas yang tinggi, keberadaan ruang kerja fisik tetap penting untuk menunjang kegiatan profesional, proses kreatif, belajar, dan kolaborasi antar digital creator. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu adanya wadah yang dapat mengakomodasi interaksi sosial antara para digital creator, serta antara digital creator dengan pihak penyedia platform, yaitu digital creator management yang merupakan divisi perwakilan dari perusahaan Tiktok. Untuk mewujudkan hal tersebut dirancanglah sebuah ruang kolaborasi kreatif sebagai Beranda Tiktok atau perpanjangan dari kantor Perusahaan Tiktok yang memfokuskan pada wadah terlaksananya program-program inovatif Tiktok sebagai bentuk pembangunan relasi antara penyedia dan pengguna platform. Berbeda dengan kantor pusat Tiktok Indonesia yang saat ini berada di MCC Tower Sudirman, Beranda Tiktok ini tidak hanya memberikan fasilitas kepada para karyawan perusahaan saja tetapi juga para digital creator, digital creator agency, local brand, dan publik sebagai pihak yang turut serta dalam perkembangan media sosial Tiktok. Selain tujuan yang dituliskan sebelumnya, Beranda Tiktok ini juga berfungsi sebagai wujud citra visi, misi, dan nilai perusahaan yang dapat digunakan sebagai sarana edukasi masyarakat terhadap dunia digital marketing lewat visualisasi terhadap alur kerja digital creator. Berdasarkan hasil analisis pengguna, tapak, konteks dan isu, diperoleh beberapa persoalan perancangan. Yang pertama adalah implementasi citra perusahaan media sosial Tiktok meliputi visi, misi, budaya, dan karakteristik pada perancangan ruang Beranda Tiktok. Yang kedua adalah penciptaan suasana ruang kerja dinamis dan sehat bagi para pengguna bangunan (creator management, digital creator, dan digital creator agency) yang bekerja di bidang media sosial untuk dapat berpikir secara kreatif dan berkolaborasi satu sama lain lewat memperbesar rasio area kolaborasi daripada area ruang kerja pribadi, disusul dengan area restoratif. Persoalan yang terakhir adalah konektivitas ruang Beranda Tiktok dengan lingkungan sekitarnya yang mayoritas merupakan kawasan perumahan. Tujuannya adalah untuk menghindari kesan eksklusif dan membuka akses bagi masyarakat umum melalui penyediaan ruang publik terbuka hijau yang dapat diakses oleh semua orang. Pendekatan yang diambil untuk perancangan ruang Beranda Tiktok ini adalah spatial composition for creativity (sources, void, encounter, seclusions, ambiance, views,visual cues, activator, platform for ideas, and variation), collaboration workplace (mencakup fleksibilitas, ruang komunal, open plan layout, dan technology integrated space) dan biophilic design.
OPTIMALISASI STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DIGITAL MARKETING DI INDUSTRI B2B ALAS KAKI (STUDI KASUS: PT. ADI PRADANA INTERNASIONAL)
Dalam 6 bulan strategi digital marketing telah diterapkan, dan sudah ada 330 calon pelanggan yang dihubungi, namun hanya ada 3 pelanggan yang telah melakukan deal hingga kesepakatan untuk berkolaborasi dengan PT. Adi Pradana Internasional dan ada 4 pelanggan dalam tahap pertemuan online melalui zoom dengan PT. Adi Pradana Internasional. Tujuan dari tesis ini adalah untuk menemukan faktor-faktor eksternal yang berdampak besar pada efektivitas dan optimalisasi pendekatan digital marketing, untuk menemukan fitur utama dan keterbatasan dari strategi pemasaran digital PT. Adi Pradana Internasional saat ini dan untuk menemukan pendekatan optimalisasi pemasaran digital yang dapat diterapkan oleh PT. Adi Pradana Internasional untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi pemasaran digital. Tesis ini menggunakan kerangka kerja di mana persaingan pasar, kemampuan media sosial, analitik media sosial dan pemasaran konten berkontribusi dalam optimalisasi pemasaran digital. Untuk optimalisasi strategi terdapat beberapa metode analisis eksternal dan internal yang telah digunakan yaitu PESTLE, Porter's Five Forces, Competitor Analysis, Consumer analysis, Value chain analysis, STP analysis dan VRIO analysis. Penggunaan analisis SWOT adalah untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang ancaman dari setiap analisis eksternal dan internal yang dilakukan. Untuk perumusan strategi, pengembangan dari analisis SWOT dilakukan dengan menggunakan matriks TOWS. Ada beberapa strategi yang perlu diterapkan oleh PT. Adi Pradana Internasional seperti pembuatan KPI untuk konten digital marketing, monitoring KPI, meningkatkan konten media sosial dan memilih pemimpin tim pemasaran.
PERAN PEMASARAN DIGITAL UNTUK PRODUK DIGITAL MAHIRBANGET : MENINGKATKAN PENGALAMAN PENGGUNA DAN KONVERSI
Pada proyek akhir berjudul "Peran Pemasaran Digital untuk Produk Digital MahirBanget: Meningkatkan Pengalaman Pengguna dan Konversi," penelitian ekstensif dilakukan untuk mengatasi tantangan kompleks yang dihadapi oleh UMKM dalam mengadopsi solusi digital dan meningkatkan kehadiran pasar mereka. Tujuan utamanya adalah untuk mengungkap strategi yang dapat mendorong keterlibatan pengguna dan meningkatkan tingkat konversi tanpa hanya mengandalkan taktik pemasaran tradisional seperti acara langsung dan promosi. Penelitian ini dengan cermat menguraikan perlunya pemahaman yang komprehensif tentang lanskap pemasaran digital, terutama di sektor UMKM. Ini mempelajari berbagai tahap strategi pemasaran digital, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan dan perilaku target pasar hingga menerapkan solusi berbasis teknologi yang disesuaikan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan memfasilitasi konversi yang lebih mudah. Metodologi ini mengadopsi penelitian empiris gabungan dengan tinjauan analitis, memastikan kerangka kerja yang kuat untuk menguji hipotesis dan proposisi. Temuan signifikan menyoroti efektivitas kampanye pemasaran digital yang ditargetkan yang beresonansi dengan tantangan inti yang dihadapi oleh UMKM. Studi ini mengusulkan solusi yang dapat ditindaklanjuti, termasuk pengembangan alat digital yang ramah pengguna yang dirancang untuk merampingkan operasi bisnis dan upaya pemasaran, sehingga mendorong pendekatan yang lebih terintegrasi untuk transformasi digital. Kontribusi potensial dari penelitian ini terhadap bidang digital marketing sangat mendalam. Ini tidak hanya memberikan wawasan tentang mengoptimalkan strategi produk digital untuk penetrasi pasar dan kepuasan pengguna yang lebih baik, tetapi juga menetapkan dasar untuk studi masa depan tentang praktik pemasaran digital berkelanjutan di pasar negara berkembang.
USULAN PERUMUSAN STRATEGI PT X BERGERAK DI BIDANG DIGITAL MARKETING
PT X adalah perusahaan yang bergerak pada bidang digital marketing. Pada awal tahun 2020, pendapatan PT X mengalami penurunan secara signifikan. Penurunan pendapatan ini disebabkan adanya ketidakmampuan perusahaan untuk mengakuisisi pelanggannya. Perubahan lingkungan yang dinamis akibat pandemi Covid-19 juga menjadi faktor yang mempersulit perusahaan dalam bertahan. Berdasarkan wawancara yang dilakukan, PT X diketahui belum melakukan penerapan manajemen strategi. Studi literatur menyatakan bahwa suatu perusahaan perlu menerapkan manajemen strategis dengan tujuan berkembang dan beradaptasi terhadap lingkungan yang dinamis. Perumusan strategi dibutuhkan PT X sebagai tahap awal dalam penerapan manajemen strategi. Tahap perumusan strategi diawali dengan identifikasi visi, misi, dan nilai PT X yang menjadi komponen penting dalam suatu perumusan strategi. Tahapan perumusan strategi dimulai dengan melakukan identifikasi dan evaluasi faktor lingkungan perusahaan secara internal dan eksternal. Analisis lingkungan internal dilakukan melalui pendekatan Business Model Canvas, sedangkan analisis lingkungan eksternal dilakukan melalui pendekatan PESTLE dan Porterβs Five Forces. Tahap evaluasi faktor lingkungan perusahaan dilakukan melalui perancangan Matriks IFE dan Matriks EFE. Berdasarkan hasil faktor internal & eksternal perusahaan, dilakukan tahap perumusan strategi menggunakan Matriks IE dan Matriks SWOT. Matriks IE menghasilkan 2 alternatif strategi, sedangkan Matriks SWOT menghasilkan 12 strategi bagi PT X. Berdasarkan proses agregasi dan validasi, terdapat 3 usulan strategi bagi PT X yaitu penetrasi pasar, pengembangan produk dan pengembangan pasar. Berdasarkan penentuan prioritas strategi perusahaan melalui metode QSPM, menunjukkan bahwa prioritas strategi untuk PT X adalah penetrasi pasar.
USULAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK (CV JFE)
Penelitian ini mengeksplorasi dunia produksi kopi yang beragam. Meskipun perubahan iklim merupakan ancaman yang signifikan, dengan meningkatnya suhu dan pola cuaca yang tidak dapat diprediksi yang berdampak pada tanaman, dan keberlanjutan juga menjadi isu global, ada juga peluang yang menarik. Penelitian ini mengkaji bagaimana perubahan ini dapat berdampak pada daerah penghasil kopi seperti Indonesia, dengan fokus khusus pada dampaknya terhadap produsen kopi terkemuka seperti JFE dan peran potensial dari teknologi pemasaran yang terus berkembang. Selain masalah iklim, JFE juga menghadapi persaingan. Namun, penelitian ini menyoroti kekuatan JFE yaitu kualitas biji kopinya yang luar biasa, inovasi dalam campuran dan metode penyeduhan baru, dan potensi ekspansi ke pilihan minuman siap saji. Strategi-strategi ini memposisikan JFE untuk menavigasi lanskap kompetitif. Era digital menghadirkan pengubah permainan. Platform seperti media sosial dan SEO sebagai pemasaran digital memungkinkan JFE untuk terhubung dengan audiens global penggemar kopi. Dengan menampilkan komitmen JFE terhadap kopi berkualitas tinggi, praktik berkelanjutan, dan dedikasi kepada petani, mereka dapat membangun kesadaran merek di seluruh dunia dan menumbuhkan basis pelanggan setia melalui komunikasi yang ditargetkan dan penawaran eksklusif. Kehadiran digital ini sangat penting bagi kesuksesan JFE dalam lanskap kopi yang terus berkembang.