📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPERANCANGAN BUKU ENSIKLOPEDIA PAGELARAN WAYANG ORANG SRIWEDARI SURAKARTA SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN BUDAYA UNTUK DEWASA AWAL (18-25 TAHUN)
Perkembangan zaman dan perubahan pola konsumsi informasi memberikan pengaruh terhadap menurunnya pemahaman generasi muda, terutama pada turis, terhadap seni pertunjukan tradisional, salah satunya Wayang Orang Kasunanan Surakarta. Minimnya media informasi yang ringkas, terstruktur, dan menarik secara visual menyebabkan Wayang Orang kurang dikenal, khususnya terkait klasifikasi karakter tokoh dan elemen pertunjukannya. Kondisi ini diperkuat oleh keterbatasan referensi yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan audiens masa kini. Oleh karena itu, diperlukan media informasi alternatif yang mampu menyajikan pengetahuan Wayang Orang Kasunanan Surakarta secara edukatif dan komunikatif. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang sebuah ensiklopedia Wayang Orang Kasunanan Surakarta sebagai media informasi dan edukasi dengan pendekatan desain grafis. Perancangan dilakukan melalui metode kualitatif dengan pengumpulan data berupa studi literatur, wawancara, serta penyebaran kuesioner kepada target sasaran. Landasan teori yang digunakan meliputi teori ensiklopedia, elemen pertunjukan Wayang Orang, serta prinsip desain komunikasi visual. Hasil perancangan diharapkan dapat menjadi media referensi yang informatif, menarik secara visual, dan berkontribusi dalam pelestarian serta pengenalan Wayang Orang Kasunanan Surakarta kepada turis dewasa awal.
PERANCANGAN LIBING MUSEUM TATO : EDUKASI DAN PELESTARIAN TATO NUSANTARA
Tato tradisional Nusantara merupakan warisan budaya yang mengandung nilai identitas, spiritualitas, dan sejarah pada berbagai masyarakat adat di Indonesia, seperti Mentawai, Dayak, dan Papua. Namun, modernisasi dan stigma sosial terhadap tato menyebabkan berkurangnya pemahaman masyarakat terhadap makna budaya yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah wadah yang mampu mengedukasi sekaligus mendukung pelestarian tato Nusantara. Perancangan ini bertujuan menghadirkan Living Museum Tato sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya melalui pengalaman ruang yang interaktif dan imersif. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi, wawancara, dan analisis kebutuhan ruang. Konsep living museum diterapkan untuk menampilkan dokumentasi, sejarah, proses, dan perkembangan tato Nusantara secara kontekstual sehingga pengunjung dapat memahami tato sebagai praktik budaya yang hidup. Hasil perancangan menghadirkan Living Museum Tato sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya yang dirancang untuk memfasilitasi masyarakat dalam memahami sejarah, nilai budaya, serta perkembangan tato Nusantara melalui pengalaman ruang yang interaktif dan imersif.
EKSPLORASI KEMASAN JAJANAN PASAR SEBAGAI MEDIA EDUKASI GASTRONOMI JAJANAN PASAR UNTUK GENERASI Z BANDUNG
Bandung dikenal akan kekayaan kuliner khas Jawa Barat salah satunya jajanan pasar. Meski disukai banyak orang, tidak banyak yang mengetahui latar belakang jajanan pasar. Padahal, mempelajari latar belakang jajanan pasar dapat memperluas wawasan sejarah budaya bangsa. Generasi Z berperan penting dalam pewarisan budaya ke generasi berikutnya sehingga Generasi Z perlu mempelajari latar belakang jajanan pasar. Maka, dirancang kemasan sebagai media edukasi jajanan pasar Jawa Barat bagi Generasi Z Bandung. Kemasan sebagai media yang melekat pada produk dipilih karena fungsinya untuk menyampaikan informasi pada konsumen mengenai produk yang dikemasnya. Melalui perancangan ini, diharapkan Generasi Z dapat mempelajari latar belakang gastronomi jajanan pasar Jawa Barat.