π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPERANCANGAN CONCEPT ARTBOOK BERBASIS ANIMASI MENGENAI BATIK LASEM SEBAGAI MEDIA EDUKASI VISUAL TENTANG AKULTURASI BUDAYA BAGI GENERASI Z
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang terbentuk melalui proses akulturasi, salah satunya tercermin dalam Batik Lasem sebagai warisan budaya tak benda yang memadukan unsur budaya Jawa, Tionghoa, dan budaya asing lainnya. Batik Lasem tidak hanya memiliki keindahan visual, tetapi juga mengandung nilai toleransi, harmoni, dan persatuan. Namun, eksistensinya menghadapi berbagai tantangan, seperti kompleksitas teknik pembuatan tradisional, modernisasi, serta kesenjangan generasi yang menghambat transfer pengetahuan kepada Generasi Z. Minimnya media edukasi yang menarik dan sesuai dengan karakter belajar Generasi Z turut menyebabkan rendahnya pemahaman dan apresiasi terhadap nilai filosofis Batik Lasem. Penelitian ini bertujuan merancang concept artbook berbasis animasi sebagai media edukasi interaktif untuk mengenalkan sejarah, nilai akulturasi, dan kekayaan visual Batik Lasem kepada Generasi Z berusia 17β25 tahun. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, studi literatur, analisis perbandingan, dan kuesioner. Hasil perancangan diharapkan menjadi media edukatif yang efektif, menarik, dan relevan, serta meningkatkan kesadaran, apresiasi, dan partisipasi generasi muda dalam melestarikan Batik Lasem sebagai warisan budaya Indonesia
PERANCANGAN KOMIK SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN ANTIKORUPSI UNTUK MAHASISWA INDONESIA
Korupsi merupakan salah satu permasalahan utama yang menghambat kemajuan Indonesia. Meski banyak upaya telah dilakukan, budaya antikorupsi belum sepenuhnya terpenuhi, khususnya di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media edukatif dalam bentuk komik yang mampu menyampaikan pesan antikorupsi secara efektif kepada mahasiswa Indonesia. Komik dipilih karena memiliki kekuatan naratif visual yang mudah diakses dan mampu menjangkau mahasiswa dengan pendekatan yang lebih emosional dan personal. Metode yang digunakan meliputi studi literatur mengenai korupsi dan edukasi visual, observasi komik yang membahas korupsi dan isu sosial yang kompleks, serta wawancara dengan KPK, komikus profesional, dan mahasiswa. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah komik berjudul βTenggaraβ dengan karakter utama seorang aktivis mahasiswa yang ingin memberantas korupsi namun dirinya sendiri menyebabkan sistem korupsi masih bertahan. Cerita ini dibangun dengan pendekatan fiksi sejarah gelap dan simbolisme untuk meningkatkan daya tarik dan relevansi. Melalui pendekatan visual yang kuat, komik ini diharapkan mampu menjadi alternatif edukasi antikorupsi yang kritis, menarik, dan berdampak, serta memicu refleksi dan diskusi di kalangan mahasiswa.