📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5 dokumenDAMPAK SUKU BUNGA DAN SENTIMEN RISIKO GLOBAL TERHADAP VOLATILITAS NILAI TUKAR JANGKA PENDEK DI INDONESIA: ANALISIS EGARCH(1,1)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana suku bunga domestik dan global serta sentimen risiko global memengaruhi volatilitas jangka pendek nilai tukar Rupiah Indonesia. Volatilitas jangka pendek nilai tukar memiliki implikasi bagi negara berkembang seperti Indonesia karena dapat melemahkan kemampuan untuk mengelola inflasi, menjaga keberlanjutan utang luar negeri, dan melindungi stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan data runtun waktu bulanan nilai tukar IDR/USD, suku bunga kebijakan Bank Indonesia, suku bunga federal funds The U.S. Federal Reserve, dan Indeks VIX untuk periode Januari 2018 hingga Desember 2023. Penelitian ini menggunakan model EGARCH(1,1) untuk mengestimasi varian kondisional yang berubah dari waktu ke waktu pada nilai tukar IDR/USD, yang merepresentasikan volatilitas jangka pendek rupiah. Volatilitas rupiah yang diestimasi tersebut kemudian diregresikan terhadap perubahan suku bunga domestik, perubahan suku bunga di Amerika Serikat, dan perubahan Indeks VIX dengan menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS) dengan Newey-West Heteroskedasticity-Consistent Standard Errors. Hasil estimasi EGARCH menunjukkan bahwa volatilitas rupiah sangat persisten dan menampilkan pola pengelompokan volatilitas (volatility clustering), serta terdapat bukti adanya respons asimetris terhadap guncangan. Hasil regresi mengindikasikan bahwa perubahan suku bunga federal funds di Amerika Serikat memiliki keterkaitan yang lebih besar dengan volatilitas jangka pendek nilai tukar IDR/USD dibandingkan perubahan suku bunga kebijakan Bank Indonesia dan perubahan Indeks VIX selama periode penelitian. Dengan demikian, temuan ini menegaskan besarnya pengaruh kondisi moneter global terhadap volatilitas jangka pendek rupiah dan menekankan perlunya pembuat kebijakan untuk memantau perkembangan keuangan internasional selain kebijakan moneter domestik.
PERAN MAKROEKONOMI DAN KINERJA KEUANGAN DALAM MEMBENTUK PENGEMBALIAN SAHAM: BUKTI DARI INDUSTRI BATUBARA DI BURSA EFEK INDONESIA
Penelitian ini memberikan analisis komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pengembalian saham pada industri batubara di Indonesia dengan menelaah keterkaitan antara variabel makroekonomi dan kinerja keuangan selama periode satu dekade, yaitu dari triwulan pertama 2015 hingga triwulan keempat 2024. Studi ini dilatarbelakangi oleh volatilitas pasar energi global, transisi energi menuju sumber terbarukan, serta dinamika regulasi yang secara signifikan memengaruhi stabilitas operasional dan sentimen investor di pasar modal Indonesia. Industri batubara, meskipun mendapat sorotan terkait isu lingkungan, tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi besar terhadap PDB, pendapatan ekspor, dan kapitalisasi pasar. Posisi strategis ini, dikombinasikan dengan fluktuasi pasar yang tajam, menjadikan sektor batubara sebagai objek penelitian ideal untuk memahami bagaimana guncangan ekonomi eksternal dan kinerja keuangan internal secara bersama-sama memengaruhi hasil investasi. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel untuk menganalisis pengaruh sejumlah indikator makroekonomi utama, termasuk inflasi, nilai tukar (USD/IDR), dan Harga Batubara Acuan (HBA), serta indikator kinerja keuangan yang mencakup Gross Profit Margin (GPM), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Current Ratio (CR), Debt to Asset Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), Price to Book Value (PBV), dan Price to Earnings Growth (PEG). Sampel penelitian terdiri dari 13 perusahaan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dipilih berdasarkan kriteria pencatatan berkelanjutan, publikasi laporan keuangan triwulanan secara konsisten, dan ketersediaan data yang lengkap untuk seluruh variabel penelitian. Desain penelitian ini disusun secara sistematis untuk memastikan kedalaman dan validitas analisis. Prosesnya diawali dengan telaah literatur yang luas, merangkum hasil-hasil studi empiris sebelumnya dan teori-teori keuangan yang relevan, dilanjutkan dengan penyusunan hipotesis yang matang. Data dikumpulkan secara teliti dari sumber-sumber otoritatif seperti Bank Indonesia, Kementerian ESDM, laporan tahunan perusahaan, dan basis data pasar keuangan, sehingga menjamin keandalan dan akurasi temuan. Uji statistik dilakukan menggunakan prosedur ekonometrika yang mapan, termasuk Chow Test, Hausman Test, dan Lagrange Multiplier Test untuk menentukan model regresi paling sesuai. Uji asumsi klasik juga diterapkan untuk memastikan integritas hasil analisis. Hasil empiris penelitian menunjukkan beberapa temuan utama. Harga batubara, ROA, ROE, dan PBV terbukti memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pengembalian saham, menandakan bahwa baik kondisi pasar komoditas yang menguntungkan maupun kinerja keuangan internal yang kuat merupakan pendorong utama peningkatan nilai pemegang saham di sektor batubara. Sementara itu, variabel inflasi dan nilai tukar menunjukkan pengaruh yang bervariasi atau tidak signifikan terhadap pengembalian saham, yang mengindikasikan bahwa pengaruhnya seringkali dimediasi oleh karakteristik sektoral dan persepsi investor. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya efisiensi operasional dan produktivitas aset, sebagaimana tercermin dari pengaruh GPM dan ROA dalam menjaga keunggulan kompetitif perusahaan di tengah siklus komoditas yang dinamis. Dari sisi implikasi praktis, riset ini menawarkan panduan penting bagi berbagai pemangku kepentingan. Investor disarankan untuk memprioritaskan indikator kinerja keuangan, khususnya ROA, ROE, dan PBV, saat melakukan seleksi saham sektor batubara, serta secara aktif memantau tren harga komoditas global. Bagi eksekutif perusahaan, hasil penelitian menekankan perlunya peningkatan efisiensi biaya, optimalisasi penggunaan aset, dan pelaporan keuangan yang transparan guna menjaga kepercayaan investor, khususnya di tengah ketidakpastian makroekonomi. Sementara itu, pembuat kebijakan didorong untuk mempertimbangkan keterkaitan kompleks antara kebijakan makroekonomi, regulasi pasar komoditas, dan resiliensi sektor dalam merancang intervensi yang mampu menyeimbangkan kebutuhan energi nasional dengan pertumbuhan yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini memperkaya literatur dengan menghadirkan perspektif holistik berbasis data mengenai penentu utama pengembalian saham di sektor yang sangat strategis sekaligus volatil di perekonomian Indonesia. Pendekatan terintegrasi yang menghubungkan konteks makroekonomi, kinerja perusahaan, dan perilaku investor menghasilkan wawasan aplikatif yang relevan untuk pengambilan keputusan investasi, manajemen, maupun kebijakan di era kompleksitas dan transisi pasar yang semakin tinggi.
SUATU PEMODELAN HUBUNGAN INFLASI DAN PENGANGGURAN MENGGUNAKAN PERSAMAAN DIFERENSIAL WAKTU TUNDA DISKRET
i ABSTRAK SUATU PEMODELAN HUBUNGAN INFLASI DAN PENGANGGURAN MENGGUNAKAN PERSAMAAN DIFERENSIAL WAKTU TUNDA DISKRET Oleh Kevin Scifo Johannes Sinaga 10820050 Inflasi dan pengangguran memiliki keterkaitan sama lain terhadap kondisi perekonomian di suatu negara. Tinggi rendahnya inflasi dapat dipengaruhi oleh pengangguran dan berlaku sebaliknya. Namun, perubahan inflasi dan pengangguran tidak terjadi secara spontan, melainkan terdapat jeda waktu antara kebijakan disusun dan penerapannya secara efektif. Pengaruh inflasi dan pengangguran pada masa lampau terhadap inflasi dan pengangguran pada masa depan dapat dimodelkan menggunakan persamaan diferensial waktu tunda. Model yang dibangun pada tugas akhir ini adalah model hasil modifikasi model Kurva Phillips. Simulasi dilakukan untuk memvalidasi model. Simulasi menggunakan data inflasi dan pengangguran 2017-2019. Regresi linear dan non linear digunakan untuk melengkapi sistem persamaan yang dibangun. Selanjutnya, dilakukan estimasi parameter yang menggambarkan interaksi antara inflasi dan pengangguran. Solusi dari model akan ditentukan menggunakan metode bertahap dengan variasi waktu tunda.
PENGARUH INDIKATOR MAKROEKONOMI TERHADAP KINERJA INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG)
Penelitian ini mengkaji dampak indikator makroekonomi terhadap kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dari tahun 2014 hingga 2023, dengan fokus pada empat variabel utama: suku bunga, inflasi, jumlah uang beredar (M2), dan Produk Domestik Bruto (PDB). Menggunakan model Vector Autoregressive (VAR), penelitian ini menyelidiki dinamika jangka pendek antara variabel-variabel tersebut. Temuan menunjukkan bahwa dalam estimasi VAR, hanya nilai lag 1 M2 yang memiliki koefisien yang signifikan secara statistik. Namun, analisis Impulse Response Function (IRF) mengungkapkan bahwa guncangan pada suku bunga Bank Indonesia, inflasi, jumlah uang beredar, dan PDB awalnya menyebabkan fluktuasi signifikan pada indeks harga saham di Bursa Efek Jakarta, tetapi dampak tersebut bersifat sementara, dengan indeks stabil mendekati nol setelah beberapa periode. Hasil ini menawarkan implikasi yang berharga bagi pembuat kebijakan dan investor, dengan menyarankan bahwa pemahaman yang komprehensif tentang kondisi makroekonomi sangat penting untuk membuat keputusan yang tepat di pasar saham.
DAMPAK GUNCANGAN EKONOMI TERHADAP SEKTOR KONSTRUKSI DI INDONESIA: BUKTI EMPIRIS DARI UJI HUBUNGAN KAUSALITAS
Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor industri yang memegang peranan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menggali hubungan antara sektor konstruksi dan Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia, dengan fokus pada tiga aspek utama: hubungan kausalitas, hubungan jangka panjang, dan respon sektor konstruksi terhadap guncangan ekonomi. Metodologi yang digunakan meliputi serangkaian analisis ekonometrik, termasuk tes akar unit, tes kointegrasi, tes kausalitas Granger, dan fungsi respon impuls. Hasil uji kausalitas mengungkapkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan dari sektor konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sebaliknya, variasi dalam Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan pengaruh kausal yang signifikan terhadap sektor konstruksi. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika ekonomi makro berperan penting dalam menentukan kinerja sektor konstruksi. Lebih lanjut, analisis kointegrasi tidak mendeteksi adanya hubungan keseimbangan jangka panjang antara kedua variabel. Analisis fungsi respon impuls menunjukkan bahwa tidak ada dampak langsung dari guncangan ekonomi pada sektor konstruksi dalam periode pertama setelah guncangan pada Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi dampak negatif terjadi pada periode kedua. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pembuat kebijakan dan investor dalam sektor konstruksi, menyoroti perlunya strattegi yang mempertimbangkan pengaruh fluktuasi ekonomi makro yang diwakili oleh variabel Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Keterbatasan penelitian ini mancakup penggunaan variabel Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai satu-satunya indikator kondisi ekonomi, yang menyarankan perlunya penelitian lebih lanjut dengan variabel ekonomi lain seperti inflasi dan nilai investasi untuk gambaran yang lebih komprehensif.