πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

IDENTIFIKASI TUTUPAN LAHAN WILAYAH KARST DI KECAMATANCIPATAT DENGAN TEKNIK FUSI CITRA ALOS PALSAR DAN AVNIR-2:KAJIAN SOSIAL, KEPENDUDUKAN DAN EKONOMI

Penduduk di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya dan mengakibatkan meningkatnya jumlah kebutuhan pokok, sehingga manusia terus mengeksploitasi sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu wilayah yang dijadikan sasaran eksploitasi adalah wilayah karst yang kaya akan sumber daya hayati dan non hayati. Kegiatan ini akan berdampak pada perubahan tutupan lahan. Informasi tutupan lahan merupakan salah satu elemen penting untuk menentukan kebijakan, seperti hal-hal yang bersifat sosial, kependudukan, dan ekonomi. Penginderaan jauh dapat digunakan untuk mengamati tutupan lahan, salah satunya dengan fusi citra yang dapat memberikan informasi lebih, khususnya klasifikasi wilayah karst yang lebih terinci dibandingkan hanya dengan menggunakan data optis.

2026
πŸ‘€ Penulis: Manda Marcella
🏷️ Karst 🏷️ Penduduk 🏷️ Ekonomi

PEMODELAN DINAMIS PENGARUH INFLASI DAN SUKU BUNGA TERHADAP SEKTOR KONSTRUKSI DI INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL VECTOR AUTOREGRESSIVE (VAR)

Sektor konstruksi memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Kontribusinya yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan sektor-sektor terkait seperti industri bahan bangunan, jasa keuangan, dan properti, menjadikan sektor ini sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional. Namun, kinerja sektor konstruksi sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi, khususnya inflasi dan suku bunga. Peningkatan inflasi akan berdampak langsung pada naiknya biaya material dan upah tenaga kerja, sedangkan suku bunga yang tinggi akan menyebabkan biaya pembiayaan proyek meningkat, yang pada akhirnya dapat mengurangi kelayakan proyek konstruksi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dinamis antara inflasi, suku bunga, dan nilai konstruksi yang diselesaikan di Indonesia dalam rentang waktu tahun 2005 hingga 2023. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menerapkan model Vector Autoregressive (VAR), yang bertujuan untuk menangkap pola hubungan timbal balik di antara ketiga variabel yang dianalisis, yaitu inflasi tahunan, suku bunga acuan, dan nilai output sektor konstruksi. Data yang digunakan bersumber dari lembaga resmi pemerintah, yakni Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Selain data sekunder, penelitian ini juga dilengkapi dengan wawancara mendalam bersama para praktisi dari empat perusahaan konstruksi nasional besar untuk memberikan konteks praktis dan validasi terhadap hasil kuantitatif yang diperoleh. Hasil uji stasioneritas menunjukkan bahwa ketiga variabel tidak stasioner pada tingkat level, namun menjadi stasioner setelah dilakukan diferensiasi pertama. Uji kointegrasi Johansen mengonfirmasi adanya hubungan keseimbangan jangka panjang antarvariabel, yang berarti bahwa meskipun hubungan jangka pendek mungkin lemah, terdapat keterkaitan struktural dalam jangka panjang. Namun demikian, uji kausalitas Granger mengindikasikan bahwa dalam jangka pendek hanya inflasi yang secara signifikan menyebabkan perubahan pada suku bunga. Tidak ditemukan hubungan kausal jangka pendek yang signifikan dari inflasi maupun suku bunga terhadap nilai output konstruksi. Analisis impulse response menunjukkan bahwa nilai konstruksi merespons secara positif terhadap guncangan inflasi, meskipun respons ini baru terlihat setelah beberapa periode. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh inflasi terhadap sektor konstruksi muncul secara tertunda, kemungkinan karena adanya proses penyesuaian harga kontrak dan revisi anggaran. Sebaliknya, guncangan pada suku bunga memberikan dampak negatif yang mulai terlihat pada periode kedua, yang menunjukkan bahwa suku bunga memiliki efek yang lebih langsung dan cepat terhadap sektor konstruksi melalui saluran pembiayaan. Analisis variance decomposition menunjukkan bahwa lebih dari 93 persen variasi dalam nilai konstruksi dijelaskan oleh nilai historisnya sendiri. Hal ini mencerminkan bahwa dalam jangka pendek, sektor konstruksi di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh faktor internalnya sendiri. Meskipun demikian, kontribusi dari inflasi dan suku bunga meningkat secara perlahan dalam jangka menengah, menunjukkan bahwa pengaruh makroekonomi terhadap sektor konstruksi terjadi secara bertahap dan tidak bersifat seketika. Temuan dari wawancara dengan para pelaku industri mendukung hasil model VAR. Praktisi menyebutkan bahwa inflasi paling berdampak pada material yang bergantung pada impor dan energi, seperti baja, semen, dan solar. Strategi yang umum digunakan untuk mengatasi dampak inflasi meliputi kontrak harga tetap, pengadaan jangka panjang, dan penerapan teknik value engineering. Di sisi lain, kenaikan suku bunga dilaporkan mengurangi akses terhadap pinjaman dan mengganggu kelayakan proyek, khususnya di sektor swasta. Proyek-proyek yang didanai oleh pemerintah cenderung lebih tahan terhadap tekanan ini karena adanya jaminan anggaran serta klausul eskalasi harga dalam kontrak. Sebagai kesimpulan, sektor konstruksi di Indonesia cenderung digerakkan oleh dinamika internal dalam jangka pendek, tetapi pengaruh inflasi dan suku bunga semakin signifikan dalam jangka menengah. Perubahan suku bunga memiliki efek yang lebih cepat, sementara dampak inflasi muncul setelah jeda waktu tertentu. Hal ini menandakan bahwa kebijakan moneter memengaruhi investasi konstruksi secara bertahap, bukan secara langsung. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai bagaimana variabel makroekonomi memengaruhi aktivitas konstruksi di negara berkembang. Temuan ini juga memberikan wawasan yang bermanfaat bagi pembuat kebijakan dalam menjaga stabilitas moneter dan bagi pelaku industri dalam menyusun strategi keuangan dan manajemen risiko yang adaptif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel tambahan atau membedah sektor konstruksi ke dalam subsektor agar hasil prediksi lebih rinci dan aplikatif.

2025
πŸ‘€ Penulis: Fawwaz Muhammad Arib
🏷️ Ekonomi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Dinamis

ECONOMIC CALCULATION AND SENSITIVITY ANALYSIS FOR MARGINAL WELL IN THE UNITED STATES

This study evaluates the economic feasibility and sensitivity of marginal wells in the United States, focusing on the Riser A-1 well in Texas. The Riser A-1 well was chosen as it represents typical unconventional gas wells in the USA, mostly categorized as marginal wells. Utilizing decline curve analysis with Duong’s model, the study forecasts production and applies discounted cash flow analysis to calculate net present value (NPV) over time. Sensitivity analysis highlights critical factors impacting profitability, including production rates, gas prices, and lease operating expenses (LOE). The research reveals that marginal wells, despite lower production levels, can remain economically viable with effective management of LOE and market conditions. Recommendations include conducting comparative analyses with similar wells in Indonesia to enhance strategies for developing unconventional resources and maximizing economic returns.

2024
πŸ‘€ Penulis: Reza Maulana Firdauz
🏷️ Ekonomi 🏷️ Analisis Sensitivitas 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Migil
πŸ’¬