📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

STRATEGI PENGEMBANGAN SUBSEKTOR PERIKANAN TANGKAP BERBASIS BLUE ECONOMY DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN SUKABUMI

Kawasan pesisir Kabupaten Sukabumi yang mencakup sembilan kecamatan pesisir dengan keberadaan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu memiliki potensi strategis dalam pengembangan subsektor perikanan tangkap. Namun, subsektor ini masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi produksi, keterbatasan integrasi sistem pemasaran, belum optimalnya kapasitas sumber daya manusia nelayan, serta kerentanan ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan subsektor perikanan tangkap berbasis ekonomi biru di kawasan pesisir Kabupaten Sukabumi menggunakan pendekatan deduktif dengan sifat mixed methods. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, data sekunder, dan kuesioner ahli. kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, gap analysis, SWOT, Analytical Hierarchy Process (AHP), serta matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip Blue Economy pada dimensi ekonomi, sosial, dan ekologi belum berjalan optimal. Pertumbuhan produksi terkonsentrasi di PPN Palabuhanratu dengan CAGR sebesar 8,95%, sementara pangkalan pendaratan lainnya mengalami penurunan. Kapasitas SDM, adopsi teknologi, kesetaraan gender, kepatuhan regulasi penangkapan, dan pengelolaan lingkungan pesisir juga masih perlu diperkuat. Berdasarkan analisis SWOT-AHP dan matriks IFAS-EFAS, sektor perikanan tangkap Kabupaten Sukabumi berada pada Kuadran III dengan koordinat (-0,32; 0,15), sehingga strategi yang tepat adalah strategi turnaround, yang mencakup mengoptimalkan perkembangan teknologi dan peluang pasar, memanfaatkan dukungan kebijakan dan peluang investasi guna meningkatkan kapasitas armada perikanan, mengintegrasikan perkembangan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pendidikan nonformal dan kapasitas nelayan, mengembangkan kolaborasi multipihak dan perkembangan teknologi untuk memperkuat sistem pemantauan kualitas perairan serta pengelolaan sampah laut secara berkelanjutan, dan memanfaatkan dukungan kebijakan ekonomi biru untuk memperkuat kelembagaan nelayan.

2026
👤 Penulis: Challita Zeshan Jatmiko
🏷️ Ekonomi Biru 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Perikanan 🏷️ Analisis Swot

PERANCANGAN PELABUHAN PERIKANAN TUNA BERBASIS BLUE ECONOMY DI DESA PARA PARA, BULUKUMBA

Desa Para-para, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu sentra produksi tuna utama di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan kontribusi sekitar 47,16% dari total produksi tuna pada tahun 2023. Namun, tingkat pemanfaatan sumber daya laut oleh nelayan setempat baru mencapai 44% dari batas yang diperbolehkan di WPP 713, sementara tingkat penerimaan hasil tangkapan di pasar internasional hanya 4–8% akibat penurunan kualitas. Permasalahan ini mencerminkan lemahnya pengelolaan rantai pasok, yang diperburuk oleh keterbatasan fasilitas seperti tempat pendaratan ikan, penyimpanan dingin, dan distribusi, yang sebagian besar dibangun secara swadaya. Tesis ini disusun dengan tujuan merancang pelabuhan perikanan yang mampu mewadahi aktivitas rantai pasok tuna di Desa Para-para, guna meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan. Pendekatan Blue Economy digunakan sebagai landasan desain untuk menjawab kedua tujuan tersebut. Penyusunan tesis ini mencakup analisis kajian pustaka terkait pendekatan yang digunakan, serta kajian terhadap karakteristik fisik dan sosial Desa Para-para guna menghasilkan rancangan yang relevan dan kontekstual dengan isu perancangan. Penerapan prinsip ekonomi biru dalam rancangan pelabuhan perikanan di Desa Para-para mendorong peningkatan produktivitas nelayan melalui diversifikasi sumber pendapatan nelayan dengan penyediaan fasilitas dan infrastruktur yang mendukung. Desain bangunan pelabuhan turut dirancang untuk menjaga kualitas hasil tangkapan dengan mempertimbangkan alur aktivitas dan efisiensi rantai pasok tuna secara menyeluruh. Selain sebagai pusat aktivitas perikanan, fasilitas pelabuhan turut diintegrasikan sebagai ruang edukatif dan sosial yang membuka peluang partisipasi aktif dari komunitas. Strategi ini mencerminkan pendekatan perancangan yang integratif, dengan menggabungkan fungsi ekonomi, sosial, dan ekologis secara seimbang. Melalui pendekatan tersebut, pelabuhan diharapkan menjadi simpul interaksi dan kolaborasi antara aktor rantai pasok dan masyarakat lokal, guna meningkatkan kualitas dan efisiensi rantai pasok tuna Desa Para-para yang berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: M Faathir Ath Thaariq
🏷️ Desain Pelabuhan Perikanan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Ekonomi Biru
💬