📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6 dokumen

INTEGRASI PROSES VARIANCE GAMMA (VG) DAN GEOMETRIC BROWNIAN MOTION (GBM) UNTUK SIMULASI HARGA KARBON

Ketidakpastian harga karbon menjadi faktor penting dalam penilaian kelayakan ekonomi proyek mitigasi iklim. Penelitian ini menganalisis dan membandingkan kelayakan ekonomi Proyek Penyerapan Karbon Berbasis Mikroalga dan Proyek Panas Bumi Lahendong Unit 5 & 6 dengan memodelkan harga karbon menggunakan Geometric Brownian Motion (GBM) dan Variance Gamma (VG). Data harga karbon berasal dari transaksi IDXCarbon periode Januari 2024-Maret 2026. Pemilihan model dilakukan berdasarkan uji normalitas serta kriteria AIC, BIC, RMSE, dan MAPE. Valuasi proyek dilakukan menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), simulasi Monte Carlo 10.000 iterasi, serta Real Options Valuation (ROV) dengan pendekatan option to delay untuk Proyek Lahendong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model VG memberikan kinerja terbaik dengan AIC -379,06, BIC -375,29, dan MAPE 0,4989%. Proyek Mikroalga tidak layak secara ekonomi dengan ekspektasi NPV sebesar -Rp57.503.294 dan probabilitas kegagalan 100%, sedangkan Proyek Lahendong menunjukkan kinerja yang baik dengan ekspektasi NPV sebesar USD 14.040.102, probabilitas kegagalan 0%, dan IRR 8,32%. Analisis ROV menghasilkan nilai tambahan investasi yang signifikan dengan TIV sebesar USD 29.610.024 dan ROV sebesar USD 15.569.922. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek berskala besar dengan sumber pendapatan yang lebih stabil memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap ketidakpastian harga karbon.

2026
👤 Penulis: Yayu Septiani
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Ekonomi Pembangunan

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PABRIK MANUFAKTUR AUTOCLAVED AERATED CONCRETE (AAC) DI MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR (STUDI KASUS PT ANTO JAYA MANUFAKTUR)

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan finansial pembangunan pabrik Autoclaved Aerated Concrete (AAC) tipe greenfield di Muara Badak, Kalimantan Timur, oleh PT Anto Jaya Manufaktur. Proyek ini didukung oleh kondisi backlog perumahan struktural, pertumbuhan kredit properti yang berkelanjutan, serta agenda pembangunan jangka panjang terkait Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, struktur pendanaan yang direncanakan bersifat leveraged dengan komposisi 80% utang, sehingga meningkatkan risiko finansial. Analisis dilakukan menggunakan model keuangan terintegrasi selama 10 tahun yang mencakup proyeksi laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Evaluasi investasi menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period, Profitability Index (PI), serta Equity IRR, dengan tingkat diskonto berdasarkan Weighted Average Cost of Capital (WACC). Analisis risiko dilakukan melalui uji sensitivitas dan simulasi Monte Carlo. Hasil menunjukkan bahwa dalam skenario dasar, proyek layak secara finansial dengan NPV sebesar Rp 104,86 miliar dan IRR 20,69%, lebih tinggi dari WACC sebesar 10,06%. Nilai PI sebesar 1,58 dan Payback Period 5,3 tahun (6,8 tahun secara diskonto) menunjukkan penciptaan nilai yang memadai. Equity IRR mencapai 52,84%, dengan rasio DSCR di atas 1,0x dan LLCR di atas 1,5x. Meskipun leverage meningkatkan imbal hasil pemegang saham, analisis risiko menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan pendapatan dan biaya, dengan probabilitas NPV positif sebesar 69,4%. Oleh karena itu, pengendalian biaya dan stabilitas utilisasi menjadi kunci keberlanjutan finansial proyek.

2025
👤 Penulis: Allensius Paliling
🏷️ Ekonomi Pembangunan 🏷️ Manajemen Risiko Investasi 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN TERPADU SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI ZONA 1 KAWASAN WADUK PLUIT, JAKARTA UTARA: INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR

Pengelolaan sanitasi dan air limbah masih menjadi tantangan serius di Jakarta, di mana lebih dari 80% air limbah domestik dibuang langsung ke badan air tanpa pengolahan. Berdasarkan DIKPLHD DKI Jakarta (2022), diperlukan pembangunan IPAL sebagai fasilitas sanitasi yang layak untuk memenuhi standar kesehatan. Penelitian ini merancang instalasi pengolahan lumpur dengan metodologi meliputi identifikasi masalah, studi literatur, pengumpulan data, pemilihan konfigurasi, analisis teknis dan ekonomi, perancangan teknis, perhitungan RAB, penyusunan SOP, dan penyusunan laporan. Konfigurasi terpilih mencakup: Gravity Thickener (Ø18 m, H 7,5 m), Gravity Belt Thickener (4×3 m), High Rate Anaerobic Digester (Ø23 m, H 14 m), dan Belt Filter Press (3×5 m), dengan jumlah unit bertahap sesuai fase pembangunan. Total biaya investasi (CAPEX) sebesar Rp110,65 miliar dan biaya operasional tahunan (OPEX) Rp5,06 miliar. Analisis ekonomi menunjukkan nilai NPV Rp311,5 miliar dan BCR 2,9, menandakan proyek ini layak dan menguntungkan secara ekonomi.

2025
👤 Penulis: Aliza Azzahra
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Ekonomi Pembangunan

STUDI KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK JALAN TOL PANGKALAN BRANDAN – LANGSA

Untuk mempercepat pengembangan di Pulau Sumatera dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 100 Tahun 2014 tentang pembangunan jalan tol di Sumatera, di mana PT Hutama Karya (Persero) ditugaskan untuk melaksanakan pembangunan dan pengelolaan Jalan Tol Trans Sumatera. Peraturan ini telah mengalami tiga perubahan. Perubahan pertama dalam Peraturan Presiden No. 117 Tahun 2015 menambah 20 ruas tol, termasuk Binjai – Langsa. Perubahan kedua dalam Peraturan Presiden No. 131 Tahun 2022 membagi ruas Binjai – Langsa menjadi dua tahap. Perubahan ketiga dalam Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2024 mengubah tahap pembangunan Binjai – Langsa dari tahap III menjadi tahap II yaitu Binjai - Pangkalan Brandan dan Pangkalan Brandan - Langsa Penelitian ini mengevaluasi kelayakan finansial Proyek Tol Pangkalan Brandan – Langsa dengan menghitung Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), Discounted Payback Period, dan Profitability Index (PI). Hasilnya menunjukkan Net Present Value (NPV) positif Rp. 12.773.885.792.000, Internal Rate of Return (IRR) 13,26% (lebih tinggi dari tingkat diskon 9,22%), Payback Period (PP) 16,4 tahun, Discounted Payback Period 27,7 tahun, dan Profitability Index (PI) 2,5190. Semua indikator menunjukkan proyek ini layak secara finansial. Disarankan untuk melaksanakan proyek tepat waktu untuk menghindari pembengkakan biaya.

2024
👤 Penulis: Mahar Muliawan
🏷️ Ekonomi Pembangunan 🏷️ Analisis Keuangan Proyek Tol 🏷️ Manajemen Risiko Investasi

ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN LAYANAN DASAR AIR MINUM DI KECAMATAN CIPEUNDEUY, KABUPATEN BANDUNG BARAT

Air memiliki peran penting terhadap suatu perkotaan. Namun, di Indonesia, masih banyak kota yang belum memiliki akses air bersih yang memadai, termasuk di Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat. Hal ini diperparah dengan krisis air bersih yang terjadi pada saat musim kemarau panjang. Kecamatan Cipeundeuy saat ini mengandalkan sistem individu dengan memanfaatkan air tanah sebagai sumber air baku. Akan tetapi, pemanfaatan air tanah secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif untuk menyediakan air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat di Kecamatan Cipeundeuy. Penelitian ini mengusulkan pembangunan sistem penyediaan air bersih (SPAM) yang memanfaatkan air dari Waduk Cirata. Waduk Cirata memiliki potensi besar sebagai sumber air baku karena memiliki kapasitas yang memadai. Penelitian ini membandingkan dua skenario, SPAM dengan sumber air Waduk Cirata dan SPAM dengan sumber air Mata Air Cibanteng. Biaya investasi modal untuk membangun SPAM dengan sumber air Waduk Cirata diperkirakan sebesar Rp59.158.784.856, sedangkan untuk SPAM dengan Mata Air Cibanteng sebesar Rp119.516.897.530. Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa SPAM Waduk Cirata memiliki nilai NPV (Net Present Value) sebesar Rp84.080.618.673, IRR (Internal Rate of Return) sebesar 23,1484%, BCR (Benefit Cost Ratio) sebesar 1,0781, dan payback period 8,9 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembangunan SPAM dengan Waduk Cirata lebih layak secara finansial dibandingkan dengan Mata Air Cibanteng.

2024
👤 Penulis: Inas Fathinah Ramadhani
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Ekonomi Pembangunan

PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH PUING BANGUNAN PASCA GEMPA BUMI DI KECAMATAN CUGENANG, KABUPATEN CIANJUR

Pada Senin, 21 November 2022 sekitar pukul 13.21 WIB terjadi gempa berkekuatan magnitudo 5,6 SR dengan episenter pada koordinat 6.84 LS dan 107 BT berlokasi di darat 10 km Barat Daya Kabupaten Cianjur dengan kedalaman 10 km. Gempa ini memberikan dampak yang sangat besar terhadap salah satu kecamatan yaitu Kecamatan Cugenang, sebanyak 13.834 rumah rusak berat, 4.949 rumah rusak sedang, dan 4.470 rumah rusak ringan. Akibat dari peristiwa tersebut jumlah timbulan sampah pada area terdampak bertambah cukup banyak. Salah satunya yaitu sampah puing bangunan. Sampah puing bangunan pada kecamatan Cugenang sebagian besar berasal dari rumah yang rusak. Oleh karena itu, diperlukan adanya evaluasi terhadap sistem pengelolaan sampah puing bangunan di kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, serta membuat perancangan sistem pengelolaan sampah puing bangunan. Fasilitas yang dirancang diharapkan menjadi salah satu alternatif yang akan membantu menjawab tantangan pengelolaan sampah puing bangunan di wilayah terdampak Gempa Cianjur. Saat ini sampah puing bangunan pasca Gempa Cianjur umumnya hanya dikumpulkan dan ditimbun tanpa pemilahan ataupun pengolahan lebih lanjut. Perencanaan yang dilakukan yaitu membuat alur pengolahan sampah puing bangunan dan merancang fasilitas tempat pengolahan sampah puing bangunan yang dapat menampung seluruh kapasitas timbulan sampah puing bangunan. Alternatif terpilih untuk mengolah sampah puing bangunan pasca gempa cianjur yaitu dengan membagi dan mengelompokan sampah puing bangunan, kemudian dilakukan pengolahan dengan menggunakan teknologi yang efektif untuk mengolah sampah puing bangunan. Sedangkan untuk sampah yang tidak dapat diolah dikirim ke TPA. Fasilitas pengolahan sampah puing bangunan yang direncanakan yaitu memiliki luas sebesar 2.800 m². Total investasi yang diperlukan yaitu sebesar Rp Rp 8.412.364.000. Dan total biaya operasional Rp 2.438.919.048 per tahun. Dengan memperhitungkan nilai Net Present Value (NPV), berdasarkan hasil perhitungan didapat hasil NPV>0 maka dapat dikatakan bahwa perencanaan pembangunan fasilitas pengolahan sampah puing bangunan untuk daerah terdampak gempa cianjur, layak secara ekonomi.

2024
👤 Penulis: Aurey Stevan Reynardo
🏷️ Geologi Dan Meteorologi 🏷️ Manajemen Sampah 🏷️ Ekonomi Pembangunan
💬