📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenKAJIAN KELAYAKAN EKONOMI KORIDOR 5 METRO JABAR TRANS DENGAN ANALISIS MANFAAT DAN BIAYA SOSIAL
Metro Jabar Trans (MJT) merupakan sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang dikembangkan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendukung mobilitas berkelanjutan di Kawasan Cekungan Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi operasional MJT Koridor 5 rute Unpad Dipatiukur–Unpad Jatinangor menggunakan pendekatan Social Cost-Benefit Analysis (SCBA) pada periode analisis 2026–2045. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi, mengukur, dan memonetisasi berbagai komponen biaya dan manfaat sosial yang timbul akibat operasional koridor. Komponen biaya meliputi biaya modal, biaya operasional, dan biaya tambahan waktu perjalanan, sedangkan manfaat mencakup pendapatan operasional, peningkatan produktivitas masyarakat, penghematan ongkos transportasi, penghematan biaya operasional kendaraan, pengurangan kecelakaan lalu lintas, reduksi emisi, serta pengurangan kemacetan. Hasil analisis menunjukkan bahwa MJT Koridor 5 layak secara ekonomi dengan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp837,765 miliar, Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 1,53, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 67,46%, dan Payback Period (PP) selama 1,09 tahun atau sekitar 1 tahun 3 hari. Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat sosial yang dihasilkan MJT melebihi biaya yang dikeluarkan, sehingga pengembangan dan pengoperasian koridor ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap sistem transportasi perkotaan yang lebih efisien, dan berkelanjutan di Kawasan Cekungan Bandung.
FINANCIAL FEASIBILITY STUDY OF KUNCIRAN - SERPONG TOLL ROADPT. JASA MARGA TBK
Peningkatan secara signifikan terhadap kepemilikan kendaraan pribadi dan umum adalah salah satu problem yang ada di negara berkembang seperti Indonesia. Secara umum peningkatan ini setara dengan pertumbuhan penduduk yang terjadi di negara Indonesia pula. Peningkatan yang sangat pesat ini harus diimbangi dengan infrastruktur dan kebijakan yang cukup pula. Contoh infrastruktur yang bisa menopang peningkatan kendaraan adalah jalan tol, jembatan layang, lahan parkir, dll. Jalan tol misalnya menjadi alternatif yang sangat baik dalam mengurangi kemacetan dan menambah aksesibilitas. Di dalam riset ini, penulis akan melakukan uji kelayakan pada jalan tol 'Kunciran-Serpong' yang merupakan proyek jalan tol Jasa Marga. Dari hasil analisa secara finansial, didapatkan bahwa proyek tol 'Kunciran-Serpong' yang mempunyai masa konsesi selama 35 tahun, memiliki nilai NPV sebesar Rp 1,351 trilyun, dengan IRR dan WACC sebesar 22,28% dan 14,72% secara berturut-turut dan juga titik BEP proyek selama 12,68 tahun. Berdasarkan studi kelayakan, hasil analisa tersebut adalah layak dan baik untuk investasi. Oleh karena itu penulis menganjurkan Pemerintah Indonesia dan Jasa Marga sebagai investor, debitur dan kontraktor utama untuk menerima dan menjalankan proyek jalan tol "Kunciran-Serpong'. Di jalankannya proyek jalan tol 'Kunciran-Serpong' akan dapat mengurangi masalah yang ada, tapi tidak menghilangkannya. Oleh karena itu penulis merekomendasikan kepada Pemerintah dan Jasa Marga untuk melakukan kerja sama terutama dalam hal kebijakan terhadap kendaraan. Contohnya adalah eskalasi pada jalan tol tidak perlu dilakukan kembali. Yang harus dilakukan adalah mengimplementasikan pajak yang besar terhadap pemilik kendaraan ataupun menghilangkan subsidi bensin pada kendaraan pribadi. Namun, Pemerintah juga harus memberikan solusi seperti pembuatan transpotasi massal untuk penduduk misalnya kereta bawah tanah, kereta monorail atau bus way. Kata-kata kunci: Studi kelayakan, NPV, IRR, Titik BEP, WACC, Jalan tol, Jasa Marga
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK PRODUKSI PESAWAT EVTOL OLEH PT XYZ
Pertumbuhan transportasi di Indonesia yang meningkat terutama di perkotaan, membuat waktu perjalanan semakin lama dan menyebabkan kemacetan. Salah satu Solusi untuk mengatasi permasalhan tersebut adalah taksi udara yang menggunakan pesawat elektrik yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal (eVTOL). Sebagai salah satu negara yang dapat memproduksi pesawat terbang, PT XYZ melihat kesempatan untuk memproduksi eVTOL dalam negeri. eVTOL ini nantinya juga akan digunakan untuk salah satu mode transportasi di IKN nanti. Sebagai satu-satunya pemain di industri pesawat eVTOL, PT XYZ berencana untuk memproduksi pesawat eVTOL dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan studi kelayakan finansial secara komperhensif ke PT XYZ. Proyek ini direncanakan dari tahun 2024 sampai 2035 dan kelayakan finansial proyak ini diperlukan. Dari tahun 2024 sampai 2028, PT XYZ akan menambah kapital untuk pengembangan dan persiapan proyek ini. Tahun 2029 sampai 2035 PT XYZ berencana untuk menjuam total 1710 pesawat eVTOL yang telah dimulai produksinya. Dengan biaya investasi sebesar $327,292,103.88, proyek ini menghasilkan nilai Net Present Value yang positif dan Internal Rate of Return yang melebihi weighted average cost of capital.dengan payback period selama 8 tahun. PT XYZ berencana untuk menjual pesawatnya dengan harga $2,283,626.96 dengan harga pokok produksi sebesar $2,470,673.59. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proyek produksi pesawat eVTOL layak secara finansial dengan beberapa variabel dan probabilitas yang memepengaruhi nilai Net Present Value proyek ini. Dengan menggunakan sensitivity analysis variabel yang mempengaruhi Net present Value proyek ini adalah harga jual pesawat dan harga pokok produksi. Dengam menggunakan Monte Carlo Simulation, probabilitas proyek ini memiliki nilai net Present Value yang positif adalah 80% dengan 50% kemungkinan net present value yang melebihi basis