📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PERANCANGAN SERI VIDEO MENGENAI FEAR OF FAILURE SEBAGAI UPAYA MENGURANGI PERFEKSIONISME MALADAPTIF PADA USIA 20-25 TAHUN

Rentang usia 20–25 tahun merupakan fase transisi menuju kedewasaan yang sering ditandai oleh tekanan internal berupa fear of failure atau ketakutan akan kegagalan. Kondisi ini dapat berkembang menjadi perfeksionisme maladaptif yang berdampak pada kesejahteraan emosional, motivasi, dan pengambilan keputusan individu. Oleh karena itu, diperlukan media komunikasi yang mampu membantu individu memahami dan merefleksikan dinamika emosional tersebut secara empatik. Laporan perancangan ini bertujuan merancang seri video sinematik bertema fear of failure sebagai upaya meningkatkan kesadaran emosional dan mengurangi kecenderungan perfeksionisme berlebihan pada mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduate usia 20–25 tahun. Metode perancangan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan wawancara. Proses perancangan meliputi tahap praproduksi, produksi, dan pascaproduksi dengan penerapan visual storytelling, metafora visual, dan komunikasi emosional. Instagram Reels dipilih sebagai medium utama karena relevan dengan pola konsumsi media generasi muda.

2026
👤 Penulis: Reyvia Shafa Mazaya
🏷️ Emosi 🏷️ Perfeksionisme 🏷️ Komunikasi Emosional

PERAN PERSEPSI KELANGKAAN DALAM MEMBENTUK EMOSI YANG DIANTISIPASI DAN NIATAN MEMBELI KEMBALI KONSUMEN: STUDI PADA POP MART INDONESIA

Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi digital dan melimpahnya informasi daring telah mengubah perilaku konsumen, dari yang semula berbasis evaluasi rasional menjadi lebih mengandalkan emosi dan intuisi. Dalam kondisi ini, pemasaran berbasis kelangkaan menjadi strategi yang efektif untuk menarik perhatian dan mendorong pembelian. Pasar blind box mencerminkan pergeseran ini, dengan Pop Mart muncul sebagai salah satu pemain utama melalui strategi kelangkaan seperti sistem e-ticket untuk masuk toko, peluncuran produk secara tiba-tiba, dan pembatasan jumlah pembelian per konsumen. Strategi ini dirancang untuk meningkatkan daya tarik produk dan mendorong pembelian ulang, tetapi juga dapat memicu frustrasi dan kekecewaan ketika konsumen gagal mendapatkan produk yang diinginkan, yang kemudian tampak dari komentar negatif di media sosial. Penelitian ini mengkaji pengaruh kelangkaan yang dirasakan terhadap niat membeli ulang dengan mediasi emosi positif yang diantisipasi dari pembelian dan emosi negatif yang diantisipasi dari tidak melakukan pembelian, dalam konteks gerai fisik Pop Mart di Indonesia. Dengan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 211 responden melalui purposive sampling. Analisis dilakukan dengan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM), mencakup measurement model dan structural model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelangkaan yang dirasakan berpengaruh signifikan terhadap emosi positif maupun negatif yang diantisipasi. Emosi positif memperkuat niat membeli ulang, sementara emosi negatif dapat memicu pembelian jangka pendek tetapi melemahkan niat membeli ulang jika dialami berulang kali. Temuan ini menegaskan bahwa emosi yang diantisipasi berperan sebagai mediator antara kelangkaan yang dirasakan dan niat membeli ulang. Penelitian ini menekankan pentingnya bagi pemasar untuk mengelola strategi kelangkaan dengan hati-hati agar dapat menjaga antusiasme tanpa menimbulkan frustrasi, misalnya dengan menyediakan informasi stok yang lebih jelas, distribusi yang lebih adil, dan upaya pemulihan untuk mempertahankan loyalitas jangka panjang.

2025
👤 Penulis: Kayla Maylia Naulibasa
🏷️ Emosi 🏷️ Kelangkaan Produk 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan
💬