📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenPERANCANGAN PEMANFAATAN ENERGY STORAGE SYSTEM (ESS) DI SISTEM KETENAGALISTRIKAN INDONESIA DENGAN STUDI KASUS SISTEM INTERKONEKSI SULAWESI UTARA - GORONTALO
Peningkatan penetrasi pembangkit energi terbarukan variabel, pertumbuhan beban, serta perbedaan karakteristik antarsistem meningkatkan kebutuhan fleksibilitas pada sistem ketenagalistrikan Indonesia. Energy Storage System (ESS) dapat menyediakan berbagai fungsi penunjang, seperti frequency regulation and reserves, peak shaving, congestion management, VRE firming and support, peningkatan kualitas daya, dan blackstarter. Tugas akhir ini bertujuan menentukan fungsi ESS prioritas dan teknologi yang paling sesuai, dengan fokus pada Sistem Sulawesi Utara–Gorontalo. Penentuan prioritas dilakukan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) berdasarkan data teknis sistem dan penilaian lima responden, dengan empat alternatif teknologi berupa supercapacitor, BESS lithium-ion, pumped hydro energy storage, dan hydrogen energy storage system. Hasil analisis menunjukkan bahwa fungsi prioritas pada Sistem Sulawesi Utara–Gorontalo adalah frequency regulation and reserves serta VRE firming and support, sedangkan BESS lithium-ion menjadi teknologi terbaik dengan nilai akhir 94,62%. Simulasi DIgSILENT PowerFactory menunjukkan bahwa pemasangan BESS meningkatkan frekuensi nadir dari 47,99 Hz menjadi 49,61 Hz dan Indeks Kekakuan Sistem dari 31,34 MW/Hz menjadi 161,54 MW/Hz. Selain itu, penggunaan BESS sebagai ramp limiter menurunkan ramp rate maksimum dari 1,38 pu/jam menjadi sekitar 0,20 pu/jam atau sebesar 85,5%. Hasil ini menunjukkan bahwa BESS lithium-ion efektif meningkatkan kestabilan frekuensi, meredam fluktuasi PLTS, dan meningkatkan fleksibilitas operasi sistem.