📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 15 dokumen

EFEKTIVITAS NIRA NIPAH (NYPA FRUTICANS) SEBAGAI PENGGANTI MOLASE UNTUK APLIKASI BIOSTIMULASI DALAM TEKNOLOGI MEOR (MICROBIAL ENHANCED OIL RECOVERY)

MEOR (Microbial Enhanced Oil Recovery) merupakan metode Enhanced Oil Recovery yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk meningkatkan perolehan minyak dan dipengaruhi oleh ketersediaan sumber karbon sebagai nutrisi mikroorganisme. Molase umum digunakan sebagai sumber karbon, tetapi ketersediaannya dipengaruhi oleh dinamika pasar industri, sehingga harganya cenderung fluktuatif. Nira nipah (Nypa fruticans) merupakan cairan manis kaya akan gula, berasal dari tanaman nipah (Nypa fruticans) yang populasinya berlimpah di pesisir pantai Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas nira nipah (Nypa fruticans) sebagai sumber karbon alternatif untuk mensubstitusi molase dalam aplikasi MEOR pada reservoir minyak Jambi. Metode penelitian meliputi inkubasi selama 5 hari medium berisi brine water dan crude oil sebagai sampel kontrol, sementara sampel perlakuan ditambahkan NPK, DAP, dan nira nipah atau molase dengan pengamatan parameter profil pertumbuhan bakteri, perubahan pH, indeks emulsifikasi (E24), penurunan tegangan antarmuka (Interfacial Tension/IFT), perubahan viskositas minyak, serta analisis SARA (Saturated, Aromatic, Resin, Asphaltene). Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan bakteri sampel nira nipah sebesar 2,146 hari-1, sedangkan molase 2,723 hari-1, dengan densitas akhir keduanya berada di sekitar 8,45 log CFU/mL. Pada parameter tegangan permukaan, penurunan IFT dan pembentukan emulsi (E24) nira nipah lebih besar (masing-masing 33,14% dan 61,30%) dibandingkan molase (masing-masing 14,49% dan 60,13%). Kestabilan emulsi sampel nira nipah didukung oleh produksi asam organik yang tinggi, sehingga mencapai pH 5,35 (molase 6,37). Sebaliknya, media molase lebih unggul dalam menurunkan viskositas minyak (23,84%) dibandingkan nira nipah (7,42%). Berdasarkan analisis SARA, konsentrasi fraksi saturated dan resin pada sampel molase mengalami pola naik-turun yang lebih besar serta menghasilkan endapan asphaltene (5%) yang lebih tinggi dibandingkan dengan nira nipah (2%). Melalui penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa nira nipah efektif diaplikasikan sebagai pengganti molase untuk aplikasi biostimulasi dalam teknologi MEOR.

2026
👤 Penulis: Yolla Padmadewi Wiragapa
🏷️ Microbiologi 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Kecerdasan Buatan

STUDI PENGARUH INJEKSI LISTRIK (ELEKTROKINETIKA) TERHADAP INTERAKSI FLUIDADINDING PORI BATUAN SANDSTONE : IMPLIKASI PADA ENHANCED OIL RECOVERY

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh injeksi listrik terhadap sistem fluida–batuan sandstone serta implikasinya dalam proses Enhanced Oil Recovery (EOR). Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium menggunakan sampel batuan sandstone Bayah dan Berea, dengan pengujian meliputi pengukuran sudut kontak, permeabilitas, pencitraan X-ray, serta pengujian pemulihan minyak menggunakan metode Electrokinetic Enhanced Oil Recovery (EK-EOR). Hasil pengukuran sudut kontak menunjukkan bahwa brine pada kedua sampel batuan memiliki kecenderungan bersifat water-wet, yang ditandai dengan penurunan sudut kontak seiring waktu. Pemberian injeksi arus listrik tidak mengubah karakter keterbasahan dasar batuan, namun mempercepat dinamika pembasahan air. Pada pengujian menggunakan minyak, minyak cenderung menyerap ke dalam batuan pada kondisi tanpa injeksi listrik, sedangkan pada kondisi dengan injeksi listrik minyak tidak menyerap dan tetap berada di permukaan, yang mengindikasikan dominasi air pada permukaan batuan semakin kuat. Pengukuran permeabilitas menunjukkan bahwa pemberian injeksi arus listrik searah (DC) menyebabkan peningkatan nilai permeabilitas batuan selama proses pengujian. Pencitraan X-ray menunjukkan distribusi fluida yang relatif homogen serta tidak adanya perubahan struktur fisik batuan selama pengujian. Pengujian pemulihan minyak menggunakan metode EK-EOR menunjukkan bahwa kombinasi injeksi air yang didorong oleh gas argon dan pemberian medan listrik mampu memobilisasi sebagian minyak dari sistem pori batuan.

2026
👤 Penulis: Nita Juang
🏷️ Elektrokinetika 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Hidrologi Batuan

OPTIMASI PRODUKSI BIOSURFAKTAN BACILLUS SP. F7 DENGAN NIRA NIPAH (NYPA FRUTICANS) SEBAGAI SUMBER KARBON DAN EVALUASI POTENSINYA DALAM MICROBIAL ENHANCED OIL RECOVERY (MEOR)

Biosurfaktan merupakan surfaktan hayati yang diproduksi oleh mikroorganisme dan memiliki keunggulan dalam tingkat biodegradabilitas yang tinggi, toksisitas rendah, serta stabil dalam kondisi ekstrem. Dengan keunggulan tersebut, biosurfaktan berpotensi sebagai pengganti surfaktan kimiawi untuk meningkatkan produksi minyak dalam teknologi MEOR. Pada aplikasinya, biosurfaktan dibutuhkan dalam skala besar sehingga tidak jarang dihadapkan pada tantangan biaya produksi yang tinggi. Pemanfaatan substrat dengan biaya efektif merupakan solusi tepat untuk tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengeksplorasi potensi sumber karbon nira nipah untuk produksi biosurfaktan oleh Bacillus sp. F7, isolat bakteri indigen reservoir minyak bumi. Dalam penelitian ini, Response Surface Methodology (RSM) digunakan dalam optimasi produksi biosurfaktan dengan variabel independen adalah variasi konsentrasi sumber karbon yaitu nira nipah dan sumber nitrogen yaitu urea. Indeks emulsifikasi dan berat kering biosurfaktan menjadi variabel dependen untuk mengukur produksi biosurfaktan. Biosurfaktan yang diproduksi kemudian dikarakterisasi dan diuji potensinya dalam proses EOR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi medium produksi biosurfaktan terbaik adalah nira nipah 2,84%(w/v) dan urea 0,39%(w/v). Respon yang diprediksi divalidasi secara eksperimental dalam kondisi optimum dan menghasilkan indeks emulsifikasi supernatan hasil produksi sebesar 81,57 % serta berat kering biosurfaktan sebesar 121,48 mg/L. Kedua hasil validasi tersebut masuk dalam rentang prediksi analisis RSM indeks emulsifikasi yaitu 63,48 – 99,17% dan berat kering biosurfaktan 120,11 – 162,42 mg/L. Biosurfaktan hasil optimasi terkarakterisasi sebagai biosurfaktan non-ionik serta memiliki nilai CMC 95 mg/L. Biosurfaktan stabil pada rentang suhu 4, 37, dan 80ºC serta kondisi asam, tetapi tidak stabil pada salinitas tinggi. Efisiensi biosurfaktan dalam proses oil washing diverifikasi dan menghasilkan nilai 58,45% ± 0,56%, lebih tinggi dibandingkan kontrol negatif. Dalam uji microfluidic EOR, biosurfaktan mampu menurunkan tegangan antarmuka air dan minyak mentah serta mengubah wettability sehingga meningkatkan pemulihan minyak yang menghasilkan nilai Aor 11,5 %, lebih tinggi dibandingkan kontrol negatif. Berdasarkan hasil penelitian, nira nipah dapat dijadikan sumber karbon alternatif dalam produksi biosurfaktan oleh Bacillus sp. F7 dan hasil karakterisasi menunjukkan potensi biosurfaktan dalam aplikasi MEOR.

2026
👤 Penulis: Berlian Novenda Muktiadi
🏷️ Biosurfaktan 🏷️ Optimisasi Proses Produksi 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor)

ANALISIS PENGARUH KARAKTERISASI GEOLOGI TERHADAP KINERJA RESERVOIR DALAM OPTIMASI PRODUKSI MINYAK DAN GAS DI STRUKTUR SOPA PADA LAPISAN BATURAJA ATAS XY, SUMATERA SELATAN

Lapangan S yang terletak di Cekungan Sumatra Selatan memiliki potensi signifikan sebagai lapangan minyak dan gas dengan lapisan Baturaja Atas sebagai target utama produksi. Namun, tantangan utama dalam eksplorasi dan produksi adalah memahami karakterisasi geologi Reservoir guna meningkatkan efisiensi dan optimasi produksi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakterisasi geologi dengan kinerja Reservoir untuk mendukung strategi optimasi produksi yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan data geologi, petrofisika, dan seismik dari beberapa sumur yang telah dibor di Lapangan S. Analisis dilakukan dengan pendekatan pemetaan fasies, interpretasi seismik, evaluasi petrofisika, serta pemodelan geologi dan Reservoir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi litologi dan distribusi fasies memiliki dampak signifikan terhadap kualitas Reservoir. Zona dengan fasies karbonat berpori tinggi menunjukkan performa produksi yang lebih baik dibandingkan zona yang didominasi oleh karbonat masif dan dolomit yang kurang permeabel. Selain itu, analisis menunjukkan bahwa tekanan Reservoir dan karakteristik batuan berpengaruh terhadap strategi produksi yang optimal. Simulasi produksi dilakukan untuk mengevaluasi berbagai skenario pengurasan dan memberikan rekomendasi metode produksi yang paling sesuai. Rekomendasi utama meliputi optimalisasi perforasi pada zona dengan permeabilitas tinggi serta penerapan teknik Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan perolehan minyak dari zona dengan karakteristik Reservoir yang lebih kompleks. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi industri minyak dan gas dalam meningkatkan efisiensi produksi di lapangan Lapangan S serta memberikan wawasan lebih lanjut mengenai pengaruh karakterisasi geologi terhadap performa Reservoir.

2025
👤 Penulis: R. P. Doddy Sigit Prasetyo
🏷️ Geologi Reservoir 🏷️ Optimasi Produksi Minyak Dan Gas 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor)

MENGURANGI KETIDAKPASTIAN DARI FLUIDA RESERVOIR DIKARENAKAN KURANGNYA INFORMASI GUNA AKTIVITAS PRODUKSI YANG LEBIH OPTIMAL MELALUI PROSES LEAN SIGMA PADA AREA X DI LAPANGAN HEVO

Area X dari Hevo Field, yang dioperasikan oleh PT. XYZ, merupakan lapangan minyak dengan karakteristik minyak berat sebagai produksi utamanya. Sebagai bagian dari proses Enhanced Oil Recovery (EOR), khususnya dalam penerapan program steamflood di Area X, dibutuhkan informasi bawah permukaan yang lengkap dan komprehensif. Analisis terhadap informasi bawah permukaan di Hevo Field, khususnya Area X, sangat bergantung pada data seperti open hole log dan surveillance log untuk mengidentifikasi kemajuan dari proses steamflood. Area X, sebagai fokus utama penelitian ini, menghadapi permasalahan ketidakpastian dalam memahami kondisi fluida reservoir saat ini di bagian bawah Reservoir Haru, apakah masih berupa lapisan batuan yang mengandung minyak atau telah menjadi lapisan jenuh air, yang disebabkan oleh ketidaklengkapan data log di seluruh sumurnya. Untuk mengurangi ketidakpastian terhadap informasi bawah permukaan saat ini dan sebagai alat validasi terhadap surveillance log yang dilakukan setiap tahun, maka ketersediaan data open hole log yang lengkap menjadi sangat krusial. Dalam menyusun rencana optimasi dan pengembangan yang efektif menggunakan metode steamflood EOR, diperlukan data bawah permukaan yang menyeluruh melalui integrasi open hole log dan surveillance data. Dalam penelitian ini, dilakukan inisiatif penerapan metodologi Lean Sigma melalui kerangka DMAIC. Inisiatif ini memberikan manfaat baik secara tangible maupun intangible bagi PT. XYZ, karena proses perbaikan ini tidak memerlukan biaya tambahan, bahkan menghasilkan penghematan biaya sebesar US$1.440.000 dengan menghindari kegiatan pengeboran tambahan untuk pendalaman sumur dan pelaksanaan logging ulang, melainkan dengan memanfaatkan pendekatan Facimage dan Offset Well Modeling. Peningkatan tingkat kepercayaan praktisi heavy oil dalam meninjau peluang sisa cadangan bawah permukaan serta penurunan waktu yang dibutuhkan untuk menganalisis potensi tersebut merupakan manfaat intangible bagi PT. XYZ. Keberhasilan implementasi pendekatan Facimage dan Offset Well Modeling melalui proses Lean Sigma ini juga dapat direplikasi pada area lain di Hevo Field, atau bahkan di luar Hevo Field, dengan melakukan penyesuaian berdasarkan karakteristik unik pada masing-masing lapangan.

2025
👤 Penulis: Albert Julian Gurning
🏷️ Hidrologi 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Lean Sigma

STUDI SENSITIVITAS PARAMETER OPERASIONAL TERHADAP PEROLEHAN MINYAK DALAM PROSES INJEKSI CO?-WATER ALTERNATING GAS (WAG)

The increasing of energy demand amid the continuously declining oil production demands additional oil recovery from existing reserves. Enhanced oil recovery (EOR) becomes an effective solution to this problem, and gas injection, with its advantages over other methods, is a promising EOR method for enhancing oil recovery. However, due to its very low density, several problems often occur during the implementation of this method, such as gas channeling or the tendency of gas to move to the upper part of the reservoir, that can reduce the sweep efficiency. By combining the advantages of gas injection and water injection, water-alternating-gas (WAG) is proposed to be the solution for this sweep efficiency issues. This study is conducted to examine the sensitivity of several parameters in WAG injection to the achieved oil recovery of this method. The study was carried out over 12 years, with the first 2 years of production occurred naturally and the following 10 years by performing WAG injection. Sensitivity analysis was performed by varying several parameter values; the sequence of WAG injection with either water or gas is injected first, WAG ratio of 5:1, 3:1, 2:1, 1:1, 1:2, 1:3, and 1:5, WAG cycle with durations of 2 months, 4 months, 6 months, 8 months, and 12 months per cycle; as well as well-completion pattern including normal five-spot pattern, normal seven-spot pattern, and normal nine-spot pattern. The simulation showed that WAG injection preceeded by water injection resulted in higher oil recovery, WAG ratio with a larger gas portion produced the highest oil production, WAG cycle with a longer cycle durations yielded the highest oil recovery factor, and the normal five-spot pattern performed better compared to the two other well pattern.

2025
👤 Penulis: Ahmad Rizki Fauzi
🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Gas Injection 🏷️ Wag (Water-Alternating-Gas) Method

INVESTIGASI NILAI MOBILITY RATIO PADA INJEKSI POLIMER UNTUK PENINGKATAN PEROLEHAN MINYAK BERBASIS SIMULASI NUMERIK

Penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) melalui metode injeksi polimer merupakan strategi penting untuk meningkatkan efisiensi penyapuan pada reservoir minyak yang sering mengalami keterbatasan saat metode waterflooding, karena adanya heterogenitas batuan, tingginya viskositas minyak, serta terjadinya channeling dan fingering yang membuat front air tidak merata sehingga efisiensi penyapuan menjadi rendah. Penelitian ini berfokus pada analisis pengaruh mobility ratio (M) terhadap peningkatan recovery factor (RF) melalui simulasi numerik dengan perangkat lunak CMG-IMEX pada model reservoir yang bersifat homogen berkonfigurasi pola injeksi 5-spot, di mana parameter utama seperti sifat fisik batuan, karakteristik fluida reservoir, serta variasi viskositas polimer dikaji untuk mendapatkan berbagai skenario nilai M. Tiga metode perhitungan mobility ratio (M) yaitu End Point, Gomaa’s, dan Sheng disimulasikan dalam dua skenario operasi yaitu injeksi polimer kontinu selama 10 tahun dan injeksi 0,5 pore volume (PV) yang dilanjutkan dengan chase water. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan nilai M secara signifikan meningkatkan RF dibandingkan waterflooding. Pada metode End Point, nilai optimum berada di M ? 0,6, sedangkan pada metode Sheng optimum dicapai pada M ? 0,4. Sementara itu, pada metode Gomaa, titik optimum belum dapat ditentukan dalam rentang data yang tersedia karena kurva turunan pertama belum menunjukkan nilai maksimum.

2025
👤 Penulis: Firsca Patty
🏷️ Simulasi Numerik 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Mobility Ratio

ANALISIS PENGARUH SENSITIVITAS PARAMETER SIKLUS INJEKSI CO? PADA POLA 5-SPOT NORMAL WATER ALTERNATING GAS MENGGUNAKAN MODEL SIMULASI RESERVOIR

Kebutuhan energi yang terus meningkat dan terbatasnya produksi dari metode primer dan sekunder mendorong pemanfaatan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Salah satu metode yang efektif adalah CO?-WAG (Water Alternating Gas) yang tidak hanya meningkatkan perolehan minyak tetapi juga berpotensi menyimpan karbon di reservoir. Penelitian ini menggunakan simulasi reservoir sintetis homogen dengan porositas 24% dan permeabilitas 200 mD, pola injeksi normal 5-spot seluas 25 acre, dan ketebalan 150 ft. Simulasi berlangsung 20 tahun, diawali 5 tahun waterflooding lalu 15 tahun injeksi CO?-WAG dengan durasi siklus 3, 6, 9, 12, dan 15 bulan. Hasil menunjukkan seiring bertambahnya durasi siklus, Recovery Factor (RF) cenderung naik hingga titik optimum sebelum akhirnya turun pada durasi siklus tertentu. Contohnya, pada durasi siklus injeksi 12 bulan gas dan 12 bulan air RF sebesar 44.55% serta pada durasi siklus injeksi 15 bulan gas dan 15 bulan air RF turun menjadi 44,34%. Hal tersebut disebabkan jika durasi siklus terlalu panjang beresiko terjadi channeling atau early breakthrough. Selain itu, metode CO2-WAG dengan skenario terbaik (injeksi 12 bulan gas dan 12 bulan air) unggul 8,77% dibandingkan dengan waterflooding dan memiliki peningkatan RF sebesar 32,14% dari primary recovery.

2025
👤 Penulis: Hafizh Ghania Rahman
🏷️ Simulasi Reservoir 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Karbon Di Atmosfer

ANALISIS KOMPREHENSIF IMPLEMENTASI ENHANCED OIL RECOVERY (EOR) UNTUK LAPANGAN K

Indonesia’s oil production continues to decline, largely due to the dominance of mature reservoirs with reduced productivity. Field K, a light oil sandstone formation with favorable reservoir characteristics, offers strong potential for Enhanced Oil Recovery (EOR) implementation. This study evaluates and selects the most suitable EOR method for Field K through an integrated approach that combines technical screening, production forecasting, economic analysis, and risk assessment. EOR methods were initially screened using updated references through the Perta EOR platform. Selected candidates were further analyzed using a predictive model to simulate reservoir performance across various injection strategies. Economic viability was assessed through deterministic and probabilistic models, incorporating Monte Carlo simulations to account for uncertainty. A decision analysis framework was developed to support the final selection. Among the evaluated scenarios, ASP (Alkaline-Surfactant-Polymer) injection with 0.3 pore volume surfactant and 0.6 pore volume polymer emerged as the most promising, achieving a Net Present Value of USD 6.55 million under realistic cost and production assumptions. Sensitivity analysis identified oil production, oil price, and well cost as the most influential factors on economic outcomes. The decision tree analysis confirmed the robustness of the selected strategy across a range of uncertainties. This work demonstrates a comprehensive and integrated approach for early-stage EOR planning, enabling technically sound and economically optimized decision-making for mature reservoirs.

2025
👤 Penulis: Kenny Samuel Wattimena
🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keuangan Pertambangan

SENSITIVITAS POLA DAN UKURAN AREA PADA INJEKSI CO2 KONTINYU UNTUK ENHANCED OIL RECOVERY MENGGUNAKAN SIMULASI RESERVOIR

Peningkatan kebutuhan energi global dan target pengurangan emisi karbon mendorong pengembangan teknologi peningkatan perolehan minyak yang tidak hanya mampu meningkatkan produksi minyak, namun menurunkan emisi karbon ke atmosfer. Salah satu metode yang menjanjikan adalah injeksi karbondioksida, metode ini mampu meningkatkan faktor perolehan minyak sekaligus mengurangi emisi karbon ke atmosfer dengan menginjeksikannya ke reservoir. Simulasi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak computer modelling group (CMG). Uji sensitivitas dilakukan dengan memvariasikan tiga pola injeksi yaitu inverted 5 spot, inverted 7 spot, dan inverted 9 spot serta tiga ukuran pola yaitu 25 ac, 33 ac, dan 50 ac dengan luas total 100 acre. Simulasi dilakukan selama 20 tahun dengan laju injeksi, laju produksi, serta tekanan dasar sumur yang konstan untuk setiap skenario. Hasil simulasi menunjukkan bahwa inverted 9 spot memberikan faktor perolehan minyak yang lebih tinggi, namun memerlukan lebih banyak biaya. Ukuran pola yang lebih kecil memberikan faktor perolehan yang lebih tinggi, namun meningkatkan biaya investasi. Dari segi teknis dan ekonomis, skenario I5-25 dengan rincian pola injeksi inverted 5 spot dan luas pola 25 ac, dipilih karena menunjukkan faktor perolehan dan nilai keekonomian yang paling optimal. Studi ini menyimpulkan bahwa pola injeksi dan luas pola memiliki pengaruh signifikan terhadap segi teknis dan keekonomian suatu proyek injeksi karbondioksida.

2025
👤 Penulis: M Fadhlur Rahman Ramadhan
🏷️ Simulasi Reservoi 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Pengurangan Emission Karbon

ANALISIS SIMULASI INJEKSI AIR BERSALINITAS RENDAH: ANALISIS SENSITIVITAS KONSENTRASI GARAM DAN LAJU INJEKSI UNTUK PEROLEHAN MINYAK MAKSIMUM DI STRUKTUR "B" LAPANGAN "S"

Penelitian ini mengevaluasi penerapan Low Salinity Water Injection (LSWI) sebagai metode enhanced oil recovery (EOR) pada Struktur “B” di Lapangan “S” yang terletak di daratan, Sumatra Selatan, Indonesia. Simulasi reservoir dinamik dilakukan menggunakan perangkat lunak tNavigator™ untuk menilai pengaruh variasi konsentrasi salinitas dan laju injeksi terhadap peningkatan perolehan minyak, serta membandingkan kinerjanya dengan metode injeksi air konvensional (waterflooding). Hasil simulasi menunjukkan bahwa LSWI mampu meningkatkan perolehan minyak dibandingkan dengan produksi dasar (basecase) dan waterflooding, meskipun peningkatannya relatif kecil. Pada laju injeksi sebesar 200 STBD, waterflooding meningkatkan perolehan tambahan sebesar 13.80%, sementara LSWI dengan konsentrasi salinitas 3000 ppm memberikan perolehan tambahan sebesar 14.10%, atau terdapat selisih sekitar 0,30%. Analisis sensitivitas lebih lanjut menunjukkan bahwa penurunan konsentrasi salinitas hingga 2000 ppm dan laju injeksi diatur sebesar 200 STBD menghasilkan perolehan maksimum sebesar 30.60%. Meskipun demikian, efektivitas LSWI sangat bergantung pada karakteristik reservoir, seperti tingkat keterbasahan (wettability) dan kandungan mineral lempung (clay). Pada studi ini, reservoir diklasifikasikan sebagai mixed-wet dengan condong menuju water-wet dan kandungan clay yang rendah, yang membatasi respons LSWI secara keseluruhan. LSWI menunjukkan potensi dalam meningkatkan perolehan minyak di Struktur “B”, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh optimasi parameter injeksi serta pemahaman yang mendalam terhadap karakteristik reservoir. Studi lanjutan disarankan untuk memasukkan pemodelan geokimia dan validasi eksperimental yang lebih mendalam.

2025
👤 Penulis: Yurham Rizki
🏷️ Simulasi Reservoir 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Kecerdasan Buatan

MEKANISME DAN PENGARUH INJEKSIPARTIKEL SILIKA NANO PADA PEROLEHANMINYAK DARI BATUAN KARBONAT

Penggunaan teknologi nano di industri minyak dan gas bumi telah diterapkan pada eksplorasi, pengelolaan reservoir, pemboran, produksi, kilang dan proses. Partikel nano dari bahan silika banyak digunakan untuk studi peningkatan perolehan minyak tahap lanjut atau enhanced oil recovery (EOR) karena partikel silika nano memiliki mekanisme disjoining pressure, mengubah sifat kebasahan batuan maupun menurunkan tegangan permukaan/interfacial tension (IFT) karena adanya adsorpsi partikel silika nano pada permukaan batuan maupun dengan fluida minyak bumi. Banyak penelitian telah menginvestigasi pengaruh penggunaan partikel silika nano LHP (lipophobic and hydrophilic polysilicones) dan HLP (hydrophobic and lipophilic polysilicones) dengan perbedaan sifat kebasahan awal batuan dan jenis batuan yang berbeda untuk EOR. Studi ini meneliti peningkatan perolehan minyak dan laju alir injeksi pada batuan karbonat dengan sifat kebasahan batuan kondisi awal water-wet dan neutral-wet menggunakan jenis partikel silika nano LHP dan HLP dan bagaimana pengaruhnya pada adsorpsi dinamis yang merupakan gap pada penelitian ini dan menggunakan minyak mentah Sumatra dari Indonesia. Pengujian komprehensif laboratorium dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian antara lain penggunaan partikel silika nano pada beberapa skenario injeksi dan variasi laju alir injeksi dan adsorpsi spektrofotometer UV-VIS. Beberapa pengujian dilakukan untuk mendukung tujuan dari studi ini antara lain pengukuran IFT, Amott wettability index, stabilitas fluida partikel silika nano, SEM (scanning electron microscope), TEM (transmission electron microscope) dan XRF (X-Ray Fluorescence). Hasil dari eksperimen ini menunjukkan prospek yang menjanjikan dalam penggunaan partikel silika nano untuk EOR dalam reservoir karbonat. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan perolehan minyak dipengaruhi oleh jenis partikel silika nano yang digunakan. Secara khusus, partikel silika nano LHP memberikan hasil perolehan minyak yang lebih tinggi pada batuan karbonat dengan sifat neutralwet, sedangkan partikel silika nano HLP menunjukkan kinerja yang lebih baik pada batu karbonat yang bersifat water-wet pada tiga skenario injeksi. Selain itu, ditemukan hubungan yang sebanding antara adsorpsi dinamis partikel silika nano LHP dan HLP pada batuan serta fluida dengan perolehan minyak. Pengaruh laju alir pada injeksi partikel silika nano antara 0,3-1 cc/min memberikan hasil yang optimum pada laju alir terkecil. Hasil ini memberikan wawasan penting untuk memilih jenis partikel silika nano dan kondisi awal sifat kebasahan batuan karbonat dalam aplikasi EOR.

2025
👤 Penulis: Wiwiek Jumiati
🏷️ Karbonat 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Adsorpsi Partikel Silika Nano

OPTIMASI FORMULASI MEDIUM UNTUK BIOSTIMULASI SUMUR MINYAK BUMI DI JAMBI DALAM APLIKASI MICROBIAL ENHANCED OIL RECOVERY (MEOR)

Aplikasi Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR) dapat menjadi solusi dalam permasalahan penurunan produktivitas sumur di Indonesia dengan meningkatkan persentase pemulihan minyak bumi. Pada sumur dengan bakteri indigen yang memiliki sifat hidrokarbonoklastik, metode biostimulasi dengan penambahan nutrisi optimal ke dalam sumur dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri hingga memproduksi metabolit berupa biosurfaktan, asam, biosolvent, gas, dan biopolimer yang dapat mengubah sifat fisik dari minyak bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi media yang sesuai untuk aplikasi MEOR secara biostimulasi pada sumur di Jambi. Parameter yang digunakan untuk mengukur keberhasilan penelitian berupa perbandingan kepadatan sel mikroba, efektivitas biosurfaktan yang dihasilkan dalam mengemulsi minyak, perbandingan komposisi penyusun minyak, dan perubahan sifat fisik minyak dengan perlakuan nutrisi optimal. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan desain eksperimen Response Surface Method (RSM) Central Composite Design (CCD) dengan tiga faktor nutrisi, yaitu molase, NPK, dan DAP. Eksperimen laboratorium dilakukan untuk menentukan data kepadatan relatif sel, pH, dan indeks emulsifikasi (E24) per 24 jam selama enam hari. Crude oil yang diinkubasi dengan brine dianalisis SARA untuk menentukan komposisi penyusun crude oil serta dianalisis sifat fisik berupa viskositas dan tegangan permukaan. Hasil validasi RSM menunjukkan bahwa formulasi nutrisi yang optimal berupa 3,883% molase, 0,278% NPK, dan 0,005% DAP dapat meningkatkan kepadatan sel dan meningkatkan indeks emulsifikasi serta menurunkan pH brine hingga 6,09 pada hari keempat pengamatan. Uji SARA menunjukkan perubahan fraksi hidrokarbon berupa peningkatan 10,19% komponen jenuh, penurunan 1,79% komponen aromatik, 4,20% komponen resin, dan 4,20% komponen aspaltan setelah penambahan nutrisi optimal. Formulasi nutrisi yang optimal dapat mengubah karakteristik crude oil dari sumur dengan menurunkan tegangan permukaan menjadi 18,1 dyne/cm serta menurunkan viskositas minyak menjadi 2,566 centi Poises. Dengan demikian, perlakuan nutrisi optimal untuk biostimulasi dapat dilakukan pada sumur minyak bumi di Jambi untuk mendukung pertumbuhan bakteri indigen yang dapat mendegradasi fraksi berat hidrokarbon dan menurunkan viskositas serta tegangan permukaan minyak.

2024
👤 Penulis: Yashmine Salsabila Theo
🏷️ Microbikologi 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Hidrologi Minyak Bumi

KAJIAN SUDUT KONTAK FLUIDA DAN SIFAT KETERBASAHAN DALAM PORI BATUAN 2D MELALUI EKSPERIMEN MICROMODEL

Berbagai aplikasi dalam industri seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) melibatkan transport fluida dalam media berpori. Salahsatu parameter efektivitas dan efisiensi aliran fluida adalah sifat keterbasahan yang direpresentasikan melalui sudut kontak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sudut kontak dinamik air dan pembersih lantai menggunakan micromodel batuan. Selain itu, akan ditentukan pengaruh gravitasi, lebar pori, dan jenis fluida terhadap sudut kontak statik. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menginjeksikan beberapa jenis fluida antara lain: air, minyak mentah, dan cairan pembersih lantai pada micromodel batu shale. Aliran fluida di dalam micromodel diamati dan direkam menggunakan mikroskop. Selanjutnya citra aliran fluida dianalisis untuk memperoleh sudut kontak dan perilaku antarmuka fluida. Hasil eksperimen mengungkapkan bahwa sudut kontak dinamik air dan cairan pembersih lantai cenderung menurun sedangkan aliran minyak tidak menunjukkan adanya pembentukan kurvatur meniskus melainkan minyak tertarik ke butiran batuan akibat gaya adhesi yang sangat kuat. Ini mengindikasikan bahwa batu Shale memiliki sifat keterbasahan oil-wet. Gaya gravitasi akan berkontribusi signifikan ketika kemiringan micromodel 60° atau komponen gravitasi searah aliran bernilai 8,49 ????/???? 2 . Lebar pori juga menentukan besar dominansi gaya gravitasi dan gaya kapiler. Semakin lebar radius pori, maka dominansi gaya gravitasi akan meningkat dan berlaku sebaliknya.

2024
👤 Penulis: Ahmad Rinaldi Arbie
🏷️ Hidrologi 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Carbon Capture Utilization And Storage (Ccus)

ANALISIS EFISIENSI CO2 WAG DALAM PENINGKATAN PEROLEHAN MINYAK MENGGUNAKAN MODEL KOMPARATIF SPE5

Pemanasan global dan perubahan iklim yang dipicu oleh emisi karbon dioksida (CO2) dari aktivitas manusia menjadi perhatian utama. Salah satu teknik yang digunakan untuk mengurangi emisi CO2 sekaligus meningkatkan produksi minyak adalah metode Water Alternating Gas (WAG) dengan CO2. Metode ini, selain meningkatkan efisiensi perolehan minyak hingga 20-30%, juga memanfaatkan CO2 yang dihasilkan industri, seperti dari pabrik kertas Tjiwi Kimia, yang menghasilkan sekitar 0.3 juta ton CO2 per tahun. Injeksi air dan gas merupakan metode dasar dalam Enhanced Oil Recovery (EOR). Efisiensi perolehan minyak dipengaruhi oleh efisiensi volumetrik dan faktor mobilitas fluida. Teknik WAG mengkombinasikan injeksi air dan gas secara bergantian untuk meningkatkan kontrol mobilitas dan efisiensi sapuan, sehingga meningkatkan recovery factor (RF) dan efisiensi keseluruhan metode EOR. Penelitian ini menggunakan simulator komposisional CMG GEM 2021 untuk memodelkan WAG-CO2. Studi dilakukan dengan memvariasikan parameter laju injeksi, rasio WAG, dan siklus WAG, serta menghitung nilai ekonomi menggunakan Microsoft Excel untuk mengestimasi Net Present Value (NPV) proyek. Model reservoir yang digunakan adalah grid cells 7x7x3 dengan karakteristik fisik tertentu, seperti tekanan 4000 psi dan suhu 212°F. Studi sensitivitas dilakukan dengan memvariasikan parameter injeksi untuk menentukan laju, rasio, dan siklus WAG yang optimal guna meningkatkan recovery factor dan efisiensi ekonomi. Hasil menunjukkan bahwa metode injeksi WAG non-optimal kurang efektif dibandingkan metode injeksi air atau CO2. Namun, optimasi lebih lanjut pada parameter WAG menunjukkan peningkatan signifikan pada recovery factor. Rasio WAG yang optimal dan siklus injeksi yang tepat mampu meningkatkan efisiensi perolehan minyak dan NPV proyek. Penelitian ini menegaskan pentingnya optimasi parameter operasional dalam metode WAG-CO2 untuk memaksimalkan perolehan minyak dan manfaat ekonomi, sekaligus membantu mengurangi emisi CO2 dari industri.

2024
👤 Penulis: Muhammad Jaufa Lucki Fernanda
🏷️ Efisiensi Karbon 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Optimasi Parameter Operasional
💬