📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 17 dokumen

PERANCANGAN SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) UNTUK PENGELOLAAN LAYANAN UMKM NAIL STUDIO CUTIECLES

Cutiecles merupakan UMKM nail studio yang memiliki tiga cabang di Kota Bandung dan menghadapi berbagai permasalahan operasional akibat belum digunakan sistem informasi yang terintegrasi untuk mendukung pengelolaan layanan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan layanan UMKM nail studio Cutiecles. Perancangan sistem dilakukan dengan menggunakan metodologi Accelerated SAP (ASAP) yang disesuaikan dengan ruang lingkup penelitian, serta metode prototyping dalam pengembangan sistem informasi. Tahapan perancangan meliputi project preparation, business blueprint, realization, dan final preparation. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pemangku kepentingan. Proses bisnis eksisting (as-is) dianalisis untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan sistem, kemudian dilakukan gap analysis serta perancangan proses bisnis usulan (to-be) dengan mengacu pada APQC Cross-Industry Process Classification Framework (PCF) sebagai standar praktik terbaik lintas industri. Selanjutnya dilakukan pemodelan sistem menggunakan Data Flow Diagram (DFD) dan pengembangan prototipe ERP berbasis Odoo Online Standard dengan memanfaatkan delapan modul, yaitu Appointments, Website, Contacts, Purchase, Inventory, Accounting, Point of Sale, dan Survey. Hasil penelitian berupa rancangan sistem ERP pengelolaan layanan Cutiecles yang mencakup tiga proses bisnis utama: manajemen pengelolaan & pengadaan barang, manajemen katalog & reservasi layanan, serta manajemen pelayanan & feedback pelanggan. Prototipe yang dihasilkan telah divalidasi terhadap seluruh kebutuhan fungsional dan non-fungsional operasional Cutiecles dan terbukti mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara efektif, efisien, dan terintegrasi. Penelitian ini memberikan manfaat praktis bagi Cutiecles berupa rancangan sistem ERP yang siap diimplementasikan.

2026
👤 Penulis: Rahayu Puspitasari
🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Manajemen Layanan Umkm 🏷️ Sistem Informasi Terintegrasi

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) UNTUK PONDOK PESANTREN AL UMANAA

Pondok Pesantren Al Umanaa saat ini menghadapi tantangan dalam pengelolaan informasi akademik akibat penggunaan sumber data yang terfragmentasi, seperti penggunaan platform Airtable, dan spreadsheet yang tidak saling terintegrasi. Kondisi ini menyebabkan redundansi proses, inkonsistensi format data, dan inefisiensi waktu yang signifikan, terutama saat rekapitulasi data untuk pembuatan rapor semester. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi terintegrasi berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) guna menciptakan sentralisasi data, menstandarisasi alur informasi antar unit, serta mengeliminasi proses manual yang berulang demi meningkatkan efisiensi operasional akademik. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metodologi Oracle Application Implementation Methodology (AIM) yang mencakup fase Definition, Operation Analysis, Solution Design, hingga Build, serta didukung oleh pemodelan proses menggunakan Data Flow Diagram (DFD) dan pemodelan data menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD). Solusi yang dihasilkan berupa rancangan dan konfigurasi prototipe ERP menggunakan Odoo 17 Community Edition dengan integrasi modul OpenEduCat dan modul kustom. Pada penelitian ini, digunakan modul-modul bawaan OpenEduCat seperti modul Timetable, Faculty, Exam, Attendance, dan modul Student Information System. Selain itu, pada implementasi ini juga digunakan modul bawaan Odoo, seperti Expense dan modul Attendance yang diintegrasikan dengan modul Biometric Device Integration dari Cybrosys Technologies. Untuk modul custom, dibuat modul Kesehatan Santri, Prestasi & Asrama, Kedisiplinan, Ekstrakurikuler, Rapor Santri, dan modul Pusat Dokumen. Hasil implementasi modul yang dilakukan melalui verifikasi dan validasi menunjukkan bahwa sistem usulan mampu memfasilitasi integrasi data lintas unit (Sekolah, Kurikulum, Kesiswaan, UKS, Ta'mir, Perpustakaan, Unit Pengasuhan, dan Budaya Lingkungan), menyederhanakan proses administrasi, serta menyediakan akses informasi secara real-time dan akurat untuk pengambilan keputusan.

2026
👤 Penulis: Ayda Anindita Indrasari
🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Pondok Pesantren 🏷️ Manajemen Informasi Akademik

INOVASI BISNIS PROSES UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL (STUDI KASUS: PT. TRITON GLOBAL MARITIM)

Studi ini Adalah tentang PT Triton Global Maritim, perusahaan Offshore Support Vessel (OSV) di Indonesia sedang mengalami masalah terkait efisiensi yang mengakibatkan tambahan biaya yang meningkat secara tidak terduga dalam perusahaan. Investigasi internal dilakukan untuk mencari akar utama dari masalah tersebut, dan hasil investigasi menunjukan bahwa terdapat tambahan biaya terjadi dikarenakan tidak efisiennya proses dokumen yang mengakibatkan prosesnya lebih lama dikarenakan quantitas dokumen yang banyak dan terjadinya kesalahan manusia yang mengakibatkan keterlambatan yang berujung pada terjadinya biaya tambahan. Oleh karena itu, direktur memerintah untuk membuat Enterprise Resource Planning (ERP) yang cocok untuk perusahaan, yang diawali dari divisi pengadaan barang dan logistik. Ini mengarah ke bagaimana secara efektif mencari masalah pengguna yang bisa diatasi dengan ERP. Riset ini menjawab bagaimana cara membuat ERP yang bisa mengatasi masalah efisiensi yang dialami pengguna dan direktur di PT Triton Global Maritim dan cara untuk mengukur apabila ERP yang dibuat terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional tim pengadaan barang dan logistik. Untuk mencari masalah dalam proses dan memecahkan masalah secara efisien, metode pendekatan Design Thinking dan Agile Scrum digunakan. Riset ini menggunakan kombinasi pendekatan Design Thinking untuk menemukan dan memecah isu pengguna, yang kemudian dilanjutkan oleh pendekatan Agile Scrum untuk mengimplementasi fitur yang ada di dalam ERP. Berdasarkan data yang diambil dari diskusi kelompok terarah dengan user tim pengadaan barang dan logistik dan wawancara direktur, fase Design Thinking terdapat beberapa issue yang pengguna temukan di setiap proses kerja pengadaan barang dan logistik yang mengakibatkan inefisiensi dan justifikasi direktur dalam memilih keputusan pembuatan internal ERP. Data akan digunakan untuk membuat simulasi prototipe dengan Figma yang akan dipresentasikan untuk persetujuan sebelum diimplementasikan pembuatannya. Setelah persetujuan, implementasi dengan pendekatan Agile Scrum dilaksanakan dalam waktu 4 minggu sebelum ditunjukan ke pengguna dan direktur dalam bentuk rapat. Terdapat beberapa revisi selama presentasi prototipe ERP, seperti contohnya adalah terdapat revisi pada saat pemberian masukan pada saat mempresentasikan prototipe ERPnya yang berhubungan dengan bisnis proses sekarang, yangdiimana setiap proses dari satu proses ke proses lain dibutuhkan update proses berupa tahap verifikasi dalam berbentuk persetujuan, yang Dimana proses tersebut langsung direvisi karena prioritas yang cukup mendesak, yang dimana perlu diupdate dari bisnis proses yang lama ke bisnis proses yang baru. Selain revisi utama, terdapat beberapa revisi lain, yang bisa digunakan untuk sprint selanjutnya. Secara garis besar, pengguna dan direktur setuju dengan fitur ERP yang ada di divisi pengadaan barang dan logistik. Setelah pendekatan Agile Scrum dilakukan, melakukan pengujian dengan pendekatan lead time dilakukan untuk membandingkan proses dengan ERP yang waktunya diambil dari analisis web dengan menggunakan fitur dashboard yang sudah ada untuk mengitung proses pengerjaan proses yang mendekati proses realistis dengan proses yang sekarang ada, yang diambil datanya dari diskusi kelompok terarah. Hasilnya menunjukan bahwa terjadi peningkatan efisiensi secara waktu dengan menggunakan prototipe ERP yang baru sekitar 307% - 800% per dokumen secara rata-rata dalam menyelesaikan proses dokumen, membuktikan ERP dan fitur baru yang ada di dalamnya untuk divisi pengadaan barang dan logistik dapat membantu pengguna tim pengadaan barang dan logistik dalam meningkatkan efisiensi operational dan memecahkan masalah yang ada sebelumnya di tim pengadaan barang dan jasa.

2026
👤 Penulis: Rifqi Ihsan Nabil
🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Design Thinking 🏷️ Agile Scrum

PERANCANGAN STRATEGI MANAJEMEN PERUBAHAN DALAM TRANSISI SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) DI PT X

PT X adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa rekayasa kimia khusus yang sedang mengalami pertumbuhan bisnis yang pesat sehingga memerlukan transisi ke sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang lebih komprehensif. Namun, transisi ini menghadirkan tantangan signifikan, terutama pada aspek non-teknis seperti kesiapan organisasi dan karyawan terhadap perubahan proses kerja. Tingkat kesiapan yang rendah dapat menghambat adopsi sistem baru dan mengancam keberhasilan transformasi bisnis perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi manajemen perubahan yang terstruktur untuk mendukung proses transisi sistem ERP di PT X. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen perubahan yang terstruktur dan berbasis tahapan, dengan fokus pada tahapan formulate change dan plan change. Tahap awal adalah melakukan pengukuran kesiapan implementasi ERP menggunakan model pengukuran yang telah tervalidasi, yang kemudian diadaptasi untuk konteks PT X melalui pembobotan ulang dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil pengukuran dianalisis menggunakan gap analysis untuk merumuskan strategi manajemen perubahan yang mengacu pada standar praktik profesional. Aktivitas yang dirancang kemudian dipetakan ke dalam model manajemen perubahan untuk memastikan perubahan diadopsi pada level organisasi dan individu. Hasil penelitian menunjukkan skor kesiapan implementasi ERP PT X sebesar 3,692. Meskipun faktor people (4,31) menunjukkan nilai yang cukup tinggi, faktor lain seperti project management (2,61) dan change management (2,73) menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan, dan tidak ada satu pun faktor yang mencapai target yang diharapkan. Berdasarkan temuan ini, berhasil dirancang sebuah strategi manajemen perubahan komprehensif yang diuraikan ke dalam 31 aktivitas konkret. Selain itu, dirancang sebuah rencana proyek manajemen perubahan yang terperinci dalam bentuk Work Breakdown Structure (WBS) dan Gantt chart dengan total durasi 6 bulan. Rencana ini memberikan panduan yang sistematis dan terukur bagi PT X untuk mengelola aspek manusia.

2025
👤 Penulis: Michelle Margaretha Djakaria
🏷️ Manajemen Perubahan 🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Analisis Gap

PERANCANGAN STRATEGI ADOPSI ERP DENGAN KONSEP MANAJEMEN PERUBAHAN PADA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN

PT Gamma Metrics Asia adalah sebuah perusahaan konsultan di Kota Bandung yang sedang mengembangkan produk Enterprise Resource Planning (ERP). Target pasar dari penjualan produk ini adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dalam sektor makanan dan minuman dengan tipe make to stock. Pihak perusahaan menginginkan strategi adopsi yang tepatsebagai bagian dari perancangan strategi penjualan produk ERP. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel yang berpengaruh dalam mendukung niat adopsi dan merancang strategi adopsi ERP yang efektif dengan menggunakan konsep manajemen perubahan. Model adopsi ERP yang digunakan adalah penggabungan Diffusion Of Innovation (DOI) dan Technology-Organization-Environment (TOE) yang didapatkan melalui tahap eksplorasi model. Indikator dalam model dilakukan translation validity untuk memastikan bahwa makna asli indikator tetap terjaga setelah melakukan terjemahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Structrual Equation Modelling-Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menganalisis variabel-variabel yang memengaruhi niat adopsi ERP pada UMKM sektor makanan dan minuman di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada 5 CEO/pemilik/manajer sebagai validasi awal model konseptual dan kuesioner dilakukan kepada 158 CEO/pemilik/manajer UMKM sektor makanan dan minuman di Indonesia dengan tipe make to stock. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel terbukti berpengaruh langsung adalah relative advantage, compatibility, ERP skills, regulatory environment, owner/manager, dan trading partner support, sedangkan variabel yang terbukti berpengaruh tidak langsung adalah organization culture. Berdasarkan temuan ini, langkah strategis disusun untuk memberikan rekomendasi strategi adopsi ERP dengan konsep manajemen perubahan berbasis ADKAR. Model ADKAR digunakan untuk memastikan bahwa perubahan dalam organisasi dapat diterima dengan baik oleh setiap individu, khususnya CEO/pemilik/manajer.

2025
👤 Penulis: Luki Zarkasi
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Perubahan Manajerial

MENINGKATKAN TAHAP IMPLEMENTASI ERP MELALUI BUSINESS PROCESS MANAGEMENT DAN BPMN: STUDI KASUS PENYEDIA ERP DI INDONESIA

Penelitian ini berfokus pada evaluasi dan perbaikan fase implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) melalui pendekatan Business Process Management (BPM), dengan studi kasus pada proyek implementasi ERP yang dilakukan oleh penyedia lokal, Eresto, di Rumah Makan Sunda. Dengan mengintegrasikan Business Process Model and Notation (BPMN), Activity-Based Modeling, kerangka kerja ESIA (Eliminate, Simplify, Integrate, Automate), serta Process Classification Framework (PCF) dari APQC, studi ini mengidentifikasi berbagai inefisiensi utama, terutama pada tahap persiapan data utama dan simulasi sistem. Hambatan yang ditemukan mencakup pelaksanaan tugas yang masih bersifat sekuensial, koordinasi peran yang kurang efektif, serta kesiapan digital tenaga kerja yang rendah. Solusi yang ditawarkan berupa desain ulang proses implementasi yang menekankan pada pelaksanaan tugas secara paralel, pelimpahan tanggung jawab fungsional kepada Person in Charge (PIC) yang telah dilatih, penyusunan SOP yang distandarisasi berdasarkan modul ERP, serta pemanfaatan alat kolaborasi digital untuk pelacakan progres dan penanganan masalah secara real-time. Pendekatan ini diperkuat dengan model manajemen perubahan ADKAR guna memastikan kesiapan perilaku dan keterlibatan aktif pemangku kepentingan selama proses transformasi. Hasil implementasi menunjukkan penurunan waktu pelaksanaan dari 131 hari menjadi 37 hari, mencerminkan efisiensi sebesar 71,8%.Selain itu, manajemen risiko diterapkan melalui kerangka Risk Breakdown Structure (RBS), serta perbaikan berkelanjutan didukung oleh siklus PDCA (Plan– Do–Check–Act). Temuan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pendekatan teknis (BPM, BPMN, PCF) dan manajerial (ADKAR, PDCA, RBS) dapat membentuk kerangka kerja implementasi ERP yang lebih efisien, adaptif, dan berorientasi pada manusia. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi fase ERP lainnya, menerapkan simulasi proses digital, dan menguji skalabilitas model pada sektor industri yang berbeda.

2025
👤 Penulis: Firzainy Jiddan Mustofa
🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Business Process Management (Bpm) 🏷️ Digital Transformation

PERANCANGAN ULANG PROSES RANTAI PASOK MASUK BERBASIS ERP PADA PERUSAHAAN UKM MULTI-UNIT: STUDI KASUS PT ALPHA (INDONESIA)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana rekayasa ulang proses bisnis (Business Process Reengineering/BPR) yang didukung oleh implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan koordinasi dalam proses rantai pasok internal di sebuah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan struktur multi unit di Indonesia. Latar belakang penelitian ini adalah tantangan operasional yang dihadapi oleh UKM yang mengalami pertumbuhan pesat namun terhambat oleh fragmentasi proses, komunikasi informal, serta keterbatasan visibilitas data antar unit bisnis. Studi kasus dilakukan pada PT Alpha, sebuah perusahaan makanan ringan dengan lima unit bisnis internal. Permasalahan utama yang diidentifikasi mencakup tidak adanya sistem pelacakan yang terintegrasi, permintaan bahan baku yang terfragmentasi, dan perbedaan alur kerja antar unit. Dampak dari kondisi ini adalah rendahnya efisiensi operasional, keterlambatan produksi, dan tingginya selisih inventori. Penelitian ini menjawab tiga pertanyaan utama: (1) bagaimana struktur dan pola inefisiensi dalam proses inbound supply chain PT Alpha pada kondisi as-is; (2) bagaimana desain ulang proses berbasis ERP dapat mengatasi fragmentasi dan memperkuat integrasi proses; serta (3) sejauh mana proses baru berpotensi meningkatkan kinerja operasional. Untuk menjawabnya, digunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan strategi triangulasi data. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur dengan empat pemangku kepentingan: Chief Operating Officer, Manajer Produksi, Manajer Inventori PT Alpha, dan Chief Executive Officer konsultan ERP dari PT Beta. Temuan kualitatif kemudian divalidasi melalui pemodelan dan simulasi proses bisnis menggunakan Bizagi Modeler, dengan skenario as-is dan to-be yang disimulasikan selama 60 hari dalam 10 replikasi. Temuan menunjukkan bahwa proses as-is mengandung empat isu utama: (1) fragmentasi permintaan bahan baku di mana setiap anak perusahaan beroperasi secara independen dan menyebabkan hilangnya daya tawar, (2) isu distribusi dan produksi yang ditandai oleh penjadwalan reaktif tanpa perencanaan terpusat, (3) ketiadaan sistem pelacakan (tracking) terintegrasi yang menyebabkan kasus "lot hilang" dan kesulitan monitoring, serta (4) rendahnya akurasi dan kualitas data yang menghambat pengambilan keputusan. Simulasi kondisi awal menunjukkan waktu siklus rata-rata 3 hari 5 jam dan throughput 980 lot dari 1.029. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan desain ulang proses secara menyeluruh. Fungsi produksi dan pengadaan disentralisasi ke dalam PT Factory, dan anak perusahaan lainnya berperan sebagai unit distribusi. Proses yang sebelumnya manual digantikan oleh alur digital yang terintegrasi melalui sistem ERP Odoo. Hasil simulasi menunjukkan peningkatan kinerja pada skenario to-be: waktu siklus menurun menjadi 2 hari 17 jam (peningkatan efisiensi sebesar 15,94%) dan throughput meningkat menjadi 991 lot (+1,12%). Selain itu, waktu persetujuan administratif diproyeksikan 75% lebih cepat, dan selisih inventori diperkirakan menurun dari 15% menjadi di bawah 5%. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur mengenai ERP di UKM multi unit, yang masih relatif jarang dikaji. Secara praktis, studi ini menegaskan pentingnya pendekatan manajerial yang holistik, yang mencakup analisis kelayakan yang objektif terhadap alternatif lain, manajemen risiko yang proaktif, serta strategi manajemen perubahan yang terstruktur di samping analisis proses yang mendalam. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa rekayasa ulang proses bisnis jika dikombinasikan dengan implementasi ERP yang tepat, dapat menjadi fondasi strategis untuk membangun sistem operasi yang lebih efisien, terintegrasi, dan skalabel di UKM multi unit.

2025
👤 Penulis: William Nathanael
🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Usaha Kecil Dan Menengah (Ukm)

MENINGKATKAN PENERIMAAN ERP DI NIRWANA YUDHA TEKNIK MENGGUNAKAN MODEL UTAUT

Di era Industri 4.0, transformasi digital menjadi hal yang sangat penting bagi organisasi untuk tetap kompetitif dan meningkatkan efisiensi operasional. Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) memainkan peran kunci dalam transformasi ini dengan mengintegrasikan proses bisnis utama dan menyediakan data secara real-time untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Nirwana Yudha Teknik, sebuah perusahaan minyak dan gas asal Indonesia, mengadopsi sistem ERP internal bernama Trexa pada tahun 2020. Trexa dirancang untuk merampingkan operasi di bidang inventaris, pengadaan, dan manajemen proyek. Namun, sistem ini mengalami tingkat adopsi pengguna yang rendah, karena banyak karyawan masih mengandalkan alat manual seperti Excel dan WhatsApp. Hal ini menyebabkan ketidakefisienan, proses yang berulang, dan kurangnya visibilitas real-time antar departemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan sistem Trexa serta memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan implementasinya. Studi ini menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), dengan fokus pada empat konstruk utama: Ekspektasi Kinerja (Performance Expectancy), Ekspektasi Usaha (Effort Expectancy), Pengaruh Sosial (Social Influence), dan Kondisi Pendukung (Facilitating Conditions). Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, melibatkan 47 karyawan dari departemen Logistik, Pengadaan, dan Operasional yang berinteraksi langsung dengan Trexa. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.0 untuk menguji validitas dan reliabilitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekspektasi Kinerja dan Ekspektasi Usaha berpengaruh signifikan terhadap Niat Perilaku untuk menggunakan Trexa. Karyawan yang menganggap sistem ini bermanfaat dan mudah digunakan cenderung memiliki niat lebih besar untuk menggunakannya. Namun, Pengaruh Sosial tidak ditemukan sebagai faktor signifikan, yang mengindikasikan bahwa tekanan dari rekan kerja atau ekspektasi manajemen tidak terlalu memengaruhi motivasi pengguna. Menariknya, hubungan antara Niat Perilaku dan Perilaku Penggunaan aktual tidak terbukti signifikan secara statistik. Sebaliknya, Kondisi Pendukung—seperti infrastruktur, dukungan teknis, dan integrasi sistem—memiliki pengaruh paling kuat terhadap penggunaan sistem secara nyata. Sebagai tanggapan, studi ini mengusulkan tindakan strategis berdasarkan model manajemen perubahan ADKAR (Awareness, Desire, Knowledge, Ability, Reinforcement). Rekomendasi mencakup peningkatan infrastruktur TI, pembentukan helpdesk khusus, penyelarasan proses bisnis dengan kapabilitas sistem, penegakan kebijakan digital, dan penyelenggaraan program pelatihan yang ditargetkan. Keterlibatan kepemimpinan dan pengembangan dasbor pemantauan penggunaan juga penting untuk memastikan keterlibatan dan kepatuhan jangka panjang.

2025
👤 Penulis: Irfan Mauhibi
🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Manajemen Perubahan Adkar

PERANCANGAN SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING PADA PT XYZ

Freight forwarding adalah sektor industri yang memiliki peran krusial dalam pengelolaan logistik dan pengiriman barang, baik secara domestik maupun internasional. PT XYZ, sebuah perusahaan freight forwarding skala menengah yang telah beroperasi sejak tahun 2000, menghadapi berbagai tantangan dalam proses operasinya ketika volume dan kompleksitas data meningkat. Hal ini menyebabkan terjadinya kesalahan-kesalahan operasional yang signifikan, termasuk kerugian akibat kehilangan potential profit hingga 11,5% per bulan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk merancang dan merencanakan implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang dapat membantu PT XYZ mengatasi permasalahan yang dialami untuk meningkatkan daya saing mereka pada industri yang terus berkembang. Penelitian ini menggunakan SAP Activate sebagai metodologi utama dalam perancangan sistem dan perencanaan implementasi ERP, yang mencakup fase-fase mulai dari persiapan, perancangan solusi, dan deployment. Dalam proses persiapan, digunakan prinsip-prinsip Business Process Management (BPM) yaitu dalam hal memetakan proses bisnis PT XYZ. Pemetaan dilakukan dengan menggunakan Process Classification Framework (PCF) milik American Productivity & Quality Center (APQC) sebagai standar acuan. Data-data dalam penelitian dikumpulkan melalui wawancara tidak terstruktur, observasi, dan studi dokumen internal perusahaan, yang kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan perusahaan dalam proses implementasi ERP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Odoo Enterprise merupakan sistem ERP standard package yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Fungsionalitas yang dibutuhkan dapat dipenuhi oleh modul-modul pada Odoo Enterprise dengan beberapa konfigurasi dan kustomisasi tertentu. Selain itu, pembuatan panduan langkah implementasi yang diberikan setelah konfigurasi dan kustomisasi sistem dilaksanakan dapat digunakan bagi perusahaan dalam mengimplementasikan sistem ERP dengan sukses. Panduan difokuskan kepada proses iteratif sehingga mempertimbangkan proses perbaikan berkelanjutan.

2024
👤 Penulis: Felicia Jessica Harijono
🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Freight Forwarding Industry 🏷️ Business Process Management (Bpm)

EVALUASI FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN PEMANFAATAN ERP (ENTERPRISE RESOURCE PLANNING) UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN KINERJA KEUANGAN PT. HKI

PT. HKI membutuhkan peningkatan capaian kinerja keuangan sebagai imbal hasil dari pemanfaatan sistem enterprise resource planning (ERP) sejak 2019. Keterbatasan program kerja dan anggaran mengharuskan PT. HKI menetapkan faktor prioritas yang menjadi fokus perbaikan sesuai salah satu pilar pengembangan ERP sebagai dasar self-evaluation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan pemanfaatan ERP dalam mendukung capaian kinerja keuangan perusahaan. Pengumpulan data dilakukan melalui berbagai metode, termasuk diskusi kelompok terarah untuk mendefinisikan karakteristik pengguna, bentuk pemanfaatan ERP, dan faktor penentu keberhasilan pemanfaatan ERP sesuai kondisi di PT. HKI. Survei kuesioner digunakan untuk mengukur persepsi pemanfaatan ERP pada kondisi ekspektasi dan aktualisasi. Analisis kesenjangan dan analisis korelasi digunakan untuk menentukan faktor penentu prioritas dan fokus evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna ERP terbanyak berada di lingkungan proyek dengan modul ERP yang banyak dimanfaatkan untuk mendukung kinerja keuangan adalah finance and controlling (FICO), material management (MM), dan project system (PS). Dari 18 faktor penentu yang didefinisikan, terdapat 5 faktor prioritas dengan kesenjangan terbesar yaitu: manajemen perangkat lunak (F1), adaptasi dari sistem lama (F3), keterlibatan seluruh karyawan (F14), manajemen proyek (F7), dan dukungan developer atau konsultan (F13). Dibandingkan dengan pengguna ERP di proyek yang fokus pada operasional dan teknis untuk mencapai target kinerja, pengguna di kantor pusat cenderung merasa kesenjangan yang lebih besar karena fokus kepada strategi, kompleksitas konsolidasi, dan visibilitas detail di proyek yang belum mampu diakomodir oleh sistem ERP. Walaupun sistem ERP telah berhasil dimanfaatkan oleh di PT. HKI, tetapi masih diperlukan tambahan penyesuaian berdasarkan kebutuhan pengguna dan proses bisnis industri konstruksi agar lebih optimal.

2024
👤 Penulis: Razez Nugraha Erson
🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Manajemen Kinerja Keuangan 🏷️ Analisis Faktor Penentu

EVALUASI DAMPAK IMPLEMENTASI ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) PADA PROYEK EPC. STUDI KASUS DI PT HUTAMA KARYA (PERSERO)

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) pada proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) di PT. Hutama Karya (HK). Implementasi ERP oleh PT. HK digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui integrasi endto- end proses bisnis, sentralisasi data, serta analisis dan pelaporan yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mendapatkan data primer dari kuesioner terbuka dengan para pengguna ERP di proyek EPC PT. HK yang diperkuat dengan data sekunder dari dokumen internal perusahaan dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ERP telah diimplementasikan pada tahapan engineering, procurement, maupun construction, tetapi masih membutuhkan integrasi dengan perangkat lunak lainnya sebagai saran perbaikan pada proses perencanaan dan parancangan. Implementasi ERP telah memberikan manfaat dari aspek pengguna, pelaporan, dan sistem tata kelola lebih besar pada kelompok fungsi keuangan dibandingkan dengan kelompok fungsi operasi dan kelompok fungsi pengadaan dengan modul yang banyak dimanfaatkan adalah modul PS dan modul MM. Terdapat beberapa hambatan seperti kesulitan adaptasi oleh karyawan dan vendor, kebutuhan konfigurasi antara kondisi lapangan dan sistem, serta tingginya biaya implementasi dan pelatihan pada implementasi ERP. Walaupun sistem ERP dapat memberikan dampak bagi pelaksanaan proyek EPC, tetapi masih ditemukan bahwa faktor eksternal yang tidak dapat dikendalikan oleh ERP juga dapat berdampak terhadap kinerja biaya dan waktu proyek EPC. Secara keseluruhan sistem ERP yang diimplementasikan oleh PT. HK masih mengalami kesulitan untuk mengakomodir kebutuhan proses bisnis proyek EPC, sehingga diperlukan pengembangan dan penyesuaian yang lebih baik.

2024
👤 Penulis: Hariyadi Sujatmiko
🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Manajemen Proyek Epc 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) PADA TOKO KECANTIKAN GLAMIFY

Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sebuah perangkat lunak yang mampu mengintegrasikan aktivitas dan proses yang terjadi dalam suatu perusahaan, baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar. Glamify, sebuah toko kecantikan yang baru diluncurkan, berupaya meningkatkan customer experience dengan mengintegrasikan komponen terkait dalam proses bisnis toko. Tujuan dari penelitian ini adalah agar Glamify dapat terbantu dalam pengelolaan proses bisnis yang menjadi lebih fleksibel, terintegrasi, dan agile, sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Dalam penelitian ini, dimanfaatkan open source ERP. Perancangan sistem ERP dilakukan dengan memanfaatkan metode prototyping. Metode tersebut memungkinkan terjadinya interaksi dan komunikasi yang jelas antara pengguna dengan pengembang karena sifatnya yang iteratif. Langkah-langkah yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dari identifikasi kebutuhan dan proses bisnis Glamify. Penelitian dilanjut dengan dilakukannya pemetaan proses bisnis usulan berdasarkan kebutuhan, lalu diverifikasi terlebih dahulu oleh pihak Glamify. Setelah itu dilakukan identifikasi proses dengan context diagram, decomposition diagram, dan data flow diagram. Kemudian, dilakukan analisis alternatif perangkat lunak ERP yang akan digunakan berdasarkan kebutuhan, serta identifikasi modul-modul ERP yang dibutuhkan. Selanjutnya, dilakukan konfigurasi dan pengembangan prototipe sistem ERP. Hasil identifikasi adalah perancangan sistem ERP dengan sistem ERP Odoo yang memanfaatkan modul sales, customer relationship management, point of sales, purchasing, inventory, dan accounting. Dalam penelitian ini, dihasilkan perancangan dan prototipe sistem ERP berdasarkan kebutuhan dan proses bisnis Glamify. Prototipe yang telah dirancang diuji dan divalidasi oleh pihak Glamify untuk memastikan kesesuaian output sistem dengan kebutuhan mereka. Hasil perancangan telah menunjukkan integrasi dan otomatisasi proses bisnis Glamify, sehingga dapat membantu Glamify melakukan pengambilan keputusan yang lebih baik, pengelolaan operasional dengan efektif, pelayanan pelanggan yang baik, dan mengurangi kesalahan data atau proses.

2024
👤 Penulis: Cheryl Krystheara
🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) UNTUK MENDUKUNG MANAJEMEN RANTAI PASOK PADA CV KARYA WAHANA SENTOSA

CV Karya Wahana Sentosa (KWAS) adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. CV KWAS merupakan industri mebel yang memproduksi perabot interior peralatan dapur untuk hotel, tempat umum, restoran, rumah sakit, universitas, dan export furniture. Saat ini CV KWAS sedang mengevaluasi pengelolaan dan manajamen rantai pasok khususnya di bidang administrasi logistik dan kegiatan operasional sehari-hari perusahaan. CV KWAS menyadari bahwa administrasi logistik dan kegiatan operasional saat ini belum optimal karena metode rekapitulasi dokumen yang masih manual dan sistem yang digunakan dalam menjalankan proses bisnis belum terintegrasi. Masalah pada CV KWAS dapat diatasi dengan mengadopsi sistem ERP pada perusahaan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem informasi ERP open source untuk mendukung manajemen rantai pasok pada CV KWAS. Sistem ERP Odoo dipilih karena CV KWAS membutuhkan sistem informasi yang dapat membantu permasalahan namun dengan biaya implementasi sistem yang rendah. Metodologi pengembangan ERP yang digunakan adalah metodologi FAST jalur pengembangan sistem COTS (Commercial off the Shelf) dan mengacu pada standar ISO 12207, yaitu mengenai proses utama dalam siklus hidup software. Perancangan sistem ERP dilakukan berdasarkan proses bisnis rantai pasok perusahaan dengan beberapa tahap, yaitu pemetaan proses bisnis existing, mengidentifikasi masalah, menentukan tujuan perbaikan sistem, seleksi sistem ERP, pemetaan process requirement, perancangan sistem ERP, konfigurasi prototipe sistem ERP, dan diakhiri dengan pengujian sistem ERP. Sistem ERP yang dirancang memanfaatkan berbagai modul pada aplikasi Odoo, seperti discuss, calendar, contacts, dashboards, invoicing, surveys, purchase, inventory, manufacturing, maintenance, dan employees. Sistem ERP telah divalidasi melalui pengujian aplikasi Odoo dalam mengelola data dan menghasilkan output yang diharapkan oleh problem owner dan stakeholder. Hasil perancangan sistem ERP menggunakan aplikasi Odoo menunjukkan bahwa sistem ini dapat membantu CV KWAS dalam mendukung manajemen pasok khususnya administrasi logistik dan kegiatan operasional menjadi lebih optimal.

2024
👤 Penulis: Binar Waskito
🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Sistem Informasi Open Source

PERANCANGAN SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING MENGGUNAKAN APLIKASI ODOO UNTUK PENGELOLAAN PROYEK PENELITIAN

PT ABC merupakan salah satu anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa layanan informasi, telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi di Indonesia. PT ABC merupakan anak perusahaan yang berperan sebagai pusat pelatihan (learning center) dari salah satu BUMN. Terdapat beberapa unit di dalam PT ABC. Salah satu unit di PT ABC adalah Unit X. Beberapa masalah terjadi pada Unit X tersebut. Salah satu masalah yang diidentifikasi berkaitan erat dengan kurang optimalnya pengelolaan proyek. Kurang optimalnya pengelolaan proyek ditandai dengan setiap subdivisi memiliki metode tersendiri dalam mengelola proyek seperti alur penelitian, penyimpanan data, dokumen yang berbeda-beda, belum adanya sistem yang mengintegrasikan pengelolaan penelitian, dan lain sebagainya. Sistem ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sistem yang digunakan oleh perusahaan untuk mengelola dan mengintegrasikan proses bisnis dalam satu platform yang terintegrasi. Sistem ERP berpotensi mengurangi permasalahan yang dialami Unit X di atas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang sebuah sistem ERP agar dapat mengoptimalkan proyek pada Unit X secara efektif dan efisien. Sistem ERP Odoo dipilih karena sesuai dengan kondisi perusahaan yang memiliki keterbatasan biaya. Proses perancangan sistem ERP menggunakan metodologi ERP adoption life cycle dan standard package. Kemudian pada metodologi penelitian terdapat penyesuaian dengan mengacu pada serta ISO 31000:2018 terkait manajemen risiko. Perancangan sistem ERP didasarkan atas proses bisnis yang terjadi pada Unit X dengan melakukan identifikasi masalah kemudian merancang proses bisnis usulan yang telah terverifikasi bersama stakeholders. Sistem ERP yang dirancang memanfaatkan modul-modul pada aplikasi Odoo, seperti accounting, document, project, purchase, inventory, sign, employees, dan approval. Prototipe telah melalui tahap validasi dengan memguji kesuksesan aplikasi Odoo dalam mengelola data dan menghasilkan output yang diinginkan. Hasil rancangan sistem ERP menggunakan aplikasi Odoo menunjukkan bahwa sistem ERP dapat membantu Unit X dalam mengelola proyek secara efektif dan efisien.

2024
👤 Penulis: Faza Adzim Ramadhon
🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Sistem Informasi Perusahaan

PERANCANGAN APLIKASI PROTOTIPE BERBASIS ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) PADA PT SINERGI BREBES INOVATIF UNTUK MENDUKUNG SISTEM TRACEABILITY

PT Sinergi Brebes Inovatif (PT SBI) merupakan perusahaan yang memproduksi dan memasarkan produk olahan bawang merah dan beberapa komoditas lainnya. Saat ini, perusahaan memasarkan produknya secara online dan offline. Pada operasionalnya, perusahaan merekap seluruh data menggunakan berbagai media seperti aplikasi SiApik, KasirPro, Microsoft Excel, dan pencatatan manual menggunakan kertas. Banyaknya kanal penjualan dan penggunaan sistem yang berbeda-beda sering menyebabkan terjadinya kesalahan pemasukan, double entry, dan redundansi data. Selain itu, perusahaan sedang mengalami kesulitan menangani laporan keluhan pelanggan terhadap produknya. Perusahaan masih belum bisa melakukan investigasi dari hasil produk yang dikeluhkan pelanggannya. Berdasarkan analisis akar masalah dari symptom tersebut, perusahaan masih melakukan pencatatan secara sektoral dan masih belum memiliki sistem pencatatan yang saling terintegrasi. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem informasi yang mampu mengintegrasikan data mulai dari bahan baku hingga produk tersebut dikirim ke pelanggan. Salah satu jenis sistem informasi yang dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut adalah Enterprise Resource Planning (ERP). Penelitian ini bertujuan menentukan rancangan model traceability, merancang desain ERP, dan menghasilkan prototipe sistem ERP. Penelitian ini hanya sampai prototipe dan menggunakan sistem ERP open source karena perusahaan memiliki keterbatasan sumber daya yang ada. Penelitian ini menggunakan metodologi pengembangan sistem ERP menurut Sumner (2014) dengan tahapan meliputi analisis kebutuhan sistem, perbaikan proses bisnis, dan pengembangan prototipe ERP. Hasil rancangan berupa prototipe sistem ERP Odoo dengan menggunakan modul purchase, manufacturing, sales, inventory, survey, dan contact. Kemudian, prototipe sistem ERP diuji bersama problem owner. Pengujian dilakukan dengan memverifikasi prototipe berdasarkan kebutuhan sistem dan memvalidasi prototipe berdasarkan tujuan yang sudah ditetapkan. Penggunaan prototipe ERP dapat membantu perusahaan dalam mengintegrasikan data bahan baku sampai pengiriman produk ke pelanggan, meminimalisir kesalahan input data, meningkatkan kualitas data operasional, serta dapat melakukan investigasi masalah dalam sebuah rantai pasok perusahaan.

2024
👤 Penulis: Raihan Yoga Pratama Kisworo
🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Data Operasional
Halaman 1 dari 2
💬