📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4 dokumen

OPTIMALISASI KANTOR RISET DAN PENGEMBANGAN KULTUR JARINGAN KELAPA SAWIT DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI DAN TEKNOLOGI MODERN: STUDI KASUS FIRST RESOURCES, PEKANBARU, RIAU

Desain ini bertujuan untuk memaksimalkan kebutuhan dan keinginan para peneliti kelapa sawit serta staf di kantor First Resource, Pekanbaru, Riau, berdasarkan standar laboratorium agar dapat mendukung aktivitas penelitian dan kerja staf. Metode yang digunakan adalah dengan meneliti proses kerja penelitian di kantor, melakukan wawancara kebutuhan pengguna, serta studi standar laboratorium kultur jaringan kelapa sawit. Hasil perancangan meliputi zonasi, alur pekerja, dan tata ruang yang efektif dan ergonomis, serta pemakaian elemen yang sesuai dengan kenyamanan pekerja agar tetap mendukung efisiensi kerja namun tetap sesuai dengan standar laboratorium kultur jaringan kelapa sawit.

2026
👤 Penulis: Sophia Nazwa Chaliza
🏷️ Optimasi Kantor Riset 🏷️ Kultur Jaringan Kelapa Sawit 🏷️ Ergonomi

PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN RANGKA KURSI RODA ELEKTRIK BERBASIS ISO 7176-5 DAN DATA ANTROPOMETRI MANUSIA INDONESIA

Kursi roda elektrik telah menjadi solusi dan pilihan yang tak tergantikan bagi para penyandang disabilitas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menghasilkan produk yang baik dalam desain produk memerlukan serangkaian kegiatan berupa perencanaan dan pengembangan produk, mulai dari tahap pemunculan ide, analisis yang dilanjutkan dengan tahap pengembangan, konsep desain, sistem dan detail, pembuatan prototipe, proses produksi, dan pengujian produk. Pemecahan masalah untuk menghasilkan desain yang baik juga mempertimbangkan faktor manusia dan aktivitasnya, seperti ukuran, bentuk tubuh, posisi aktivitas, perilaku, dan kebiasaan aktivitas, untuk mencapai produktivitas kerja. Ergonomi adalah salah satu persyaratan untuk mencapai kualitas, desain bersertifikasi, dan kebutuhan pelanggan. Desain harus memberikan keselamatan, kesehatan, keamanan, dan kenyamanan bagi manusia saat menggunakan dan mengoperasikannya. Kursi roda elektrik dirancang untuk digunakan oleh penyandang disabilitas untuk memudahkan mobilitas. Pada penelitian ini telah dilakukan indentifikasi masalah, pengumpulan, pengolahan, dan perancangan data dengan menambahkan fitur-fitur atau inovasi yang dapat memudahkan pengguna kursi roda. Perancangan ini dilakukan dengan menggunakan software autodesk inventor professional 2025 dengan mempertimbangkan berbagai macam ukuran. Ukuran yang digunakan dalam perancangan ini adalah data antropometri manusia Indonesia. Standar internasional seperti ISO 7176-5 memberikan pedoman penting dalam mengembangkan kursi roda elektrik, namun demikian penting untuk mempertimbangkan data antropometri manusia Indonesia dalam proses perancangan. Dimensi, stabilitas, kemampuan manuver, mobilitas dan penyimpanan produk serta kekuatan, daya tahan, dan informasi produk adalah parameter dari penelitian ini. Desain kursi roda elektrik menggabungkan teknologi, kenyamanan, keamanan, estetika, dan kemudahan penggunaan. Dengan mempertimbangkan data antropometri manusia Indonesia, desain kursi roda elektrik dapat dioptimalkan untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan yang maksimal bagi pengguna di Indonesia sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mobilitas terbatas di Indonesia.

2025
👤 Penulis: Sutrisno
🏷️ Desain Produk 🏷️ Ergonomi 🏷️ Kursi Roda Elektrik

PERANCANGAN FASILITAS PERLALULINTASAN DI KOTA CIREBON BERDASARKAN EVALUASI ERGONOMI

Kota Cirebon sebagai kota berkembang di Jawa Barat, memiliki rencana untuk memajukan bidang pariwisata. Dalam memajukan pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan, perlu diperhatikan aspek lalu lintas. Oleh karena itu keselamatan dan kenyamanan berlalulintas harus selalu ditingkatkan. Berdasarkan data dari Satlantas Polresta Cirebon Kota, 70% kecelakaan lalu lintas yang terjadi berkaitan dengan Human Error. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah unsafe condition. Hal ini didasari pada studi pendahuluan kepada 40 responden yang menyatakan bahwa fasilitas perlalulintasan menjadi aspek yang penting terhadap keselamatan berlalulintas. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi fasilitas perlalulintasan yang sudah baik dilihat dari sudut pandang ergonomi dan memberikan rekomendasi pada fasilitas perlalulintasan yang belum memperhatikan aspek ergonomi dalam perancangannya. Penelitian dilakukan dengan observasi secara langsung pada salah satu kecamatan disetiap kelompok kecamatan. Permasalahan-permasalahan yang terjadi di salah satu kecamatan tersebut, diasumsikan terjadi juga di kecamatan lainnya. Penelitian ini dibantu dengan diskusi bersama Dinas Perhubungan yang bertujuan untuk menentukan prioritas permasalahan yang harus diperbaiki. Berdasarkan observasi langsung, terdapat 7 subjek permasalahan pada kelompok kecamatan A, dan 8 subjek permasalahan pada kelompok kecamatan B, dengan setiap kelompok terdapat 15 jenis permasalahan. Permasalahan tersebut dikelompokkan dalam 3 prioritas yaitu, prioritas satu, dua dan tiga. Pengelompokkan ini menggunakan Hazard Risk Assessment Matrix yang didasarkan pada frekuensi kejadian dan dampak yang ditimbulkan. Setiap rekomendasi dilengkapi dengan estimasi biaya yang sebagai salah satu aspek pertimbangan dalam pengelompokkan permasalahan. Setelah dikelompokkan, 5 jenis permasalahan masuk dalam prioritas 1, 7 jenis permasalahan masuk dalam prioritas 2 dan 8 jenis permasalahan masuk dalam prioritas 3. Total estimasi biaya untuk mengimplementasikan rekomendasi penyelesaian prioritas satu Rp 588.692.981 hingga Rp 616.025.927, prioritas 2 Rp 2.362.521.553 hingga Rp 2.367.188.983, dan prioritas 3 Rp 208.994.630 hingga Rp 212.076.500.

2025
👤 Penulis: Muhammad Syifa Nurrahman
🏷️ Ergonomi 🏷️ Manajemen Lalu Lintas 🏷️ Analisis Risiko

PENGEMBANGAN PRINSIP DESAIN DAN METODE EVALUASI MESIN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN PRODUK PERTANIAN

Teknologi Tepat Guna (TTG) adalah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab permasalahan masyarakat, ramah lingkungan, dapat dimanfaatkan dan dipelihara oleh masyarakat secara mudah, serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan. Penggunaan TTG di masyarakat merupakan salah satu strategi Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk khususnya komoditas pertanian. Namun demikian, muncul permasalahan bahwa banyak mesin TTG belum mempertimbangkan karakteristik dan kemampuan penggunanya. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan prinsip desain serta metode evaluasi untuk mesin TTG. Penelitian ini fokus pada TTG mesin pengolahan produk pertanian karena banyak dimanfaatkan oleh petani dan masyarakat Indonesia khususnya Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). Model dikembangkan untuk menyelesaikan permasalahan desain dan pemanfaatan TTG di masyarakat dengan memperhatikan faktor ergonomi sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas. Tahap pertama penelitian dilakukan tahapan pengembangan model dengan studi literatur, wawancara dan observasi lapangan. Observasi lapangan dan wawancara dilakukan ke pengguna TTG. Responden penelitian tahap ini sebanyak delapan orang responden. Observasi lapangan dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pengamatan secara langsung praktek penggunaan TTG di masyarakat dan memahami kendala-kendala yang dirasakan oleh pengguna terkait dengan desain TTG. Tahapan kedua yaitu pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dengan tujuan untuk mendapatkan faktor-faktor desain TTG. Responden penelitian adalah perancang dan pengguna TTG. Jumlah responden pada tahapan ini yaitu sebanyak 221 orang. Pengolahan data menggunakan metode principal component analysis (PCA) dan importance performance analysis (IPA). Tahapan ketiga adalah evaluasi mesin TTG dengan uji usabilitas secara subjektif maupun objektif menggunakan kuesioner system usability scale (SUS) dan eksperimen menggunakan alat electroencephalograph (EEG) dan heart rate monitor (HRM). Hasil observasi langsung di lapangan serta wawancara, menunjukkan secara umum terdapat tujuh permasalahan penggunaan mesin TTG yaitu aspek fungsional, beban kerja fisik, teknis, energi, keamanan, perawatan dan perbaikan, kemudahan penggunaan dan dimensi alat. Hasil analisis PCA menghasilkan enam prinsip dan 42 indikator desain yaitu aman dan mencegah kesalahan, fungsional dan ekonomis, mudah digunakan, kompatibel dengan pengguna, upaya fisik yang rendah, dan informasi mudah dipahami. Hasil analisis IPA menunjukkan ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki dari desain TTG. Perbaikan yang perlu diprioritaskan yaitu pentingnya mesin TTG memiliki panduan terkait penggunaan serta perlunya desain mesin TTG memperhatikan aspek keamanan. Tahap ketiga penelitian yaitu evaluasi mesin TTG. Pemilihan mesin TTG yang dievaluasi dilakukan melalui wawancara kuesioner dengan pakar. Faktor yang dipertimbangkan yaitu tahapan proses (set up, operation, finish) dan jenis mesin TTG dengan tingkat ergonomis berbeda (mesin pencetak mie tipe mini ekstruder, mesin pencetak mie tipe ekstruder, mesin pencetak mie tipe sheeting slitting). Eksperimen dilakukan dengan within subject design menggunakan 22 partisipan. Parameter EEG yang dievaluasi yaitu gelombang delta, teta, alfa dan beta sedangkan parameter heart rate variability (HRV) yang dievaluasi meliputi root mean square of successive RR interval differences (RMSSD), standard deviation of the NN interval (SDNN), high frequency (HF), low frequency (LF) dan rasio LF/HF. Pada studi ini juga dilakukan evaluasi usabilitas menggunakan kuesioner SUS. Hasil evaluasi digunakan untuk menentukan metode evaluasi desain TTG serta menentukan parameter fisiologis yang sensitif dan akurat dalam evaluasi mesin TTG. Parameter EEG yang digunakan pada penelitian ini gelombang delta, teta dan alfa menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara mesin TTG pada tahap operation sedangkan gelombang beta menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada tahap set-up. Gelombang delta menunjukkan adanya fluktuasi nilai rata-rata sedangkan gelombang teta, alfa dan beta menunjukkan adanya penurunan nilai rata-rata dari mesin 1 ke mesin 3. Usabilitas suatu produk secara umum ditandai dengan adanya peningkatan gelombang teta, peningkatan gelombang alfa dan penurunan gelombang beta. Parameter HRV yaitu SDNN, RMSSD, LF, HF dan rasio LF/HF menunjukkan adanya variasi peningkatan dan penurunan nilai rata antara tiap tahapan proses antar mesin. Namun demikian secara statistik hanya parameter rasio LF/HF yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Hasil kuesioner SUS menunjukkan bahwa secara subjektif mesin mini ekstruder memiliki usabilitas paling baik diikuti oleh mesin sheeting slitting dan mesin ekstruder. Berdasarkan hasil penelitian ini, metode pengujian evaluasi mesin TTG berdasarkan fisiologis dengan HRV dan EEG dapat digunakan indikator rasio LF/HF dan gelombang alfa.

2024
👤 Penulis: Taufik Rahman
🏷️ Teknologi Tepat Guna (Ttg) 🏷️ Desain Mesin 🏷️ Ergonomi
💬