📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPERANCANGAN INSTRUMEN EVALUASI PELATIHAN DI PT GLOBAL RELIANCE INTERNATIONAL
Dewasa ini perkembangan industri pangan semakin meningkat yang ditandai dengan banyaknya terobosan dan inovasi baru yang memanfaatkan kemajuan teknologi. Tentunya perusahaan dituntut untuk dapat memenuhi berbagai sertifikikasi yang dibutuhkan serta penguasaan standar manajemen lainnya bagi setiap karyawannya. PT GRI adalah perusahaan konsultan jasa bisnis yang menyediakan berbagai program pelayanan seperti pelatihan dan edukasi, konsultasi, audit dan inspeksi, serta pendampingan untuk membantu perusahaan klien mencapai tujuannya. Dengan peranan penting tersebut, PT GRI harus memiliki kualitas pelayanan tinggi untuk setiap jasa bisnis yang ditawarkan. Peningkatan kualitas pelayanan dilakukan salah satunya dengan mengevaluasi program pelatihan, untuk itu dibutuhkan instrumen evaluasi sebagai salah satu alat pengukuran efektivitas pelatihan. Dalam penelitian ini, penulis akan merancang instrumen evaluasi pelatihan menggunakan pendekatan model evaluasi Kirkpatrick yang memiliki 4 (empat) tingkatan atau level yaitu reaction, learning, behavior, dan result. Pemilihan model ini didasarkan pada kerincian dalam setiap tingkatan yang dilakukan sampai implementasi dampak pelatihan tersebut. Adapun program yang diukur adalah program best seller dari PT GRI. Penelitian dimulai dengan studi pendahuluan pada objek penelitian untuk mengidentifikasi isu awal, kemudian studi literatur untuk menambah wawasan tentang topik terkait, berikutnya perumusan masalah serta penetapan tujuan, batasan dan asumsi penelitian. Kemudian melakukan studi literatur selanjutnya untuk penyusunan dasar teori yang digunakan, dan terakhir menentukan metodologi penelitian serta jadwal penelitian.
EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN DARI PROGRAM PELATIHAN CPOB: PENILAIAN LEVEL 2 KIRKPATRICK DI PT XYZ
Studi ini mengevaluasi hasil belajar dari program pelatihan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) 2025 di PT XYZ, perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia, menggunakan model evaluasi Kirkpatrick Level 2. Tujuan utama adalah untuk menilai pengetahuan yang diperoleh karyawan setelah mengikuti pelatihan, dengan fokus pada bagaimana faktor demografis seperti posisi pekerjaan, divisi, dan masa kerja secara signifikan mempengaruhi hasil belajar. Evaluasi Level 2 sangat penting dalam industri yang berorientasi pada kepatuhan, seperti farmasi, di mana penguasaan pengetahuan krusial untuk integritas operasional dan kepatuhan regulasi. Studi ini menggunakan pendekatan campuran dengan desain berurutan eksplanatori. Penelitian dimulai dengan fase kualitatif, melibatkan wawancara dengan personel kunci dari departemen HRD dan QA untuk memahami konteks evaluasi pelatihan yang ada dan mengidentifikasi masalah inti. Fase ini dilanjutkan dengan fase kuantitatif yang lebih besar, di mana data dari penilaian pasca-pelatihan 753 karyawan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (Kruskal-Wallis dan korelasi Spearman) untuk mengeksplorasi hubungan antara demografi karyawan dan hasil pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa posisi pekerjaan, divisi, dan masa kerja secara signifikan mempengaruhi tingkat pengetahuan yang dicapai, menyoroti pentingnya mempertimbangkan variabel demografi saat mengevaluasi efektivitas pelatihan. Studi ini mengungkapkan bahwa meskipun pelatihan secara umum menghasilkan hasil belajar yang tinggi, terdapat variasi di antara kelompok karyawan yang berbeda. Temuan ini menyoroti keterbatasan sistem evaluasi saat ini di PT XYZ, yang hanya mengukur Level 2 (Belajar), dan menyarankan bahwa pendekatan evaluasi yang lebih komprehensif yang mencakup Level 3 (Perilaku) dan Level 4 (Hasil) akan memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang efektivitas pelatihan. Berdasarkan temuan ini, studi ini mengusulkan rekomendasi untuk meningkatkan praktik evaluasi pelatihan, termasuk implementasi penilaian pra- dan pasca-pelatihan yang terstruktur, serta pengembangan sistem untuk memantau perubahan perilaku dan menyelaraskan hasil pelatihan dengan metrik kinerja organisasi. Penelitian ini berkontribusi pada literatur akademik tentang evaluasi pelatihan di industri yang didorong oleh kepatuhan dan memberikan wawasan yang dapat diterapkan bagi PT XYZ untuk mengoptimalkan program pengembangan karyawannya.