📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenSTUDI PARAMETER EVOLUSI PRA-DERET UTAMA HERBIG AE/BE MENGGUNAKAN MESA
Herbig Ae/Be merupakan fase pra-deret utama bintang bermassa menengah dengan rentang massa 2?10M? dan memiliki kaitan erat dengan nebulositas. Pada penelitian ini, dimodelkan pengaruh metalisitas dan variasi laju akresi massa terhadap evolusi bintang Herbig Ae/Be dengan massa awal 3M?, 5M?, dan 7M? menggunakan MESA versi 23.05.1. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa bintang bermetalisitas rendah memiliki laju akresi massa, luminositas, dan temperatur yang lebih tinggi, radius lebih kecil, serta mencapai fase Zero- Age Main Sequence (ZAMS) lebih cepat akibat pendinginan awan yang kurang efisien. Kajian terhadap variasi laju akresi massa dilakukan melalui tiga skenario: (1) massa awal sama dengan laju akresi berbeda, (2) massa berbeda dengan laju akresi sama, dan (3) massa serta laju akresi disesuaikan dengan parameter bintang referensi. Pada skenario pertama, laju akresi massa yang lebih besar menghasilkan massa akhir lebih besar dan waktu menuju ZAMS lebih singkat. Pada skenario kedua, bintang bermassa lebih rendah menunjukkan fluktuasi radius yang diduga terkait proses kontraksi. Pada skenario ketiga, model berdasarkan LkHA 324, V361 Cep, dan V374 Cep menunjukkan jejak evolusi yang konsisten dengan massa masing-masing, meskipun V361 Cep memperlihatkan ketidakpastian yang mengindikasikan kemungkinan kehilangan massa sebelum ZAMS, sementara V374 Cep hanya memiliki kesesuaian dengan jejak evolusi model ketika galat observasi dipertimbangkan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan peran signifikan metalisitas dan laju akresi massa dalam menentukan jalur evolusi bintang Herbig Ae/Be menuju ZAMS.
ANALISIS EVOLUSI BINTANG YELLOW SUPERGIANT MENGGUNAKAN MESA: STUDI KASUS AWAN MAGELLAN BESAR
Secara umum, bintang akan berevolusi melalui fase pra deret utama, deret utama, dan pasca deret utama yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti angin bintang, rotasi, dan overshoot inti konvektif, seperti yang dialami oleh bintang bermassa besar/masif (? 8M?). Evolusi bintang masif pada fase deret utama dan pasca deret utama dapat dideskripsikan dalam Skenario Conti Termodifikasi yang mencakup rentang massa 10 - 60 M?, yang sebagian besar sudah terbukti dari pengamatan berbagai jenis bintang seperti Wolf-Rayet, Luminous Blue Variables, dan Red Supergiants (RSG). Namun, hingga saat ini, supernova tipe II yang berasal dari bintang RSG seperti yang dideskripsikan pada skenario Conti untuk rentang massa 10 - 25 M?, masih belum dapat teramati, yang kemudian dikenal sebagai Red Supergiant problem. Salah satu skenario yang dapat menjawab red supergiant problem adalah RSG berubah menjadi Yellow Supergiant (YSG) terlebih dahulu sebelum menjadi supernova, meskipun bukti pengamatan masih sangat terbatas. Dalam Tesis ini, dimodelkan evolusi bintang masif ke tahap RSG sebagai progenitor dari YSG menggunakan MESA Software. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan parameter-parameter evolusi yang telah disebutkan sebelumnya. Selanjutnya, dilakukan fitting dengan data YSG di Awan Magellan Besar. Hasil menunjukkan bahwa RSG kemungkinan besar adalah progenitor YSG yang akan mengalami supernova tipe II, meskipun masih dibutuhkan mekanisme evolusi tambahan untuk menjelaskan kelimpahan unsur berat yang teramati.
STUDI ZONA LAYAK HUNI BINTANG KELAS F, G, K, DAN M PADA TAHAP EVOLUSI PRA DERET UTAMA
Seluruh bintang akan mengalami evolusi dalam hidupnya yang selama itu juga zona layak huninya berevolusi. Zona layak huni merupakan daerah pada sistem bintang yang tepatnya berada di sekeliling bintang induknya dan mendukung adanya air dalam bentuk cair. Agar planet yang mengorbit bintang induk memiliki zona layak huni, maka jaraknya dari bintang induk haruslah tepat, tidak terlalu dekat ataupun terlalu jauh. Pembentukan zona layak huni membutuhkan waktu yang tidak singkat, sehingga bintang bermassa besar yang memiliki evolusi bintang yang lebih singkat kemungkinan tidak memiliki zona layak huni. Maka, bintang yang memungkinkan terbentuknya zona layak huni adalah bintang bermassa kecil dan sangat kecil karena masa evolusinya cukup panjang. Dalam tugas akhir ini, akan dianalisis evolusi bintang pada fase pra Deret Utama untuk bintang bermassa kecil hingga sangat kecil kelas spektrum F, G, K, dan M. Pemodelan evolusi bintang kelas F, G, K, dan M dijalankan menggunakan program MESA berbasis web. Data keluaran pemodelan evolusi bintang ini akan digunakan untuk memodelkan zona layak huni bintang kelas F, G, K, dan M pada tahap pra deret utama yang kemudian dibandingkan dengan zona layak huni pada tahap deret utama.