📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPERANCANGAN ILUSTRASI FASHION PUNK SEBAGAI MEDIA KRITIK SOSIAL TERHADAP KONSUMERISME UNTUK GENERASI Z
Budaya Konsumerisme pada Generasi Z semakin berkembang seiring kemajuan internet dan media sosial yang mempermudah aktivitas konsumsi. Konsumerisme merupakan bentuk budaya konsumsi yang menggeser makna konsumsi dari pemenuhan keinginan. Fenomena ini diperkuat oleh munculnya microtrend, yaitu tren yang berubah dengan sangat cepat dalam waktu singkat dan berkembang seiring dengan industri fast fashion. Kondisi tersebut mendorong individu untuk terus mengikuti tren agar tidak dianggap tertinggal, termasuk Generasi Z yang merupakan digital natives dan memiliki tingkat paparan tinggi terhadap media sosial serta pengaruh lingkungan sekitarnya. Menanggapi kondisi tersebut, perancangan ini bertujuan untuk menghadirkan media kritik sosial terhadap budaya konsumerisme pada Generasi Z melalui ilustrasi fashion punk. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi ilustrasi kritik sosial terhadap konsumerisme, wawancara dengan sosiolog, ahli punk, dan ilustrator Indonesia yang ahli dalam bidang kritik sosial, serta penyebaran kuesioner kepada target audiens. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah ilustrasi kritik sosial dengan menggunakan pendekatan ideologi fashion punk sebagai semangat perlawanan terhadap konsumerisme untuk Generasi Z. Melalui pendekatan visual yang kuat, perancangan ini diharapkan dapat menjadi media kritik sosial yang akan membangun kesadaran serta refleksi diri pada Generasi Z mengenai konsumerisme.
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK UNIQUELYMOZ DAILY
Pertumbuhan pesat industri mode di Indonesia menghadirkan peluang yang cukup besar bagi Uniquelymoz Daily, sebuah merek lokal fashion wanita yang berusaha meningkatkan kesadaran merek dan kehadiran pasar. Studi ini menyelidiki faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi Uniquelymoz Daily dan mengusulkan strategi pemasaran komprehensif untuk meningkatkan kesadaran merek dan pendapatan. Penelitian ini dimotivasi oleh beberapa masalah yang menghambat kemajuan perusahaan, termasuk sistem manajerial yang tidak efektif, tantangan produksi, tingkat stok yang tidak konsisten, dan keterlibatan pelanggan yang rendah. Studi ini dimulai dengan analisis mendalam mengenai konsumen, lingkungan internal perusahaan, dan lingkungan eksternal. Analisis konsumen dilakukan dengan menggunakan tujuh tahap segmentasi. Analisis internal berfokus pada sumber daya, kemampuan, dan rantai nilai perusahaan, serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan. Analisis eksternal dilakukan dengan menggunakan Porter’s Five Forces, dan analisis pesaing menggunakan Porter’s Four Corner Analysis untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman. Analisis SWOT mengintegrasikan temuan ini untuk memberikan pandangan holistik tentang posisi strategis perusahaan. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan kepada 204 responden, semuanya perempuan Indonesia berusia 18 tahun ke atas, sesuai dengan target pasar Uniquelymoz Daily. Temuan menunjukkan bahwa kualitas produk, desain, kenyamanan, dan harga adalah faktor penting yang mempengaruhi keputusan pembelian. Studi ini juga menyoroti pentingnya strategi pemasaran yang menarik, termasuk aktivitas media sosial yang sering dan live streaming untuk meningkatkan visibilitas merek. Berdasarkan analisis SWOT, studi ini mengusulkan matriks TOWS untuk mengembangkan inisiatif pemasaran strategis. Solusi bisnis yang direkomendasikan untuk perusahaan adalah mengatur manajemen sumber daya, mengurangi ketergantungan pada satu penjahit pihak ketiga, menstandarkan pelaporan keuangan dengan prinsip akuntansi standar, menerapkan program loyalitas pelanggan, dan berpartisipasi dalam bazaar fashion lokal
ANALYZING CUSTOMER IDENTITY OF A CONCEPT STORE USING BRAND IMAGERY AND COMPARING TO ITS CONCEPT (CASE STUDY ON WIDELY PROJECT)
Industri fashion di kota Bandung berkembang sangat pesat. Persaingan yang terjadi sangat sengit, terlihat dengan semakin banyaknya brand-brand lokal yang bermunculan. Belum lagi dengan semakin maraknya brand-brand luar yang masuk ke kota Bandung. Oleh karena itu, para pelaku bisnis menggunakan berbagai macam jalur penjualan agar barang mereka dapat disentuh oleh pelanggan. Dalam perkembangan ini, muncul suatu konsep baru dalam menjual produk-produknya, yaitu concept store dimana mereka membuat suatu store dengan konsep dan target market yang khusus dan jelas, dan mereka tidak hanya menyediakan satu lini produk saja seperti hanya pakaian atau celana, tetapi concept store menyatukan dan menawarkan semua kebutuhan suatu kalangan tertentu, mulai dari pakaian, alat tulis, hingga makanan selama produk-produk tersebut masih dalam target market yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mencari tahu tentang konsep dari sebuah concept store di Bandung yaitu Widely Project, kemudian membandingkannya dengan kepribadian yang dimiliki oleh pelanggan mereka. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, dilakukan survei terhadap pelanggan dari Widely Project concept store dan terkumpul data sebanyak 117 responden. Untuk menganalisa data tersebut, analis frekuensi digunakan untuk melihat kepribadian yang dimiliki oleh pelanggannya. Pada riset ini terdapat 3 variabel yang merupakan konsep dari Widely Project yang telah dirubah menjadi brand imagery. Berdasarkan analisis ini kemudian dilihat dan dibandingkan berdasarkan persentase kesutujuan pelanggan terhadap faktor-faktor yang ada di dalamnya sehingga dapat diketahui seberapa sesuai faktor tersebut dengan kepribadian yang dimiliki oleh pelanggannya. Studi ini penting khususnya bagi Widely Project concept store dan bagi seluruh concept store lainnya yang berada di kota Bandung karena dengan mengetahui kesesuaian kepribadian pelanggannya, pihak managemen dapat menyusun stretegi marketing atau strategi perkembangan yang lebih baik dan tepat sasaran di kemudian hari.