📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4 dokumen

PENGARUH FERMENTASI SUBSTRAT PADAT MENGGUNAKAN BACILLUS CEREUS TERHADAP HIDROLISAT PROTEIN TEPUNG LARVA LALAT TENTARA HITAM (HERMETIA ILLUCENS L.) BEBAS LEMAK

Produksi protein konvensional menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca secara global, larva lalat tentara hitam atau LLTH (Hermetia illucens L.) dapat dijadikan salah satu alternatif yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber protein yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu fermentasi optimum, kadar protein, perolehan kembali protein, dan derajat hidrolisis tepung LLTH bebas lemak dengan variasi waktu fermentasi 0, 1, 2, 3, dan 4 hari. Fermentasi substrat padat dilakukan dengan rasio tepung LLTH, air, dan inokulum Bacillus cereus sebesar 1 : 1,25 : 0.1. Selanjutnya, protein diekstraksi menggunakan ekstraksi alkali (NaOH 0,25M), dipresipitasi asam, dan dihidrolisis secara enzimatik menggunakan enzim bromelain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bacillus cereus memiliki nilai laju pertumbuhan spesifik (?) sebesar 0,37 jam-1 dengan waktu penggandaan sebesar 1,85 jam pada substrat padat LLTH. Kadar protein kasar mengalami peningkatan menjadi 62,85 ± 0,15% di hari ke-4 seiring bertambahnya waktu fermentasi. Kemudian, hasil ekstraksi protein menggunakan alkali menunjukkan adanya peningkatan nilai perolehan kembali protein tertinggi pada hari ke-2 fermentasi yaitu sebesar 66,57 ± 0,03% dari 42,74%. Hidrolisis enzimatik dengan enzim bromelain selama 24 jam pada tiap variasi waktu menunjukkan nilai derajat hidrolisis sebesar 35,90 – 62,66%. Secara keseluruhan, waktu fermentasi mempengaruhi karakteristik protein LLTH yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar protein, serta memberikan tren yang berbeda terhadap perolehan kembali protein dan derajat hidrolisis yang mengindikasikan adanya kondisi optimum pada waktu fermentasi tertentu.

2026
👤 Penulis: Louisa Yovela
🏷️ Fermentasi Substrat Padat 🏷️ Protein Larva Lalat Tentara Hitam 🏷️ Hidrologi Protein

PENGARUH FERMENTASI SUBSTRAT PADAT MENGGUNAKAN LACTOBACILLUS LACTIS TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN KOMPOSISI ASAM AMINO PADA LARVA LALAT TENTARA HITAM (HERMETIA ILLUCENS L.)

Black Soldier Fly (BSF) atau disebut juga lalat tentara hitam (Hermetia illucens L.) adalah salah satu insekta yang mulai banyak dipelajari dikarenakan kemampuannya dalam mengkonversi sampah organik. Kandungan protein dalam larva lalat tentara hitam (BSFL) dapat ditingkatkan melalui perlakuan awal fermentasi substrat padat atau Solid-state fermentation (SSF) menggunakan Lactobacillus Lactis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh fermentasi terhadap kandungan protein kasar pada larva, protein recovery, derajat hidrolisis (DH), kandungan glisin, komposisi asam amino dalam hidrolisat larva, dan pengaruh laju aliran kromatografi pada konsentrasi protein yang di fraksinasi. Kandungan protein kasar BSFL dengan perlakuan awal fermentasi mengalami peningkatan sebesar 0,99% dibandingkan dengan sampel kontrol (P > 0.05), dengan kandungan protein kasar sebesar 33.23%. protein recovery dari ekstraksi menggunakan NaOH 0,25 M terbesar diperoleh pada sampel kontrol dengan nilai 41,68% (P < 0.05). DH terbesar dari hasil hidrolisis ekstrak protein dengan enzim bromelain 3% sebesar 53,19% (P > 0.05) juga diperoleh pada sampel kontrol. Hasil fraksinasi kromatografi hidrolisat protein menggunakan Size-Exclusion Chromatography (SEC) dengan tiga variasi laju alir (0.5;1;1.5 mL/menit) menghasilkan konsentrasi protein tertinggi 1.080-1.463 mg/mL pada sampel kontrol dan 1,240-1,331 mg/mL pada sampel fermentasi (P < 0.05). Kandungan asam amino yang terdeteksi melalui metode Ultra High-Performance Liquid Chromatography (UPLC) pada fraksi sampel fermentasi berupa L-alanin sebesar 84,63 mg/kg fraksi, glisin sebesar 274,77 mg/kg fraksi, dan L-metionin sebesar 1,21 mg/kg fraksi (P < 0.05). .

2024
👤 Penulis: Mohammad Adiba Syahada
🏷️ Fermentasi Substrat Padat 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Pengolahan Sampah Organik 🏷️ Analisis Asam Amino

PENGARUH FERMENTASI SUBSTRAT PADAT MENGGUNAKAN ASPERGILLUS NIGER TERHADAP KANDUNGAN DAN BIOAKTIVITAS PEPTIDA BIOAKTIF DARI KERNEL BIJI KARET (HEVEA BRASILIENSIS)

Indonesia adalah salah satu negara produsen karet alam terbesar di dunia yang ratarata menghasilkan 800–1.200 kg biji karet per hektar setiap tahun. Biji karet mayoritas berakhir sebagai limbah. Namun, kernel biji karet memiliki kadar protein tinggi (19–23%) yang berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh perlakuan fermentasi substrat padat terhadap kandungan protein kasar, protein recovery, derajat hidrolisis, berat molekul, komposisi asam amino, dan bioaktivitas kernel biji karet. Fermentasi dilakukan pada variasi waktu 1–7 hari dengan pertumbuhan Aspergillus niger sebesar 0,0017/jam. Kandungan protein kasar dan protein recovery tertinggi berturut-turut didapatkan pada fermentasi hari kelima sebesar 47,95% dan 44,62%. Ekstrak protein dihidrolisis menggunakan enzim bromelain. Derajat hidrolisis tertinggi didapatkan pada fermentasi hari kelima sebesar 77,67%. Berat molekul hidrolisat protein terfermentasi terendah sebesar 21; 15 kDa. Hidrolisat protein kemudian difraksinasi hingga didapatkan fraksi yang akan dianalisis komposisi asam amino dan bioaktivitasnya. Komposisi asam amino tertinggi dalam fraksi kernel karet terfermentasi adalah alanin (18%) dan arginin (82%). Aktivitas antioksidan dan antiinflamasi tertinggi berturut-turut didapatkan pada fermentasi hari kelima sebesar 343,08 ppm dan 252,64 ppm. Aktivitas antimikroba tertinggi untuk bakteri S. aureus dan E. coli juga didapatkan pada fermentasi hari kelima dengan zona inhibisi berturut-turut sebesar 0,57 cm dan 0,77 cm. Dalam penelitian ini, diperoleh bahwa waktu fermentasi berpengaruh secara signifikan terhadap kandungan protein kasar, protein recovery, derajat hidrolisis, dan bioaktivitas pada kernel biji karet

2024
👤 Penulis: Novyta Sari Hasibuan
🏷️ Fermentasi Substrat Padat 🏷️ Bioaktivitas Peptida Bioaktif 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGARUH FERMENTASI SUBSTRAT PADAT MENGGUNAKAN ASPERGILLUS ORYZAE TERHADAP KANDUNGAN DAN BIOAKTIVITAS KERNEL BIJI KARET (HEVEA BRASILIENSIS)

Kandungan protein yang tinggi pada kernel biji karet dapat dijadikan produk bernilai tinggi dan dapat ditingkatkan melalui proses fermentasi dengan bantuan A.oryzae. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh perlakuan fermentasi terhadap kadar protein kasar, protein recovery, derajat hidrolisis, berat molekul protein, komposisi asam amino, dan bioaktivitas peptida bioaktif dengan waktu fermentasi selama 7 hari. Diperoleh protein kasar tertinggi pada hari ke-5 sebesar 65,19%. Ekstraksi protein kernel biji karet dilakukan dengan pelarut NaOH 0,1M pada suhu 60oC dan didapatkan perolehan protein tertinggi pada hari ke-5 fermentasi sebesar 46,76%. Selain itu diperoleh derajat hidrolisis tertinggi sebesar 75,26% pada hari ke-5 fermentasi. Komposisi asam amino tertinggi penyusun kernel biji karet adalah arginin (12,35%), asam aspartat (10,1%), dan asam glutamat (14.13%). Proses fermentasi mampu meningkatkan berat molekul ekstrak dari 21-65 kDa menjadi 54,81-133,62 serta berat molekul hidrolisat dari 10,10-46 kDa menjadi 32,87-87,56 kDa. Aktivitas antioksidan dan antiinflamasi ekstrak kernel biji karet tertinggi terdapat pada hari ke-5 fermentasi yaitu sebesar 317,5 ppm dan 261,11 ppm. Aktivitas antimikroba tertinggi pada kernel terfermentasi hari ke-5 sebesar 0,73 untuk S.aureus dan 0,89 cm untuk E.coli. Proses fermentasi dengan A.oryzae dapat meningkatkan bioaktivitas. Dalam penelitian ini dilakukan juga analisis korelasi secara statistik dan diperoleh bahwa proses fermentasi berpengaruh secara signifikan

2024
👤 Penulis: Maulika Tazkia Bressili
🏷️ Fermentasi Substrat Padat 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi
💬