📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPERANCANGAN VISUAL DAN WORLDBUILDING GAME BERTEMA MAKANAN TRADISIONAL KUDUS BAGI DEWASA MUDA USIA 18–25 TAHUN
Kuliner tradisional Kudus mencerminkan sejarah, tradisi, dan nilai-nilai budaya masyarakatnya. Setiap hidangan menyimpan kebiasaan, interaksi sosial, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Game digital sebagai media interaktif memiliki potensi besar dalam menyampaikan informasi budaya karena sifatnya yang imersif dan menarik, sehingga mempermudah audiens dalam memahami konsep dan konteks budaya. Media interaktif mampu menyajikan budaya kuliner Kudus secara informatif, imersif, dan meningkatkan apresiasi terhadap tradisi lokal. Penelitian ini bertujuan merancang desain visual dan worldbuilding dalam game digital sebagai media penyampaian budaya kuliner Kudus kepada dewasa muda usia 18–25 tahun, yang memiliki kedekatan dengan media digital dan game interaktif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, wawancara, observasi lapangan, dan kuesioner sebagai dasar perancangan. Hasil perancangan ini diharapkan dapat membuka pemahaman audiens bahwa setiap makanan mengandung nilai-nilai positif yang dapat diapresiasi dan diangkat.
PERANCANGAN ADAPTASI TURN-BASED GAME BERBASIS KARAKTER WAYANG GOLEK UNTUK REMAJA AKHIR
Wayang golek merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya akan nilai-nilai filosofis dan cerita penuh makna. Namun, minat generasi muda terhadap wayang golek cenderung menurun, terutama di kalangan remaja akhir yang lebih akrab dengan media hiburan modern seperti video game. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan unsur visual wayang golek ke dalam media modern yang relevan dengan perkembangan zaman. Remaja akhir dipilih sebagai target audiens karena di era modern ini ketertarikan mereka terhadap budaya lokal semakin berkurang. Padahal kelompok usia ini memiliki peran penting dalam mempertahankan dan melestarikan warisan budaya. Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah prototype game yang dapat menggabungkan elemen visual wayang golek dan mekanisme permainan yang relevan bagi generasi muda pada rentang remaja akhir. Prototipe game ini juga berfungsi sebagai media edukasi budaya untuk berkontribusi pada pelestarian budaya Indonesia dengan memanfaatkan media digital.