📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PENDUGAAN POTENSI LIKUEFAKSI TANAH MENGGUNAKAN ANALISIS GELOMBANG P MELALUI EKSPERIMEN LABORATORIUM DENGAN MEDIUM PASIR OTTAWA

Indonesia, yang terletak di kawasan Ring of Fire, memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan fenomena geoteknik seperti likuefaksi, di mana tanah berpasir jenuh air kehilangan kekuatan akibat guncangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi terjadinya likuefaksi tanah melalui pendekatan eksperimental laboratorium dengan menganalisis respon gelombang seismik primer (gelombang P) terhadap perubahan kondisi fisik tanah. Parameter utama yang dikaji meliputi densitas relatif, ukuran butir pasir, tekanan air pori, serta perubahan karakteristik gelombang P berupa kecepatan rambat dan amplitudo sinyal. Medium yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasir Ottawa yang dijenuhkan air dan diberi pembebanan dinamis untuk mensimulasikan kondisi gempa bumi. Hasil ini menunjukkan bahwa analisis gelombang P sensitif terhadap perubahan kondisi mekanik tanah dan dapat digunakan sebagai indikator eksperimental untuk mendeteksi kecenderungan terjadinya likuefaksi pada media pasir jenuh air. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman perilaku dinamik tanah berpori serta pengembangan metode pendugaan likuefaksi berbasis gelombang seismik pada skala laboratorium.

2026
👤 Penulis: Fitri Desnita
🏷️ Gelombang Seismik 🏷️ Likuefaksi Tanah Berpasir Jenuh Air 🏷️ Analisis Mekanik Tanah

PERMASALAHAN DALAM PENENTUAN KARAKTERISTIK GELOMBANG SEISMIK GEMPA YOGYAKARTA MEI 2006 DARI DATA GPS HIGH-RATE BASELINE PANJANG

Gempa yang terjadi di Yogyakarta pada tanggal 26 Mei 2006 disebabkan oleh pergerakan sesar Opak akibat penujaman lempeng tektonik pada zone subduksi lempeng Australia dan lempeng Eurasian. Gempa bumi tersebut mengakibatkan getaran gelombang yang disebut gelombang seismik. Pada saat ini karakteristik gelombang seimik dapat dipelajari dari solusi koordinat kinematik stasiun GPS High-Rate interval 1 detik. Dengan menggunakan metode pengolahan Pseudo Kinematik Software Bernese dari data GPS High-Rate antara stasiun Yogyakarta (JOG2) dengan stasiun Diego Garcia (DGAR) yang berjarak sekitar 4000 Km, diteliti permasalahan yang terjadi akibat pengaruh basline yang panjang. Dari hasil pengolahan data GPS High-Rate tersebut dapat disimpulkan bahwa permasalahan utama untuk menentukan karakteristik gelombang seismik dari baseline panjang GPS adalah pada data penentuan resolusi ambiguitas fase karena masih signifikannya residu kesalahan dan bias (Contoh : Bias Ionosfer, Bias Troposfer, Kesalahan Orbit) serta pengaruh dari residu kesalahan bias tersebut pada solusi koordinat.

2026
👤 Penulis: INDRA ROHARATUA HUTABARAT (NIM 15103006)
🏷️ Gelombang Seismik 🏷️ Pengolahan Data Gps High-Rate 🏷️ Resolusi Ambiguitas Fase
💬