📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6 dokumenRANCANGAN INTEGRASI DATA SPASIAL DAN NON SPASIAL BIDANG TANAH PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DENGAN BIDANG TANAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL (STUDI KASUS DESA MUARA UJUNG, KEC.RANGKASBITUNG, KAB. LEBAK, PROPINSI BANTEN)
Integrasi data pertanahan yang akurat berperan penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, data bidang tanah antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak masih mengalami ketidaksinkronan baik secara spasial maupun nonspasial. Pada lokasi studi, yaitu Desa Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, terdapat 4.393 bidang tanah dari BPN dan 3.901 bidang tanah dari Bapenda yang memerlukan proses sinkronisasi dan validasi data. Proyek capstone ini bertujuan untuk merancang sistem integrasi data spasial dan nonspasial bidang tanah antara BPN dan Bapenda melalui platform R3Di for SALAD yang terdiri atas geodashboard berbasis web, aplikasi Android, prosedur pendataan terintegrasi, serta petunjuk teknis penggunaan sistem. Integrasi spasial dilakukan menggunakan transformasi Affine berbasis GCP dan validasi ICP, sedangkan integrasi nonspasial dilakukan melalui pencocokan atribut NIB, NOP, nama wajib pajak, dan luas bidang tanah. Hasil integrasi menunjukkan bahwa dari 3.901 bidang tanah yang dianalisis, hanya terdapat 6 bidang yang memenuhi kriteria match atau sebesar 0,154% dari keseluruhan data, dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 46,96 meter. Rendahnya tingkat kesesuaian data disebabkan oleh perbedaan referensi data, geometri bidang tanah, dan atribut identifikasi antara data BPN dan Bapenda. Meskipun demikian, sistem yang dikembangkan berhasil mendukung sinkronisasi data melalui mekanisme validasi dan pengelolaan data terintegrasi, sehingga meningkatkan efisiensi proses pengumpulan dan validasi data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama Geo-dashboard dan aplikasi Android berjalan sesuai skenario pengujian, dengan QA lulus, QC memenuhi parameter, serta UAT sebesar 95,10% untuk aplikasi Android dan 96,47% untuk Geo-dashboard yang termasuk dalam kategori sangat layak, serta Performance Efficiency menunjukkan kinerja yang tinggi. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan layak digunakan sebagai pendukung pengelolaan data pertanahan dan PBB yang lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan.
RANCANGAN INTEGRASI DATA SPASIAL DAN NON SPASIAL BIDANG TANAH PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DENGAN BIDANG TANAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL (STUDI KASUS DESA MUARA UJUNG, KEC.RANGKASBITUNG, KAB. LEBAK, PROPINSI BANTEN)
Integrasi data pertanahan yang akurat berperan penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, data bidang tanah antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak masih mengalami ketidaksinkronan baik secara spasial maupun nonspasial. Pada lokasi studi, yaitu Desa Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, terdapat 4.393 bidang tanah dari BPN dan 3.901 bidang tanah dari Bapenda yang memerlukan proses sinkronisasi dan validasi data. Proyek capstone ini bertujuan untuk merancang sistem integrasi data spasial dan nonspasial bidang tanah antara BPN dan Bapenda melalui platform R3Di for SALAD yang terdiri atas geodashboard berbasis web, aplikasi Android, prosedur pendataan terintegrasi, serta petunjuk teknis penggunaan sistem. Integrasi spasial dilakukan menggunakan transformasi Affine berbasis GCP dan validasi ICP, sedangkan integrasi nonspasial dilakukan melalui pencocokan atribut NIB, NOP, nama wajib pajak, dan luas bidang tanah. Hasil integrasi menunjukkan bahwa dari 3.901 bidang tanah yang dianalisis, hanya terdapat 6 bidang yang memenuhi kriteria match atau sebesar 0,154% dari keseluruhan data, dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 46,96 meter. Rendahnya tingkat kesesuaian data disebabkan oleh perbedaan referensi data, geometri bidang tanah, dan atribut identifikasi antara data BPN dan Bapenda. Meskipun demikian, sistem yang dikembangkan berhasil mendukung sinkronisasi data melalui mekanisme validasi dan pengelolaan data terintegrasi, sehingga meningkatkan efisiensi proses pengumpulan dan validasi data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama Geo-dashboard dan aplikasi Android berjalan sesuai skenario pengujian, dengan QA lulus, QC memenuhi parameter, serta UAT sebesar 95,10% untuk aplikasi Android dan 96,47% untuk Geo-dashboard yang termasuk dalam kategori sangat layak, serta Performance Efficiency menunjukkan kinerja yang tinggi. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan layak digunakan sebagai pendukung pengelolaan data pertanahan dan PBB yang lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan.
RANCANGAN INTEGRASI DATA SPASIAL DAN NON SPASIAL BIDANG TANAH PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DENGAN BIDANG TANAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL (STUDI KASUS DESA MUARA UJUNG, KEC.RANGKASBITUNG, KAB. LEBAK, PROPINSI BANTEN)
Integrasi data pertanahan yang akurat berperan penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, data bidang tanah antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak masih mengalami ketidaksinkronan baik secara spasial maupun nonspasial. Pada lokasi studi, yaitu Desa Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, terdapat 4.393 bidang tanah dari BPN dan 3.901 bidang tanah dari Bapenda yang memerlukan proses sinkronisasi dan validasi data. Proyek capstone ini bertujuan untuk merancang sistem integrasi data spasial dan nonspasial bidang tanah antara BPN dan Bapenda melalui platform R3Di for SALAD yang terdiri atas geodashboard berbasis web, aplikasi Android, prosedur pendataan terintegrasi, serta petunjuk teknis penggunaan sistem. Integrasi spasial dilakukan menggunakan transformasi Affine berbasis GCP dan validasi ICP, sedangkan integrasi nonspasial dilakukan melalui pencocokan atribut NIB, NOP, nama wajib pajak, dan luas bidang tanah. Hasil integrasi menunjukkan bahwa dari 3.901 bidang tanah yang dianalisis, hanya terdapat 6 bidang yang memenuhi kriteria match atau sebesar 0,154% dari keseluruhan data, dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 46,96 meter. Rendahnya tingkat kesesuaian data disebabkan oleh perbedaan referensi data, geometri bidang tanah, dan atribut identifikasi antara data BPN dan Bapenda. Meskipun demikian, sistem yang dikembangkan berhasil mendukung sinkronisasi data melalui mekanisme validasi dan pengelolaan data terintegrasi, sehingga meningkatkan efisiensi proses pengumpulan dan validasi data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama Geo-dashboard dan aplikasi Android berjalan sesuai skenario pengujian, dengan QA lulus, QC memenuhi parameter, serta UAT sebesar 95,10% untuk aplikasi Android dan 96,47% untuk Geo-dashboard yang termasuk dalam kategori sangat layak, serta Performance Efficiency menunjukkan kinerja yang tinggi. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan layak digunakan sebagai pendukung pengelolaan data pertanahan dan PBB yang lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan.
RANCANGAN INTEGRASI DATA SPASIAL DAN NONSPASIAL BIDANG TANAH BPN-BAPENDA UNTUK SINKRONISASI NIB-NOP DI DESA MUARA CIUJUNG TIMUR, KABUPATEN LEBAK
Integrasi data pertanahan yang akurat berperan penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, data bidang tanah antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak masih mengalami ketidaksinkronan baik secara spasial maupun nonspasial. Pada lokasi studi, yaitu Desa Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, terdapat 4.393 bidang tanah dari BPN dan 3.901 bidang tanah dari Bapenda yang memerlukan proses sinkronisasi dan validasi data. Proyek capstone ini bertujuan untuk merancang sistem integrasi data spasial dan nonspasial bidang tanah antara BPN dan Bapenda melalui platform R3Di for SALAD yang terdiri atas geodashboard berbasis web, aplikasi Android, prosedur pendataan terintegrasi, serta petunjuk teknis penggunaan sistem. Integrasi spasial dilakukan menggunakan transformasi Affine berbasis GCP dan validasi ICP, sedangkan integrasi nonspasial dilakukan melalui pencocokan atribut NIB, NOP, nama wajib pajak, dan luas bidang tanah. Hasil integrasi menunjukkan bahwa dari 3.901 bidang tanah yang dianalisis, hanya terdapat 6 bidang yang memenuhi kriteria match atau sebesar 0,154% dari keseluruhan data, dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 46,96 meter. Rendahnya tingkat kesesuaian data disebabkan oleh perbedaan referensi data, geometri bidang tanah, dan atribut identifikasi antara data BPN dan Bapenda. Meskipun demikian, sistem yang dikembangkan berhasil mendukung sinkronisasi data melalui mekanisme validasi dan pengelolaan data terintegrasi, sehingga meningkatkan efisiensi proses pengumpulan dan validasi data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama Geo-dashboard dan aplikasi Android berjalan sesuai skenario pengujian, dengan QA lulus, QC memenuhi parameter, serta UAT sebesar 95,10% untuk aplikasi Android dan 96,47% untuk Geo-dashboard yang termasuk dalam kategori sangat layak, serta Performance Efficiency menunjukkan kinerja yang tinggi. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan layak digunakan sebagai pendukung pengelolaan data pertanahan dan PBB yang lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan.
RANCANGAN INTEGRASI DATA SPASIAL DAN NONSPASIAL BIDANG TANAH BPN-BAPENDA UNTUK SINKRONISASI NIB-NOP DI DESA MUARA CIUJUNG TIMUR, KABUPATEN LEBAK
Integrasi data pertanahan yang akurat berperan penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, data bidang tanah antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak masih mengalami ketidaksinkronan baik secara spasial maupun nonspasial. Pada lokasi studi, yaitu Desa Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, terdapat 4.393 bidang tanah dari BPN dan 3.901 bidang tanah dari Bapenda yang memerlukan proses sinkronisasi dan validasi data. Proyek capstone ini bertujuan untuk merancang sistem integrasi data spasial dan nonspasial bidang tanah antara BPN dan Bapenda melalui platform R3Di for SALAD yang terdiri atas geodashboard berbasis web, aplikasi Android, prosedur pendataan terintegrasi, serta petunjuk teknis penggunaan sistem. Integrasi spasial dilakukan menggunakan transformasi Affine berbasis GCP dan validasi ICP, sedangkan integrasi nonspasial dilakukan melalui pencocokan atribut NIB, NOP, nama wajib pajak, dan luas bidang tanah. Hasil integrasi menunjukkan bahwa dari 3.901 bidang tanah yang dianalisis, hanya terdapat 6 bidang yang memenuhi kriteria match atau sebesar 0,154% dari keseluruhan data, dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 46,96 meter. Rendahnya tingkat kesesuaian data disebabkan oleh perbedaan referensi data, geometri bidang tanah, dan atribut identifikasi antara data BPN dan Bapenda. Meskipun demikian, sistem yang dikembangkan berhasil mendukung sinkronisasi data melalui mekanisme validasi dan pengelolaan data terintegrasi, sehingga meningkatkan efisiensi proses pengumpulan dan validasi data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama Geo-dashboard dan aplikasi Android berjalan sesuai skenario pengujian, dengan QA lulus, QC memenuhi parameter, serta UAT sebesar 95,10% untuk aplikasi Android dan 96,47% untuk Geo-dashboard yang termasuk dalam kategori sangat layak, serta Performance Efficiency menunjukkan kinerja yang tinggi. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan layak digunakan sebagai pendukung pengelolaan data pertanahan dan PBB yang lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan.
INVENTARISASI KARBON BERBASIS KADASTER UNTUK ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM
Perubahan iklim yang didorong oleh emisi gas rumah kaca menuntut adanya sistem inventarisasi karbon yang presisi dan berbasis spasial untuk mendukung kebijakan adaptasi dan mitigasi, terutama di wilayah urban. Proyek ini bertujuan mengembangkan sistem inventarisasi karbon di Kecamatan Sumur Bandung dengan pendekatan level makro dan mikro. Inventarisasi level makro dilakukan melalui pemetaan tutupan lahan tahun 2016, 2018, dan 2023 untuk menghitung stok dan emisi karbon berdasarkan jenis dan luas tutupan, serta menganalisis perubahan tutupan lahan antarwaktu yang berkontribusi pada peningkatan atau penurunan karbon. Level mikro menggunakan pendekatan kadaster yang memungkinkan keterhubungan antara data spasial, kepemilikan lahan, dan tanggung jawab emisi menjadikannya dasar bagi penerapan insentif-disinsentif karbon yang adil. Inventarisasi dilakukan dalam skala persil tanah untuk memetakan stok karbon pohon, emisi kendaraan bermotor, dan emisi material atap bangunan. Dari proyek ini, dihasilkan tiga peta tematik inventarisasi karbon level makro, tiga peta tematik inventarisasi karbon level mikro, serta satu geodashboard inventarisasi karbon berbasis MapStore. Sistem ini mendukung visualisasi distribusi emisi dan stok karbon secara detail. Prototipe ini berpotensi direplikasi di wilayah urban lain sebagai alat bantu pengambilan kebijakan mitigasi iklim.