📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPEMBANGUNAN BASIS DATA CITRA PANORAMIC DAN INTEGRASINYA DENGAN GEO-DATABASE
Sebuah visualisasi mengenai keadaan lingkungan sekitarnya dapat memberikan nilai tambah pada suatu Sistem Informasi Geografis, salah satunya adalah citra panoramic 360°. “Google Street View” merupakan salah satu aplikasi Sistem Informasi Geografi yang menggunakan citra panoramic 360°. Akan tetapi, aplikasi ini hanya dapat memvisualisasikan citra panoramic 360° saja, masih belum dapat terkait dengan informasi tekstual dari objek yang terekam dalam citra panoramic 360° itu sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu teknik yang mengintegrasikan basis data citra panoramic 360° dengan Geo-database yang menyimpan informasi tekstual mengenai objek yang terekam pada citra panoramic 360° tersebut. Tahapan pengolahan data yang dilakukan pada penelitian tugas akhir ini terbagi menjadi 2 bagian utama, yaitu: a. Proses rekonstruksi citra panoramic 360° yang didapatkan dari pengambilan data dengan menggunakan kamera digital biasa. b. Desain dan pembangunan basis data citra panoramic 360° yang diintegrasikan dengan Geo-database serta implementasi dan visualisasi dari sistem aplikasi yang dibangun. Hasil dari tugas akhir ini berupa aplikasi SIG sederhana yang dapat menampilkan citra panoramic 360° sekaligus informasi tekstual mengenai objek yang terekam dalam citra panoramic 360° tersebut.
PEMBANGUNAN GEODATABASE UNTUK KEPERLUAN PENELITIAN HIDRO-OSEANOGRAFI DI KEPULAUAN SERIBU
Kepulauan Seribu mempunyai potensi sumber daya alam yang dapat menunjang perkembangan sosial ekonomi kepulauan, seperti pariwisata, perikanan, pertambangan, dan budidaya biota laut. Salah satu dukungan tidak langsung yang dapat dilakukan akademisi adalah mengadakan penelitian mengenai perawatan dan pemeliharaan ekosistem di Kepulauan Seribu. Salah satu penelitian yang dapat dilakukan adalah penelitian hidro-oseanografi pada beberapa aspek.Pengumpulan data seperti pengukuran sedimen dan pengukuran arus pada penelitian hidro-oseanografi di Kepulauan Seribu merupakan tugas yang kompleks. Saat ini belum ada sistem untuk pengorganisasian pada data tersebut. Sementara itu penting adanya pembangunan geodatabase untuk pengorganisasian data yang akan disimpan sesuai fungsi atau datanya. Pada penelitian tugas akhir ini mencoba untuk membangun sebuah geodatabase yang kemudian ditampilkan dalam SIG berbasis web untuk penyimpanan data penelitian terkait. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu mengorganisasi dalam penyimpanan data dan memaksimalkan pengaksesan data spasial penelitian hidro-oseanografi di Kepulauan Seribu. Penelitian ini terdiri dari pembangunan geodatabase, pembangunan aplikasi SIG berbasis web, dan pembangunan aplikasi basis data. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem SIG berbasis web untuk keperluan penelitian hidro-oseanografi di Kepulauan Seribu dengan menggunakan perangkat lunak PostgreSQL / PostGIS dan Mapserver.
PEMUTAKHIRAN BASIS DATA GEOSPASIAL 3D SECARA PARSIAL SEBAGAI UPAYA PEMELIHARAAN INFORMASI SPASIAL DINAS CIPTA KARYA, BINA KONSTRUKSI DAN TATA RUANG KOTA BANDUNG
Pertumbuhan pembangunan yang pesat di Kota Bandung, khususnya pada sektor infrastruktur dan tata ruang, mendorong kebutuhan akan basis data geospasial tiga dimensi (3D) yang akurat dan terkini. Namun, proses pembuatan peta baru secara keseluruhan memerlukan biaya, waktu, dan sumber daya yang besar. Oleh karena itu, pemutakhiran parsial basis data geospasial menjadi solusi yang efisien dan strategis untuk pemeliharaan informasi geospasial yang berkelanjutan. Penelitian ini mengusulkan metode pemutakhiran berbasis deteksi perubahan spasial menggunakan analisis multitemporal citra satelit Sentinel-2 dengan pendekatan Normalized Difference Time Series (NDTS), yang digunakan untuk mengidentifikasi kemunculan objek bangunan baru. Setelah area perubahan terdeteksi, survei terestris dilakukan secara selektif pada area tersebut menggunakan instrumen pengukuran seperti Global Navigation Satellite System (GNSS) dan Electronic Total Station (ETS). Produk yang dihasilkan berupa model 3D gedung Laboratorium Teknik XVII dan Teras FTMD ITB dengan tingkat kedetailan Level of Detail (LoD) 3.3. Model ini dikembangkan dalam format Geodatabase (.gdb) dan menggunakan sistem referensi koordinat SRGI 2013 (Sistem Referensi Geospasial Indonesia) sesuai dengan standar Open Geospatial Consortium (OGC). Hasil akhir berupa basis data 3D yang mutakhir, lengkap dengan atribut semantik dan elemen arsitektural, memungkinkan visualisasi dan analisis spasial yang presisi. Pada hasil penelitian ini, diperoleh luaran berupa model 3D untuk dua bangunan dengan masing-masing nilai RMSE sebesar 0,0850 untuk Laboratorium Teknik XVII dan nilai RMSE sebesar 0,1207 untuk Teras FTMD ITB. Selain itu, pemutakhiran ini dapat menjadi fondasi implementasi digital twin cities dan mendukung integrasi lintas sektor instansi pemerintah. Prosedur yang digunakan pada pengolahan data dapat menjadi acuan teknis awal untuk mendukung regulasi yang sedang disusun oleh Pemerintah Kota Bandung terkait pemeliharaan basis data geospasial 3D.