📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 84 dokumenPEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI TRANSFORMASI DATUM MENGGUNAKAN DATA PERUBAHAN KERANGKA KOORDINAT DAN DATA DEFORMASI LEMPENG DI LINGKUNGAN PERTAMINA HULU ROKAN
Aktivitas eksplorasi minyak dan gas di Wilayah Kerja (WK) Rokan yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) menghadapi tantangan integrasi data spasial akibat penggunaan tiga sistem referensi koordinat yang berbeda dari waktu ke waktu, yaitu PKU (Bessel 1841), ID74 (GRS67), dan SRGI2013 epok 2021.0. Kondisi ini menjadi lebih menantang karena adanya pergeseran lempeng tektonik di WK Rokan sekitar 2.8~ cm per tahun, sehingga parameter transformasi eksisting tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan akurasi operasional PHR sebesar ±5.0 cm. Capstone Project ini bertujuan untuk membangun sistem informasi transformasi datum ID74 ke SRGI2013 epok 2021.0 dengan mempertimbangkan perubahan kerangka referensi dan deformasi lempeng. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode GNSS statik radial, serta estimasi parameter transformasi dilakukan dengan menggunakan metode Molodensky-Badekas 10 parameter. Parameter transformasi yang dihasilkan kemudian divalidasi dengan blind test menggunakan titik uji. Berdasarkan parameter transformasi yang telah diperoleh, dikembangkan sebuah sistem informasi berupa dashboard yang mampu melakukan transformasi datum serta memvisualisasikan hasil transformasi pada peta interaktif. Dashboard dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan, seperti manajemen layer dan basemap, fitur unduh data, riwayat transformasi, serta pengukuran jarak dan luas. Pengembangan dashboard dilakukan menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript, dengan basis data yang dikelola melalui Supabase serta layanan hosting menggunakan Vercel. Untuk memastikan kesesuaian fungsi dan kebutuhan pengguna, dilakukan proses validasi menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) yang melibatkan pengguna dari PHR. Hasil pengujian menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 97.96%, yang mengindikasikan bahwa dashboard telah memenuhi kebutuhan fungsional dan operasional pengguna.
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI TRANSFORMASI DATUM MENGGUNAKAN DATA PERUBAHAN KERANGKA KOORDINAT DAN DATA DEFORMASI LEMPENG DI LINGKUNGAN PERTAMINA HULU ROKAN
Aktivitas eksplorasi minyak dan gas di Wilayah Kerja (WK) Rokan yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) menghadapi tantangan integrasi data spasial akibat penggunaan tiga sistem referensi koordinat yang berbeda dari waktu ke waktu, yaitu PKU (Bessel 1841), ID74 (GRS67), dan SRGI2013 epok 2021.0. Kondisi ini menjadi lebih menantang karena adanya pergeseran lempeng tektonik di WK Rokan sekitar 2.8~ cm per tahun, sehingga parameter transformasi eksisting tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan akurasi operasional PHR sebesar ±5.0 cm. Capstone Project ini bertujuan untuk membangun sistem informasi transformasi datum ID74 ke SRGI2013 epok 2021.0 dengan mempertimbangkan perubahan kerangka referensi dan deformasi lempeng. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode GNSS statik radial, serta estimasi parameter transformasi dilakukan dengan menggunakan metode Molodensky-Badekas 10 parameter. Parameter transformasi yang dihasilkan kemudian divalidasi dengan blind test menggunakan titik uji. Berdasarkan parameter transformasi yang telah diperoleh, dikembangkan sebuah sistem informasi berupa dashboard yang mampu melakukan transformasi datum serta memvisualisasikan hasil transformasi pada peta interaktif. Dashboard dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan, seperti manajemen layer dan basemap, fitur unduh data, riwayat transformasi, serta pengukuran jarak dan luas. Pengembangan dashboard dilakukan menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript, dengan basis data yang dikelola melalui Supabase serta layanan hosting menggunakan Vercel. Untuk memastikan kesesuaian fungsi dan kebutuhan pengguna, dilakukan proses validasi menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) yang melibatkan pengguna dari PHR. Hasil pengujian menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 97.96%, yang mengindikasikan bahwa dashboard telah memenuhi kebutuhan fungsional dan operasional pengguna.
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI TRANSFORMASI DATUM MENGGUNAKAN DATA PERUBAHAN KERANGKA KOORDINAT DAN DATA DEFORMASI LEMPENG DI LINGKUNGAN PERTAMINA HULU ROKAN
Aktivitas eksplorasi minyak dan gas di Wilayah Kerja (WK) Rokan yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) menghadapi tantangan integrasi data spasial akibat penggunaan tiga sistem referensi koordinat yang berbeda dari waktu ke waktu, yaitu PKU (Bessel 1841), ID74 (GRS67), dan SRGI2013 epok 2021.0. Kondisi ini menjadi lebih menantang karena adanya pergeseran lempeng tektonik di WK Rokan sekitar 2.8~ cm per tahun, sehingga parameter transformasi eksisting tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan akurasi operasional PHR sebesar ±5.0 cm. Capstone Project ini bertujuan untuk membangun sistem informasi transformasi datum ID74 ke SRGI2013 epok 2021.0 dengan mempertimbangkan perubahan kerangka referensi dan deformasi lempeng. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode GNSS statik radial, serta estimasi parameter transformasi dilakukan dengan menggunakan metode Molodensky-Badekas 10 parameter. Parameter transformasi yang dihasilkan kemudian divalidasi dengan blind test menggunakan titik uji. Berdasarkan parameter transformasi yang telah diperoleh, dikembangkan sebuah sistem informasi berupa dashboard yang mampu melakukan transformasi datum serta memvisualisasikan hasil transformasi pada peta interaktif. Dashboard dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan, seperti manajemen layer dan basemap, fitur unduh data, riwayat transformasi, serta pengukuran jarak dan luas. Pengembangan dashboard dilakukan menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript, dengan basis data yang dikelola melalui Supabase serta layanan hosting menggunakan Vercel. Untuk memastikan kesesuaian fungsi dan kebutuhan pengguna, dilakukan proses validasi menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) yang melibatkan pengguna dari PHR. Hasil pengujian menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 97.96%, yang mengindikasikan bahwa dashboard telah memenuhi kebutuhan fungsional dan operasional pengguna.
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI TRANSFORMASI DATUM MENGGUNAKAN DATA PERUBAHAN KERANGKA KOORDINAT DAN DATA DEFORMASI LEMPENG DI LINGKUNGAN PERTAMINA HULU ROKAN
Aktivitas eksplorasi minyak dan gas di Wilayah Kerja (WK) Rokan yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) menghadapi tantangan integrasi data spasial akibat penggunaan tiga sistem referensi koordinat yang berbeda dari waktu ke waktu, yaitu PKU (Bessel 1841), ID74 (GRS67), dan SRGI2013 epok 2021.0. Kondisi ini menjadi lebih menantang karena adanya pergeseran lempeng tektonik di WK Rokan sekitar 2.8~ cm per tahun, sehingga parameter transformasi eksisting tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan akurasi operasional PHR sebesar ±5.0 cm. Capstone Project ini bertujuan untuk membangun sistem informasi transformasi datum ID74 ke SRGI2013 epok 2021.0 dengan mempertimbangkan perubahan kerangka referensi dan deformasi lempeng. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode GNSS statik radial, serta estimasi parameter transformasi dilakukan dengan menggunakan metode Molodensky-Badekas 10 parameter. Parameter transformasi yang dihasilkan kemudian divalidasi dengan blind test menggunakan titik uji. Berdasarkan parameter transformasi yang telah diperoleh, dikembangkan sebuah sistem informasi berupa dashboard yang mampu melakukan transformasi datum serta memvisualisasikan hasil transformasi pada peta interaktif. Dashboard dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan, seperti manajemen layer dan basemap, fitur unduh data, riwayat transformasi, serta pengukuran jarak dan luas. Pengembangan dashboard dilakukan menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript, dengan basis data yang dikelola melalui Supabase serta layanan hosting menggunakan Vercel. Untuk memastikan kesesuaian fungsi dan kebutuhan pengguna, dilakukan proses validasi menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) yang melibatkan pengguna dari PHR. Hasil pengujian menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 97.96%, yang mengindikasikan bahwa dashboard telah memenuhi kebutuhan fungsional dan operasional pengguna.
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI TRANSFORMASI DATUM MENGGUNAKAN DATA PERUBAHAN KERANGKA KOORDINAT DAN DATA DEFORMASI LEMPENG DI LINGKUNGAN PERTAMINA HULU ROKAN
Aktivitas eksplorasi minyak dan gas di Wilayah Kerja (WK) Rokan yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) menghadapi tantangan integrasi data spasial akibat penggunaan tiga sistem referensi koordinat yang berbeda dari waktu ke waktu, yaitu PKU (Bessel 1841), ID74 (GRS67), dan SRGI2013 epok 2021.0. Kondisi ini menjadi lebih menantang karena adanya pergeseran lempeng tektonik di WK Rokan sekitar 2.8~ cm per tahun, sehingga parameter transformasi eksisting tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan akurasi operasional PHR sebesar ±5.0 cm. Capstone Project ini bertujuan untuk membangun sistem informasi transformasi datum ID74 ke SRGI2013 epok 2021.0 dengan mempertimbangkan perubahan kerangka referensi dan deformasi lempeng. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode GNSS statik radial, serta estimasi parameter transformasi dilakukan dengan menggunakan metode Molodensky-Badekas 10 parameter. Parameter transformasi yang dihasilkan kemudian divalidasi dengan blind test menggunakan titik uji. Berdasarkan parameter transformasi yang telah diperoleh, dikembangkan sebuah sistem informasi berupa dashboard yang mampu melakukan transformasi datum serta memvisualisasikan hasil transformasi pada peta interaktif. Dashboard dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan, seperti manajemen layer dan basemap, fitur unduh data, riwayat transformasi, serta pengukuran jarak dan luas. Pengembangan dashboard dilakukan menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript, dengan basis data yang dikelola melalui Supabase serta layanan hosting menggunakan Vercel. Untuk memastikan kesesuaian fungsi dan kebutuhan pengguna, dilakukan proses validasi menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) yang melibatkan pengguna dari PHR. Hasil pengujian menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 97.96%, yang mengindikasikan bahwa dashboard telah memenuhi kebutuhan fungsional dan operasional pengguna.
INTERACTIVE PLATFORM FOR THREE-DIMENSIONAL REPRESENTATION OFMULTIBEAM-SURVEYED UNDERWATER ARCHAEOLOGICAL SITES IN PANGGANGDISTRICT, SERIBU ISLANDS
Proyek tugas akhir ini menyajikan pengembangan sistem dokumentasi digital terintegrasi untuk dua situs arkeologi bawah air, yaitu bangkai kapal KM Tabularasa dan KM Poso, yang berlokasi di Kecamatan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Data batimetri resolusi tinggi diperoleh menggunakan Norbit WBMS X MBES dengan frekuensi standar 400 kHz, mengacu pada standar IHO S-44 Special Order yang telah disesuaikan, serta strategi survei pencitraan bangkai kapal multi-arah. Strategi ini menggabungkan jalur survei utama (main line), silang (cross line), dan miring (oblique line) untuk meningkatkan cakupan akustik terhadap struktur bangkai kapal yang kompleks, termasuk sisi lambung dan fitur dek. Data yang diperoleh diproses melalui alur kerja hidrografi yang lengkap, meliputi kalibrasi patch-test, koreksi pasang surut, koreksi sound velocity profile, pembersihan point cloud, registrasi swath-to-swath menggunakan algoritma PPP dan Fine Iterative Closest Point, gridding DEM, serta pembuatan mesh PSR. Produk spasial yang dihasilkan diintegrasikan ke dalam DIVE (Diving Into Vessel Exploration), sebuah platform WebGIS Storymap berbasis browser yang menggabungkan antarmuka peta 2D interaktif Leaflet dengan penampil point cloud dan mesh 3D berbasis Three.js. Platform ini didukung oleh frontend Next.js, GeoServer untuk publikasi data raster yang sesuai standar OGC, serta server tile 3D berbasis Potree. Modul Video Pengembangan WebGIS juga dihasilkan untuk mendukung reproduksibilitas metodologi dan transfer pengetahuan di lingkungan komunitas geodesi dan geomatika. Evaluasi pengguna yang melibatkan empat puluh enam responden untuk platform WebGIS dan dua puluh tujuh responden untuk modul video menghasilkan skor kelayakan terbobot sebesar Qw = 3.701 (92.532%) dan Qv =3.775 (94.369%), yang keduanya dikategorikan sebagai Sangat Layak. Proyek ini menunjukkan bahwa integrasi survei MBES definisi tinggi, visualisasi tiga dimensi, dan WebGIS Storymap yang dapat diakses publik dapat mendukung dokumentasi arkeologi bawah air, penelitian, pendidikan, pengambilan keputusan pemerintah, dan pengembangan ekowisata bahari.
INTERACTIVE PLATFORM FOR THREE-DIMENSIONAL REPRESENTATION OFMULTIBEAM-SURVEYED UNDERWATER ARCHAEOLOGICAL SITES IN PANGGANGDISTRICT, SERIBU ISLANDS
Proyek tugas akhir ini menyajikan pengembangan sistem dokumentasi digital terintegrasi untuk dua situs arkeologi bawah air, yaitu bangkai kapal KM Tabularasa dan KM Poso, yang berlokasi di Kecamatan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Data batimetri resolusi tinggi diperoleh menggunakan Norbit WBMS X MBES dengan frekuensi standar 400 kHz, mengacu pada standar IHO S-44 Special Order yang telah disesuaikan, serta strategi survei pencitraan bangkai kapal multi-arah. Strategi ini menggabungkan jalur survei utama (main line), silang (cross line), dan miring (oblique line) untuk meningkatkan cakupan akustik terhadap struktur bangkai kapal yang kompleks, termasuk sisi lambung dan fitur dek. Data yang diperoleh diproses melalui alur kerja hidrografi yang lengkap, meliputi kalibrasi patch-test, koreksi pasang surut, koreksi sound velocity profile, pembersihan point cloud, registrasi swath-to-swath menggunakan algoritma PPP dan Fine Iterative Closest Point, gridding DEM, serta pembuatan mesh PSR. Produk spasial yang dihasilkan diintegrasikan ke dalam DIVE (Diving Into Vessel Exploration), sebuah platform WebGIS Storymap berbasis browser yang menggabungkan antarmuka peta 2D interaktif Leaflet dengan penampil point cloud dan mesh 3D berbasis Three.js. Platform ini didukung oleh frontend Next.js, GeoServer untuk publikasi data raster yang sesuai standar OGC, serta server tile 3D berbasis Potree. Modul Video Pengembangan WebGIS juga dihasilkan untuk mendukung reproduksibilitas metodologi dan transfer pengetahuan di lingkungan komunitas geodesi dan geomatika. Evaluasi pengguna yang melibatkan empat puluh enam responden untuk platform WebGIS dan dua puluh tujuh responden untuk modul video menghasilkan skor kelayakan terbobot sebesar Qw = 3.701 (92.532%) dan Qv =3.775 (94.369%), yang keduanya dikategorikan sebagai Sangat Layak. Proyek ini menunjukkan bahwa integrasi survei MBES definisi tinggi, visualisasi tiga dimensi, dan WebGIS Storymap yang dapat diakses publik dapat mendukung dokumentasi arkeologi bawah air, penelitian, pendidikan, pengambilan keputusan pemerintah, dan pengembangan ekowisata bahari.
INTERACTIVE PLATFORM FOR THREE-DIMENSIONAL REPRESENTATION OFMULTIBEAM-SURVEYED UNDERWATER ARCHAEOLOGICAL SITES IN PANGGANGDISTRICT, SERIBU ISLANDS
Proyek tugas akhir ini menyajikan pengembangan sistem dokumentasi digital terintegrasi untuk dua situs arkeologi bawah air, yaitu bangkai kapal KM Tabularasa dan KM Poso, yang berlokasi di Kecamatan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Data batimetri resolusi tinggi diperoleh menggunakan Norbit WBMS X MBES dengan frekuensi standar 400 kHz, mengacu pada standar IHO S-44 Special Order yang telah disesuaikan, serta strategi survei pencitraan bangkai kapal multi-arah. Strategi ini menggabungkan jalur survei utama (main line), silang (cross line), dan miring (oblique line) untuk meningkatkan cakupan akustik terhadap struktur bangkai kapal yang kompleks, termasuk sisi lambung dan fitur dek. Data yang diperoleh diproses melalui alur kerja hidrografi yang lengkap, meliputi kalibrasi patch-test, koreksi pasang surut, koreksi sound velocity profile, pembersihan point cloud, registrasi swath-to-swath menggunakan algoritma PPP dan Fine Iterative Closest Point, gridding DEM, serta pembuatan mesh PSR. Produk spasial yang dihasilkan diintegrasikan ke dalam DIVE (Diving Into Vessel Exploration), sebuah platform WebGIS Storymap berbasis browser yang menggabungkan antarmuka peta 2D interaktif Leaflet dengan penampil point cloud dan mesh 3D berbasis Three.js. Platform ini didukung oleh frontend Next.js, GeoServer untuk publikasi data raster yang sesuai standar OGC, serta server tile 3D berbasis Potree. Modul Video Pengembangan WebGIS juga dihasilkan untuk mendukung reproduksibilitas metodologi dan transfer pengetahuan di lingkungan komunitas geodesi dan geomatika. Evaluasi pengguna yang melibatkan empat puluh enam responden untuk platform WebGIS dan dua puluh tujuh responden untuk modul video menghasilkan skor kelayakan terbobot sebesar Qw = 3.701 (92.532%) dan Qv =3.775 (94.369%), yang keduanya dikategorikan sebagai Sangat Layak. Proyek ini menunjukkan bahwa integrasi survei MBES definisi tinggi, visualisasi tiga dimensi, dan WebGIS Storymap yang dapat diakses publik dapat mendukung dokumentasi arkeologi bawah air, penelitian, pendidikan, pengambilan keputusan pemerintah, dan pengembangan ekowisata bahari.
INTERACTIVE PLATFORM FOR THREE-DIMENSIONAL REPRESENTATION OFMULTIBEAM-SURVEYED UNDERWATER ARCHAEOLOGICAL SITES IN PANGGANGDISTRICT, SERIBU ISLANDS
Proyek tugas akhir ini menyajikan pengembangan sistem dokumentasi digital terintegrasi untuk dua situs arkeologi bawah air, yaitu bangkai kapal KM Tabularasa dan KM Poso, yang berlokasi di Kecamatan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Data batimetri resolusi tinggi diperoleh menggunakan Norbit WBMS X MBES dengan frekuensi standar 400 kHz, mengacu pada standar IHO S-44 Special Order yang telah disesuaikan, serta strategi survei pencitraan bangkai kapal multi-arah. Strategi ini menggabungkan jalur survei utama (main line), silang (cross line), dan miring (oblique line) untuk meningkatkan cakupan akustik terhadap struktur bangkai kapal yang kompleks, termasuk sisi lambung dan fitur dek. Data yang diperoleh diproses melalui alur kerja hidrografi yang lengkap, meliputi kalibrasi patch-test, koreksi pasang surut, koreksi sound velocity profile, pembersihan point cloud, registrasi swath-to-swath menggunakan algoritma PPP dan Fine Iterative Closest Point, gridding DEM, serta pembuatan mesh PSR. Produk spasial yang dihasilkan diintegrasikan ke dalam DIVE (Diving Into Vessel Exploration), sebuah platform WebGIS Storymap berbasis browser yang menggabungkan antarmuka peta 2D interaktif Leaflet dengan penampil point cloud dan mesh 3D berbasis Three.js. Platform ini didukung oleh frontend Next.js, GeoServer untuk publikasi data raster yang sesuai standar OGC, serta server tile 3D berbasis Potree. Modul Video Pengembangan WebGIS juga dihasilkan untuk mendukung reproduksibilitas metodologi dan transfer pengetahuan di lingkungan komunitas geodesi dan geomatika. Evaluasi pengguna yang melibatkan empat puluh enam responden untuk platform WebGIS dan dua puluh tujuh responden untuk modul video menghasilkan skor kelayakan terbobot sebesar Qw = 3.701 (92.532%) dan Qv =3.775 (94.369%), yang keduanya dikategorikan sebagai Sangat Layak. Proyek ini menunjukkan bahwa integrasi survei MBES definisi tinggi, visualisasi tiga dimensi, dan WebGIS Storymap yang dapat diakses publik dapat mendukung dokumentasi arkeologi bawah air, penelitian, pendidikan, pengambilan keputusan pemerintah, dan pengembangan ekowisata bahari.
PEMBANGUNAN SISTEM JARINGAN STASIUN CORS-GNSS UNTUK KEPERLUAN SURVEY PEMETAAN TELITI
Ketersediaan infrastruktur Continuously Operating Reference Station (CORS) yang andal dan mudah diakses merupakan kebutuhan mendasar dalam mendukung survei pemetaan teliti di Indonesia. Meskipun banyak institusi pemerintah dan perguruan tinggi telah memiliki receiver GNSS (Global Navigation Satellite System) geodetik yang mumpuni, sebagian besar perangkat tersebut belum dioperasikan sebagai stasiun CORS aktif yang memberikan layanan kepada publik akibat ketiadaan sistem jaringan layanan yang mandiri. Penelitian ini mengembangkan sistem jaringan stasiun CORS-GNSS berbasis perangkat lunak (service-oriented) yang menyediakan dua layanan utama: layanan koreksi Real-time Kinematic (RTK) berbasis protokol NTRIP dan layanan unduh data pengamatan GNSS dalam format RINEX melalui dashboard berbasis web. Sistem dibangun menggunakan perangkat lunak STRSVR dari paket RTKLIB sebagai komponen NTRIPCaster dan NTRIPServer, mekanisme TCP Tunneling menggunakan Localtonet untuk mengatasi keterbatasan alamat IP dinamis, serta platform dashboard yang dikembangkan dengan Python Flask sebagai backend dan HTML5/Bootstrap 5.3 sebagai frontend. Hasil pengujian lapangan pada variasi panjang baseline 0–30 km menunjukkan sistem mampu mempertahankan status resolusi ambiguitas FIXED dengan nilai Age of Correction stabil pada 1 detik dan ketelitian horizontal RMSE berkisar antara 0,017– 0,030 m. Pada baseline melebihi 30 km, status pengamatan menurun menjadi Float akibat dekorelasi spasial. Sistem yang dihasilkan bersifat generik, skalabel, dan dapat diimplementasikan oleh berbagai institusi yang memiliki receiver GNSS geodetik untuk membangun layanan CORS mandiri tanpa ketergantungan pada penyedia pihak ketiga.
PERBANDINGAN SEA SURFACE TOPOGRAPHY DENGAN MENGGUNAKAN MODEL GEOID EGM'96 MEAN SEA SURFACE, DAN MODEL GEOID GGM'02
Salah satu tujuan ilmu geodesi adalah menentukan bentuk dan ukuran bumi serta medan gayaberatnya yang juga dapat digunakan untuk menentukan bentuk dan ukuran bumi. Geoid sebagai salah satu model pendekatan bentuk bumi, dapat pula digunakan sebagai bidang referensi tinggi. Perkembangan teknologi satelit telah memberikan pemahaman baru dari fenomenafenomena yang terjadi di bumi. Satelit altimetri sebagai salah satunya dapat dimanfaatkan untuk mempelajari fenomena-fenomena alam khususnya yang terjadi di laut. Sea Surface Topography (SST) merupakan salah satu produk satelit altimetri yang dapat digunakan untuk pemanfaatan tersebut, namun dalam pengolahannya SST membutuhkan model geoid yang akurat sebagai referensi tinggi. Salah satu model geoid yang biasa digunakan adalah EGM96, akan tetapi kualitas EGM96 masih belum memenuhi keakurasian yang dibutuhkan SST terutama di perairan dangkal, selat dan lautan tertutup. Oleh karena EGM96 belum memenuhi tingkat keakuratan yang diperlukan SST maka para oceanografer menggunakan Mean Sea Surface (MSS) sebagai referensi tingginya. Permukaan ini mampu memberikan informasi perubahaan SST terhadap waktu. Namun MSS tidak dapat memberikan informasi mengenai medan gayaberat karena MSS bukan merupakan bidang ekuipotensial gayaberat. Model geoid GGM02S yang diperoleh dari pengamatan misi satelit gayaberat GRACE mampu memberikan informasi geoid yang memiliki keakuratan tinggi pada sinyal gelombang panjang. Model geoid ini dapat memberikan nilai SST dengan tingkat keakuratan yang lebih baik.
PENENTUAN POSISI GEODETIK DENGAN KOMBINASI METODE GPS DAN TOTAL STATION
Kombinasi metode GPS dan Total Station digunakan sebagai alternatif penentuan posisi geodetik dua dimensi saat pengamatan GPS tidak dapat dilakukan dengan baik. Kombinasi metode GPS dan Total Station dilakukan dengan cara memanfaatkan pengamatan GPS sebagai titik referensi dalam pengukuran cara terestris menggunakan Total Station. Pemanfaatan pengamatan GPS sebagai titik referensi bertujuan agar penentuan posisi geodetik dua dimensi mengacu pada satu sistem referensi yang tunggal. Penentuan posisi geodetik dua dimensi menggunakan kombinasi metode GPS dan Total Station dihitung menggunakan algoritma di sistem koordinat proyeksi dan algoritma di sistem koordinat toposentrik. Penelitian tugas akhir ini mengkaji algoritma di sistem koordinat proyeksi dan algoritma di sistem koordinat toposentrik. Kedua algoritma tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, baik dari segi proses, maupun hasil. Kedua algoritma tersebut dapat digunakan untuk keperluan pemetaan.
ANALISIS PENENTUAN POSISI DIFFERENSIAL MENGGUNAKAN RECEIVER GPS TIPE NAVIGASI
Penelitian tugas akhir ini melakukan penambahan dalam inovasi pengambilan dan penyimpanan data pengamatan dari receiver GPS tipe navigasi. Receiver GPS tipe navigasi yang biasanya langsung menghasilkan data absolut berupa koordinat, dipakai untuk pengamatan GPS secara diferensial. Penelitian ini menggunakan data kode C/A dan data fase L1. Saat pengambilan data receiver navigasi tersebut dihubungkan kedalam perangkat keras dan lunak khusus, kemudian dilakukan pengamatan secara diferensial terhadap titik referensi yang diamati oleh receiver GPS geodetik. Pengolahan baseline dibagi kedalam empat macam yaitu baseline sangat pendek (54.794 m), baseline pendek (0.583 km), baseline sedang (7.722 km) dan baseline panjang (95.314 km) dengan menggunakan data broadcast ephemeris dan precise ephemeris.. Hasil dari penelitian ini pada umumnya menunjukan penyimpangan koordinat pengamatan dengan GPS navigasi terhadap geodetik berkisar pada nilai sub-meter (desimeter). Penyimpangan koordinat terkecil terjadi pada pengamatan baseline sangat pendek dan penyimpangan koordinat terbesar terjadi pada pengamatan baseline panjang. Hasil penelitan juga menunjukan koordinat yang dihasilkan dengan data precise ephemeris kisaran penyimpangan koordinatnya tidak terlalu signifikan dibanding data hasil broadcast ephemeris, sehingga tidak efektif bila menggunakan data precise ephemeris.
PEMANTAUAN STATUS TERKINI PENURUNAN MUKA TANAH WILAYAH BANDUNG DENGAN METODE SURVEY GPS
Penurunan muka tanah merupakan suatu fenomena alam yang banyak terjadi di kota-kota besar yang berdiri di atas lapisan sedimen. Pemanfaatan air tanah secara besar – besaran pada daerah industri dan kawasan pemukiman padat mengkibatkan penurunan muka air tanah yang kemudian hal ini menyebabkan penurunan muka tanah. Untuk memantau besar penurunan tanah yang terjadi dengan menggunakan metode survey GPS. Dengan metode ini dapat memantau penurunan tanah sampai level ketelitian millimeter. Karena karakterisitik gerakan dari penurunan muka tanah yang sangat lambat dan nilai penurunannya kecil, maka dilakukan pengamatn survey GPS secara episodic (periodik). Dengan mengetahui besanya penurunan muka tanah yang ditunjukkan oleh perubahan tinggi titik tersebut dari satu pengamatan ke pengamatan berikutnya, maka karakteristik dari penurunan muka tanah ini dapat dipelajari lebih lanjut. Tugas Akhir ini menjelaskan mengenai penggunaan metode survey GPS untuk pemantauan penurunan muka tanah di wilayah Bandung dan korelasinya terhadap penurunan muka air tanah, kondisi tata guna lahan, kondisi demografi cekungan Bandung serta dampak yang ditimbulkan.
KAJIAN SEMBILAN KOMPONEN PASUT UTAMA TERHADAP PENDEFINISIAN CHART DATUM DI INDONESIA
Selama ini pendefinisian chart datum di Indonesia menggunakan sembilan komponen pasut utama (M2, S2, N2, K2, K1, O1, P1, M4, dan MS4) yang diperoleh dengan menggunakan metoda Admiralty yang diadopsi sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia. Kenyataannya adalah komponen-komponen gaya pembangkit pasut yang sudah diketahui adalah lebih dari 300 komponen. Dalam tugas akhir ini dikaji sembilan komponen tersebut sejauh mana pengaruhnya terhadap penentuan chart datum di Indonesia yang memiliki karakteristik perairan yang beragam. Untuk mengetahui pengaruh komponen-komponen pasut tersebut hal-hal yang dilakukan adalah mencari komponen pasut yang dominan, setelah mengetahui mana komponen pasut dominan maka ditentukan chart datum sesuai dengan standar IHO (Organisasi Hidrografi Internasional). Chart datum yang sudah didefinisikan kemudian diuji dengan chart datum hasil hitungan dan diuji dengan nilai air rendah hasil prediksi. Hasil dari pengujian adalah chart datum yang sudah didefinisikan dapat digunakan untuk perairan di Indonesia, chart datum tersebut identik dengan penentuan chart datum menggunakan cara yang direkomendasikan IHO di antara lima komponen dan enam komponen. Penentuan chart datum di Indonesia menggunakan paling sedikit lima komponen pasut. Kesimpulan akhir yang dapat diambil adalah terdapat lima komponen pasut dominan mempengaruhi penentuan chart datum yaitu komponen M2, K1, S2, O1, dan P1.