📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPEMBANGUNAN SISTEM JARINGAN STASIUN CORS-GNSS UNTUK KEPERLUAN SURVEY PEMETAAN TELITI
Ketersediaan infrastruktur Continuously Operating Reference Station (CORS) yang andal dan mudah diakses merupakan kebutuhan mendasar dalam mendukung survei pemetaan teliti di Indonesia. Meskipun banyak institusi pemerintah dan perguruan tinggi telah memiliki receiver GNSS (Global Navigation Satellite System) geodetik yang mumpuni, sebagian besar perangkat tersebut belum dioperasikan sebagai stasiun CORS aktif yang memberikan layanan kepada publik akibat ketiadaan sistem jaringan layanan yang mandiri. Penelitian ini mengembangkan sistem jaringan stasiun CORS-GNSS berbasis perangkat lunak (service-oriented) yang menyediakan dua layanan utama: layanan koreksi Real-time Kinematic (RTK) berbasis protokol NTRIP dan layanan unduh data pengamatan GNSS dalam format RINEX melalui dashboard berbasis web. Sistem dibangun menggunakan perangkat lunak STRSVR dari paket RTKLIB sebagai komponen NTRIPCaster dan NTRIPServer, mekanisme TCP Tunneling menggunakan Localtonet untuk mengatasi keterbatasan alamat IP dinamis, serta platform dashboard yang dikembangkan dengan Python Flask sebagai backend dan HTML5/Bootstrap 5.3 sebagai frontend. Hasil pengujian lapangan pada variasi panjang baseline 0–30 km menunjukkan sistem mampu mempertahankan status resolusi ambiguitas FIXED dengan nilai Age of Correction stabil pada 1 detik dan ketelitian horizontal RMSE berkisar antara 0,017– 0,030 m. Pada baseline melebihi 30 km, status pengamatan menurun menjadi Float akibat dekorelasi spasial. Sistem yang dihasilkan bersifat generik, skalabel, dan dapat diimplementasikan oleh berbagai institusi yang memiliki receiver GNSS geodetik untuk membangun layanan CORS mandiri tanpa ketergantungan pada penyedia pihak ketiga.
PEMBANGUNAN SISTEM JARINGAN STASIUN CORS-GNSS UNTUK KEPERLUAN SURVEY PEMETAAN TELITI
Ketersediaan infrastruktur Continuously Operating Reference Station (CORS) yang andal dan mudah diakses merupakan kebutuhan mendasar dalam mendukung survei pemetaan teliti di Indonesia. Meskipun banyak institusi pemerintah dan perguruan tinggi telah memiliki receiver GNSS (Global Navigation Satellite System) geodetik yang mumpuni, sebagian besar perangkat tersebut belum dioperasikan sebagai stasiun CORS aktif yang memberikan layanan kepada publik akibat ketiadaan sistem jaringan layanan yang mandiri. Penelitian ini mengembangkan sistem jaringan stasiun CORS-GNSS berbasis perangkat lunak (service-oriented) yang menyediakan dua layanan utama: layanan koreksi Real-time Kinematic (RTK) berbasis protokol NTRIP dan layanan unduh data pengamatan GNSS dalam format RINEX melalui dashboard berbasis web. Sistem dibangun menggunakan perangkat lunak STRSVR dari paket RTKLIB sebagai komponen NTRIPCaster dan NTRIPServer, mekanisme TCP Tunneling menggunakan Localtonet untuk mengatasi keterbatasan alamat IP dinamis, serta platform dashboard yang dikembangkan dengan Python Flask sebagai backend dan HTML5/Bootstrap 5.3 sebagai frontend. Hasil pengujian lapangan pada variasi panjang baseline 0–30 km menunjukkan sistem mampu mempertahankan status resolusi ambiguitas FIXED dengan nilai Age of Correction stabil pada 1 detik dan ketelitian horizontal RMSE berkisar antara 0,017– 0,030 m. Pada baseline melebihi 30 km, status pengamatan menurun menjadi Float akibat dekorelasi spasial. Sistem yang dihasilkan bersifat generik, skalabel, dan dapat diimplementasikan oleh berbagai institusi yang memiliki receiver GNSS geodetik untuk membangun layanan CORS mandiri tanpa ketergantungan pada penyedia pihak ketiga.
LIDAR (LIGHT DETECTION AND RANGING) UNTUK PEMODELAN KOTA TIGA DIMENSI (STUDI KASUS : KOTA DAVAO, FILIPINA)
Fenomena meningkatnya pertumbuhan urbanisasi dan industrialisasi berpengaruh terhadap kebutuhan sistem perencanaan kota yang baik. Banyak teknik yang dapat digunakan untuk membangun sistem perencanaan kota, salah satu teknik yang akurat dan memiliki kepadatan data yang tinggi adalah teknik dengan menggunakan LIDAR (Light Detection and Ranging). Dari pengolahan data LIDAR dapat dihasilkan model kota 3D yang nantinya digunakan sebagai sistem perencanaan kota yang baik. Hasil utama dari teknik LIDAR adalah DSM (Digital Surface Model) dan DTM (Digital Terrain Model) yang nantinya dapat digunakan untuk membangun model kota 3 dimensi. Model kota 3D dari daerah pusat kota dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam aplikasi, contohnya adalah operasi militer, manajemen bencana alam, pemetaan gedung dan ketinggian gedung, simulasi gedung baru, pembaharuan dan pelestarian data kadaster, rekonstruksi bangunan, dll. Metode yang penulis gunakan dalam pembuatan model kota tiga dimensi ini adalah ekstraksi bangunan menggunakan data LIDAR dan orthophoto. Pada penelitian ini penulis menggunakan data LIDAR dan orthophoto dari kota Davao di Filipina. DTM area penelitian dihasilkan dengan cara pembuatan TIN (Triangulated Irregular Network) dari point cloud yang berada pada kelas ground area penelitian. Hasil akhir yang diharapkan adalah model bangunan 3D diatas DTM area penelitian.