📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenPENETAPAN BATAS ZONA EKONOMI EKSKLUSIF INDONESIA-MALAYSIA DI LAUT SULAWESI
Penetapan batas Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia-Malaysia ditinjau berdasarkan tiga aspek. Aspek yang pertama adalah berdasarkan penggunaan garis pangkal lurus kepulauan dari PP No 38 Tahun 2002 dan revisinya pada PP No. 37 Tahun 2008, sedangkan Malaysia menggunakan garis pangkal lurus hasil identifikasi terhadap Peta Malaysia 1979. Aspek kedua berdasarkan penggunaan pulau utama kedua negara dalam penempatan titik dasarnya. Aspek yang terakhir adalah dengan menempatkan titik dasar pada pulau-pulau kecil terluar dari kedua negara. Prinsip dalam penetapan garis batas Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia-Malaysia yang digunakan adalah ekuidistan dan proporsional untuk mencapai suatu solusi yang adil.Malaysia menggunakan Peta Malaysia 1979 sebagai dasar dalam penetapan batas-batas perairan laut di kawasan Laut Sulawesi. Identifikasi terhadap Peta Malaysia 1979 tersebut menghasilkan beberapa permasalahan yaitu sebagai berikut : ketidakjelasan informasi tentang datum geodetik yang digunakan pada Peta Malaysia 1979; penentuan titik awal bersama dalam penarikan garis batas laut; garis pangkal lurus yang digunakan oleh Malaysia. Dalam tugas akhir ini permasalahan tersebut dianalisis terhadap ketentuan UNCLOS (United Nation Convention on the Law Of the Sea) 1982 dan diperoleh alternatif batas laut Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia-Malaysia yang optimal di Laut Sulawesi.
EKSTRAKSI DEM DARI DATA ALOS PRISM
Permukaan bumi dapat didekati dengan berbagai model. Kepentingan untuk membuat model permukaan bumi adalah sebagai pendekatan dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan topografi sebagai variabel yang mempengaruhi keputusan. Aplikasi DEM sangatlah luas, mengingat berbagai pekerjaan tidak dapat lepas dari data topografi daerah yang bersangkutan. Untuk mendekati permukaan bumi (berbentuk surface), pengukuran terestrial mengukur titik-titik tinggi yang signifikan perubahan tingginya sesuai dengan ketelitian peta yang akan dihasilkan. Data titik-titik tinggi ini kemudian digunakan untuk membuat serangkaian garis yang memiliki ketinggian yang sama (kontur). Kontur inilah yang menjadi data bagi pembuatan DEM topografi. Selain dengan cara terestrial, akuisisi data untuk pembuatan DEM dapat dilakukan dengan menggunakan metode Penginderaan Jauh. ALOS PRISM merupakan salah satu misinya adalah pembuatan citra tiga dimensi (topografi) suatu permukaan bumi secara digital. Data yang didapatkan berbentuk raster dan mewakili permukaan bumi dengan tiap sel raster yang memiliki data tingginya masing-masing. Dari DEM yang dihasilkan nanti dapat dihitung ketelitian tingginya dengan mengacu pada DEM dari peta topografi sehingga dapat ditentukan skala dari DEM tersebut.
PERENCANAAN SALURAN PENGELAK BENDUNGAN PESISIR GALANG-GALANG BARU, KEPULAUAN RIAU
-