📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenSURVEI KONSTRUKSI PIPA GAS PADA PEMBANGUNAN PIPA DISTRIBUSI GAS BUMI UNTUK RUMAH TANGGA (Studi Kasus: Distribusi Gas Bumi, Sidoarjo, Jawa Timur)
Kegiatan survei konstruksi didefinisikan sebagai kegiatan yang dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan survei-survei untuk lokasi, desain, konstruksi, operasi dan pemeliharaan dari proyek-proyek sipil dan proyek rekayasa lainnya. Salah satu pekerjaan dalam survei konstruksi pipa distribusi gas bumi adalah pematokan (stake-out) titik-titik rencana as jalur pipa dari peta rencana ke lapangan. Dalam pekerjaan pematokan dapat dihitung akurasi pematokan. Perhitungan akurasi pematokan dapat dilakukan dengan mengimplementasikan rumus akurasi pematokan menggunakan data spesifikasi alat Electronic Total Station (ETS) dan standar deviasi titik ikat pematokan. Data yang digunakan berupa data pengukuran poligon sebagai titik ikat pematokan serta data titik rencana pematokan yang diperoleh dari peta rencana jalur pipa. Perhitungan yang dilakukan terdiri perhitungan sudut horizontal, perhitungan jarak pematokan, perhitungan standar deviasi titik rencana pematokan, prediksi panjang pipa serta analisis akurasi yang dicapai terhadap standar akurasi pematokan. Hasil perhitungan, diperoleh bahwa standar deviasi titik rencana pematokan lebih kecil dari standar akurasi pematokan, serta terdapat kecenderungan bahwa akurasi yang diperoleh menjadi semakin buruk jika jarak dari titik ikat ke titik rencana semakin besar. Metode hitungan akurasi pematokan ini bermanfaat untuk perencanaan pematokan maupun diterapkan dalam pekerjaan survei konstruksi lainnya.
PEMANFAATAN DATA PERUBAHAN KERANGKA DAN DATA DEFORMASI LEMPENG PADA TRANSFORMASI KOORDINAT (STUDI KASUS: PERTAMINA HULU MAHAKAM)
Penelitian ini mengkaji penggunaan perubahan kerangka dan deformasu untuk mengintegrasikan datum dinamik (ITRF2020) dengan peta kerja operasional berbasis datum lokal (P2Exc-T9) di Blok Mahakam. Dua strategi utama yang dibandingkan adalah secara time-specific yang hanya memanfaatkan perubahan lempeng dan time-dependent yang memanfaatkan perubahan kerangka dan lempeng. Pengujian dilakukan menggunakan data pengukuran pada ITRF2020 dengan epok yang berbeda ditransformasikan ke datum lokal P2Exc-T9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi time-dependent lalu dilanjutkan dengan parameter ITRF93 epok 1995.2 ke P2Exc-T9 dan metode time-specific dengan transformasi epok menghasilkan akurasi yang sama dengan RMSE sebesar 6,8 cm. Strategi time-dependent yang digunakan lebih efisien karena tidak memerlukan estimasi ulang parameter, namun sangat bergantung pada akurasi transformasi ke datum lokal. Implementasi praktis kedua metode ini terbatas oleh kemampuan perangkat lunak penentuan posisi saat ini yang umumnya hanya mendukung transformasi time-specific tanpa koreksi epok dan tidak memiliki fitur untuk memasukkan nilai deformasi. Namun kedepannya, kedua strategi ini dapat di implementasikan secara praktikal