📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

KAJIAN TEKNIS TERHADAP PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NO. 1 TAHUN 2006 TENTANG PENETAPAN DAN PENEGASAN BATAS DAERAH DI WILAYAH LAUT (STUDI KASUS: PROVINSI MALUKU)

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki luas wilayah lautan yang lebih besar dibandingkan daratannya. Berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Otonomi Daerah), daerah (provinsi dan kabupaten/kota) yang memiliki wilayah laut memiliki wewenang untuk mengelola sumber daya di wilayah lautnya masing-masing. Oleh sebab itu, sangat diperlukan adanya batas wilayah laut yang jelas antar daerah, terutama pada wilayah laut daerah yang berdampingan atau berhadapan. Penelitian terhadap Permendagri No. 1 Tahun 2006 ini mengacu pada hukum batas laut yang berlaku, yaitu Undang-Undang No. 32 Tahun 2004, kemudian dikaitkan pula dengan UNCLOS 1982 yang telah diratifikasi oleh Indonesia seperti tercantum pada Undang-Undang No. 17 Tahun 1985. Tugas Akhir ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap isi Permendagri dari sudut pandang teknis/geodetis. Dalam hal ini akan ditelaah aspek teknis/geodetis yang terkait dengan Permendagri, termasuk memberikan kritik konstruktif terhadapnya. Tulisan ini merupakan hasil dari kajian pustaka dengan memperhatikan praktik penetapan batas wilayah daerah yang terjadi di Indonesia. Selain memberikan kritik terhadap kelemahan yang terdapat pada Permendagri, Tugas Akhir ini juga akan disertai gagasan pemecahan masalah.

2026
👤 Penulis: RAYNARD DANIEL FINANTAR (NIM 15107023); Pembimbing: Dr. Ir. Eka Djunarsjah, MT.
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Geodetis

INVESTIGASI PASANG SURUT BUMI PADAT LOKAL (LOCAL SOLID EARTH TIDE) DI INDONESIA MENGGUNAKAN JARINGAN GNSS INACORS

Solid earth tide merupakan deformasi periodik kerak bumi akibat gaya gravitasi Matahari dan Bulan yang memiliki dampak signifikan pada berbagai aplikasi geodesi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami solid earth tide di Indonesia melalui analisis data GNSS dari jaringan Ina-CORS. Metode yang digunakan mencakup Multiday Kinematic PPP dan analisis harmonik untuk membangun model solid earth tide lokal yang lebih akurat dibandingkan model teoritis IERS2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model solid earth tide berbasis GNSS Ina-CORS memiliki korelasi tinggi dengan model teoritis IERS2003, dengan nilai NSE > 0,9 serta RMSE dan MSE yang rendah. Analisis harmonik mengidentifikasi pola amplitudo komponen M2 yang meningkat dari selatan ke utara, serta pola fase M2 yang bertambah dari timur ke barat dalam rentang 80°–180°. Residual yang signifikan ditemukan di daerah dekat sesar dan batas lempeng tektonik, mengindikasikan pengaruh geologi lokal terhadap fenomena ini. Karena cakupan spasial jaringan Ina-CORS yang terbatas, metode interpolasi kriging dengan berbagai model variogram diuji untuk pembuatan peta solid earth tide. Variogram power ditemukan menghasilkan deviasi terkecil, sehingga dianggap paling optimal. Hasil peta menunjukkan deformasi vertikal bergerak dari timur ke barat sesuai dengan arah perubahan fase, sedangkan deformasi horizontal membentuk pola unik berbentuk angka 8. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang dinamika solid earth tide di Indonesia dan berkontribusi pada pengembangan model spasial dan temporal yang lebih representatif untuk mendukung kebutuhan geodesi dan pemetaan di masa depan.

2024
👤 Penulis: Achmad Rusdiana
🏷️ Solid Earth Tide 🏷️ Geodetis 🏷️ Pemetaan Geologi
💬