📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenPEMODELAN RESISTIVITAS 1D-2D UNTUK MENGESTIMASI KARAKTERISTIK AKUIFER DAN SISTEM HIDROGEOLOGI PADA KAWASAN LAHAN BASAH DANAU CASCADE MAHAKAM KALIMANTAN TIMUR
Penelitian ini melatarbelakangi pentingnya identifikasi tatanan bawah permukaan untuk menentukan potensi hidrogeologi serta zonasi daerah tangkapan dan luapan airtanah yang sering kali mengalami kendala akibat kompleksitas geometri batuan dasar dan heterogenitas sedimentasi Kuarter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geofisika aktif berupa geolistrik tahanan jenis menggunakan konfigurasi Vertical Electrical Sounding (VES). Data utama penelitian bersumber langsung dari hasil pengukuran lapangan yang mencakup nilai resistivitas semu dari 11 stasiun penelitian dengan bentangan elektroda (AB/2) mencapai kedalaman semu hingga 80 meter. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif-kualitatif melalui interpretasi arah tren kurva utama secara makro untuk memetakan variasi litologi serta tingkat kejenuhan air bawah permukaan. Hasil analisis sintesis geologi menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas variasi endapan aluvial Kuarter berupa lempung jenuh air konduktif (9-20 Ohm-meter) pada Stasiun 1, 5, 6, 10, dan material berbutir kasar seperti pasir lempungan hingga lempung pasiran (10-25 Ohm-meter) pada Stasiun 3, 8, 9 yang terendapkan oleh aktivitas fluvial masa lalu. Formasi aluvial ini mengalasi tubuh batuan dasar masif ber-resistivitas tinggi yang bervariasi dari singkapan dangkal di utara (520-1400 Ohm-meter di Stasiun 7 dan 11) hingga batuan dasar terpendam di bagian tengahselatan akibat amblesan cekungan purba. Kesimpulan utama penelitian berhasil mengklasifikasikan wilayah studi menjadi tiga zona fungsional hidrogeologi, yaitu Daerah Luapan Air pada dataran aluvial rendah dengan muka airtanah bebas sangat dangkal, Daerah Tangkapan Air Utama pada zona singkapan batuan dasar atau lapisan berporositas baik, serta Zona Transisi Kompleks yang mengalirkan airtanah menuju sistem akuifer tertekan di bawah kedalaman 60 meter.