📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

DIGITALISASI PETA GEOLOGI DALAM BENTUK TIGA DIMENSI

Penyusunan peta geologi di wilayah daratan Indonesia telah dilaksanakan sejak awal abad ke-19. Dimulai oleh penjelajahan yang dilakukan Junghuhn (1809-1864), kegiatan pemetaan geologi pada awalnya lebih mengarah pada penyelidikan geologi untuk mendukung eksplorasi. Perkembangan selanjutnya kegiatan ini tidak saja untuk mendukung penyediaan sumber daya mineral dan energi, akan tetapi telah berkembang sebagai pendukung sektor pembangunan lainnya. Kemajuan dalam teknologi komputerisasi menuntut adanya perubahan bentuk visualisasi dari peta geologi konvensional yang bersifat dua dimensi menjadi sebuah peta geologi yang bersifat tiga dimensi. Bentuk tiga dimensi ini dapat dilakukan dengan proses digitalisasi. Digitalisasi peta geologi menghasikan peta geologi tiga dimensi yang akan menggambarkan bentuk dari lapisan-lapisan batuan dari berbagai sudut pandang yang pada peta geologi konvensional penggambarannya bentuk dari lapisan-lapisan batuan hanya dapat terlihat melalui bentuk penampangnya saja yang tergantung dari potongan atau sayatan yang diperlihatkan oleh pemeta. Hasil akhir dari peta geologi digital ini bila diolah lebih lanjut selain dapat diketahui bentukan penampang juga dapat dilakukan perhitungan volume pada tiap lapisan dengan metode penampang, metode grid dan metode komposit

2026
👤 Penulis: Budi Riantino
🏷️ Geofisika Digital 🏷️ Analisis Volume Geologi 🏷️ Peta Geologi Tiga Dimensi

ANALISIS DAN PEMODELAN FASIES FORMASI BRANI BERBASIS PENDEKATAN DIGITAL OUTCROP MODEL (DOM) DI LEMBAH HARAU, SUB-CEKUNGAN PAYAKUMBUH, SUMATRA BARAT

Formasi Brani dikenal sebagai endapan syn-rift yang diendapkan pada kala Eosen hingga Oligosen yang sebagian besar tersebar setempat di Sub-cekungan Payakumbuh dan Cekungan Ombilin. Penyebarannya yang setempat dan geometri fasiesnya yang terbatas serta heterogenitas yang tinggi menjadi menarik untuk dievaluasi sebagai analogi endapan syn-rift untuk mengurangi resiko dan ketidakpastian bawah permukaan pada aspek stratigrafi secara akurat. Oleh sebab itu, perlu adanya pendekatan baru untuk menyelesaikan permasalahan stratigrafi dan fasies pada Formasi Brani. Digital Outcrop Model (DOM) adalah metode utama yang digunakan dalam penelitian ini, DOMmerupakan pendekatan karakterisasi dan digitalisasi singkapan dengan mengintegrasikan data lapangan dan data singkapan digital yang dapat diolah didalam aplikasi. 3D digital outcrop, log profil sedimentologi, data kedudukan lapisan (strike/dip), deskripsi batuan, dan data struktur (sesar/kekar) merupakan data utama dalam penelitian ini. Selain itu, analisis biostratigrafi, petrografi, dan arus purba juga dilibatkan dalam parameter untuk melihat lingkungan sedimentasi, provenan, dan arah pengendapan. Picking horison pada DOM, analisis fasies, identifikasi tubuh fasies, membangun grid-layer struktur dan stratigrafi, serta realisasi pemodelan statik fasies secara tiga dimensi pada DOM akan diterapkan di dalam penelitian. Adanya implementasi pendekatan DOM yang cukup terintegrasi dari berbagai macam data lapangan diharapkan dapat memodelkan fasies pada Formasi Brani yang cukup realistis, tepat dan akurat. Hal ini cukup bermanfaat sebagai analogi untuk memprediksi model geometri dan penyebaran fasies reservoir pada endapan syn-rift berumur Paleogen di cekungan-cekungan Sumatra.

2025
👤 Penulis: Iqbal Fardiansyah
🏷️ Geofisika Digital 🏷️ Analisis Fasies Formasi Brani 🏷️ Stratigrafi Payakumbuh
💬