📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4 dokumenANALISIS PERMASALAHAN KETIDAKHOMOGENAN PARAMETER TRANSFORMASI PADA SUATU BLOK MIGAS
Dalam satu blok migas seyogyanya setiap titik sumur memiliki sistem koordinat yang seragam. Di banyak kasus data-data sistem koordinat lokal dalam blok tersebut sudah tidak diketahui. Data-data tersebut kemudian dianggap menjadi seragam dan memiliki sebuah sistem koordinat yang baru tanpa melalui transformasi koordinat, sehingga terjadi permasalahan ketika dilakukan integrasi data seismik. Oleh karena itu perlu dilakukan pengecekan terhadap blok tersebut, untuk memastikan sistem koordinatnya sudah seragam. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan adanya ketidakseragaman sistem koordinat dengan menunjukkan parameter transformasi yang tidak homogen dalam satu blok migas. Untuk itu pada penelitian ini dilakukan beberapa skenario untuk membuktikan hal tersebut. Skenario pertama adalah yang menyertakan seluruh titik sekutu dan skenario lainnya adalah yang membagi blok menjadi dua bagian dan tiga bagian. Kemudian dari ketiga skenario ini dibandingkan parameter transformasinya. Parameter yang seragam menunjukkan bahwa blok tersebut memiliki satu sistem koordinat, sebaliknya parameter yang tidak homogen menunjukkan sistem koordinat yang lebih dari satu. Metode transformasi yang dipakai adalah metode transformasi 10 parameter model Molodensky-Badekas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata blok ini memiliki parameter transformasi yang tidak homogen.
KARAKTERISASI RESERVOIR KARBONAT MENGGUNAKAN PENDEKATAN TERHADAP ATRIBUT PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE FOR LITHOLOGY (PEI-L) DENGAN INVERSI SIMULTAN PADA FORMASI KUJUNG, LAPANGAN “NARENDRA“, CEKUNGAN JAWA TIMUR
Lapangan “NARENDRA” merupakan salah satu lapangan migas produktif di Indonesia yang berada di wilayah Cekungan Jawa Timur. Potensi reservoir pada cekungan ini berada pada formasi Kujung yang tersusun atas batuan karbonat dengan perselingan batu serpih. Penelitian ini berfokus pada interval Formasi Kujung, khususnya pada zona Kujung-1 hingga Kujung-2. Formasi Kujung didominasi oleh batugamping yang diendapkan di lingkungan karbonat laut dangkal, tepatnya pada interior platform dengan dominasi fasies lagoonal–back reef. Oleh karena itu, diperlukan metode untuk mengetahui penyebaran distribusi karakteristik reservoir karbonat dan mengidentifikasi sebaran batuan karbonat yang dapat berpotensi sebagai reservoir. Berdasarkan analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kombinasi parameter AI dan densitas dapat memisahkan litologi dan fluida reservoir. Pembentukan volume kedua parameter elastik tersebut dilakukan dengan menggunakan metode inversi simultan. Berdasarkan hasil inversi simultan yang didapatkan zona target berupa porous carbonate berada di nilai AI dan densitas yang relatif rendah dengan nilai AI sekitar 6800 – 9000 (m/s)*(g/cc) dan nilai densitas sekitar 1.9 – 2.3 g/cc. Untuk menghubungkan hasil inversi parameter elastik terhadap karakteristik petrofisika seperti porositas dan densitas diperlukan adanya pendekatan terhadap hubungan yang bersifat non-linear. Metode yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut antara lain pendekatan trigonometri terhadap atribut Pseudo Elastic Impeadance for Lithology (PEIL) dengan memperhatikan pola rock physics templates (RPT). Atribut PEIL dibentuk untuk membentuk volume pseudo densitas dan porositas dengan menggunakan kurva AI dengan rasio Vp/Vs yang memiliki trend kurva non-linear wet trend pada domain RPT. Hasil penelitian pada formasi Kujung-1 hingga Kujung-2 nilai AI dan rasio Vp/Vs yang rendah dapat berasosiasi dengan nilai densitas yang rendah dan porositas yang tinggi dimana mengindikasikan adanya akumulasi hidrokarbon.
KARAKTERISASI RESERVOIR BATUPASIR FORMASI MENGGALA MENGGUNAKAN PENDEKATAN TRIGONOMETRI TERHADAP ATRIBUT PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE-LITHOLOGY (PEI-L) DAN CURVED PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE (CPEI) PADA LAPANGAN
Cekungan Sumatra Tengah merupakan salah satu wilayah eksplorasi migas utama di Indonesia yang memiliki sistem petroleum lengkap dan telah terbukti menghasilkan hidrokarbon dalam jumlah signifikan. Lapangan “YUNORA” pada Formasi Menggala, sebagai target reservoir, menghadapi tantangan dalam karakterisasi karena ketebalan zona target sering kali berada di bawah batas resolusi vertikal seismik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pemrosesan data dan inversi seismik yang lebih lanjut untuk memperoleh gambaran bawah permukaan yang lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parameter elastis yang sensitif terhadap variasi litologi dan fluida, serta merancang atribut seismik berbasis Curved Pseudo Elastic Impedance (CPEI) dan Pseudo Elastic Impedance Lithology (PEI-L) menggunakan pendekatan fungsi trigonometri. Proses yang dilakukan meliputi analisis data sumur untuk menurunkan parameter rasio Vp/Vs dan Acoustic Impedance (AI), serta pelaksanaan inversi menggunakan metode Linear Programming Sparse Spike (LPSS) dan Extended Elastic Impedance (EEI). Kombinasi Parameter rasio Vp/Vs dan AI menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap perubahan properti batuan, di mana zona bernilai rendah mengindikasikan batupasir berporositas tinggi dan saturasi air rendah, terutama pada interval Lower Menggala hingga Upper Pematang. Volume Vp/Vs hasil inversi EEI menunjukkan korelasi lebih baik terhadap data log dibandingkan hasil inversi AI/SI. Selanjutnya, volume inversi digunakan sebagai dasar pembentukan atribut CPEI dan PEI-L. Atribut PEIL digunakan untuk memetakan porositas, sedangkan CPEI mengindikasikan keberadaan hidrokarbon dalam litologi target. Hasil integrasi menunjukkan zona prospektif utama berada di utara, sedangkan di selatan terdapat potensi akumulasi hidrokarbon akibat adanya batuan induk berupa serpih euksinik yang dihubungkan oleh sesar berorientasi NW–SE yang menjadi jalur migrasi dari batuan induk di sekitar Formasi Upper Pematang menuju Formasi Menggala.
ANALISIS DATA SUMUR DAN IDENTIFIKASI FASIES SEISMIK PADA FORMASI TALANGAKAR DI SUBCEKUNGAN JAMBI, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN
Subcekungan Jambi merupakan bagian dari Cekungan Sumatra Selatan. Produksi migas konvensional pada daerah penelitian telah mengalami penurunan. Analisis data sumur dan identifikasi fasies seismik akan dilakukan pada Formasi Talangakar untuk menambah wawasan baru terhadap kegiatan eksplorasi dan produksi selanjutnya, terutama terkait migas nonkonvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis litofasies dan elektrofasies dari data sumur, pengikatan data sumur dengan data seismik tiga dimensi, interpretasi struktur dan horizon, analisis fasies seismik, serta interpretasi lingkungan pengendapan. Berdasarkan analisis data sumur FI-01 dan FI-02, interval penelitian termasuk ke dalam lingkungan pengendapan river-dominated delta yang dicirikan oleh enam fasies arsitektur, yaitu crevasse splay, floodplain, swamp, distributary mouthbar, distributary channel, dan prodelta. Berdasarkan analisis fasies seismik, terdapat lima fasies seismik yang dapat dikorelasikan dengan beberapa fasies arsitektur. Fasies seismik 1 merupakan delta plain, fasies seismik 2 merupakan distributary channel, fasies seismik 3 merupakan distributary mouthbar, fasies seismik 4 merupakan prodelta, dan fasies seismik 5 merupakan fan delta.